Sebelah Hati

Sebelah Hati
SEASON DUA


__ADS_3

SELAMAT TINGGAL PAPUMA


Happy reading gengks


Typo bertebaran


πŸ’πŸ’πŸ’


*Author POV


Dinda terbangun lebih dulu dari Imran, matanya mengerjap beberapa kali untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke indera penglihatannya, sekilas pandangannya melirik wajah suaminya yang masih tertidur seperti bayi yang meringkuk memeluk erat tubuh polosnya, senyum lembut terbit dibibirnya yang sedikit bengkak karena ulah suaminya semalam.


Dinda meraih bathrobe untuk menutupi tubuh polosnya, kemudian berjalan memasuki kamar mandi. Setengah jam kemudian, Dinda keluar dari kamar mandi dan segera berpakaian, setelah berpakaian, barulah dirinya membangunkan suaminya.


"Sayang, Mas Imran, bangun" panggilnya sambil menepuk pelan bahu suaminya.


Merasa terusik, Imran pun terjaga dari tidurnya, perlahan matanya mengerjap menyesuaikan cahaya lampu tidur yang menyapa lembut kornea matanya, senyum tipis terbit dibibir tebal milik Imran saat kedua netranya menangkap sosok wanita yang memenuhi hatinya tengah tersenyum lembut kearahnya.


"Jam barapa sayang?" suaranya yang serak terdengar menyapa indera pendengaran sang istri.


"Udah subuh Mas, bukannya semalam mas ngajakin aku liat matahari terbit?" sahut Dinda seraya bangkit dari sisi ranjang tempatnya tadi duduk dan berjalan mendekati pintu kamar mandi.


"Mau aku siapin air?" tanya Dinda lagi, dan Imran hanya mengangguk sebagai balasan.


Imran meraih boxer nya yang teronggok dilantai, setelah memakainya pria itu segera menyusul sang istri didalam kamar mandi yang sedang menyiapkan air mandinya.


"Udah wangi, kok ngga bangunin aku, sayang?" Imran memeluk Dinda dari belakang dan menghirup dalam wangi tubuh kekasih halalnya, aroma mint yang berasal dari shampoo sang istri menguar memenuhi indera penciuman pria itu.


"Aku udah mandi loh, Mas? buruan Mas juga mandi, abis itu kita sholat,".


"Morning kiss..?"


Dinda berbalik menghadap sang suami.


Cup...


Dinda mengecup pipi Imran sekilas, wanita itu tidak berani melakukan hal yang lebih, bisa-bisa serigala buas yang berada di tubuh suaminya terbangun, dan membuatnya harus keramas lagi.

__ADS_1


Imran tampak tak terima, pria itu mengernyit.


"Kok pipi sih, disini donk sayang" gerutu Imran sambil menunjuk bibirnya.


"Ngga ada ya Mas, udah deh buruan mandi, ntar waktu subuh lewat" titah Dinda sambil berjalan meninggalkan sang suami yang terus ngedumel, membuat Dinda menggelengkan kepala.


🌊 🌊 🌊


Setelah sholat subuh, Imran bersama sang istri dan kedua bocah kembar mereka akhirnya keluar dari resort untuk menikmati indahnya pemandangan dipantai Papuma saat pagi hari dan saat ini mereka berempat sedang menunggu sang surya menampakkan kuasanya dibumi.


Saat keluarga kecil itu keluar dari resort, suasana sekitar pantai Papuma masih belum terlalu ramai, sang surya juga masih senantiasa bersembunyi dibalik sang awan, keempatnya memutuskan berjalan sebentar dibibir pantai, sambil menikmati udara segar yang tidak dapat mereka rasakan dikota.


Imran menggenggam erat jemari kekasih halalnya, sambil terus memancarkan senyum kebahagiaan diwajah tampannya. Dalam hatinya sangat bersyukur atas segala nikmat yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa.


Sesekali ombak kecil menyapu kedua pasang kaki yang sedang berjalan beriringan itu, sedangkan kedua bocah kembarnya saling berkejaran, sambil saling melemparkan ejekan yang membuat kedua orang dewasa itu merasa sangat gemas.


"Mas lihat" seru Dinda, tangannya menunjuk kesatu arah, dimana sebuah cahaya menyapa para penghuni bumi.


Matahari memang belum terbit sangat jelas aurora merah menghias di langit. Sangat indah pemandangan ini. Tak lama kemudian matahari terbit menambah indah pemandangan di langit.


Setelah puas, Imran mengajak sang istri dan kedua anaknya segera kembali ke resort, untuk membersihkan diri dan bersiap untuk sarapan.


πŸ’πŸ’πŸ’


Waktu terus bergulir, tak terasa sebentar lagi keluarga kecil Imran akan segera kembali ke kota, meninggalkan keindahan yang baru saja mereka nikmati, kenangan pantai Papuma yang sangat eksotis, tidak akan mudah dilupakan.


Dinda mengemas pakaiannya dan milik suaminya, beserta milik twins, karena sore nanti keluarga kecil itu akan segera kembali ke hiruk pikuknya kehidupan dikota, tempat mereka mengais rejeki.


Pantai Papuma yang eksotis, memberi kesan tersendiri bagi Dinda yang Notabene nya sangat menyukai pantai, ibu tiga anak itu merasa bahagia sekaligus terpana dengan keindahan alam yang terbentang dipantai Papuma, Dinda berharap suatu hari nanti, keluarga kecilnya akan kembali lagi kemari.


Sore hari, Imran kembali memacu kendaraannya, membelah jalanan, weekend ini, memberi berjuta kebahagiaan baginya, bagaimana tidak, selama ini, dirinya tidak tau bahwa telah memiliki dua malaikat kecil dari wanita yang selalu bertahta di hatinya, dan baru kali ini mereka bisa menghabiskan waktu bersama, Imran selalu berharap kehidupannya akan terus diliputi kebahagiaan.


Mobil yang dikendarai Imran akhirnya tiba di kediaman sederhana miliknya, pria itu melihat kekasih halalnya yang tengah terlelap disampingnya dan kedua balitanya yang juga ikutan tertidur di kursi penumpang.


Mungkin karena kelelahan, Dinda beserta twins akhirnya tertidur sepanjang perjalanan, bukan waktu yang sebentar, empat jam lebih menempuh perjalanan hingga tiba di istana mereka, membuat pria itu juga tampak sangat lelah, tangannya terasa sangat kebas akibat menyetir terlalu lama.


"Sayang bangun, kita sudah sampai" Imran mengusap lembut pipi sang istri, perlahan Dinda pun mulai mengerjap.

__ADS_1


"Kita sampai Mas?"


"Iya sayang"


Imran bergegas turun dari mobil, membuka pintu penumpang dan segera menggendong Al, yang sudah terlelap sedangkan Dinda yang baru saja bangun juga bergegas membantu sang suami menggendong El yang ikut terlelap disamping abangnya.


Setelah membawa Twins ke kamar dan menidurkan mereka, Dinda segera memasuki kamar dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri, Imran sendiri kembali ke mobil untuk menurunkan barang - barang yang mereka bawa, dan segera menyusul sang istri yang telah selesai membersihkan dirinya.


"Udah Mas?" tanya Dinda saat melihat kekasih halalnya memasuki kamar mereka, dan hanya dijawab anggukan oleh sang suami, mungkin karena efek kelelahan.


Imran yang telah selesai membersihkan diri, melihat sang istri sudah terlelap lebih dulu, bibirnya tersenyum tipis, Imran segera naik ke ranjang menyusul sang istri yang sudah lebih dulu terlelap, memberinya kecupan selamat malam, dan menarik tubuh sang istri kedalam dekapannya, tak butuh waktu lama, Imran pun akhirnya ikut bergabung dengan Dinda ke alam mimpi.


πŸ’πŸ’πŸ’


Tbc


Hay readers ku, maaf banget yah, Miss baru sempat up lagi, abisnya Miss lagi sakit nih,,,


Makasih banget yang masih setia menunggu dan membaca cerita receh Miss,


maaf jika part ini agak kurang memuaskan, itu semua efek karena Miss yang kurang fit, sekali lagi Miss minta maafπŸ™πŸ™πŸ™


Miss cuma minta dukungan dari para readers,,,


tolong dukung Miss yaa...


caranya like vote komen dan tinggalkan jejak πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘£πŸ‘£πŸ‘£


Jangan lupa Novel Miss difavoritkan


klik tanda love ❀❀❀


Sekalian mampir di karya Miss yang baru judulnya " Sakit Tak Berdarah "


See U All😘😘


__ADS_1


__ADS_2