
KEMBALI
Happy reading gengks
Maaf jika typo bertebaran
❤❤❤
Seperti biasa, Dinda selalu bangun lebih dulu dari Imran, setelah membersihkan diri, barulah dia akan membangunkan sang suami beserta kedua anaknya.
Rencananya hari ini Dinda akan menjemput baby Sekar dirumah bang Ryo.
Dinda mempersiapkan segala keperluan Imran sebelum berangkat, hari ini Imran ada jadwal bertemu dengan seorang teman lama yang tak lain juga berprofesi seorang pengacara.
🍃🍃🍃
Ditempat lain, seorang gadis berparas cantik, terlihat sedang berjalan keluar dari arah bandara, kacamata hitam bertengger manis diatas hidungnya yang mancung, gadis itu terlihat berjalan dengan sangat arogan, namun tak sedikitpun mengurangi kecantikannya.
"Abis ini, lo mau kemana?" tanya seorang pria kepada gadis muda itu.
Ternyata gadis itu tak seorang diri, dia bersama seorang pria yang usianya jauh lebih muda dari pada dirinya.
Gadis angkuh itu menoleh ke asal suara yang menyapa indera pendengarannya beberapa saat lalu.
"Bukan urusan lo" jawab gadis itu ketus, kemudian melenggang meninggalkan pria muda itu yang terdiam mematung sambil menggelengkan kepalanya pelan. Suara hentakan kakinya terdengar sangat jelas karena heels yang dia kenakan.
®
®
®
Dinda berangkat kerumah bang Ryo pukul sebelas menjelang makan siang, sebelumnya Dinda sudah menyiapkan makan siang untuk suami tercinta, Dinda berencana singgah kekantor Imran terlebih dahulu bersama twins dan makan siang bersama, setelah itu dia akan menjemput baby Sekar.
Tok,,,
Tok,,,
Tok,,,
"Masuk" perintah pemilik ruangan tersebut.
Dinda ternyata sudah tiba dikantor Imran, wanita itu membuka pintu setelah suaminya memberi ijin masuk, nampak kepalanya menyembul dari arah pintu, tak lama ruangan itu langsung riuh karena suara twins yang berlarian berebut masuk kedalam ruangan ayah mereka.
Imran yang sedang berdiskusi dengan salah satu rekan kerjanya yang juga berprofesi sebagai seorang pengacara, terkejut sekaligus senang melihat pujaan hatinya datang bersama kedua anaknya.
"Ayah"
__ADS_1
"Ayah"
Teriak twins bersamaan sambil berlari ke arah sang Ayah, melihat kedua putra putrinya yang berlari kearahnya, Imran merentangkan kedua tangan dan menyambut Al dan El kedalam pelukannya. Menghadiahkan kecupan dipipi gembul kedua anaknya.
"Anak Ayah dari mana?"
"Dari rumah, dan mau jemput adek Sekar" jawab si sulung dengan suara cempreng nya, dan Imran hanya manggut-manggut.
Imran berjalan kearah sang Istri, memberinya kecupan sekilas di keningnya.
"Tumben sayang?" tanyanya pada Dinda.
"Iya Mas, aku mau kerumah bang Ryo sekalian nganterin makanan" Dinda menjawab, sambil berjalan kearah meja yang berada didalam ruangan itu dan meletakkan rantang yang tadi dia bawa.
"Oh ya sayang, kenalin ini Mbak Rahayu, teman rasa saudara, dan Mbak Ini Dinda istriku" ucap Imran memperkenalkan rekannya dan juga istrinya.
"Rahayu"
"Dinda"
Kedua wanita itu saling berjabat tangan sambil melempar senyum.
"Wah, Ran istri kamu cantik banget, pantesan sekarang kamu terlihat lebih semangat" puji Mbak Rahayu.
Sebelumnya Mbak Rahayu sudah tau siapa Dinda dari Sekar, jadi wanita yang sudah dianggap kakak oleh pengacara muda itu tidak merasa sungkan.
Dinda tersenyum malu mendapatkan pujian dari senior suaminya.
"Jadi mereka anak-anak kamu" tunjuk Mbak Rahayu kearah Al dan El bergantian.
"Iya Mbak"
"Ya udah deh, kalo gitu Mbak balik keruangan aja, takut ganggu" goda Mbak Rahayu sambil mengerlingkan sebelah matanya kearah Dinda, membuat wanita itu semakin merasa malu, dapat dipastikan saat ini wajahnya sudah seperti tomat, merah.
🐻🐻🐻
Soraya, berjalan memasuki apartemennya yang sudah dia tinggalkan selama satu tahun, saat itu Soraya mendapat kabar tentang Ayahnya yang jatuh sakit dan mengharuskan dirinya kembali ke Jerman untukmenemui sang Ayah bersama adik tirinya. James.
Soraya menghempaskan tubuhnya keatas sofa yang berada diruang tamu, dia memejamkan mata untuk sekedar melepaskan penat.
Duduk di pesawat kurang lebih enam belas jam membuat seluruh badan gadis itu terasa sangat pegal.
Ya, gadis yang di bandara tadi adalah Soraya bersama sang adik, James.
Soraya meraih tas nya, mencari sesuatu, tak lama benda yang dicari pun ketemu. Soraya meraih ponselnya, mencari sebuah nomor seseorang yang sangat dia rindukan, kemudian mencoba menghubungi nomor tersebut.
BERDERING, tapi tak diangkat. Soraya mencoba beberapa kali, tapi tetap saja tak ada jawaban dari sang empunya nomor.
__ADS_1
Akhirnya Soraya urung memanggil kembali, mungkin sebaiknya dia membersihkan diri terlebih dahulu dan beristirahat, malam nanti dia akan kembali mencoba menghubungi orang itu.
Soraya beranjak dari tempat duduknya, dan memasuki kamar mandi untuk bersih-bersih.
💓💓💓
Dinda sedang berada di supermarket, setelah tadi menjemput Sekar dirumah bang Ryo, wanita itu singgah terlebih dulu ke supermarket untuk membelikan susu Sekar yang tinggal sedikit.
Twins tertidur dimobil, sedangkan Dinda menggendong Sekar didepan tubuhnya, sambil memilih-milih susu formula yang biasa Diminum bayi itu.
Sepasang mata sedang menatap Dinda dari jauh, mata itu tak berkedip melihat wanita yang sangat dia rindukan kini ada dihadapannya, sekian lama tak bertemu, ternyata wanita yang dulu pernah menghiasi harinya dengan keceriaan tampak semakin cantik.
Badannya tampak berisi, semakin sexy dan menawan begitulah kiranya dia berfikir, dengan rambut yang dikuncir tinggi,memperlihatkan leher jenjang Dinda, membuat jantungnya kembali berdegup tak karuan, namun saat ini wanita itu sedang menggendong seorang bayi tanpa didampingi siapa pun.
Apakah dia sudah menikah? Apakah dia sudah menjadi milik orang lain? ataukah itu hanya keponakannya? kalo benar dia sudah menikah, lalu dimana suaminya? apakah aku sudah tak memiliki kesempatan?
Begitu banyak pertanyaan yang muncul dibenak pria itu, awalnya dia ingin menghampiri Dinda, namun urung karena melihatnya yang sedang menggendong seorang bayi, pria itu takut jika suaminya tiba-tiba datang.
Namun, Pria itu mencoba memberanikan diri mendekati Dinda, walau hanya sekedar menyapa.
Dinda yang sudah selesai memilih segala keperluannya, segera menggiring troli belanjaannya kearah kasir, dirinya tidak sadar bahwa sedari tadi ada seseorang yang terus menatap dirinya.
Setelah selesai bertransaksi, wanita itupun segera meninggalakan supermarket, saat hendak keluar, sebuah suara yang tak asing menyapa pendengarannya.
"Adinda" seru suara itu, membuat Dinda menoleh, dan betapa terkejutnya dia saat mengetahui siapa pemilik suara yang menyapanya.
"Ka-kak Dimas" Desis Dinda.
🍀🍀🍀🍀
Tbc
selamat menunaikan ibadah puasa ya bagi yang menjalankan, 🙏🙏🙏
Miss cuma minta dukungan dari para readers,,,
tolong dukung Miss yaa...
caranya like vote komen dan tinggalkan jejak 👍👍👍👣👣👣
Jangan lupa Novel Miss difavoritkan
klik tanda love ❤❤❤
Sekalian mampir di karya Miss yang baru judulnya " Sakit Tak Berdarah "
See U All😘😘
__ADS_1