Sebelah Hati

Sebelah Hati
CH 20


__ADS_3

MENENANGKAN HATI


Happy reading gengks😊😊😊


Typo masih betahπŸ™πŸ™


Dinda pergi meninggalkan acara ulang tahun Sekar, berada ditempat itu membuatnya merasa sesak, dan suasana hatinya memburuk. Mungkin dia butuh udara segar.


Berjalan menyusuri jalan setapak, menuju area belakang taman, mungkin disana gadis itu akan merasa lebih baik.


Duduk sendiri menikmati angin malam sambil mendengarkan lagu dari ponselnya, membuat suasana hatinya sedikit membaik.


Saat sedang menikmati kesendiriannya, gadis itu dikejutkan oleh kedatangan sahabatnya, Ivana.


"Lo kok disini, ting? tanya orang yang tadi menepuk bahunya.


"Eeh, lo Van? gue kira siapa, ngagetin aja," ucap Dinda terperanjat.


"Lo ngapain disini?" tanyanya lagi penasaran.


"Cari udara segar," jawab Dinda santai.


"Lo abis nangis Din,?" mode kepo on.


"Ng - nggak kok," sergahnya gugup, dia takut jika Vana mengetahui apa yang tengah dia rasakan.


Sebenarnya Ivana cukup peka dengan kondisi Dinda, gadis itu tau bahwa sang sahabat tidak sedang baik-baik saja.


Tapi apa boleh buat, Dinda bukan gadis yang suka dipaksa. Dia akan bercerita jika dia sudah siap.


Dinda adalah orang yang paling pintar menyembunyikan perasaannya.


"Din, gue sohib lo, kalo ada masalah lo boleh cerita ke gue, gue siap dengerin cerita lo" ucapnya serius sambil menggenggam erat jemari Dinda.


Sedangkan Dinda masih diam tak bergeming, dia masih betah menyimpan lukanya sendiri.


"Kalo lo belum siap cerita, ok. Tapi jika suatu hari nanti lo butuh temen, datang ke gue, gue siap nampung semua keluh kesah lo" seloroh gadis itu, berusaha membujuk agar sahabatnya mau berbagi kisah dengannya.


Lagi lagi Dinda terdiam, entah apa yang sedang dia pikirkan.


"Din kita temenan bukan sehari dua hari, kita udah kayak sodara, jadi kalo lo ada masalah lo boleh cerita ke gue, kali aja gue bisa kasih solusi." lanjutnya lagi.


Dinda menatap sang sahabat, saat ini batinnya begitu gamang, ingin rasanya dia bercerita, menumpahkan segala rasa sakit yang gadis itu rasakan, tapi semua terasa berat untuk di ucapkan.


Tiba-tiba buliran kristal mengalir dari manik gadis manis itu, tubuhnya bergetar menahan sesak yang kian menghimpit rongga dadanya, suara serak terdengar lirih dari bibirnya yang mungil, gadis itu menangis tertahan disamping sang sahabat.


Berusaha menekan suaranya yang kian serak, dia tidak ingin ada yang mendengar isakannya. Yah gadis itu menangis pilu.


Pemandangan yang memilukan itu membuat Ivana sang sahabat seketika terhenyak. Ada apa dengan sahabatnya??

__ADS_1


Ivana mulai panik melihat kondisi Dinda yang tiba-tiba saja menangis, dirangkulnya sahabatnya, berusaha menciptakan ketenangan agar semua kembali normal.


"Din, sebenernya lo kenapa? kenapa tiba-tiba nangis kek gini? gue ada salah sama lo?" tanyanya merasa tak enak.


Dinda hanya menggeleng, berusaha menenangkan hatinya yang bergemuruh. Diraihnya kembali tubuh sang sahabat dan kembali memeluknya, mencoba mengurangi beban berat yang menghimpit hatinya.


Sekitar setengah jam meluapkan emosinya, kini gadis itu sudah merasa lebih baik, dihapusnya jejak air mata yang membasahi pipinya, kemudian kembali duduk bersandar.


"Gue bakalan cerita Van," ucapnya serius.


"Tapi bukan sekarang, mungkin besok." sahutnya lagi.


Vana hanya diam mendengarkan ucapan sahabatnya, dia tidak mau memaksa Dinda jika memang gadis itu benar-benar belum siap untuk bercerita. Gadis itu berdiri dan menarik tangan Dinda agar mengikutinya.


"Udah malam sebaiknya kita balik, mungkin yang lain juga udah mau balik" ajak Vana.


Dinda hanya mengangguk, sepertinya perasaannya sedikit lebih tenang setelah menangis tadi. Dinda berfikir, mungkin memang dia butuh tempat bercerita, agar dia merasa lebih baik.


Dinda mengikuti Vana berdiri, mereka berjalan beriringan menuju tempat diadakannya pesta ulang tahun Sekar. Hari ini begitu melelahkan bagi Dinda, dia akan segera pamit dan bergegas pulang kerumahnya, gadis itu butuh mengistirahatkan tubuh dan fikirannya.


Kedua gadis itu sampe ditempat acara bersamaan dengan teman-teman yang hendak membubarkan diri, ternyata sekarang sudah pukul sebelas malam. Tanpa terasa waktu berjalan sangat cepat.


Dipintu depan Dinda berpapasan dengan Sekar juga Imran, nampak raut kebahagiaan dari kedua wajah kekasih itu. Senyum keduanya terus menghiasi bibir mereka. Tangan Imran terus menggenggam erat jemari Sekar, hal itu tidak luput dari pandangan Dinda. Lagi lagi gadis itu harus kuat menghadapi kenyataan bahwa Imran kini telah menjadi milik adik kelasnya.


Imran yang terkejut melihat Dinda dan Vana berdiri didepan pintu keluar langasung menghampiri kedua sahabatnya.


"Din, Van kalian masih disini?" tanya Imran pada kedua sahabatnya heran. Pria itu berfikir bahwa kedua sahabatnya sudah pulang sejak tadi, karena tak melihat mereka berdua.


"Ngapain kalian di belakang?" tanyanya lagi masih penasaran.


"Nyari angin"


Jawaban Vana membuat Imran mengernyit, ditambah saat dia melihat Dinda nampak kacau, tak seperti saat dia datang.


"Ada apa dengan gadis keritingku? kenapa dia terlihat sangat kacau,? dan apa itu? matanya sembab? apa dia habis menangis? tapi kenapa? sebenarnya apa yang terjadi?" banyak pertanyaan yang muncul dalam benaknya.


"Din, lo kenapa? lo abis nangis?" tanyanya lembut.


Dinda hanya tersenyum tipis, kemudian gadis itu menggeleng.


"Aku ngga pa pa kok" sergahnya. Dia tidak mau jika Imran tau apa yang terjadi dengannya.


Pria itu hanya menghela nafas pelan, tidak ada gunanya bertanya pasti jawabannya "Aku ngga pa pa" Kayak lagu Almarhum Julia perez "Aku Rapopo".


Dinda menengok kebelakang Imran, ada Sekar sedang berdiri melihat interaksi para sahabat itu. Kemudian Dinda mengulurkan tangannya.


"Selamat ulang tahun Sekar, maaf tadi aku menghilang" ucapnya sambil nyengir.


Sekar tersenyum manis kearah sang senior.

__ADS_1


"Makasih kak, hari ini Sekar bahagia, itu semua karena kak Dinda" ucapnya sambil menerima uluran tangan seniornya.


"Ya udah kalo gitu aku balik yah" pamit gadis itu lagi.


"Gue anter sekalian gue juga anter Sekar balik," kata Imran mencoba menahan kengan Dinda.


"Emang lo mau anter gue pake apa?" Seru Dinda.


"Pastinya naik metic si Abah, tapi lo duduk di bampernya aja Ting,"kali ini Vana yang menjawab.


"Ya kali lo bawa motor pengen boncengin dua cewek, kejepit lo yang ada" Wawan ikutan meledek.


Hahahahahahahha


Ucapan Wawan sontak mengundang gelak tawa yang lain, sedangkan Imran hanya tersenyum kikuk sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Ngga usah bing, aku ma Wawan aja"


Imran hanya mengangguk, tanpa berniat menjawab.


Akhirnya Dinda pulang diantar Wawan, sedangkan Vana sudah pulang diantar ojek online yang tadi dia pesan.


Sekar juga sudah sampai dirumah diantar oleh sang kekasih.


"Makasih ya kak," ucap Sekar.


Imran hanya tersenyum tipis.


"Kamu istirahat ya" Pintanya, sambil membelai lembut rambut kekasihnya.


Sekar tersenyum manis. Gadis itu mencium pipi sang kekasih, lalu berlari masuk kedalam rumahnya.


Dia benar-benar merasa malu dengan yang barusan terjadi, gadis itu sungguh nekad.


Sedangkan Imran masih berdiri mematung didepan pintu rumah Sekar, sambil memegang pipinya yang tadi sempat dicium oleh gadis itu. Pria itu masih terkejut dengan apa yang barusan kekasihnya lakukan.


Ciuman dari kekasihnya tersa berbeda ketika dia mencium sahabatnya. Ada desiran aneh yang dia rasakan saat bibirnya menyentuh bibir sang sahabat, tapi saat Sekar menciumnya dia justru tidak merasakan apa - apa.


Imran kembali menaiki meticnya, waktunya pulang kerumah, sepanjang perjalanan dia berfikir.


"Ada apa dengan Dinda? mengapa tadi matanya seperti habis menangis? apa yang terjadi dengan gadis keritingnya? dan Sekar? salahkah dia berusaha menjalin hubungan dengan gadis itu? Sekar adalah gadis yang baik, tapi bagaimana kalau dia tau jika aku terpaksa memintanya menjadi kekasih hanya untuk melupakan Dinda? bagaimana reaksi gadis itu?"


Ribuan pertanyaan muncul dibenaknya, tapi dia tidak bisa menjawabnya, hari ini sangat melelahkan, dia butuh istirahat. Yah pria itu butuh mengistirahatkan hati dan fikirannya.


**Tbc


plis vote like n komen gengks 😊😊


So jangan lupa tinggalkan jejak.

__ADS_1


See u all😘😘😘**


__ADS_2