Sebelah Hati

Sebelah Hati
SEASON DUA


__ADS_3

AKHIRNYA KU MENEMUKANMU


Happy reading gengks


maaf jika banyak typo


πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


🍁 Imran POV


Aku terus mencari dimana keberadaan Dinda, hingga akhirnya tanpa sengaja aku mendengar suara seperti seseorang yang sedang menangis.


Ku periksa satu demi satu ruangan yang terdapat di lantai paling atas gedung tua ini, namun suara yang kudengar semakin jelas saat aku mendekati sebuah ruangan yang berada paling ujung. Mungkinkah wanitaku berada diruangan itu? tanyaku dalam hati.


Semakin dekat, aku bisa mendengar suara itu semakin jelas, aku yakin suara itu berasal dari ruangan ini. Perlahan kucoba memutar handle pintu namun terkunci, akhirnya kuputuskan untuk mendobraknya, tak lama pintu itu pun berhasil terbuka.


Aku mengedarkan pandanganku mencari sosok yang sejak tadi membuatku tak bisa berfikir jernih, dan ternyata objek yang sedang kucari sedang menangis tertunduk disudut ruangan yang gelap tersebut, sambil memeluk kedua lututnya yang ditekuk, nampaknya wanitaku yang sedang tersedu itu belum menyadari kehadiranku.


Aku berjalan mendekati wanitaku, dapat kulihat jelas bahunya yang bergetar karena isakannya yang tertahan, membuat hatiku semakin terhiris. Diriku benar-benar terpukul melihat keadaan Dinda yang berantakan, Aku merutuki kebodohanku yang tak bisa menjaga keluarga kecilku dari orang-orang yang berusaha mencelakai nya.


Dapat kurasakan saat ini, kedua mataku sudah berembun dan siap meluncurkan cairan bening yang sudah mulai menganak sungai dikedua netraku, namun aku harus kuat, tak boleh terlihat lemah dihadapan Dinda ku, saat ini hanya diriku yang bisa memberinya ketenangan, jika aku saja terlihat lemah, bagaimana aku bisa menjaga dan menenangkannya serta mendampinginya menghadapi masalah yang lebih besar yang sedang menanti kami didepan mata.


Aku berjongkok didepan wanitaku, mensejajarkan tubuhku dan tubuhnya, aku mengulurkan tanganku dan mencoba membelai rambutnya dengan lembut.


"Dinda, sayang" panggil ku lembut.


Dinda menengadahkan wajahnya, sesaat kedua tatapan kami bertemu, ku lihat matanya yang sembab dengan lingkaran hitam yang mengelilingi kelopak mata indahnya, begitu miris keadaan istriku saat ini, apa yang telah mereka lakukan padanya? apa salah wanitaku, hingga mereka tega menyiksanya seperti ini? dan juga sebenarnya siapa mereka? apa tujuan mereka melakukan hal ini pada keluarga kecil kami?.


Begitu banyak pertanyaan yang muncul dibenakku, namun tak satupun yang ku tahu jawabannya. Bukan, bukan sekarang waktunya mengajukan pertanyaan yang tidak ada jawabannya, saat ini yang terpenting aku harus segera membawa Dinda keluar dari tempat terkutuk ini.

__ADS_1


"Mas" lirih suara Dinda memanggil ku.


"Sayang, maafkan mas, yang terlambat menemukanmu" kuhapus sisa jejak airmatanya yang membekas dipipinya.


Dinda menggeleng, "Bukan, bukan aku".


Lagi-lagi cairan bening mengalir dari kedua netranya yang merah, entah berapa lama wanitaku itu menangis, sampai -sampai kedua matanya yang indah kini memerah.


" Bukan, aku mas yang melakukannya, bukan aku, mas. Mas harus percaya sama aku" lagi-lagi Dinda berucap sesuatu yang membuatku mendesah pelan.


Kuraih Dinda yang masih menggeleng sambil terus memohon agar aku percaya padanya kedalam pelukanku. Mencoba menyalurkan kehangatan agar Dinda bisa sedikit lebih tenang.


"Iyah sayang, mas percaya, kamu jangan takut yah, ada mas yang selalu mendampingimu, kita hadapi semua bersama" ucapku lirih.


Ku belai lembut rambutnya yang acak-acakan, dan ke kecup keningnya agar Dinda tak lagi terus menyalahkan dirinya, aku percaya sepenuhnya kepada Dinda.


"Siapapun dirimu yang berusaha menghancurkan keluarga ku, dengan menyiksa istriku, tak akan pernah kubiarkan kalian hidup tenang" ucapku dalam hati. Setelah itu aku bergegas meninggalkan tempat ini.


Aku mendudukan Dinda dikursi samping, setelah itu aku pun ikut duduk dibalik kemudi, aku memasangkan sabuk pengaman untuk wanitaku, dapat kulihat Dinda yang hanya terdiam dengan tatapannya yang kosong membuat hatiku terasa semakin tersayat perih.


Kembali ku kecup kening Dinda dengan sangat dalam, namun Dinda hanya terdiam tanpa merespon, aku hanya bisa menghela nafas panjang melihat kondisinya yang begitu terpukul.


Kulajukan kendaraan ku kembali memecah jalanan ibu kota, butuh waktu sekitar dua jam perjalanan sampai akhirnya kami pun akhirnya tiba dirumah kecil kami.


Sepanjang perjalanan, Dinda hanya terdiam tanpa banyak bicara, tatapannya masih seperti saat kami meninggalkan gedung tua itu, lurus kedepan tanpa ekspresi. Sesekali aku berusaha mengajaknya bicara, namun hanya gelengan sebagai jawabannya.


Aku kembali menggendong Dinda ala bridal, saat tiba dirumah waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam, keadaan rumah pun sudah sepi, sepertinya Twins dan Sekar dibawa oleh Mbak Manda kerumahnya, agar lebih gampang menjaga mereka.


Baguslah, setidaknya Twins tidak akan melihat kondisi ibu mereka yang sedang tidak stabil ini, dan akan berdampak bagi perkembangan tumbuh mereka, Terima kasih untuk Mbak Manda yang selalu bisa membantu menjaga mereka.

__ADS_1


Aku membawa Dinda ke kamar kami, kondisinya masih seperti tadi, terdiam tanpa ekspresi. Aku langsung membawa Dinda masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang kotor.


"Sayang, kita bersihkan tubuhmu dulu yah" bujuk ku lembut.


Dinda hanya mengangguk sebagai jawabannya, lagi-lagi aku hanya bisa menghela nafas pelan.


Pelan-pelan aku mulai membuka seluruh pakaian Dinda, dan aku mulai membersihkan tubuhnya, tak ada respon darinya, namun aku tetap telaten membantu Dinda membersihkan tubuhnya, setelah selesai, aku memakaikan bathrope, dan kembali menggendong Dinda kedalam kamar untuk memakaikannya pakaian yang baru.


Dinda masih saja terdiam, entah apa yang sedang dia fikirkan, aku mengajaknya makan bersama namun dia hanya menggeleng, akhirnya aku memutuskan untuk mengambilkan makanan dan menyuapinya, barulah setelah itu aku akan mengajaknya berbicara.


"Mas, bukan aku yang melakukannya"


β„πŸŒ»β„πŸŒ»β„


Tbc


Mohon dukung Author terus yaa


Like vote or komen dan tinggalkan jejak gengks


Masukin novel Miss kedalam favorit


Jangan lupa mampir ke novel Miss yang lain


"Sakit Tak Berdarah"


See U All😘😘😘


__ADS_1


__ADS_2