Sebelah Hati

Sebelah Hati
CH 52


__ADS_3

PENASARAN


Happy reading gengks


Maaf banyak typo


Hari ini merupakan hari terakhir babymoon Sekar dan Imran, rencananya pria itu akan membawa sang istri mengunjungi salah satu mall terbaik di Bali.


Krishna oleh-oleh khas Bali menjadi salah satu destinasi perbelanjaan terbaik di Bali yang menjual beragam pernak pernik khas Bali, mulai dari pakaian, tas, aksesoris, gantungan kunci, kain pantai, sendal sampai cemilan juga ada tersedia disini.


Sekar sangat bersemangat memilih barang-barang khas Bali, bukan sekedar untuk oleh-oleh tapi sebagai kenangan bahwa pernah menghabiskan waktu bersama suami tercinta dikota Ini.


Setelah puas berburu pernak pernik kerajinan tangan khas Bali, keduanya akhirnya memilih istirahat sambil makan siang di Furama Restauran, yang terkenal dengan makanan seafood nya yang lezat.


Keduanya makan tanpa ada yang bersuara, sehabis makan Imran mengajak istrinya pulang ke hotel mengambil barang-barang, dan bersiap ke bandara.


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


Di villa Dinda


Dinda sedang bersiap menghadiri pesta pernikahan temannya saat kuliah dulu, sebuah gaun indah yang sangat pas di tubuhnya, berwarna biru seperti warna favoritnya. Sedangkan kedua balitanya sedang bersama pengasuh yang dia sewa selama mereka berada di Bali.


Dinda nampak cantik dalam balutan gaun malam itu, tubuhnya yang mungil dan parasnya yang manis, membuatnya tak nampak seperti seorang single parent, tidak ada yang berubah dari dirinya dibandingkan saat sebelum melahirkan Twins.


Dinda menjadi bridesmaid mempelai wanita, sedangkan Twins bertugas sebagai pendamping Pengantin diatas pelaminan.


Seorang pria tampan, bertubuh atletis dan berkulit putih, rahangnya tegas menambah aura kajantanannya, pria itu merupakan anak dari seorang pengusaha terkenal di Bali, pria tampan itu terlihat berjalan menuju kearah Dinda yang sedang berbincang dengan mantan teman kuliahnya yang lain, kemudian pria itu menyapa mereka.


"Hai, boleh gabung ngga? " tanyanya sopan.


Dinda bersama temannya yang lain terkejut saat ada seorang pria tampan yang menghampiri mereka. Teman-teman Dinda seketika terpesona melihat wajah pria itu yang sangat tampan dan sedang tersenyum manis kearah mereka, satu persatu dari mereka berlomba ingin berkenalan dengan pria tampan itu.


"Haiii,,, kenalin, aku Vera."


"Aku... aku Riana"


"Aku Desi"

__ADS_1


Ketiganya sangat antusias menyambut uluran tangan pria tampan itu.


"Aku James, James federick" ucap pria itu memperkenalkan diri sambil menyambut uluran tangan Vera, Riana, dan Desi satu persatu. Senyum manis tersungging dibibirnya.


"Kalian bisa panggil aku James" lanjut pria itu lagi.


Tapi ada satu hal yang membuatnya bingung, seorang gadis yang sejak tadi menarik atensinya hingga membuatnya menghampiri mereka justru terlihat tak tertarik dengan kehadirannya, bahkan terlihat sangat acuh sedangkan temannya yang lain sangat antusias berkenalan dengan dirinya.


"Apakah gadis itu tak terpesona denganku? atau dia tidak melihatku? sikap cueknya itu semakin membuatku penasaran. Baiklah sayang, kita akan lihat sampai dimana kau tidak akan terpesona denganku." batin James.


James mengulurkan tangannya, berniat berkenalan dengan gadis yang sejak tadi terlihat acuh, tapi sangat menarik dimatanya, pria itu tersenyum sangat menawan.


"Hai, kenalin aku James, nama kamu siapa?" tanya James basa basi.


Vera menyikut tangan Dinda, memberi kode bahwa pria tampan itu sedang bertanya padanya. Aduh temannya yang satu ini memang sangat dingin bila menyangkut soal pria, kecuali abang Rio pastinya.


"Maaf saya harus kembali, anak saya pasti sudah menunggu." tanpa berniat menyambut uluran tangan James, Dinda justru berpamitan ingin mencari anaknya, pernyataan Dinda barusan sontak membuat James terkejut, pria itu terpaku menatap punggung Dinda yang melangkah semakin jauh.


"Apaaa? jadi dia sudah punya anak? dan apa ini, gadis aah maksud ku wanita itu sama sekali tidak terpesona denganku? apakah pesona ku semakin berkurang? astaga baru kali ini aku dicuekin seorang wanita dan parahnya wanita itu sangat cantik, aku harus cari tau siapa wanita itu," bermacam pertanyaan timbul dibenak James, seorang wanita yang menarik perhatiannya sudah memiliki anak bahkan tak melirik nya sama sekali.


Dinda berjalan menuju ke kamarnya, Twins sudah terlelap sejak tadi, bahkan sebelum pesta usai, hari ini begitu melelahkan, Dinda ingin segera masuk ke kamarnya, kemudian berendam air hangat dengan aromatherapi, untuk merilekskan tubuhnya.


πŸ€πŸ€πŸ€


Sementara itu, dihotel Imran dan Sekar, baru saja mendapatkan telfon dari operator Bandara, bahwa pesawat yang akan berangkat malam ini terpaksa ditunda hingga besok pagi, dikarenakan pesawat tersebut mengalami kendala teknis dibagian bagasi pesawat.


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


Kejadian kemaren malam.


"Bundaaaa" suara kedua balitanya yang menggema diseluruh bangunan villa.


"Ada apa sayang? kok teriak-teriak" tanya Bunda Dinda bingung. "Loh kok abang mukanya ditekuk gitu?" lanjutnya lagi


"Tadi Ai klim abang jatoh Bunda, telus abang cedih Bunda" jelas El, panjang lebar dengan suara cadel nya.


"Oh gitu? trus maunya abang gimana? kan udah jatoh juga" Dinda berusaha membujuk si buah hati.

__ADS_1


"Tadi om-om yang nalbak abang mau ganti, tap-" belum selesai El, bercerita langsung saja Abang motong ucapan sang adek.


"Tapi adek ngga mau" sungut Abang.


"Adek bilang jangan abang, adek takut bang kalo itu penculik anak kecil, kan Bunda juga lalang, bener ngga Bun? meminta dukungan oleh sang Bunda.


Dinda tersenyum mendengar celotehan putrinya, memang benar dia melarang kedua balitanya berdekatan dengan orang yang tidak dikenal, apa lagi sekarang sangat rawan kasus penculikan anak. Dan Twins hanya ditemani oleh pengasuh yang disewa Rekha untuk menemani Twins selama Dinda membantunya mempersiapkan segala keperluan pernikahan. Rekha adalah mempelai wanita sekaligus teman dekat Dinda saat masih kuliah dulu.


Sore tadi, Dinda tidak sempat menemani buah hatinya berjalan- jalan, karena harus segera menyelesaikan pekerjaannya membuat kue pernikahan, karena besok malam adalah acara resepsinya, setelah itu besoknya Dinda juga harus kembali ke kota S, masih ada orderan yang harus dia selesaikan sendiri.


"Cakeeeppp anak Bunda," puji Dinda, sambil mengacungkan kedua jempolnya dan tersenyum manis kearah putrinya.


"Tuh dengerin bang, udah dibilangin juga"


"Tapi kan Bunda-" perkataan Abang langsung dipotong.


"Udah ya bang, nanti klo udah pulang Bunda janji beliin abang es krim, gimana?" tawar Dinda lagi.


Abang hanya mengangguk kecil, kedua bocah itu tau bagaimana sibuknya Bunda mereka, saking sibuknya ke Bali pun Dinda harus membawa serta kedua balitanya karena tidak ada yang menjaga, bang Rio sedang bertugas keluar kota sedangkan Kevin dititipkan kerumah om Anggara, ayah bang Rio.


πŸ€πŸ€πŸ€


Dinda selesai membersihkan diri, lantas Dinda tak langsung tidur, sebenarnya tubuhnya sangat lelah, tapi saat tadi berendam Dinda tiba-tiba teringat ucapan Twins kemarin malam, bahwa mereka bertemu dengan Sepasang suami istri yang menabrak Putra sulungnya hingga es krim nya terjatuh, menurut Twins istri dari pria yang menabrak abang perutnya agak besar dan berbadan kecil, entah mengapa saat Twins menceritakan hal itu, Dinda tibatiba mengingat sosok yang membuatnya merasakan rindu yang terlarang, seorang pria yang telah membuatnya melahirkan sepasang anak kembar kedunia ini, sosok itu adalah Ayah Twins, Imran Hanan.


Dinda berdiri di balkon kamar, dia sedang menikmati angin malam yang menerpa tubuhnya, helaan nafas berat terdengar seolah sebuah batu menghimpit dadanya.


"Aku kangen" gumamnya lirih.


**Tbc


plis vote lime n komen gengksπŸ‘πŸ‘πŸ‘


jangan lupa jejak πŸ‘£πŸ‘£πŸ‘£πŸ‘£


Maaf yah, kalo ngga sinkron soalnya rumahisa kebanjiran lagi😭😭😭😭


semoga ntar malam ceritanya bisa nyambungπŸ™

__ADS_1


See U All😘😘😘**


__ADS_2