Sebelah Hati

Sebelah Hati
SEASON DUA


__ADS_3

FLASHBACK ( 2 )


Happy reading gengks


Maaf jika banyak typo


🌹🌹🌹🌹


"Brengsek"


Imran berteriak dari dalam mobilnya, dirinya begitu marah melihat tiap kejadian yang dialami oleh sang istri dalam video tersebut, bahkan dirinya secara tak sadar membanting ponselnya karena sangat emosi.


Yah, video yang masuk kedalam ponselnya barusan adalah sebuah video yang menampilkan kejadian yang dialami oleh Dinda di dalam kamar di sebuah bangunan yang tampak sangat tua, entah dimana tempat itu, Imran tak tahu.


Tiap kejadian yang terekam dalam video tersebut berhasil membuat Imran naik pitam, dirinya berjanji akan segera menemukan orang yang telah melakukan hal ini kepada wanitanya.


Ting....


Kembali sebuah pesan masuk kedalam ponselnya, Imran segera meraih benda pipih tersebut yang sempat dia lempar karena emosi. Dengan tergesa-gesa, Imran segera membuka pesan baru tersebut.


"Bagaimana? apakah tontonan tadi bagus?"


"Brengsek" Imran kembali mengumpat setelah membaca pesan yang baru saja masuk ke kotak pesannya.


Imran mencoba menghubungi nomor tak dikenal itu, namun ternyata nomornya sudah tidak aktif, kembali pria itu menghubungi Rey sahabatnya.


"Halo Ran, Sorry gue belum berhasil menemukan mobil yang lo cari" ucap Rey penuh penyesalan dari seberang.


"Makasih udah bantuin gue, tapi gue mau ngasih lo petunjuk baru, mungkin dengan ini lo bisa secepatnya menemukan dimana bini gue" sahut Imran.


"Bagus kalo lo punya petunjuk baru, coba lo segera kirimin gue, biar gue bisa lacak secepatnya"


"Ok, gue kirimin lo dua nomor ponsel, tolong lo segera lacak dimana ponsel itu berada sekarang"


"Nomor ponsel siapa?"


"Nomor ponsel orang yang gue curigai, dan yang satunya nomor ponsel orang yang ngirimin gue pesan tentang bini gue"

__ADS_1


"Ya udah, buruan lo kirim, gue tunggu"


"Ok πŸ‘Œ"


Tak butuh waktu lama, sekitar tiga puluh menit Imran berhasil mengetahui posisi Dimas dan pemilik nomor asing yang mengirim pesan video tersebut.


"Nih, informasi yang lo minta. Nomor Dimas sedang berada di kota H, aktif sekitar dua hari yang lalu, sedang nomor yang satunya berada di sebuah bangunan tua yang letaknya tak jauh dari pinggir kota, bangunan tersebut sudah lama tidak digunakan, sepertinya itu sebuah gudang bekas yang beroperasi secara ilegal jadi tempat tersebut ditutup oleh pemerintah setempat" Terang Rey panjang lebar.


Seperti yang Imran duga, nomor asing tersebut memang yang sedang menyekap Dinda, namun yang membuat pria itu heran, Dimas ternyata tidak terlibat. Karena saat ini pria itu memang sedang berada diluar kota.


"Mungkinkah aku salah mengira" monolog Imran.


"Makasih bro, informasi lo sangat membantu" balas Imran.


"Satu lagi sob, sepertinya salah satu mobil dari pemilik nomor asing itu adalah mobil yang memang lo cari, ada sebuah mobil bermerk AP* bernomor polisi 501 yang sempat gue lacak tadi, dan yang lebih mengejutkan mobil tersebut berwarna hitam, pas seperti yang sedang kita cari" Pesan dari Rey lagi.


Imran membaca pesan tersebut, kini dia tahu harus mencari Dinda kemana.


"Sekali lagi makasih Sob, buat semua bantuan lo" ucap Imran penuh syukur.


"Sip, lo yang terbaik"


Imran menyimpan ponselnya di dashboard, pria itu segera memacu kendaraannya menuju dimana wanitanya sedang berada, dirinya berjanji setelah menyelamatkan Dinda, dia tidak akan pernah melepaskan semua orang yang telah menyakiti wanitanya.


πŸ‘‰ Flashback off


"Din, Dindaaa" Imran terus berseru memanggil nama istrinya, dirinya sudah mulai panik karena tak kunjung menemukan Dinda dimanapun.


Menurut informasi dari Rey, tempat ini yang menjadi tempat dimana Dinda disekap, tapi ketika tiba, Imran tidak melihat mobil yang bernomor polisi 501 seperti yang Rey katakan, mungkin mobil tersebut sudah pergi meninggalkan tempat ini, pikirnya.


Imran terus mencari Dinda ditiap tempat dibangunan tua itu, menggeledah tiap sudut ruangan yang ada disana tanpa terlewat satupun.


Ketika tiba di lantai paling atas, samar - samar Imran mendengar sebuah suara yang lebih mirip seperti seseorang yang sedang menangis, pria itu menajamkan indera pendengarannya, memang benar suara tersebut adalah suara orang yang sedang menangis sesenggukan.


Imran segera berlari mencari kesana kemari, dari mana suara tersebut berasal.


"Dindaaa, sayang kamu dimana" Imran kembali berteriak memanggil nama kekasih halalnya, namun kembali indera pendengarannya hanya menangkap suara tangisan seseorang.

__ADS_1


Karena bingung mencari asal suara tersebut, Imran memutuskan membuka tiap pintu yang ada dilantai tersebut, dan ketika tiba di salah satu pintu ruangan yang letaknya paling ujung, suara tangisan itu semakin terdengar jelas, Imran yakin pasti Dinda yang berada dibalik pintu tersebut dan sedang menangis ketakutan.


Imran mencoba membuka pintu tersebut namun ternyata pintunya dikunci, tak kehabisan akal pria itu langsung mendobraknya dan ternyata berhasil, Imran segera memasuki ruangan tersebut mencari Dinda.


Sosok yang dicari sejak tadi ternyata sedang meringkuk disudut ruangan dengan memeluk kedua lututnya, kepalanya bersembunyi diantara kedua kakinya yang ditekuk, sedangkan kedua tangannya memeluk erat tubuhnya yang gemetar karena ketakutan.


Ternyata benar Dinda yang sedang menangis sesenggukan disudut ruangan tersebut, nampaknya ibu tiga anak itu tak menyadari kehadiran suaminya yang datang hendak menyelamatkan dirinya.


Imran berjalan mendekati Dinda, dirinya begitu terpukul melihat kondisi wanita pujaannya, penampilannya begitu berantakan, tiba-tiba kedua netranya berkabut karena airmatanya sudah menganak sungai disudut matanya.


Imran mengusap sudut matanya yang sudah siap meluncurkan cairan bening tersebut, dirinya tidak boleh terlihat lemah di hadapan sang istri, saat ini hanya dirinya yang menjadi penopang wanita itu, jika dirinya saja terlihat lemah bagaimana dia bisa melindungi istrinya.


"Dinda, sayang" sapanya lembut.


Imran berjongkok didepan Dinda yang tak menyadari kehadirannya, perlahan tangannya terulur membelai rambut sang istri dengan penuh sayang.


Mendengar seseorang memanggil namanya, Dinda segera menengadahkan wajahnya, sejenak pandangan keduanya bertemu.


"Mas"


πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„


Tbc


Mohon dukung Author terus yaa


Like vote or komen dan tinggalkan jejak gengks


Masukin novel Miss kedalam favorit


Jangan lupa mampir ke novel Miss yang lain


"Sakit Tak Berdarah"


See U All😘😘😘


__ADS_1


__ADS_2