Sebelah Hati

Sebelah Hati
SEASON DUA


__ADS_3

CARI INFO


Happy reading gengks


Maaf jika banyak typo


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


"Dinda? kamu Adinda putri kan?" tanya pria itu tiba-tiba menghentikan langkah Dinda.


Dinda menoleh, mencoba mengenali siapa pria asing didepannya, wajahnya memang sedikit familiar.


"Kau siapa? apa kita saling mengenal?" tanya Dinda bingung.


"Wow, kau ternyata mudah melupakan seseorang ya"


"Maaf, tapi aku benar-benar tak mengenal anda"


"Kau sudah lupa, kita pernah bertemu di Bali, aku James" ujar pria itu mencoba membuat Dinda kembali mengingat pertemuan singkat mereka saat di Bali, tapi nampaknya Dinda tetap tidak mengingatnya.


"Maaf, aku benar-benar tidak ingat, aku sedang buru-buru, aku harus segera pergi, permisi" pamit Dinda, dia tidak mau berada dekat dengan pria asing itu.


James terus memanggil nama Dinda tapi wanita itu benar-benar tak berniat menoleh, James hanya bisa mendesah kesal saat setelah Dinda menghilang dari pandangannya.


❄❄❄❄


Ditempat lain, Soraya sedang uring-uringan karena rencananya gagal, malah berakhir dengan pertempuran hebat diatas ranjang bersama pria yang bukan ia harapkan, walaupun jujur dalam hati Soraya sangat menikmati permainan Dimas yang membuatnya seakan menginginkannya lagi.


Soraya tak menampik kenikmatan yang dia rasakan saat sedang bercu*mbu dengan Dimas, bahkan tubuhnya masih menginginkannya lagi, tapi dia harus memikirkan bagaimana caranya Imran harus dia dapatkan.


Sebuah rencana besar yang akan membuat rumah tangga Dinda dan Imran hancur berantakan, Soraya harus memikirkan bagaimana meluluhlantakkan kebahagiaan keluarga kecil itu.


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


Dimas tiba dirumahnya pukul sembilan pagi, dia harus segera berangkat ke kantor.


Setelah membersihkan diri, akhirnya Dimas pun siap berangkat.


"Mas" suara yang sudah tidak asing menyapa indera pendengaran Dimas, pria itu sangat tahu siapa pemilik suara yang memanggilnya, Dimas menoleh dengan malas.


"Ada apa lagi, Mei? kita sudah berakhir jadi aku harap kamu segera meninggalkan rumah ini" tekan Dimas.

__ADS_1


"Setidaknya pikirkan anak kita Mas" sahut Meyra memelas.


"Aku akan tetap menjamin hidup Raka, tapi jangan harap kita bisa kembali seperti dulu, aku jijik denganmu" sarkas Dimas, matanya menatap nyalang kearah mantan istrinya itu.


Meyra menangis tersedu, sungguh tak pernah terpikirkan rumah tangganya akan hancur berantakan karena perselingkuhan yang dia lakukan, awalnya hanya ingin membuat suaminya cemburu, dan memintanya kembali, namun siapa sangka godaan dalam hubungan gelapnya membuatnya semakin terjerembab ke lembah kenistaan, hingga akhirnya Dimas mengetahui dan menceraikannya.


"Tapi ini bukan sepenuhnya salahku mas, aku lakukan itu karena hanya ingin membuatmu kembali" tutur meyra masih terisak.


"Dengan berselingkuh diatas ranjang?" sarkas Dimas geram, "kenapa malah aku yang kau pojokkan" lanjutnya lagi.


"Iya, semua itu karena kamu Mas, kamu yang selalu mengacuhkan ku, membiarkan aku sendirian dalam dinginnya malam, aku punya perasaan, aku juga butuh kehangatan Mas, dan aku mendapatkannya dari Sam" raung Meyra. Air matanya masih setia membasahi pipinya yang tirus.


"Baiklah jika aku salah, sekarang kau sudah bebas bukan, jadi pergilah mencari kehangatan dari kekasih gelapmu itu, siapa namanya? Sam, Samuel kan? pergilah tinggalkan rumahku dan bersenang-senanglah dengan Samuelmu itu.


Perkataan Dimas seketika membuat Meyra bungkam, dalam hati dia masih bersikukuh menyalahkan semua yang terjadi pada mantan suaminya.


Dimas berlalu meninggalkan Meyra yang terus memanggilnya, dia sangat pusing memikirkan masalah yang sedang dia alami, apalagi dirinya sempat bertemu Dinda secara tak sengaja, membuatnya kembali merasakan perasaan yang sulit diungkapkan.


"Aku harus segera menemukan Dinda" gumam Dimas.


🌊🌊🌊🌊


Sore harinya Dimas dan Soraya tak sengaja bertemu di sebuah restoran, Soraya hendak menghindar dari Dimas, tapi entah mengapa kakinya justru membawanya mendekati meja dimana Dimas berada.


Soraya duduk di hadapan Dimas dengan angkuh, awalnya Dimas tak terlalu menghiraukan kehadiran Soraya, namun karena posisi Soraya yang memangku kakinya sebelah membuat rok yang dia pakai sedikit tersingkap, menampilkan paha putih mulus milik gadis itu.


Dengan susah payah Dimas menelan saliva, tenggorokannya terasa sangat kering, Dimas hanyalah seorang pria normal yang juga akan menegang jika dihadapkan dengan pemandangan yang tersaji didepannya.


"Hmm" Dimas berdehem untuk menghilangkan kegugupannya.


Soraya mendelik kearah Dimas, gadis itu tau apa yang sedang terjadi pada pria dihadapannya itu, Soraya tersenyum miring menatap kegugupan Dimas.


"Kenapa Mas? kok gugup?" pancing Soraya.


"Kamu sengaja mau mancing aku?" sebelah alis Dimas terangkat, pria itu menjawab pertanyaan Soraya dengan pertanyaan juga.


Lama keduanya saling bertukar cerita, walaupun awalnya ada sedikit perdebatan,keduanya bercerita tentang kehidupan masing-masing, ternyata Soraya dan Dimas cukup klop.


Hingga waktu beranjak petang, keduanya baru meninggalkan restoran tempat mereka bertemu secara tak sengaja siang tadi.


Semenjak pertemuan Soraya dan Dimas direstoran waktu itu, lebih tepatnya setelah kejadian yang menimpa keduanya, membuat hubungan Soraya dan Dimas menjadi lebih dekat, bahkan mereka sering menginap dihotel dan berakhir dengan pertandingan mengumpulkan peluh terbanyak diatas ranjang.

__ADS_1


Bukan cinta atau pun sayang, keduanya hanya saling membutuhkan untuk bisa saling melepaskan gai*rah yang terpendam.


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


James tidak berhenti mencari tau tentang Dinda, dia menyuruh beberapa anak buahnya mencari data tentang gadis itu.


James tidak tau jika Dinda sudah menikah bahkan sudah memiliki sepasang anak kembar.


Setelah mendapatkan keterangan tentang Dinda, tak bisa dipungkiri bahwa dia begitu terkejut mengetahui bahwa Dinda sudah memiliki sebuah keluarga kecil yang bahagia, tampak jelas terlihat dari beberapa foto yang dikirimkan anak buahnya saat memotret kebahagiaan keluarga kecil itu.


"Aku ngga nyangka Din, kamu sudah dimiliki orang lain" James bermonolog sembari menatap sendu foto yang ada digenggamannya.


"Baru kali ini aku merasa benar-benar tertarik pada seorang gadis, namun sudah terlebih dahulu menjadi milik orang lain" James mendesah kasar dan mengusap wajahnya sambil memejamkan mata.


🌹🌹🌹🌹


Mas Imran memang baik, didalam syukur ku selalu aku medoakan yang terbaik buat suami dan keluarga kecilku, namun kita hanya manusia biasa yang selalu berencana, namun hanya Tuhan yang tau apakah rencana itu berhasil atau gagal.


Rumah tangga yang baru seumur jagung, harus melewati dengan ujian kerikil-kerikil tajam, ibarat sebuah kapal yang mengarungi lautan, akan ada ombak yang menghantam, disinilah peran seorang suami sebagai nahkoda kapal, dan istri sebagai Abk nya, serta anak-anak sebagai penumpanganya.


Jika ombak itu membuat kapal oleng, bagaimana nahkoda akan mengatasinya??


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Tbc


Terima kasih buat yang masih setia nungguin Miss...


tolong dukung author yaa...


caranya like vote komen dan tinggalkan jejak πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘£πŸ‘£πŸ‘£


Jangan lupa Novel Miss difavoritkan


klik tanda love ❀❀❀


Sekalian mampir di karya Miss yang baru judulnya " SAKIT TAK BERDARAH" dengan Cover yang baru


See U All😘😘😘


__ADS_1


__ADS_2