
KEJADIAN MALAM ITU
Happy reading gengks
Maaf jika masih banyak typo
πΈπΊπΈπΊπΈ
π Dinda Pov
Keesokan paginya aku terbangun lebih awal, semalam aku tidak bisa tidur dengan nyenyak, pikiranku terus menerawang kembali pada kejadian malam itu, malam dimana saat aku terjebak di sebuah ruangan yang sangat mengerikan.
Tiap kali mimpi buruk itu datang, rasanya aku ingin menjerit sekeras mungkin, namun aku sadar, semua itu tak akan berguna, aku harus fokus untuk mempersiapkan diri menuju kantor polisi besok pagi.
Mas Imran berusaha meyakinkan diriku, bahwa tak akan ada yang terjadi, setelah kejadian kemarin, saat kedatangan kedua aparat negara yang bertandang kerumahku, aku harus mempersiapkan jawaban sebaik mungkin aku harus bisa melawan ketakutanku, bukan terus menghindar dan berada dalam ketakutan.
π Flashback.
Malam itu, saat aku terbangun dari pingsan ku, tanpa sengaja aku menyentuh sesuatu yang membuatku terkejut. Sebuah cairan berwarna merah yang membasahi lantai tempatku terbaring, karena penasaran, aku pun berbalik untuk memastikan cairan apa itu.
Seketika aku terhenyak mendapati darah segar yang merembes dilantai, diatas darah yang tergenang ada sebuah jasad yang sudah terbujur kaku, menelungkup diatas lantai.
Suaraku mendadak tercekat ditenggorokan saat menyaksikan kejadian menyeramkan itu, aku menggeleng keras, berusaha meyakinkan diriku bahwa bukan aku pelakunya.
"Bukan, bukan aku... bukan aku... "
Aku bangkit, dan berusaha mencari jalan keluar, tiba-tiba aku teringat kepada kedua bocah kembarku juga bayi cantikku, Sekar. Aku harus berjuang agar bisa segera pergi meninggalkan tempat terkutuk ini.
Aku menggedor tiap sudut ruangan, berusaha mencari celah dimana agar aku bisa segera keluar, namun nihil, tak satupun pintu yang bisa ku buka.
Aku mengelilingi tiap sudut ruangan, memanjat kearah jendela, namun kacanya terlalu tinggi untuk kugapai, berkali-kali aku mencoba namun aku terus terjatuh, hingga rasa nyeri menjalar keseluruh kakiku, walaupun begitu aku tidak menyerah, aku terus mencoba mencari cara agar aku bisa keluar.
__ADS_1
Didalam ruangan yang sempit, entah berada dimana, keadaan gelap tanpa penerangan ditambah lagi dengan jasad yang sudah mulai membusuk, siapa yang tidak merasa ketakutan?
Semua usahaku untuk mencoba keluar dari kamar mengerikan itu, tak juga membuahkan hasil, dengan sisa keberanian yang tertinggal, aku berusaha menyeret langkahku yang kian memberi rasa perih di kedua kakiku, aku meringkuk disalah satu sudut ruangan yang paling jauh dari tempat jasad tersebut, menunggu sebuah keajaiban yang akan mengeluarkan ku dari tempat mengerikan itu, sambil terus meyakinkan diriku, bahwa bukan aku pelakunya.
Namun siapa sangka, malaikat penolong benar-benar datang menolongku, Mas Imran, datang bagaikan dewa penyelamat dan segera membawaku pergi meninggalkan ruangan mengerikan itu.
π Flashback off
Waktu masih menunjukan pukul setengah enam pagi, aku mencoba bangun dari tempat tidurku, namun kepalaku terasa sangat berat, ku lihat mas Imran masih terlelap disampingku, akku melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Kurang lebih tiga puluh menit, aku baru selesai melakukan ritual mandiku, saat aku keluar dari kamar mandi, kulihat mas Imran sudah duduk manis sambil bersandar di tepi ranjang dan memainkan ponselnya.
"Kau sudah bangun?" tanya Mas Imran setelah menyadari kehadiranku. Wajahnya menoleh kearahku, dapat kulihat senyumnya yang membuatku jatuh hati, terukir manis diwajahnya yang tampan.
"Yah, seperti yang Mas lihat" jawabku.
"Kau merasa baikan?"
"Apa kau sakit? apa kau tidak enak badan?" tanyanya mulai khawatir.
Aku mendekati Mas Imran, ku belai wajahnya yang jelas terlihat panik, "Aku baik Mas, semua karena kamu" ucapku.
Mas Imran meraih tanganku yang membelai wajahnya, kemudian mengecupnya "Jika ada masalah, berbagilah denganku, jangan kau pendam sendiri, kau faham sayang?"
Aku terkekeh mendengar perkataan Mas Imran, inilah suamiku, cintaku yang sangat perhatian.
"Terima kasih mas, selalu ada untukku" ucapku tulus.
"Jangan berterima kasih, sudah kewajibanku menjaga dan melindungimu" Mas Imran ikut membelai wajahku, "Apa kau tidur nyenyak semalam?" tanyanya kemudian.
Wajahku berubah muram, pasalnya semalam aku kembali teringat kejadian mengerikan itu, membuat tidurku tak tenang. Mas Imran yang melihat perubahan ekspresiku sudah bisa menebak jawaban dari pertanyaannya sendiri.
__ADS_1
"Kau jangan takut, ada aku disampingmu, kita akan membuktikan bahwa kau tidak bersalah, dan kau pun bisa tidur dengan tenang tanpa harus mengingat kejadian itu lagi" tutur mas Imran mencoba menenangkan ku.
Aku mengangguk setuju, selama ini hanya mas Imran yang membuatku yakin pada diriku sendiri.
"Aku mau mandi dulu, kamu jangan banyak melamun, sebentar lagi kita akan pergi ke kantor polisi, oke"
"Iya Mas, kalo gitu aku siapin sarapan dulu"
Mas Imran mengecup keningmu, kemudian dia pun beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Aku menyiapkan pakaian yang akan Mas Imran kenakan, setelah itu aku pun turun untuk menyiapkan sarapan.
Oh Iya, setelah kejadian itu, Mas Imran memutuskan memperkerjakan beberapa orang asisten rumah tangga agar menemaniku dirumah dan membantu menjaga Twins dan Sekar, dan rencananya pagi ini, mereka akan datang.
Setelah mandi dan sarapan, aku dan Mas Imran pun bersiap untuk mengantar Twins kesekolah, sedangkan Sekar akan aku bawa kerumah Mbak Manda, karena aku dan Mas Imran akan langsung meluncur kekantor polisi setelah mengantar Twins kesekolah.
Kebetulan, para asisten rumah tangga yang ditunjuk Mas Imran pun sudah datang, jadi aku dan Mas Imran pun segera berangkat.
Tbc
Jangan lupa tinggalkan jejak gengks
like, komen, atau vote ya gengks
Jempolnya ditekan kirim bunga sama kopi biar kuat updatenya
Jangan lupa mampir, ke karya Miss yang satunya.
"Sakit Tak Berdarah"
See U Allπππ
__ADS_1