Sebelah Hati

Sebelah Hati
CH 39


__ADS_3

SAKIT TAK BERDARAH


Happy reading gengeks 😊😊😊


chapter ini aku terinspirasi dari lagux wali - sakit tak berdarah, jadi kalo pengen baca bab ini sambil dengerin lagunya wali pasti klop deh.


Miss juga nulis part ini tuh sambil dengerin lagu itu, berasa Miss yang jadi Dinda, auto nangis bombay Miss.


Ok gengks selamat menikmati.


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


***Sayang, mengapa kau


Meninggalkan aku


Sayang, mengapa kau


Kau memilih dia


Beginikah rasanya sakit tak berdarah


Tak kusangka begitu hebatnya


Ini lebih pedih


Ini lebih perih


Ini lebih sakit karna kamu


Karna kamu aku jadi tau


Rasa sakit, sakit tak berdarah


Ini lebih pedih


Ini lebih perih


Ini lebih sakit, tak akan lagi-lagi


Bila aku tak pernah kenal Tuhan


Mungkin kisah ini 'kan berakhir tapi


Aku sedih, Tuhan


Dia hancurkanku


Aku lelah, Tuhan


Dia dzolimiku


Tolong aku, Tuhan


Beginikah rasanya sakit tak berdarah


Tak kusangka begitu hebatnya


Ini lebih pedih


Ini lebih perih


Ini lebih sakit karna kamu


Karna kamu aku jadi tau


Rasa sakit, sakit tak berdarah


Ini lebih pedih


Ini lebih perih


Ini lebih sakit, tak akan lagi-lagi


Wali - Sakit tak berdarah***.

__ADS_1


Malam ini rencananya Rio akan melamar wanita yang sudah membuatnya jatuh hati sejak kecil, didampingi pihak keluarga dan keluarga dari calon istrinya akhirnya pria itu berhasil bertunangan dengan wanita pujaanya.


Disebuah hotel mewah dua sejoli yang merasa sangat bahagia saling menyematkan cincin tunangan, hanya tinggal menunggu pendidikannya selesai, Rio akan segera mempersunting tunangannya itu.


➿➿➿


Dihotel yang sama Imran tak sengaja bertemu dengan mantan kekasihnya Sofie, yang lebih memilih meninggalkannya dulu demi mengejar cinta mantan kekasihnya.


Saat ini Imran berada disebuah hotel dimana Rio sedang melakukan acara pertunangannya, Dosen pembimbing Imran sedang berada dikota yang sama dengan kota yang ditempati oleh gadis keritingnya.


Ada beberapa tugas yang harus pria itu selesaikan jadi mau tidak mau Imran harus mendatangi dosennya itu, sebab sejak semalam nomor ponsel sang dosen tidak dapat dihubungi jadi Imran lebih memilih mendatangi hotel dimana sang dosen berada namun siapa sangka justru dihotel itu dia malah bertemu dengan Sofie.


"Imran" tegur Sofie.


"Sofie"


"Apa kabar?" tanya Sofie basa basi.


"Aku baik," jawab Imran.


"Kamu ngapain disini?"


"Aku mau nemuin dosen aku"


Sofie manggut-manggut mendengar ucapan Imran.


"Imran, aku pengen ngomong sesuatu boleh?"


"Mau ngomong apa?" tanya Imran datar.


"Sebenarnya aku nyesel tinggalin kamu, Dion ternyata ngga sebaik yang aku fikir" tutur Sofie, matanya nampak berkaca-kaca.


Imran tak berucap apa-apa, pria itu hanya diam terpaku.


"A- aku masih sayang sama kamu" lanjut Sofie terbata.


"Maaf Sof, aku udah ngga ada rasa sama kamu" jawab Imran dingin.


"Tapi- "


Ponsel Imran bergetar, sebuah panggilan dari nomor yang tak asing masuk keponselnya. Memotong ucapan Sofie.


SEKAR CALLING


"Maaf Sof, aku harus terima telfon" ucap Imran beranjak dari tempat duduknya menjauh.


"Aku akan buat kamu jadi milik aku lagi Imran," tekad Sofie dalam hati.


Tanpa sepengetahuan pria itu, Sofie memasukkan serbuk kedalam minuman pria itu, entah serbuk apa itu.


Setelah menerima panggilan dari Sekar, Imran tak sengaja menangkap sosok yang dia rindukan dua tahun ini.


"Dinda" gumamnya pelan.


Diwaktu yang bersamaan Dinda juga tak sengaja menangkap sosok yang selalu mengisi mimpi-mimpinya dimalam hari.


Dinda akui, selama ini gadis itu sangat merindukan Imran, raja dihatinya begitu pun sebaliknya Imran sangat merindukan sang Ratu pemilik singgasana dihatinya.


Untuk sesaat pandangan keduanya saling bertemu, sebelum akhirnya Dinda lebih dulu memutuskan tatapan mereka.


Setelah acara pertunangan Rio, para orang tua sudah pulang terlebih dulu, hanya tinggal Rio dan Dinda dihotel itu, melihat Dinda bersama Rio membuat sakit dihati Imran semakin terasa.


"Jadi selama ini kamu menghindar dan lebih memilih Rio?" ucapnya dalam hati.


Imran menghampiri Dinda dan Rio, sebelumnya pria itu meminta izin untuk berbicara berdua dengan Dinda, awalnya Rio keberatan tapi Dinda merasa memang mereka perlu waktu berdua untuk menyelesaikan semuanya.


Imran mengatakan bahwa dia yang akan mengantarkN Dinda pulang jadi Rio bisa pulang lebih dulu.


Imran mengajak Dinda ke meja dimana sebelumnya pria itu tempati, Sofie pun sudah tak nampak disana entah kemana wanita itu.


"Silahkan Din" ucap Imran mempersilahkan.


"Terima kasih" Jawab Dinda gugup.


"Jadi selama ini kamu sama Rio?" tanyanya to the poin.

__ADS_1


"Yah seperti yang kamu lihat," jawab Dinda enteng.


"Maaf Rio aku harus melakukan ini" batin Dinda.


Mendengar hal itu Imran merasa sangat marah, ternyata slama ini benar Dinda hanya memberinya harapan kemudian meninggalkannya? Tanpa sadar tangan Imran mengepal, rahangnya mengeras menahan emosi yang siap meledak.


"Aku ngga nyangka kamu tega Adinda Putri" ucap Imran penuh penekanan saat menyebut nama gadis itu.


Dinda menunduk, gadis itu tak ingin melihat kemarahan yang terpancar diwajah pria yang selalu menguasai hatinya.


"Selamat atas pertunangan kamu" sarkas Imran.


Imran memang tau ada acara pertunangan dihotel itu tapi dia tidak menyangka bahwa yang bertunangan adalah Rio dan gadis pujaannya.


Perkataan Imran barusan membuat Dinda terkejut, gadis itu tersedak ludahnya sendiri.


Imran menyodorkan minuman yang tadi dia pesan tapi belum sempat dia minum, tanpa mengetahui bahwa Sofie tadi sudah mencampurkan minuman itu dengan sesuatu yang tak seorang pun tau apa itu selain othor.


"Imran tau kalo Rio bertunangan? dengan aku?" batin Dinda.


"Maaf Imran, sebaiknya kamu lupain aku" jawab Dinda, tanpa menatap wajah Imran yang sudah memerah karena menahan amarahnya.


Saking kesalnya mendengar perkataan Dinda, Imran langsung menarik tangan gadis itu, "Enak saja kamu bilang lupain aku,? aku mau liat setelah malam ini apa ku bisa lupain aku?" batin Imran.


Sampai dikamar, Imran langsung menghempaskan tubuh Dinda diatas ranjang.


"A- Apa yang ka- kamu lakukan" tanya Dinda takut.


"Kamu mau lupain aku? segampang itu Dinda?"


"A- aku - "


Belum sempat Dinda menyelesaikan ucapannya Imran langsung membungkam bibir mungil itu dengan ciuman panas, kecewa, rindu, marah, sakit semua rasa itu bercampur dalam dirinya dan saat ini pria itu akan melampiaskannya pada gadis yang saat ini ada dihadapannya.


Mendapat serangan mendadak, Dinda membelalakan matanya tak menyangka dengan apa yang Imran lakukan, bukannya menolak justru gadis itu membalas ciuman Imran lebih panas bahkan lebih menuntut.


Ternyata minuman yang tadi gadis itu minum sudah tercampur obat perangsang yang sebelumnya telah dicampur oleh sofie, jadi mendapat ciuman panas dari pria yang selama ini dia rindukan apalagi dibawah pengaruh obat perangsang justru membuat gadis itu semakin terbakar gairah.


Imran yang mendapat balasan dari apa yang dia lakukan justru semakin berani melakukan hal lebih.


Malam panjang itu menjadi saksi penyatuan dua insan yang saling merindukan dan saling memendam rasa.


Entah berapa kali Imran menyerang gadis itu, hingga Dinda benar-benar terkapar tak kuat melanjutkan malam panas itu.


Dinda tertidur karena kelelahan melayani Imran, mantan gadis itu tertidur dalam dekapan hangat sang predator malam.


Imran menyibak rambut yang menjuntai menutupi wajah gadis tercintanya setelah menyelimuti kedua tubuh polos itu.


"Maaf Din, aku marah kamu jadi milik orang lain, tapi aku janji aku akan bertanggung jawab, setelah ini kamu akan jadi milik aku dan tidak akan lagi meninggalkanku." ucap Imran sebelum menyusul gadisnya dialam mimpi.


🌊🌊🌊


Tiga bulan setelah peristiwa malam itu, Dinda pergi menemui Imran.


Sesampainya dikota tempat Imran tinggal, gadis itu bergegas menuju kerumah Imran, namun siapa sangka justru Dinda mendapat kejutan yang tak dapat gadis itu duga sebelumnya.


Sebuah karangan Bunga ucapan selamat menempuh hidup baru.


IMRAN HANAN


πŸ’πŸ’


SEKAR MAHARANI


Mereka menikah...


Dinda merasa sesak, gadis itu meremas kain yang menutupi dadanya yang terasa sesak.


Sunggub rasa ini sakit, SAKIT TAK BERDARAH


**Tbc


plis vote like n komen gengks πŸ‘πŸ‘πŸ‘


jangan lupa jejak ok

__ADS_1


See u all😘😘😘**


__ADS_2