
RENCANA SORAYA
Happy reading gengks
Maaf jika masih banyak typo
πΌππΌππΌ
Ada yang kengen ngga sama Dinda dan Imran.???
Nih buat cuci mata, pagi-pagi sebelum badai menyapa.
Imran membaringkan tubuh Dinda diranjang dengan sangat hati-hati, pria itu kemudian kembali melu*mat bibir wanitanya dengan sedikit rakus, rasanya has*ratnya sudah sampai puncak, dirinya tak ingin menyia-nyiakan waktu lebih banyak.
Luma*tan yang mereka lakukan mengeluarkan suara decapan-decapan dan berhasil membuat Dinda mendes*ah.
"Hmmm, masss" desis Dinda tertahan.
"Aku sangat mencintaimu Adinda putri, tolong jangan pernah berfikir untuk meninggalkanku" bisik Imran ditelinga Dinda, kemudian menggigit kecil kuping wanitanya itu.
Lagi-lagi suara desa*han lolos dari bibir ibu tiga anak yang sudah terbuai itu, dirinya sudah pasrah dengan perlakuan suaminya.
Imran membuka satu persatu kain yang menutupi tubuh indah sang istri, setelah selesai dirinya pun melu*cuti sendiri pakaiannya sambil sesekali kembali melu*mat bibir wanitanya.
Setelah semua kain penutup tubuh keduanya terlepas, Imran langsung turun men*cium leher Dinda, membuat tanda merah keunguan disekitar leher jenjang wanita itu, membuat Dinda tak hentinya mende*sah nik*mat.
"Masss,,, Aahhh.... "
Imran tak memperdulikan lenguh*han Dinda, dirinya masih sibuk memberi tanda kepemilikan ditubuh Dinda.
Imran mere*mas salah satu bukit kembar milik Dinda, sedang yang satunya seng bermain di area in*tim kekasih halalnya.
"Sebut namaku sayang" bisik Imran.
"Masss"
__ADS_1
"Hmmm, aku suka kamu mende*sahkan namaku, terdengar sangat sexy, babe"
Dinda menggigit bibir bawahnya, menahan sesuatu yang terasa ingin meledak dari dalam dirinya, tak menunggu waktu lama, Imran pun siap menyerang pertahanan Dinda.
Walaupun sudah melahirkan bayi kembar, namun area in*tim Dinda masih cukup sempit untuk diterobos, Dinda memang sangat pintar menjaga dan merawat kewani*taanya, terbukti dengan kesulitan yang Imran rasakan saat ini.
"Masih sempit sayang, kamu memang selalu membuat aku merasakan kenikma*tan dalam berci*nta"
"Aku harus bisa membuatmu puas mas"
Imran tersanjung mendengar ucapan Dinda, istrinya ini benar-benar sangat istimewa dan luar biasa.
JLEBB...
Akhirnya Imran berhasil menerobos benteng pertahanan milik Dinda, pria itu mulai menggerakkan pinggulnya naik turun dengan ritme yang cukup pelan agar wanitanya tak merasakan sakit, padahal Dinda sudah melakukannya berkali-kali.
Imran kembali melu*mat bibir mungil Dinda, gerakan yang awalnya sangat lembut kini berubah sedikit demi sedikit menjadi cepat, diiringi suara desa*han yang saling bersahut-sahutan dari mulut pasangan yang sedang memadu kasih itu.
Beberapa gaya mereka lakukan hingga Imran mencapai kli*maksnya yang ketiga kali. Sedangkan Dinda, entah berapa kali mencapai puncak kenik*matan, selama dua jam permainan ranjang mereka.
Imran menarik selimut untuk menutupi kedua tubuh polos mereka yang basah akibat perang mengumpulkan peluh terbanyak, Dinda memeluk erat tubuh Imran, menenggelamkan wajahnya kedalam dekapan hangat suaminya. Imran mengecup kening Dinda dan setelah itu, keduanya pun tertidur.
πππππ
Dimas menemui Soraya dihotel tempat biasa wanita itu menginap. Pria itu nampak sangat marah, terlihat dari raut wajahnya yang merah padam karena menahan emosi.
Begitu tiba dikamar Soraya, Dimas langsung saja masuk, dia memang tahu kode kamar milik Soraya, namun saat tiba didalam ruangan tersebut, dirinya tak mendapati sosok yang sejak tadi dia cari, Namun terdengar suara gemericik air dari balik pintu kamar mandi.
"Mungkin Soraya sedang mandi, sebaiknya aku menunggu dirinya keluar dan menjelaskan apa yang telah dia perbuat" Dimas bermonolog.
Dimas berjalan kearah sofa, dirinya memilih duduk sambil menunggu Soraya selesai dari ritual mandinya.
Sekitar lima belas menit kemudian, terdengar suara pintu terbuka.
Ceklek...
Wanita yang sejak tadi ditunggu-tunggu akhirnya keluar dari kamar mandi, Dimas bergegas berdiri dan menarik kasar tangan Soraya.
"Soraya, apa maksud mu melakukan semua ini" sentak Dimas.
Soraya yang baru saja menyelesaikan ritual mandinya, sontak terkejut karena kehadiran Dimas yang tiba-tiba dan dengan kasar menarik lengannya.
"Kamu kenapa sih, datang - datang langsung kasar?" seru Soraya kesal.
__ADS_1
"Apa maksud kamu menjebak Dinda, bukankah kita sepakat hanya membuat Imran meninggalkannya"
"Imran memang akan meninggalkan Dinda sebentar lagi" jawab Soraya Santai. Dirinya berjalan ke arah tempat tidur dan duduk disudut ranjang, memandang Dimas dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Tapi kenapa kamu menjebak Dinda?" tanya Dimas lagi, dirinya masih merasa sangat kesal, namun suaranya sudah tak lagi sekeras tadi.
"Aku menjebaknya agar Imran mau meninggalkannya, kamu jangan khawatir, aku sudah mempersiapkan berbagai macam cara agar Imran benar-benar meninggalkannya, dan kamu bisa datang sebagai dewa penolongnya, bukankah begitu, kesepakatan kita"
"Aku tahu, tapi... "
"Slowly dear, kita nikmati saja detik-detik kebersamaan mereka, sebentar lagi Imran akan jatuh ke tangan ku, dan Dinda menjadi milikmu" ucapan Dimas langsung dipotong oleh Soraya.
"Kau yakin?" tanyanya memastikan.
"Aku yakin, bahkan sangat yakin, jadi bagaimana kalo kita juga menikmati detik-detik kebersamaan kita, sebelum kita menjadi milik pasangan kita masing-masing" tawar Soraya.
Wanita itu berjalan mendekati kearah Dimas sambil membuka perlahan tapi bathropenya.
Dimas menelan saliva melihat pemandangan yang sangat indah dihadapannya, menurutnya apa yang dikatakan Soraya memang benar, dia harus menikmati detik-detik kebersamaan mereka, sebelum Dinda menjadi miliknya"
Sebagai pria normal yang memiliki hasrat dan gairah, tentu saja Dimas tak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang Soraya berikan, Toh bagi dirinya dia tidak rugi, bahkan merasa sangat beruntung bisa menikmati tubuh sexy Soraya.
πΊππΊππΊ
Tbc
Aduh, aku ngos-ngosan sendiri nulis part 21++
Masih mau up lagi nih, mumpung anak-anak lagi libur
Makasih yah masih setia membaca tulisan receh Miss'
Jangan lupa, itu jempolnya ditekan sampe masuk semua, kasih dukungan author, like komen atau vote.
Kirim bunga atau kopi juga boleh, n tinggalkan jejak.
Satu lagi nih.
Mampir ke karya Miss yang satunya.
"Sakit Tak Berdarah"
See U All πππ
__ADS_1