Sebelah Hati

Sebelah Hati
CH 50


__ADS_3

BALI


Happy reading gengks


Masih banyak typo


Seorang wanita berparas cantik, tubuh langsing dan tinggi semampai, persis seperti seorang model dengan dandanan yang tak kalah menawan yang dapat membuat mata para pria yang menatapnya kagum, terlihat sedang berjalan menuju ke pintu masuk sebuah toko roti, D'Twins cake n bakery.


Triing...


Suara bel pintu saat didorong dari luar menandakan ada seseorang yang masuk ke toko.


"Selamat siang mbak, ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang pelayan dengan senyum ramahnya.


"Saya mau pesan cheseecake dan rainbow cake, tapi saya ingin dibuatkan spesial dari tangan pemilik toko ini." ucap wanita cantik itu.


"Maaf mbak, kalo boleh tau untuk acara apa ya?"


"Saya ada acara minggu depan, jadi saya ingin menyajikan sesuatu yang spesial untuk tamu saya, saya dengar pemilik toko ini sangat ahli membuat cake yang lezat jadi saya ingin dia yang membuatkan" terang wanita tadi.


"Baik mbak, kalo gitu saya hubungi bos saya dulu, mbak tunggu sebentar bisa?" tanya pelayan toko.


Tanpa menjawab, wanita cantik itu berjalan menuju meja disudut ruangan menunggu pelayan tadi menghubungi bosnya.


Tuutttt,, tuutttt,, terdengar suara nada panggilan saat pelayan tadi menghubungi pemilik toko. Pada dering ketiga akhirnya panggilan nya dijawab.


"Assalamu'alaikum Yun,! " suara dibalik telfon.


"Waalaikum salam mbak, ada yang ingin saya sampaikan"


"Ada apa Yun, apa ada masalah ditoko?"


"Ngga ada mbak, ngga ada masalah kok, hanya saja ada yang ingin pesen kue tapi pengennya mbak langsung yang kerjain," tutur Yuni, pelayan toko roti tadi.


"Bukannya disana udah ada chef Ali?"


"Iya mbak, tapi katanya pengen mbak yang buatin, karena acaranya spesial, mbak" ucap Yuni ragu-ragu.


Terdengar helaan nafas dari seberang telfon.


"Emang acaranya kapan?"


"Katanya sih minggu depan mbak,"


Tak ada suara dari balik telfon, sepertinya sang pemilik toko sedang berfikir, apakah harus memenuhi permintaan pelanggannya atau tidak pasalnya Twins lagi rewel, Al dan El sedang sakit.


"Gimana mbak?" tanya Yuni, karena tak menerima respon dari ucapannya oleh si bos.


"Gini aja Yun, kamu bilangin ke pembeli itu, kalo anak saya lagi sakit, Insya Allah klo minggu depan udah mendingan, mbak usahain untuk penuhi permintaannya"


"Ok mbak akan saya sampaikan, oh ya mbak Twins sakit?"


"Iyah Yun, mbak minta tolong yah, kamu tangani urusan toko dulu, kayaknya beberapa hari mbak ngga akan dateng, kalo kamu ada masalah, langsung telfon aja" jelas sang bos yang tak lain adalah Bunda si kembar.


"Iya mbak, saya doakan Twins cepet sembuh" ucap Yuni, tulus.

__ADS_1


"Iyah makasih ya Yun, "


"Sama-sama mbak, klo gitu saya tutup telfonnya, salam buat Twins"


Tutt.. tutt.. tutt suara panggilan terputus. Yuni menghampiri wanita tadi dan menyampaikan pesan bosnya, kemudian wanita tadi mengeluarkan kartu namanya agar pemilik toko menghubunginya segera.


Soraya Anastacia. SH


****Divorce Lawyer****


Begitulah tulisan yang tertera dalam kertas persegi itu.


"Itu kartu nama saya, tolong kamu kasih ke bos kamu, jangan lupa bilangin saya tunggu kabarnya segera." ucap wanita itu sebelum berlalu meninggalkan toko.


"Oh jadi wanita itu seorang pengacara perceraian" gumam Yuni.


🌊🌊🌊🌊


Bali


"Aahhh" sebuah lenguhan panjang yang menandakan sebuah pertempuran panas diatas ranjang telah berakhir, peluh membasahi kedua insan yang sedang berebut oksigen akibat perlombaan mendaki puncak tertinggi yang sangat menguras tenaga barusan.


Imran mengecup kening istrinya sebelum akhirnya tumbang disamping sang istri, masih dengan nafas terengah-engah setelah pergumulan panas mereka, mencoba mengatur irama jantung yang beradu tak beraturan.


Ditariknya sang istri kedalam pelukannya, lalu kembali mendaratkan sebuah kecupan dikeningnya.


"Terimakasih Sekar," ucap Imran.


Sekar tak menjawab, hanya anggukan kecil sebagai balasan dari pernyataan suaminya.


Sedangkan Sekar sudah lebih dulu tertidur dipelukan hangat suaminya.


Saat sedang bercinta dengan istrinya, Tiba-tiba bayangan Dinda saat berada dibawah kungkungannya hadir menyapa dengan suara desa*han yang amat menggoda.


Terkejut? sudah pasti, Imran berfikir kenapa disaat dirinya menikmati pergumulannya dengan sang istri, justru bayangan Dinda yang hadir. Tapi Imran berusaha terlihat tenang, dia takut jika Sekar tersinggung dan kembali membuatnya merasa kecewa.


Bersusah payah melupakan tapi bayang-bayang sang mantan terus menghantui fikirannya, Imran tau bahwa dirinya telah melakukan kesalahan fatal dimasa lalu, dirinya telah mengambil kesucian gadisnya disaat Dinda tidak dalam keadaan sadar, tapi bukan salah dirinya jika mereka tak bersatu melainkan menikah dengan Sekar.


Imran sudah berusaha mempertanggung jawabkan perbuatannya, mencari Dinda kemana-mana namun tak ada sama sekali petunjuk, bahkan nomornya pun dia tak punya, Ibunya yang sakit-sakitan memaksanya menikah sebelum ajal menjemput, apa yang harus dia lakukan??


Sekar tidak bersalah, justru istrinya itu yang paling banyak tersakiti, Imran berjanji akan menjadi suami yang bisa membahagiakan Sekar, tapi ternyata begitu sulit mewujudkannya, bayang-bayang masa lalu terus menghantui.


"Apa aku bisa lupain kamu Dinda?? rasanya sulit buat aku melupakan kamu, tapi aku ngga mau terus menyakiti Sekar," ucapnya dalam hati.


Lima hari sudah Imran dan Sekar merayakan babymoon di Bali. Besok mereka akan kembali kekota. Sore ini Imran mengajak istrinya menikmati sunset dipinggir laut. Sekar ingin mengukir banyak kenangan di Bali sebelum mereka kembali. Mungkin kenangan ini tak akan lagi dia rasakan nanti.


"Makasih yah Mas" ucap Sekar bahagia.


"Makasih untuk?" tanya Imran tak paham.


"Makasih buat babymoon nya, aku bahagia banget"


"Kamu seneng"


"Seneng banget, ini bakalan jadi kenangan paling indah dalam hidup aku"

__ADS_1


"Kalo kamu seneng, nanti kita bisa kesini lagi setelah kamu lahiran bareng sama anak kita"


Sekar tak menjawab, senyum kecil terukir dibibirnya, mendadak wajahnya tampak murung mendengar perkataan suaminya.


"Kok diem? kamu ngga mau kesini lagi?" tanya Imran karena ucapannya tak direspon oleh Sekar.


"Aku mau kok, semoga kita masih bisa kesini lagi" sergah Sekar.


"Kok ngomongnya gitu??"


"Ngga pa pa Mas, kita kesana yuk" tunjuk Sekar kearah segerombolan orang yang sedang berkerumun, mencoba mengalihkan pembicaraan.


Imran berbalik, melihat beberapa pengunjung pantai yang sedang mengelilingi penjual es krim.


"Kamu mau makan es krim?" tanya Imran.


Keduanya berjalan menyusuri bibir pantai, sesekali kaki mereka tersapu ombak kecil yang menggulung ke pesisir.


Imran berjalan sambil menggandeng sang istri menuju penjual es krim yang sedang sibuk melayani pembeli.


Tiba-tiba.....


Brukk,,,,


Seorang anak kecil berusia sekitar tiga tahun lebih menabrak kakinya, membuat es krim anak itu terjatuh.


"Yah Ai klim abang tumpah" ucap bocah itu sedih.


"Aduh maaf sayang"


Sekar berjongkok menyamakan tinggi badannya dengan bocah tadi, dan meminta maaf atas kesalahan suaminya yang tak sengaja menabrak anak itu hingga es krim nya terjatuh.


"Biar tante beliin lagi yah?" tawar Sekar.


Imran ikut berjongkok disamping sang istri, kemudian pria itu tersenyum ramah.


"Maafin om yah, tadi om ngga sengaja, gimana sebagai permintaan maaf om, om beliin es krim yang baru kamu tinggal pilih mau yang mana!" bujuk Imran.


Entah mengapa saat melihat anak itu, perasaannya menjadi hangat, tangannya terangkat ingin membelai rambut bocah itu. Seperti ada desiran aneh saat tangan kekarnya membelai lembut rambut anak kecil itu.


Sayang,,, itu yang ada di hatinya saat ini. Ada apa dengan dirinya? kenapa mendadak ada rasa sayang ketika melihat mata bocah itu yang sedang berkaca-kaca meratapi es krim yang yang tumpah?


Hohoho....


Siapakah kamu,,, Hai Hai siapa kamu,,,,


Kek lagu dangdut....


Partnya yang manis-manis dulu yah, soalnya bawang Miss abis.


Tbc


Plis vote like n komen gengks πŸ‘πŸ‘πŸ‘


jangan lupa πŸ‘£πŸ‘£πŸ‘£πŸ‘£

__ADS_1


See U All😘😘😘


__ADS_2