
BABYMOON
Happy reading gengks
Typo bertebaran
Imran yang merasa bersalah terhadap istrinya kini mencoba memperbaiki kesalahannya, rencananya ingin mengajak Sekar berlibur, sebagai awal permintaan maafnya, dirinya juga merasa sangat lelah akhir-akhir ini.
Sebagai seorang pengacara, tentu saja dirinya sangat sibuk, dan saat ini Imran benar-benar butuh refresing untuk melupakan semua masalahnya, mulai dari keluarganya, hatinya dan juga pekerjaannya.
Didalam mobil yang dikendarainya, Imran mengungkapkan semua beban yang mengganjal dihati, dan meminta maaf pada sang istri, yang selalu menghadapinya dengan kesabaran. Permintaan maaf itu diakhiri dengan sebuah ciu*man yang awalnya hanya biasa saja.
Namun semakin lama ciu*man itu semakin panas, yang awalnya hanya berupa kecupan singkat kini menjadi lum*atan - lum*atan yang semakin menuntut.
Sekar yang juga ikut terbawa suasana, membalas ciu*man sang suami tak kalah hebatnya, perlahan tapi pasti, Sekar memberi akses untuk suaminya mengabsen tiap inci didalam mulutnya, keduanya saling bertukar saliva, saling menikmati rasa manis satu sama lain.
Ditengah panasnya aktivitas keduanya, kembali melintas dibenak Imran saat dirinya melu*mat bibir Dinda dihotel malam itu, matanya yang terpejam langsung membelalak tatkala dirinya membayangkan masa lalu, tak dapat dipungkiri, walaupun saat ini dirinya menyayangi istri dan calon anaknya tapi jauh disudut hatinya Dinda masih bertahta bagaikan ratu.
Tak ingin membuat Sekar kembali kecewa terhadap dirinya, kembali pria itu melu*mat bibir sang istri lebih dalam, dan semakin dalam.
Imran mencoba melawan bayangan -bayangan yang terus menghantui fikirannya, seketika hasratnya timbul karena ciu*man panas bersama istrinya.
Sadar mereka masih di tengah jalan, Imran pun melepaskan pagu*tannya, menempelkan keningnya di kening istrinya sambil mengatur nafasnya yang memburu, saling mereguk oksigen yang berada di sekitar keduanya.
Sekar dan Imran ngos-ngosan akibat aktivitas yang baru saja mereka lakukan.
"Aku menginginkanmu Sekar" ucap Imran ditengah nafasnya yang tersengal, suaranya terdengar parau karena mencoba meredam hasratnya.
"Kita masih dijalan mas," ucap Sekar, tak kalah parau.
Sekar memang sudah lama menginginkan dirinya disentuh oleh suaminya tanpa menganggapnya sebagai orang lain, seperti yang dialaminya saat menyerahkan mahkotanya dulu.
"Mas sayang sama kamu,"
"Aku cinta sama mas"
__ADS_1
Imran tak menjawab, kemudian pria itu kembali melajukan kendaraannya membelah jalanan, saat ini tujuannya adalah pulang kerumah dan segera menuntaskan hasratnya.
Untuk pertama kali bagi seorang Imran, hasratnya yang tak pernah bangkit saat berusaha menyentuh sang istri sebelumnya kini justru tak dapat dia tahan, apakah karena Dinda yang sudah memperingatinya tentang istrinya ditoilet tadi? ataukah mungkin karena dirinya sudah bertekad menjadi suami yang baik?
Entahlah, yang terpenting saat ini dirinya ingin berada didalam tubuh sang istri.
Mobil yang dikendarai oleh Imran, terlihat memasuki perkarangan rumah, sebuah rumah yang tidak terlalu mewah, cukup sederhana dan juga asri.
Sebagai seorang pengacara,tentunya Imran sangat mampu membeli rumah yang besar, namun Sekar tidak setuju, menurutnya hal itu adalah pemborosan, cukup rumah yang sederhana walaupun kecil asalkan ada kehangatan didalamnya.
Imran dan Sekar tinggal hanya berdua, tidak ingin menyewa pembantu, Sekar lebih suka jika seluruh keperluan suaminya, dia yang mengurusnya.
Sedang Abah lebih memilih tinggal dirumahnya yang dulu, menurut Abah semua kenangan Ibu ada disana dan Abah tidak ingin jauh dari kenangan-kenangan almarhumah istrinya. Abah ingin menghabiskan masa tuanya dirumah yang menyimpan banyak kenangan bersama keluarganya.
Sesekali Abah datang menjenguk Imran dan istrinya, saat ini Abah sudah bukan lagi pak Lurah, tempatnya sudah digantikan oleh Lurah yang baru, Abah mengisi waktunya dengan berkebun seperti saat almarhum sang istri masih hidup.
πππ
Sesampainya dirumah, Imran segera memarkirkan kendaraannya, membawa istrinya kedalam rumah mereka dan melanjutkan sesuatu yang tadi sempat tertunda.
Perlahan tapi pasti, lum*atan yang tadinya lembut berubah semakin panas, deca*pan terdengar dari bibir kedua insan yang sedang dilanda gairah itu.
Tangan Imran mulai melucuti pakaian istrinya satu persatu, setelah keduanya polos, Imran mendorong pelan tubuh sang istri ke ranjang mereka, dibaringkan nya Sekar tanpa melepaskan pagu*tannya, tangannya sudah berada diatas bukit kembar milik sang istri.
Ukurannya tidak besar, tapi pas ditangan Imran. Diremasnya dengan pelan tapi penuh dengan gairah, setelah puas bermain dikedua bukit kembar milik sang istri, tangannya turun meraba tiap jengkal tubuh Sekar, dielusnya perut Sekar yang sedikit membuncit, kemudian turun lagi hingga mencapai sebuah benda kecil yang terdapat disurga kenik*matan milik sang Istri.
Bermain dengan benda tersebut, membuat Sekar mengeluarkan suara leng*uhan yang semakin membakar gairahnya.
"Mmhhh**" lenguh Sekar di sela-sela pag*utan sang suami.
Bibir Imran turun ke leher jenjang sang istri, mengecupnya kemudian menggigit nya pelan, meninggalkan jejak merah kebiruan, bukan hanya satu Imran terus melakukan hal yang sama hingga membuat leher Sekar seperti habis digigit vampir.
Sekar menggigit bibir bawahnya, tak tahan dengan sensasi yang diberikan oleh sang suami, sebuah desa*han tertahan terdengar dari bibirnya yang manis.
"Sshhhh mmmmhhh***" des*ah Sekar.
__ADS_1
"Jangan ditahan sayang, aku suka kamu mendessah" bisik Imran ditelinga istrinya.
"Aahhhh***" akhirnya sebuah desa*han panjang lolos dari bibir sang istri, menandakan betapa nik*matnya permainan Imran.
Imran tersenyum mendengar desa*han Sekar, karena sudah dikuasai kabut gairah, Imran menghentikan permainan tangannya, pria itu menuntun alat tempurnya yang sedari tadi sudah menegang ke lembah kenik*matan sang istri, dengan pelan Imran mendorong miliknya memasuki sang istri, menyatukan miliknya dan milik Sekar saling bertukar peluh yang membasahi tubuh keduanya, Imran melakukannya dengan sangat lembut, karena takut menyakiti Sekar dan anak mereka.
Imran terus memacu miliknya keluar masuk di lembah Sekar, darah keduanya berdesir hebat, menandakan betapa nik*matnya permainan itu. Peluh sudah membasahi kedua tubuh insan yang saling berlomba mencapai puncak itu.
"Aaahhhhhh****" sebuah lenguhan panjang dari bibir keduanya yang sedang berpacu diatas ranjang menandakan bahwa berakhir sudah pertempuran mereka sore itu, diakhir aktivitas percintaan mereka, Imran memberi kecupan singkat di bibir sang istri dilanjut kecupan yang sangat dalam di keningnya.
"Terimakasih, terimakasih sayang" kemudian kembali mengecup kening istrinya lagi.
"Aku sayang sama kamu Sekar," ucapnya sebelum akhirnya menjatuhkan tubuhnya disamping istrinya.
"Aku juga sayang dan cinta sama kamu mas,"
Imran tersenyum, ditariknya Sekar kedalam pelukannya kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya dan Sekar. Imran kembali mendaratkan kecupan di kening sang Istri.
"Sekarang kamu istirahat, dan sebentar malam kita akan langsung berangkat ke Bali, kita akan BABYMOON disana."
Sekar mengangguk dalam dekapan sang suami, kemudian mengeratkan pelukannya ditubuh Imran, perasaan nya sangat bahagia kali ini, suaminya sudah membuatnya melayang dengan sejuta rasa yang tak dapat dia ungkapkan.
Imran mendekap istrinya, membelai rambutnya sayang, kembali fikirannya melayang memikirkan Dinda, dia akui saat bercin*ta dengan Sekar tadi, bayangan malam panas yang dia lalui bersama Dinda empat tahun yang lalu kembali mengusik fikirannya, tapi tidak ingin mengecewakan Sekar untuk kesekian kalinya, Imran berusaha meredamnya dan menyalurkan hasratnya cukup dengan Sekar.
Rasanya beda saat bercin*ta dengan Sekar, Imran merasa ada gejolak yang sulit ia bendung yang rasanya ingin segera membuatnya meledak, sedangkan jika bersama Dinda membuatnya terhanyut dan merasa candu.
Tbc
plis vote like n komen ya gengksπππ
jangan lupa jejakπ£π£π£
gimanaa nihh Imran masih kebayang terus malam panasnya bersama Dinda,, aduh Miss pusing. Part ini aja Miss ikutan ngos-ngosan karena Imran dan Sekar yang juga ngos-ngosan.
Aah udahlah, ikuti alur aja, Miss ngga mau buat cerita yang seolah maksain banget gitu, jadi stay tune πππ
__ADS_1
See U Allπππ