Sebelah Hati

Sebelah Hati
SEASON DUA


__ADS_3

PULANG


Happy reading gengks


maaf jika typo bertebaran


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Imran kembali mendekap tubuh Dinda yang masih terisak, dalam hatinya Imran terus merutuki kebodohannya, dia berjanji akan membalas Soraya dan Dimas, juga pria yang berkedok sebagai kliennya.


Dinda tertidur setelah merasa lelah karena menangis, ditambah lagi perjalanan jauh subuh tadi membuat tubuhnya merasakan kantuk yang hebat, Imran menidurkan Dinda diranjang kamar hotel tempatnya menginap, setelah itu Imran menghubungi Rio untuk menjaga Twins sampai dirinya dan Dinda kembali.


Waktu berlalu begitu cepat, tak terasa sudah pukul dua belas siang, Dinda terbangun dari tidurnya dan mengedarkan pandangannya ke penjuru kamar, perlahan ingatannya mulai terkumpul, Dinda pun mengerjap untuk menyesuaikan bias sinar yang memasuki retina matanya.


Dinda mencari keberadaan suaminya, namun dia tak menemukan siapa-siapa dikamar itu.


"Mass" panggil Dinda, namun tak ada jawaban.


Dinda pun bangkit dan segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Sekitar sepuluh menit, akhirnya Dinda selesai, saat keluar dari kamar mandi Imran pun datang dari arah pintu masuk.


"Mas dari mana?" tanya Dinda, kedua netranya tak sengaja melirik kearah paper bag yang dibawa oleh Imran.


"Udah bangun sayang?" pertanyaan Dinda dijawab pertanyaan juga oleh Imran.


Dinda hanya mengangguk pelan, "Mas dari mana emangnya?" Dinda kembali bertanya saat tak mendapatkan jawaban dari suaminya.


"Mas dari bawah, pesan makanan, sekalian beliin kamu baju ganti, abis ini kita langsung balik, mas malas lama-lama disini" ujar Imran.


Imran berjalan menuju kearah kamar mandi, tapi sebelumnya dia berhenti tepat didepan sang istri, dan mengecup kening Dinda lembut, Dinda memejamkan mata menikmati kecupan sang suami.


"Mas bersih-bersih dulu, kamu tunggu room servis nganterin makanan, abis itu kita makan dan langsung pulang, yah" Imran membelai pipi Dinda sayang, sebuah senyum lembut menghiasi bibir wanita itu. Dinda pun mengangguk.


Inilah yang paling Imran suka dari istrinya, senyum yang membuatnya setelah terhanyut.


Imran melangkah memasuki kamar mandi, tak lama terdengar suara ketukan dari pintu, Dinda bergegas membuka pintu dan benar, seorang pelayan mengantarkan makan siang untuk pasangan yang baru saja diguncang badai kecil itu.

__ADS_1


Pelayan itu pun pamit setelah mengantarkan pesanan kedalam kamar, Dinda menyiapkan makanan sembari menunggu suaminya selesai.


🌹🌹🌹🌹


Dikamar Soraya.


"Aduhh" rintihan Dimas terdengar di keheningan kamar milik Soraya, dimana tadi dirinya sempat mendapatkan stempel bogem milik Imran.


"Pelan-pelan Soraya" desis Dimas sambil menahan perih diwajahnya, tangannya satu memegang memar yang sedang diobati oleh Soraya, sedangkan yang satunya dipakai untuk menyangga tubuhnya diatas tempat tidur.


"Ini juga sudah pelan" Soraya menggerutu karena Dimas tak bisa diam sejak tadi diobati, sesekali Soraya sengaja menekan kapas yang dia gunakan untuk menyeka luka Dimas karena merasa kesal mendengar Dimas yang terus saja mengeluh.


"Makanya, jadi laki tuh jangan lembek, gitu aja kalah sama Imran" ujar Soraya kesal, kembali menekan kapas di tangannya.


"Adudududhhh" Dimas lagi-lagi meringis, "Apa kau ingin membunuhku?" hardik Dimas.


"Ya sudah, obati saja sendiri lukamu" Soraya melempar kapas yang tadi dia pegang kearah tong sampah ditepi ranjang, merasa kesal karena Dimas terus saja membentaknya dari tadi.


Dimas beranjak dari tempatnya duduk, dia meninggalkan Soraya sendiri dikamar itu, tujuannya sekarang hanya ingin menenangkan diri, semua rencana yang telah dia susun dengan Soraya telah gagal total.


Dimas menaiki lift menuju lantai paling atas gedung itu, tujuannya saat ini ingin menenangkan diri di rooftop hotel.


Dimas duduk termenung memandang hamparan taman bunga mawar yang berada di rooftop, tatapannya jauh menerawang kearah bunga-bunga yang sedang bermekaran.


Kedua netra hitamnya menelisik satu persatu bunga-bunga yang dihinggapi kumbang - kumbang, pikirannya melayang entah kemana.


"Apa aku harus menyerah? rasanya sulit merebut Dinda dari Imran" Dimas bermonolog.


Sempat terfikir di benaknya untuk tidak mengganggu hubungan Dinda dan Imran, tapi hati kecilnya selalu berontak, dirinya sangat mencintai Dinda, sanubarinya menolak untuk menyerah, separuh jiwanya sudah dia serahkan kepada Dinda, merelakan Dinda sama saja membuat dirinya kehilangan separuh nafasnya.


Namun disalah satu sudut hatinya yang tersembunyi ada sebuah rasa yang tidak bisa dia ungkapkan, sebuah rasa dimana dirinya justru tidak tega memisahkan Dinda dengan Imran, namun lagi-lagi egonya menolak untuk mengalah.


"Aku harus bisa merebut Dinda, apapun caranya, hanya Dinda yang bisa membuatku kembali hidup dan merasakan Cinta" Dimas mencoba memberi semangat pada dirinya sendiri.


🎍🎍🎍🎍

__ADS_1


Setelah makan siang selesai, Imran segera mengajak Dinda pulang, dirinya sudah muak berada lama-lama ditempat itu.


Imran melakukan kendaraannya membelah jalanan yang tidak terlalu ramai itu, butuh waktu dua jam akhirnya mobil yang dikendarai Imran akhirnya keluar dari jalan tol.


Sepanjang perjalanan, Dinda tidak banyak bicara. Ibu tiga anak itu hanya sibuk menghitung kendaraan yang melewati mobil yang dikendarainya, pandangannya tidak teralihkan dari jendela kaca mobil milik suaminya.


Beberapa kali Imran mencoba mengajak Dinda berbicara, namun kekasih halalnya itu tidak terlalu menanggapi ucapan sang suami, dirinya hanya tersenyum tipis lalu kembali memandang keluar jendela.


Imran hanya menghela nafas pelan, dia tahu betul saat ini Dinda memang tidak sedang marah padanya, terlihat dari sikapnya yang masih bisa tersenyum hangat, namun istrinya itu pasti sedang tidak baik-baik saja.


Imran terus melajukan kendaraannya membelah jalanan, tangan kirinya terus menggenggam erat tangan Dinda, sedangkan tangan kanannya dia gunakan untuk menyetir, sesekali pria itu mencuri pandang kearah Dinda, namun wanita itu tetap diam tak bergeming, pandangannya juga masih sama seperti saat meninggalkan hotel.


❄❄❄❄


Tbc


Maafkan Miss yah, updatenya lamaaa bener, soalnya Miss tuh lagi kurang fit, mana lagi sibuk buat persiapan menjelang idul fitri.


Miss usahakan sebelum idul fitri, kisah Dinda dan Imran udah End, karena Miss juga mau fokus sama karya Miss yang satunya. Jangan lupa mampir yah.


Miss ucapkan selamat menunaikan ibadah puasa, dan semoga puasanya lancar.


Terimakasih banget buat yang masih setia menunggu kisah Dinda dan Imran, support kalian sangat Miss apresiasi.


Jangan lupa tinggalkan jejak πŸ‘£πŸ‘£


Masukin Favorit ❀


Kasih like or komen πŸ‘


N jangan lupa mampir ke karya Miss yang satunya, "Sakit Tak Berdarah" yang sudah ganti cover.


Ok gengks


See U All😘😘😘

__ADS_1



__ADS_2