Sebelah Hati

Sebelah Hati
CH 31


__ADS_3

ARYO???


KAK RIO???


Happy reading gengks๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


see u all๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


BUUKK!!!JEDUG!!!


"Awwww "ringis Dinda saat bokongnya mencium lantai.


Ya, tadi sambil berjalan tak sengaja Dinda menabrak seseorang lebih tepatnya gadis itu yang ditabrak, dan membuat Dinda terpental kelantai.


Sepertinya tabrakannya cukup kuat, ataw mungkin tubuh pria yang menabraknya itu yang terlalu kuat.


"Eehh sorri gue ngga sengaja" ucap siswa yang tadi menabrak Dinda sambil mengulurkan tangannya untuk membantu gadis itu berdiri.


Dinda meraih tangan yang terulur itu, lalu menariknya untuk segera bangkit.


"Kalo jalan pake mata dong" omel Dinda pada siswa itu.


Sedangkan yang diomeli hanya terkekeh.


"Kok lo malah ketawa? lo kira gue ngelawak" Kesal Dinda.


Seketika siswa tadi terdiam tapi masih sambil mengulum senyum.


"Dimana-mana tuh jalan pake kaki, bukan pake mata" balasnya.


Dinda bersungut mendengar ucapan siswa itu.


"Lo siapa sih" tanyanya kesal.


"Gue? gue ya anak bapak gue" jawab siswa itu masih sambil terkekeh.


"What, gue juga tau lo anak bapak lo, ya kali lo anak bapak gue" gadis itu semakin kesal dengan jawaban siswa tadi.


"Aah bodo amat gue ah ama lo, sinting gue lama-lama" Dinda meninggalkan siswa tadi sambil mulutnya terus mengomel.


Perdebatan Dinda dan Siswa tadi sempat dilihat oleh dua pasang mata yang baru saja tiba, Imran dan Sekar tentunya.


Imran menggeram sambil mengepalkan tangan saat menyaksikan interaksi kedua orang tadi, Sekar memperhatikan perubahan diraut wajah kekasihnya, kemarahan terpancar dari sudut mata pria itu, jelas sekali kalau Imran tidak suka dengan kehadiran siswa tadi.

__ADS_1


"Sebenarnya siapa dia, bukankah dia siswa Nusantara? lalu kenapa dia disini?" banyak pertanyaan yang muncul dalam benak Imran.


"Kakak kenapa?" tanya Sekar saat melihat perubahan wajahnya yang tampak menegang.


Imran menoleh kearah Sekar, dia lupa kalo saat ini ada Sekar disampingnya. Pria itu menghela nafas pelan.


"Aku ngga pa pa" jawabnya singkat dan langsung pergi meninggalkan Sekar sendiri.


Sekar terdiam mematung menatap kepergian kekasihnya, dalam hati dia bergumam "Sebenarnya ada apa kak? kenapa kalo menyangkut tentang kak Dinda, kamu terlihat sangat emosi? apakah sebenarnya kamu menyukai kak Dinda? lalu kenapa kamu memilihku? padahal tadi kamu baik-baik saja, dan saat kamu melihat pria lain mendekati kak Dinda pasti kamu marah?.


Sekar menepis semua pertanyaan-pertanyaan yang tiba-tiba singgah difikirannya, gadis itu berusaha berfikir positif, tidak ingin hubungannya dengan sang kekasih jadi renggang, Sekar lebih memilih memendam semua.


โžฟโžฟโžฟ


Jam pelajaran pun dimulai, tak lama tampak Pak Andre wali kelas XII yang merupakan wali kelas Dinda memasuki ruangan diikuti seorang siswa dibelakangnya.


"Perkenalkan anak-anak, Dia Aryo prasetyo, Murid baru disekolah kita" tunjuknya pada siswa yang tadi mengikutinya dari belakang.


Pak Andre memperkenalkan seorang siswa baru pindahan dari kota S.


Ternyata siswa yang tadi menabrak Dinda dikoridor adalah murid baru, dan sialnya mereka satu kelas.


"Apa?? jadi dia siswa baru itu?" gumam Dinda terkejut.


"Hai, Nama gue Aryo prasetyo, kalian bisa manggil gue Rio." Ucap Aryo memperkenalkan diri.


Aryo melirik kearah Dinda sambil tersenyum, tapi gadis itu tak begitu memperhatikannya. Imran yang melihat gerak gerik Aryo, merasa jengah dengan tingkah laku siswa baru tersebut.


"Baik Rio, kamu silahkan duduk dibangku kosong itu" tunjuk Pak Andre pada bangku yang masih kosong tepat berada disamping Dinda.


"Baik pak"


Setelah Aryo duduk, pak Andre pun memulai pelajaran. Tepat pukul sebelas lewat tiga puluh menit, akhirnya jam pelajaran selesai dan diganti jam istirahat.


"Hai" Sapa Rio pada Dinda, Tapi gadis itu tak mengindahkan sapaan Rio.


Merasa diacuhkan Rio kembali menyapa Dinda.


"Hai Din, pa kabar" sahutnya lagi.


Dinda mendelik kearah Rio, gadis itu merasa kesal karena sejak tadi Rio terus mengajaknya komunikasi padahal jam pelajaran sedang berlangsung.


"Dari tadi lo ngomong mulu, lo g capek?" tanya Dinda kesal.

__ADS_1


"Ngga" jawab Rio santai.


"Emang kita sedekat itu, sampe lo nanya kabar gue?"


"Lo galak amat sih,? jangan galak galak nanti cepet tua lho" ledek Rio.


Dinda mendengus kemudian beranjak dari tempat duduknya, lebih baik aku kekantin dari pada ladeni nih orang nyebelin, pikirnya.


"Eeh lo mau kemana?"


"Bukan urusan lo"


Tiba-tiba Rio mencekal tangan Dinda, membuat langkah gadis itu terhenti didepan pintu.


"Lo apa - apaan sih" bentak Dinda, sambil menghentakkan tangannya yang ditarik oleh Rio.


"Eeh sori bukan maksud gue gitu" sela Rio merasa bersalah.


"Apa sih mau lo sebenarnya?"


"Gue cuma mau minta maaf soal tadi pagi"


"Udah gue maafin, g usah khawatir"


"Kalo gitu kita bisa jadi teman kan?" tanya Rio.


"Kita emang temen, tapi g usah sok akrab juga deh bikin gue risih tau" keluh Dinda.


"Sori deh, tapi beneran gue cuma mau jadi temen lo"


"Ya udah gue mau kekantin, sohib gue udah pada nungguin" ucap Dinda sambil berlalu meninggalkan Rio.


"Thanks Uthy" seru Rio satelah Dinda berjalan beberapa langkah. Dan perkataan Rio barusan sontak membuat langkah Dinda yang belum jauh otomatis terhenti. Dinda berbalik menatap murid baru yang sedang tersenyum kearahnya.


"Gue kenal senyum itu,,!! Senyum kak Rio" gumamnya dalam hati.


"Kak Rio...!!"


Tbc


plis vote like n komen yaa....


Tolong dukung author dengan meninggalkan jejak jempol kalian.

__ADS_1


see u all๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2