
WANITA YANG HEBAT
Hai hai readers tersayang, apa kabar nih semoga kalean g boring ya ama tulisan miss, mungkin masih berantakan n ceritanya receh,, tapi ini adalah karya pertamaku, klo ada yang mau kritik silahkan tapi sertakan dengan masukan juga donk, biar bisa lebih baik lagi kedepannya.
Dalam cerita ini tuh aku g mau nyeritain kisah anak sultan yang sejenis CEO, Miss punya cerita sendiri yang real dari pemikiran Miss. Jadi jangan harap para readers bakal nemuin kisah sultan yang punya pesawat pribadi, pulau pribadi, jet pribadi, dan rumah bak istana. karena aku buat cerita ini berdasarkan keadaan yang real kehidupan nyata, jadi mohon maaf yah buat yang harapkan kisah anak sultan disini g akan ada.
Tapi nanti tetap ada kok kisah anak orang kaya, cuman tetep bukan sultan, karena disini si anak orang kaya ini yang bakalan jadi bintang antagonis kita. Aku harap reader g akan kecewa dengan cerita receh ku, karna aku pengen buat cerita yang beda dari yang lain. Ok gengks stay tune yaa.
@ masih lanjutan flashback Bunda ama Ayah.
Setelah merasa kehabisan udara, akhirnya Imam mengakhiri tautan bibir mereka, dia tidak mau terbawa nafsu, yang akhirnya akan menjerumuskan nya kelembah penyesalan. Ditatap nya lagi wajah yang beberapa bulan ini selalu menghiasai mimpinya. Sedangkan yang ditatap jangan ditanya, wajahnya sudah seperti kepiting rebus, merah padam menahan malu dan itu membuat sang asisten dosen merasa sangat bahagia.
"Ciuman pertamaku,!"cicit Arimbi.
Imam yang mendengar perkataan Arimbi, terkekeh karena merasa lucu dengn kepolosan kekasihnya. Lalu dia kembali merengkuh Arimbi kedalam pelukannya, dan mendaratkan sebuah kecupan sayang dikening sang kekasih.
"Aku mencintaimu, Rim." ucap Imam.
Arimbi yang sedang berada dalam pelukan sang kekasih, tersenyum mendengar ucapan Imam.
"Aku juga mencintaimu, mas." jawab Arimbi lirih.
@@@@
Kediaman Tuan Ferdi
Sore hari, Arimbi baru baru pulang kerumah. Tadi sepulang dari kampus, sang asisten dosen yang tak lain adalah kekasih hati gadis manis itu, mengajaknya makan Nasi goreng dipinggir jalan yang terkenal dengan rasa pedesnya yang khas, siapa lagi klo bukan mang Jupri.
Senyuman manis tak pernah pudar dari bibir mungil sang gadis, apalagi saat mengingat kejadian aahh sudahlahπ
"Masak apa mbok," tanya Arimbi, pada mbok Rum, pembantu sekaligus orang yang merawat nya sejak kecil..
Mbok Rum yang merasa namanya disebut, refleks berbalik dimana suara itu berasal.
"Ehh non, Rimbi, baru pulang non?" tanya mbok Rum.
"Iya mbok, tadi abis jalan ma temen," jawab gadis itu lagi.
Mbok Rum, hanya membulatkan kan bibirnya membentuk huruf O tanpa suara.
"Mbok lagi masak cumi tumis lada hitam kesukaan non Rimbi,"ucap mbok Rum. "Non, mau makan sekarang,? kebetulan cumi nya udah mateng.!" sahut mbok Rum lagi.
"Ntar aja mbok, Rimbi mau bersih-bersih dulu,"ucap Rimbi.
"Baik non." balas mbok Rum.
Rimbi pun beranjak dari dapur menuju lantai atas, dimana kamarnya berada.
30 menit waktu yang diperlukan seorang Arimbi, untuk membersihkan diri.
Saat akan beranjak dari kamarnya, tiba-tiba ponselnya berbunyi, sebuah pesan masuk dari mas Imam, sang asisten dosen yang baru menjadi kekasihnya beberapa jam yang lalu, seketika senyum pun terbit dibibirnya yang mungil.
π¦ ; Assalamualaikum, Cinta.π
__ADS_1
πΈ ; Waalaikumsalam, mas
π¦ ; udah nyampe.?
πΈ ; udah mas.
π¦ ; lagi ngapain.?
πΈ ; baru aja abis mandi, mas. Mas sendiri lagi ngapain,?
π¦ ; lagi mikirin kamu.ππ
Rimbi, semakin tersipu membaca pesan chat dari mas Imam nya, hal itu semakin membuat wajahnya merona karena malu.
"Dasar gombal, tapi aku sukaa ππ"batin Rimbi.
Tok,,tok,,tok terdengar suara dari pintu kamar Arimbi diketuk, tak lama kepala Mbok Rum muncul dari balik pintu tersebut.
"Non Rimbi," panggil mbok Rum.
"Iya mbok, masuk aja." seru Rimbi dari dalam kamar.
"Non Rimbi, belum mau makan.?"tanya mbok Rum setelah memasuki kamar gadis manis itu.
"Iya mbok, Rimbi baru aja selesai mandi,"jawab Rimbi.
Rimbi pun beranjak bangun dari tempat tidurnya, berjalan menuju kesamping ranjang dan meletakkan ponselnya kembali keatas nakas.
Rimbi lalu berjalan kearah mbok Rum, menggandeng tangannya, dan menariknya keluar kamar menuju ke meja makan.
mbok Rum hanya tersenyum melihat tingkah laku putri majikannya, aah rasanya dia tak percaya klo gadis kecil yang sedari dulu dia suapi, kini sudah menjadi seorang gadis manis, dan tak lama lagi pasti akan menikah.
"Ayo non," ajaknya pada gadis manis itu.
Sesampainya dimeja makan, Rimbi langsung menyambar masakan mbok Rum, Cumi tumis lada hitam, favoritnya. Seperti orang yang belum makan tiga hari, Rimbi benar benar kelaparan.
Si mbok paling tau kesukaan anak majikannya itu, wanita paruh baya itu merasa sangat bahagia jika melihat gadisnya, makan seperti itu, Itu tandanya moodnya sedang baik.
Mbok Rum tau betul, apa yang dirasakan oleh Arimbi. Gadis itu haus akan kasih sayang seorang ibu. Ibunya sibuk bersosialita sampai lupa kalo dia punya anak gadis yang harus dia jaga, tapi untung saja, mbok Rum selalu ada menghiburnya.
"Makannya pelan aja non, ntar keselek loh."Ucap mbok Rum melihat begitu kalapnya Arimbi, padahal kan tadi abis makan nasi gorengnya mang Jupri.
"Ngga bisa mbok."jawab Rimbi. " Masakan mbok tuh emang yang paling top, sayang klo di anggurin."lanjutnya lagi sambil mengacungkan kedua jempolnya.
mbok Rum hanya tersenyum mendengar penuturan gadis manis itu.
Setelah menghabiskan masakan mbok Rum sebanyak 2 piring, ( yassalam, 2 piring neng, itu laper apa doyan)π Rimbi beranjak menuju kamarnya kembali, rasanya ngantuk banget, ( gimana g ngantuk, abis makan nasi goreng tambah lagi 2 piring,π§π§) dia pun berjalan menuju ranjang, dan merebahkan tubuhnya.
Rasanya sangat mengantuk, tak lama gadis itu pun memasuki alam mimpinya.
Tepat pukul tujuh malam, Arimbi terbangun dari tidurnya, rasanya hari ini sangat melelahkan. Dia pun beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi.
Setelah beberapa menit dikamar mandi, Rimbi pun keluar.
__ADS_1
Dia keluar menuju ke dapur untuk mengambil air putih, lalu meneguknya.
"Non, Rimbi baru bangun.?"tanya mbok Rum.
"Iya mbok, Capek banget hari ini, " jawabku.
"Mau makan non,?" tanyanya lagi.
"Ntar aja deh mbok, Rimbi masih kenyang."
"Oh ya mbok, mama belum pulang.?"Aku bertanya.
"belum non,"jawab mbok Rum lirih sambil menggeleng.
Aku melihat raut wajah mbok Rum, yang tiba-tiba berubah sendu, aku tau mbok Rum kasihan padaku yang kekurangan perhatian dari wanita yang kupanggil Mama, aku menghela nafas, lalu menghembuskannya pelan.
Mama emang sibuk dengan dunianya sendiri, seorang wanita yang selalu sibuk bersosialita.
Tok,,tok,,tok.
Terdengar suara pintu diketuk dari arah depan rumah, aku beranjak dari tempat ku duduk, dan berjalan menuju kedepan.
"Biar Rimbi yang buka pintunya, mungkin itu Mama." ucapku pada mbok Rum.
"Iya non,"
Saat aku membuka pintu depan, aku terkejut melihat seorang pria tua sedang menengadahkan tangannya.
"Neng, boleh minta sedekahnya," ucap bapak itu, terbata mungkin beliau ragu meminta, takut nanti diusir.
"Saya belum makan neng, udah 2 hari." lanjutnya lagi sambil memegangi perutnya, wajahnya menunduk.
Seketika air bening lolos dari pelupuk mataku, hatiku terasa teriris menatap tubuh tua yang sudah ringkih, itu berada didepan mataku.
"Bapak belum makan,?" tanyaku pada pria tua itu.
"Iya neng, boleh bapak minta sedekahnya,"katanya lagi.
"Ya udah pak masuk dlu," ajakku pada pria itu.
Aku membawanya kedalam rumah, memberinya makan, dan memberikan beberapa lembar uang sebagai pegangan, tak lupa mbok Rum juga memberikan beberapa potong pakaian bekas suaminya yang telah lama meninggal, sebelum itu aku menyuruhnya terlebih dahulu mandi, untuk membersihkan dirinya.
Setelah mandi dan makan, pria itu pun pamit dan mengucapkan banyak terima kasih. Sebelum pergi beliau mengatakan sesuatu yang membuatku meneteskan air mata.
"Neng, gadis yang hebat. Bapak doakan, Biarpun dalam keadaan susah, neng akan tetap bahagia." ucapnya sebelum pergi dan menghilang dibalik tembok pagar.
Tak lama setelah kepergian pria tua itu, mobil mama terlihat memasuki pekarangan rumah, Ahh Mama sudah pulang.
"Trima kasih doanya pak." dalam hati aku mengamini.
***Tbc
mohon tinggalkan jejak gengks,
__ADS_1
Like vote n komen juga bisa
see u allππ***