
BARBEQUE PARTY VS LAGU DANGDUT
Happy reading gengks
Typo masih bertebaran
"Uthy, kamu masih suka dengerin lagu dangdut sambil joged-joged?" tanya Rio.
"Iyah, dengerin lagu dangdut sambil joged itu yang selalu buat aku inget sama kak Rio."
Sudah kebiasaan emang Dinda tiap sore melakukan olahraga ringan sambil menyetel lagu dangdut favoritnya, jika merasa bosan gadis itu pasti berjoged tak jelas.
(Sama kayak othor, suka dengerin dangdut sambil ngajar anak-anak daring, klo lagi nulis biasanya dengerin lagux Nazia atau Mira putri.)
Dinda berjalan masuk mendekati speaker bluetooth yang terpajang diruang tengah, kemudian menyalakannya sambil memilih lagu apa yang akan gadis itu putar.
Deretan lagu dangdut favorit di list play musicnya berderet rapi, satu lagu paling asik buat bergoyang dipilih gadis itu.
Sungguh ku terpuruk dalam lamunan
Seakan ragaku hangus terbakar
Begitu besar api
Tak akan mampu kusirami
Sengajakah kau kirimkan undangan?
Ataukah hanya pelampiasan?
Adakah alasan
Yang akan kau tunggu?
Apa salahku? Apa dosaku?
Hingga kau tega menyakiti
Kau yang s'lalu kupuja-puja
Namamu terukir indah
Gelapnya indah dunia
Terluka penuh kecewa
Luka tiada mengesan
Larut kesepian
Sengajakah kau kirimkan undangan?
Ataukah hanya pelampiasan?
Adakah alasan
Yang akan kau tunggu?
Apa salahku? Apa dosaku?
Hingga kau tega menyakiti
Kau yang s'lalu kupuja-puja
Namamu terukir indah
Gelapnya indah dunia
Terluka penuh kecewa
Luka tiada mengesan Larut kesepian
__ADS_1
Kupuja-puja
By Dj Opus.
Sebuah lagu mengalun dari speaker bluetooth sang Ayah, Dinda mengajak Rio bergoyang disore itu. Kebiasaan keduanya emang unik, lama tidak berjumpa membuat mereka lupa waktu.
Tak terasa senja sudah mulai menyapa, lima lagu dangdut mulai Lagu Kupuja-puja, kopi dangdut, los dol, sampe lagu yang dinyanyikan Happy asmara yang berjudul Sambel Terasi menjadi pilihan Dinda disore itu. (Aduh othor jadi pengen ikutan joged,)
Dinda memang suka melakukan aktivitas diiringi lagu dangdut mix, apalagi yang versi dj, membuat gadis itu semakin bersemangat berolahraga apalagi tadi disekolah habis makan dua mangkok bakso, mungkin itulah sebabnya Dinda tetap langsing walaupun makannya banyak.
"Thy udah sore, sebaiknya aku balik" sahut Rio.
"Yaahh, baru juga ketemu udah mau balik aja" keluh Dinda.
"Aku janji, nanti aku mampir lagi" bujuk Rio.
Dinda tersenyum sumringah mendengar ucapan pria itu.
"Beneran yah" harapnya.
Rio mengangguk, pria itu ikut tersenyum.
"Iyah aku janji, tapi weekend nanti kamu yang kerumah, Ayah sama Ibu pasti seneng kalo ketemu kamu."
"Emaang ada acara apaan kak?" tanya Dinda penasaran.
"Acara Barbeque, biasalah ramah tamah ketetangga"
Nampak gadis itu manggut-manggut, tanda mengerti.
"Hmm gitu, ok deh aku pasti dateng!"
"Ya udah aku balik dulu, ketemu lagi besok nanti aku jemput."
"Eeh ngga usah kak" tolaknya.
Rio mengernyit, pria itu merasa bingung.
"Ngga sih, cuma kan rumah kak Rio jauh, lagian aku biasa berangkat sama Imran" jawab Dinda.
"Imran yang kemarin kamu kenalin itu ke aku?" tanyanya lagi memastikan.
"Iyah Imran si ketua kelas"
"Ooh ya udah kalo gitu, aku balik"
"Iyah hati-hati"
Rio berjalan menghampiri Bunda yang baru saja datang dari pasar.
"Bunda, Rio mau pulang dulu nanti kapan-kapan Rio datang lagi, kangen juga sih sama Ayah" ucap Rio berpamitan.
"Eeh nak Rio udah mau pulang? padahal Bunda baru aja dateng dari pasar, kirain mau ikutan makan malam gitu"
"Yah kayaknya lain kali aja deh Bun, soalnya tadi Ibu juga udah nelfonin terus."
"Hm gitu yah, yah udah salam yah buat Ibu kamu."
"Iyah Bun, nanti Rio sampein, oh ya Bun hari minggu rencananya Ayah mau buat acara kecil-kecilan, aku udah ngasih tau Uthy, nanti sekalian Ayah dan Bunda dateng ya,? pasti Ibu sama Ayah seneng klo ketemu sama Bunda dan Ayah Imam." jelas Rio.
"Insya Allah nanti Bunda usahain yah,"
"Iya deh kalo gitu Rio pulang dulu, salam buat Ayah Imam." pamit Rio.
"Iyah kamu yang hati-hati" pesan Bunda.
Lalu Rio menarik dan mencium punggung tangan wanita paruh baya yang biasa dipanggil Bunda.
Memang sudah kebiasaan teman-teman Dinda memanggil kedua orang tua gadis itu dengan panggilan yang sama dengannya, karena Bunda sudah menganggap semua teman-teman anak gadisnya seperti anaknya sendiri.
"Assalamualaikum!" seru Rio sebelum meninggalkan rumah Dinda.
__ADS_1
"Waalaikumsalam" jawab Bunda dan Dinda bersamaan.
Setelah Rio berlalu dan tak lagi nampak dipandangnya, gadis itupun beranjak memasuki rumahnya.
πππ
Weekend
Dinda bersama yang lain, Ivana, Wawan, Imran dan Sekar tentunya serta teman yang lain yang ikut Rio undang diacara barbeque dirumah murid baru itu kini telah berada dihalaman belakang rumah dengan kesibukan masing-masing.
Sebelumnya Dinda sudah menceritakan hubungannya dengan Rio kepada sahabatnya yang lain, termasuk Imran.
Ayah dan Ibu Anggara, merasa sangat bahagia bisa bertemu dengan gadis kecil mereka, sayangnya Bunda dan Ayah tidak bisa ikutan datang.
Dinda, Rio dan yang lain sedang mempersiapkan bahan-bahan yang akan mereka gunakan dalam acara.
Seperti biasa acara pasti diiringi lagu dangdut kesukaan Dinda, kelakuan gadis itu membuat Rio geleng -geleng kepala.
"Sebenernya ini rumah aku atau rumah kamu sih Thy?" tanya Rio tak habis pikir.
Dinda hanya nyengir memperlihatkan deretan giginya ya tersusun rapi sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Plaakk!!!
Sebuah pukulan mendarat manis dilengan pria itu, dan pelakunya adalah sang Ibu negara.
"Adduhh bu, kok aku di getok?"tanyanya tak terima.
"Kamu tuh, kayak Uthy itu siapa aja" omel Ibu sambil merangkul Dinda.
"Anak Ibu siapa sih,? aku apa Uthy" tanyanya lagi merasa kesal dengan kelakuan Ibunya.
"Uthy" jawab Ibu enteng, membuat Rio melongo tak percaya. Sedangkan sang Ibu negara bergegas menarik tangan Dinda meninggalkan Rio sendiri yang masih terpaku ditempatnya, merasa punya sekutu Dinda mengejek Rio yang masih diam mematung.
"Wlee" Dinda menjulurkan lidahnya sambil mengedipkan matanya sebelah, tingkah gadis itu membuat Rio geram dan akan membalas mengerjainya nanti.
"Awas kamu " ucapnya tanpa suara, tangannya terangkat dan jarinya membentuk huruf V kemudian menunjuk kedua matanya lalu beralih kearah mata Dinda sebagai peringatan.
Dihalaman belakang kini sudah ramai dengan teman-teman Rio, juga para tetangga yang diundang oleh pak Anggara, nampak Dinda dan Rio sedang asik membakar barbeque sambil sesekali bercanda ria, disudut taman Imran sedang duduk menikmati cemilan yang dihidangkan oleh tuan rumah yang tak lain adalah Ibu Vera, istri tuan Anggara.
Ditemani sang kekasih, Imran tampak tak bersemangat apalagi melihat kedekatan gadis keritingnya dengan si Murid baru.
Sesekali ekor matanya melirik kearah sang sahabat, perasaannya campur aduk, antara marah dan kesal juga merasa tak enak karena ada Sekar disampingnya, dia tidak mau kalau Sekar curiga dengan sikapnya saat ini.
"Kak Imran kenapa?" tanya Sekar.
Ternyata sejak tadi gadis itu terus memperhatikan gerak-gerik kekasihnya.
"Kak Imran sakit?" tanyanya lagi.
Imran menggeleng, tak ingin membuat kekasihnya khawatir, apalagi kalau Sekar sampai tau apa yang ada difikiran pria itu.
"Aku ngga pa pa kok" jawabnya menenangkan, Sebuah senyum terukir dibibir pria itu.
"Aku perhatiin kak Imran kayak lagi banyak masalah"
"Ngga kok, mungkin cuma perasaan kamu aja" lagi-lagi Imran berbohong menutupi rasa yang yang saat ini pria itu rasakan.
Dinda sedang asik membakar barbeque saat Rio menariknya, sebuah lagu dangdut berjudul Kopi dangdut yang dipopulerkan oleh penyanyi lawas bernama Fahmi Shahab dengan sedikit sentuhan versi Dj mengalun dari speaker sang pak Kapolda alias pak Anggara yang tak lain adalah Ayah dari Rio.
Rio tau Dinda sangat menyukai lagu Dangdut, mendengar lagu itu berdendang membuat jiwa dangduters gadis itu meronta,,,
Seerrrr tarrreeeekkkkk siiiissss Semangkok,, Eeh semongko maksudnya.
**Tbc
plis vote like n komen yaaπππ
jangan lupa tinggalin jejak gengksππ
Detik-detik mendekati konflik utama
__ADS_1
See U Allππ**