Sebelah Hati

Sebelah Hati
CH 45


__ADS_3

HAMIL??


Happy reading gengks


Typo bertebaran


"Maaf mas, pak Imam sudah dipindahkan ke rumah sakit lain empat hari yang lalu karena pihak rumah sakit disini tidak memiliki alat medis yang lengkap, jadi pak Imam dirujuk kerumah sakit diluar kota." terang suster jaga tadi.


"Apaaa..." pekik Imran terkejut.


Niat hati memberi kejutan kepada sang kekasih justru dirinya yang dibuat terkejut.


"Kalo boleh tau Sus pak Imam dipindahkan ke mana?" tanyanya tidak sabar.


"Maaf Pak ini privasi pasien, pihak rumah sakit tidak berhak memberi informasi lebih." jawab suster jaga tersebut.


"Tapi Sus, saya keluarga korban" ucap Imran memelas.


"Sekali lagi mas, kami mohon maaf"


"Sial" umpat nya.


Imran kembali memacu kuda besinya, tujuannya saat ini kembali ke kotanya, menemui sahabatnya yang satu lagi yaitu Ivana, mungkin saja dia tau keberadaan Dinda.


Namun seperti nya sahabatnya satu itu juga tak tahu perihal kemana Dinda pergi, sudah lama mereka lose contac.


Terlambat, itulah yang Imran rasakan saat ini, firasatnya mengatakan bahwa mereka tak akan bertemu untuk waktu yang cukup lama.


Imran ingat kejadian seminggu yang lalu saat Ibunya kembali sakit bertepatan dengan kecelakaan yang dialami Ayah dari wanita pujaan hatinya.


Ibu yang sudah sakit-sakitan, akibat jatuh dari kamar mandi dua tahun yang lalu, bertepatan saat dirinya mengungkapkan perasaan pada wanitanya, meminta dirinya segera bertunangan dengan Sekar tanpa tahu bahwa hubungan mereka telah berakhir sejak kejadian itu.


Imran menolak permintaan wanita paruh baya yang sedang terkapar tak berdaya itu dengan halus.


Imran mengatakan bahwa dia sangat mencintai Dinda, dan akan segera membawanya ke hadapan sang Ibu tersayang.


Selama seminggu Imran mengurus Ibunya yang tergolek dipembaringan rumah sakit, kondisi Ibunya yang memburuk tak bisa membuat Imran meninggalkannya, Akhirnya pria itu memilih menunggu hingga sang Ibu membaik dan menjemput pujaannya.


Tapi, siapa sangka pria itu ternyata terlambat, kini Wanitanya tak tahu dimana berada.


πŸ’πŸ’πŸ’


Dua bulan mengurus Ayahnya yang koma membuat Dinda sedikit melupakan Imran, bahkan saat ini Dinda tak lagi memikirkan dirinya sendiri.


Bertepatan dua bulan dari kecelakaan yang dialami cinta pertamanya, Tuhan akhirnya memanggil sang Ayah kembali kepangkuannya, Bunda yang baru saja sembuh dan sedang menjalani pemulihan kembali drop saat tahu pria tercintanya telah pergi untuk selama-lamanya ke sisi Yang Maha Kuasa.


Bunda kembali sakit-sakitan karena ditinggal Ayah, rasa sedih melingkupi hatinya, tapi Bunda adalah wanita yang sangat tegar, Bunda tau saat ini bukan hanya dirinya yang terpuruk, ada Dinda anak gadisnya yang juga sama terpuruknya.

__ADS_1


Mencoba bangkit dari kelamnya hari semenjak ditinggal sang suami. Bunda melanjutkan hidup berempat dengan Dinda dan juga keponakannya yang sudah yatim piatu, Amanda dan putranya Kevin.


Sebulan berlalu setelah kepergian sang Ayah, Dinda kembali melanjutkan aktifitas nya seperti dulu.


Pagi itu, saat bangun tidur perutnya mendadak mual seperti diaduk-aduk, Dinda berlari menuju kamar mandi untuk mengeluarkan seluruh isi perutnya.


Hoekk,,,


Hoekk,,,


Hoekk,,,


Dinda memuntahkan seluruh isi perutnya, badannya terasa sangat lemas, wajahnya mendadak pucat. Karena terlalu sibuk mengurus Ayah yang koma dan Bunda yang sakit-sakitan akibat kecelakaan itu, Dinda tak menyadari bahwa dia sudah terlambat datang bulan.


"Astaga aku lupa kalo sudah lebih dua bulan tidak menstruasi, apakah aku hamil" gumamnya pelan.


Saat ini Dinda sedang melihat kalender dan mencocokkan kapan haid terakhirnya, persis sepuluh minggu yang lalu itu artinya sudah dua bulan lewat dua minggu dari tanggal biasanya.


Rasa takut sekaligus bahagia saat ini Dinda rasakan, takut jika Bunda dan yang lain tau tentang kehamilannya tanpa suami, dan bahagia karena Imran junior sekarang tumbuh di rahimnya.


"Aku harus periksa apakah benar aku hamil, jika benar dugaanku, aku akan pergi menemui Imran dan memberinya kejutan sebelum Bunda dan Mbak Manda tau." ucapnya mantap.


πŸ’«πŸ’«πŸ’«


Siang ini Dinda meminta izin dikampus selain badannya yang kurang fit, Dinda juga harus segera memastikan perihal kehamilannya dan segera menemui prianya.


Lima buah test pack dari merk yang berbeda Dinda beli, sebelumnya wanita itu mencari tau lewat mbah google bagaimana cara penggunaan juga merk apa yang paling akurat.


"Loh dek, ngga ngampus?" tanya Manda heran melihat Adik sepupunya yang biasa dijam segini ada dikampus hari ini malah ada dirumah.


"I-iya mbak, aku agak kurang enak badan" jawab Dinda gugup. Wajahnya mendadak pucat.


"Kamu sakit dek?" tanya Manda lagi. "Kerumah sakit yuk, biar mbak anterin" Menempelkan punggung tangannya di kening sang adik.


"Eeh ngga usah mbak, Dinda ngga pa pa kok, mungkin cuman masuk angin aja karena semalam begadang ngerjain tugas." dusta Dinda. "Maaf mbak, bukan niat aku boongin mbak, tapi ada saatnya nanti aku akan jujur saja kalian, masa iya aku ngomong ke mbak klo aku hamil." ucap Dinda dalam hati.


"Oh gitu, ya udah kamu istirahat sana," perintah Manda.


Dinda mengangguk, buru-buru Dinda meninggalkan Manda sendiri didepan, dia takut jika nanti Manda mencurigainya.


"Tunggu dek," seru Manda.


Seketika bulu kuduk Dinda meremang, tubuhnya kaku karena terkejut, langkahnya terhenti ditempat.


"Mampus aku."ucapnya dalam hati.


Dinda berbalik melihat Manda yang berdiri dibelakang nya, wanita itu meneguk salivanya dengan kasar saat tak sengaja melihat raut wajah sang kakak yang sedang menatap dirinya sambil menelisik seolah ada sesuatu yang mengganjal difikiran Ibu satu anak itu

__ADS_1


"A-ada apa mbak" tanya Dinda pelan.


"Kamu pucat dek, Jangan-jangan kamu--" ucapan Manda menggantung.


Keringat dingin langsung mengalir dari dahi Dinda padahal saat itu suasana sangat terik. Mendengar ucapan Manda, Dinda semakin sulit menelan salivanya.


"Bener-bener mampus aku sekarang," cicitnya dalam hati.


"Ja- jangan-jangan apa Mbak? "


"Jangan-jangan kamu belum makan." tebak Manda


Seketika perasaan Dinda kembali lega, nyawanya yang sempat melayang akhirnya kembali lagi memasuki raganya.


"Iya mbak bisa jadi, ya udah Dinda masuk dulu mau makan abis ituinum obat"


"Emang udah beli obat dek? "


"Udah mbak, Dinda masuk dulu yah"


Dinda bergegas masuk kedalam kamarnya, takut jika Manda kembali bertanya banyak hal yang akan membuatnya kesulitan menjawab.


Keesokan paginya, Dinda sudah berada dikamar Mandi, saat Ini rumah sedang kosong, mbak Manda pergi mengantar Kevin kesekolah sedangkan Bunda sudah berangkat ke toko pagi-pagi tadi.


Lima buah alat tes kehamilan sudah ada dihadapan Dinda saat ini, satu persatu alat itu dia celup kedalam urins yang sudah ditampung disatu wadah.


Satu demi satu test pack menunjukkan hasilnya, dan semuanya bergaris dua artinya Dinda positif.


"Aku harus segera menemui Imran dan memberi tau nya bahwa aku hamil" ucapnya lirih, sambil mengelus perutnya yang masih rata.


Saat ini situasinya terbalik, jika tiga bulan yang lalu Imran datang menemui Dinda berencana memberinya kejutan tapi justru dirinya yang mendapat kejutan, sekarang hal yang sama Dinda alami, niat hati ingin memberi kejutan Imran justru Dinda yang terkejut melihat karangan bunga ucapan selamat menempuh hidup baru


**IMRAN HANAN


πŸ’πŸ’


SEKAR MAHARANI


Tbc


plis vote like n komen gengks πŸ‘πŸ‘πŸ‘


jangan lupa jejak ok πŸ‘£πŸ‘£πŸ‘£


sudah tau kan kenapa Imran sama Dinda bisa pisah, tinggal 1 part lagi buat flashback.


Kenapa Imran sama Sekar bisa nikah? terus kenapa D'Twins manggil papa ke Rio??

__ADS_1


penasaran? sama saya jugaπŸ˜…πŸ˜…


See u all😘😘😘**


__ADS_2