
MENGUMPULKAN PELUH.....
WARNING 21++
Dibaca pas buka puasa, sebelum masuk waktu Imsak....
Mengandung adegan dewasa, dibawah umur harap skip....
Jomloh harap berhati-hati, bisa menaikkan aliran darah....
Yang baca disaat sedang puasa, bukan tanggungan othor jika terjadi hal-hal yang diinginkan....
ππππ
Happy reading gengks
Maaf jika banyak typo
ππππ
"Kamu harus percaya sama Mas, Mas cintanya sama kamu" dan membelai lembut wajah sang istri, dikecup nya kening Dinda lembut dan mendekapnya penuh kehangatan.
Dinda tak menolak perlakuan Imran, dalam hatinya percaya bahwa gadis yang bernama Soraya itu hanya ingin membuat keluarganya hancur, sebisa mungkin Dinda akan mempertahankan Imran.
Imran meregangkan dekapannya, dipandanginya sang istri dengan intens, perlahan tapi pasti, Imran mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Dinda.
Entah siapa yang memulai, bibir keduanya kini saling berp*agut, awalnya Imran hanya melu*mat dengan lembut, namun semakin lama lum*atan itu semakin menuntut.
Suara Deca*pan memenuhi ruangan, setelah merasa kehabisan nafas, Imran baru melepaskan pag*utannya terhadap sang istri, namun masih menempelkan keningnya di kening Dinda, keduanya nampak terengah-engah, saling berebut oksigen untuk mengisi rongga dada yang terasa kempis.
Imran kembali memag*ut bibir Dinda, mengeksplor tiap inci didalam mulut ratunya itu, perlahan ciu*mannya turun ke leher jenjang sang istri, meninggalkan jejak merah keunguan, membuat Dinda seakan melayang karena sangat menikmati permainan suaminya, keduanya seperti pasangan pengantin baru yang sedang mereguk nikmatnya malam pertama, tak pernah bosan.
Dengan keahlian yang dimiliki Imran, akhirnya kedua anak manusia yang sedang dimabuk gai*rah itu kini sudah polos.
Imran memainkan pucuk gunung kembar milik Dinda yang berhasil membuat gai*rahnya semakin terbakar, tubuh Dinda menggelinjang disertai des*ahan yang membuat Imran semakin memanas.
Tubuh Dinda sudah seperti candu bagi Imran, jika tak menyentuhnya akan membuatnya pusing, jangankan sekali bahkan berkali-kali pun Imran melakukannya tidak akan pernah ada rasa lelah.
"Sayang" bisik Imran lirih dan hanya dibalas deheman oleh sang istri.
"I love You" suara Imran semakin terdengar parau.
"I love you to babe" suara Dinda pun tak kalah lirih.
Imran kembali mengecup tiap jengkal tubuh Dinda, hingga akhirnya sampai di lembah favorit miliknya.
__ADS_1
Imran meng*ecup pelan lembah Dinda yang sudah basah, membuat Dinda semakin menggelinjang.
"Aahh.... Ma- mas" des*ah Dinda.
Sudah tak dapat digambarkan lagi bagaimana keadaan Dinda sekarang, Imran yang sedang bermain-main di lembah miliknya membuat dirinya semakin terbakar.
"Iya sayang, panggil namaku" sahut Imran, lalu kembali bermain di salah satu tempat favoritnya.
"Mas Imraaannn" kembali Dinda men*desah, disaat yang bersamaan tubuhnya menegang hebat, dia juga mendapatkan pelepasannya yang pertama.
Imran tersenyum puas, diusapnya kening istrinya yang dibanjiri peluh.
"Kamu suka" tanya Imran, dan Dinda hanya menjawab dengan anggukan, saat ini Dinda tak dapat mengatakan apapun, dia begitu terengah-engah karena ulah Imran.
Perlahan Imran mengarahkan senjatanya yang sudah siap tempur kearah lembah tempatnya tadi bermain, dengan sedikit dorongan akhirnya Senjata itu berhasil memasuki sarangnya.
Imran memacu senjatanya dengan ritme yang pelan, membuat tubuh Dinda kembali menegang, seperti dialiri aliran listrik ribuan volt.
Semakin lama gerakan Imran semakin cepat, hen*takan demi hen*takan berhasil meluluhlantakkan pertahanan Dinda, kembali suara leng*uhan meluncur bebas dari bibir Dinda yang bengkak akibat ulah suaminya.
"Aahh.... massss" des*ah Dinda.
"Panggil namaku babe, aku suka jika kau menyebut namaku" Imran memacu senjatanya semakin cepat, seolah sedang memacu kuda dipacuan.
"Masss Imrannn"
"Masssss"
"Kita sama-sama yang sayang"
"Massssss"
"Aaahhhhh"
Suara era*ngan pun terdengar saling bersahutan dikamar itu, keduanya nampak sangat menikmati setiap peluh yang mengalir di tubuh keduanya.
Imran meraup bibir Dinda, dikecupnya sekilas dan tersenyum lembut, Dinda dapat merasakan sesuatu yang hangat mengalir kerahimnya.
Imran mengusap peluh dikening sang istri, keduanya tampak sangat ngos-ngosan, sambil mengatur nafas.
"Terimakasih sayang" Imran kembali mengecup kening Dinda.
Dinda tak menjawab, dirinya hanya tersenyum.
Tak lama waktu berselang, alat tempur Imran kembali menegang, seperti biasa, Imran tak pernah puas jika hanya melakukannya sekali, berbagai macam gaya mereka lakukan, kamar itu seolah menjadi saksi pertempuran panas malam itu, entah berapa kali Imran melakukannya hingga Dinda merasa sangat lelah, Imran meraih selimut yang tergeletak dilantai untuk menutupi kedua tubuh polos yang telah lelah bertempur itu, pukul dua dini hari keduanya baru terlelap.
__ADS_1
ππππ
Ditempat lain, sebuah club malam, Soraya mengahabiskan waktunya di sana. Terlihat gadis itu sudah benar-benar mabuk.
Setelah tadi meninggalkan rumah pria yang selalu mengganggu pikirannya karena diusir, gadis itu memilih ke sebuah club malam untuk menghilangkan rasa kecewanya terhadap Imran.
"Brengsek kau Imran, apa kurang ku dibandingkan istrimu yang bodoh itu hah" umpatnya kepada gelas yang berada di genggamannya.
Soraya menggenggam erat gelas kaca yang dipakainya minum, menatap tajam gelas itu seolah yang ditatap adalah pria yang sudah memporak-porandakan hatinya.
"Kau tau, istrimu itu tidak ada apa-apanya dibandingkan aku" tunjuk Soraya pada dirinya sendiri, sesekali gadis itu cegukan karena kekenyangan setelah minum alkohol.
"Aku bisa memuaskanmu diranjang, dan kau akan tau betapa hebatnya diriku" umpat Soraya lagi.
Seseorang melihat kearah Soraya yang sedang mabuk, pria itu nampak tak asing dengan sosok yang sedang berbicara sendiri didepan meja bartender.
"Bukankah itu Soraya? sedang apa dia disini?" gumam pria itu heran.
Yah, pria yang sejak tadi menatap kearah Soraya adalah salah satu klien yang pernah memakai jasa Soraya.
"Nona Soraya?"
"Imrannn"
ππππ
Tbc
sekali lagi yah Miss ingatkan...
Baca sehabis buka, sebelum memasuki waktu Imsak, jika dibaca pas lagi puasa bukan tanggungan othor loh jika terjadi sesuatu yang diinginkan....
selamat menunaikan ibadah puasa ya bagi yang menjalankan, πππ
Miss cuma minta dukungan dari para readers,,,
tolong dukung Miss yaa...
caranya like vote komen dan tinggalkan jejak ππππ£π£π£
Jangan lupa Novel Miss difavoritkan
klik tanda love β€β€β€
Sekalian mampir di karya Miss yang baru judulnya " Sakit Tak Berdarah "
__ADS_1
See U Allππ