
BERTEMU
Happy reading gengks
maaf jika banyak typo
πΉπΉπΉ
Sebuah suara yang menyapa indera pendengaran Dinda, membuat langkahnya yang akan meninggalkan supermarket terhenti, Dinda menoleh dimana asal suara yang menyapanya dan betapa terkejutnya saat melihat siapa yang tengah tersenyum lembut kearahnya.
"Ka- kak Dimas" suaranya seakan tercekat ditenggorokan.
"Hai Din, apa kabar" tanya Dimas basa basi.
"Ka- kak Dimas, nga-ngapain disini" tanpa memperdulikan pertanyaan pria itu, Dinda berusaha bersikap tenang, walaupun saat ini dirinya sangat gugup.
"Aku cuma kebetulan lewat dan ngga sengaja liat kamu disini, jadi aku mampir" terang Dimas, senyumnya masih betah terukir di wajahnya.
"Aku buru-buru, maaf yah Kak Dimas" pamit Dinda.
Dia segera pergi meninggalkan Dimas yang terus memanggil namanya, saat ini pikirannya hanya ingin segera pulang menghindari pria yang sangat dia benci.
πππ
Imran baru saja tiba dirumah saat jam sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam, begitu banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan.
Setelah seharian berkutat dengan kasus-kasus kejahatan, akhirnya dia bisa segera kembali menemui sang kekasih halalnya, namun sayang wanita tercintanya sudah terlelap saat dirinya memasuki kamar.
Imran berjalan kearah istrinya, dikecup nya kening Dinda dengan sangat pelan, takut jika sampai mengganggu tidur sang ratu, setelah itu baru dirinya pergi membersihkan diri.
Setengah jam kemudian Imran slesai membersihkan diri, pria itu keluar dengan hanya menggunakan handuk sebatas pinggang, dilihatnya Dinda sedang duduk bersandar dikepala ranjang.
"Loh, kamu bangun sayang" tanya Imran heran, karena tadi Dinda masih terlelap saat dirinya memasuki kamar mandi.
"Aku bangun waktu denger suara air Mas" sahut Dinda, "Udah lama pulangnya?" tanya Dinda lagi.
"Setengah jam yang lalu, kamu keliatan capek banget yang"
"Hmm, capek, tapi aku seneng Mas" ujar Dinda antusias.
"Seneng kenapa?"
"Aku bahagia bisa jadi ibu sambung Sekar, lelahnya jadi ngga berasa, Sekar bukan anak yang rewel, tau ngga Mas, Sekar sudah bisa tengkurap loh" Dinda sangat antusias menceritakan perkembangan putrinya, tampak jelas binar kebahagiaan terpancar dimata ibu tiga anak itu.
Imran sudah selesai mengenakan pakaian rumahnya, dia berjalan menghampiri sang istri.
Senyum hangat terus dia persembahan untuk wanita yang selalu bertahta dihatinya.
"Makasih yah sayang, udah mau jadi ibu sambung buat Sekar" ucapnya tulus.
"Mas ngomong apa sih, aku tuh sayang sama Sekar, jadi ngga usah bilang makasih Mas" tutur Dinda lembut.
"Kamu wanita terhebat, dan aku beruntung bisa memiliki kamu" puji Imran.
Dinda tersipu mendengar ungkapan suaminya, wajahnya memerah karena merasa malu, rasanya dia ingin terbang ke langit saking bahagianya.
__ADS_1
"Mas bisa aja deh"
"Aku serius sayang, kamu ang yang terhebat" Imran menyampirkan rambut Dinda kebelakang telinga, dan membelai lembut pipi ratu hatinya.
"Mas laper? belum makan kan? mau aku ambilin makanan ngga" ujar Dinda mengalihkan pembicaraan, saat ini dirinya sangat malu karena pujian sang suami.
"Iya Mas laper, pengen makan, tapi makanannya kamu" ucap Imran lirih.
Blush....
Semakin merah saja wajah Dinda mendengar perkataan suaminya.
Tak menunggu waktu lama akhirnya perang Dunia Shinobi kembali terjadi dikamar itu, pertandingan mengumpulkan peluh terbanyak.
ββββ
Pagi ini Soraya sudah tampil cantik, gadis itu berencana menemui sang pujaan hati yang sudah lama dia rindukan.
Soraya melangkah memasuki kantor Imran, namun sayangnya pria yang ingin dia temui tidak berada disana, Imran sedng menemui kliennya.
"Gue tungguin aja deh" gumamnya.
Tak lama seorang pria bertubuh tegap datang menghampiri Soraya.
"Selamat pagi" ucap pria itu.
Soraya mendongak untuk melihat siapa pria itu.
"Iya selamat pagi, ada yang bisa saya bantu" ucap Soraya.
"Saya membutuhkan seorang pengacara untuk mengurus perceraian, apakah saya bisa menemuinya"
"Saya Soraya Anastasia, saya seorang divorce lawyer" ucap Soraya memperkenalkan diri.
Pria itu langsung menjabat tangan Soraya, kebetulan sekali.
"Perkenalkan saya Dimas, Dimas Wijaya" ucap pria itu memperkenalkan diri.
Setelah berkenalan, Soraya dan Dimas sedikit berbincang tentang masalah Dimas dan alasannya ingin berpisah dengan istrinya.
πΊπΊπΊπΊ
Imran kembali kekantor pukul satu siang, dia terkejut melihat Soraya yang sedang menunggu dikantornya.
"Soraya, ngapain kamu disini?" tanya Imran heran.
Soraya langsung berdiri menyambut Imran, seperti seorang istri yang menyambut suaminya, senyum bahagia terus terpancar dari wajahnya.
"Yah nungguin kamu lah, kangen tau" sahut Soraya manja.
Imran heran sekaligus bingun dengan ucapan gadis itu. Keningnya berkerut.
"Maksud kamu?"
"Iya aku kangen sama kamu, jadi aku bela-belain nunggu kamu disini"
__ADS_1
"Untuk apa? emang kita sedekat itu, sampai kamu harus kangen sama aku" tegas Imran.
"Kita emang deket kan"
"Siapa bilang?" Imran benar-benar geram dengan sikap Soraya.
"Kamu tau sendiri kalo aku tuh cinta sama kamu, Ran"
"Maaf, Soraya tapi aku udah punya istri dan aku sangat mencintai istri aku, ngga ada tempat buat wanita lain" Ujar Imran dingin.
"Aku tau kamu udah beristri, tapi kan kamu ngga cinta sama dia, lagian dia juga udah mati kan?" kekeh Soraya.
"Jaga ucapan kamu Soraya, aku sangat mencintai istriku, dan jangan pernah campuri urusanku, sebaiknya kamu keluar" usir Imran, dan Soraya hanya menggeleng tak Terima.
"Ngga kamu bohong" teriak Soraya.
"Aku ngga bohong, aku cinta sama istri dan anak-anakku, jadi sebaiknya kamu pulang dan lupakan semuanya, lupakan aku dan juga rasa cinta kamu yang terlarang itu"
"Aku ngga akan nyerah, aku akan merebut kamu dari istri kamu"
Imran diam tak menjawab, pria itu mendorong tubuh Soraya yang menolak untuk meninggalkan ruangannya, dengan kasar Imran menarik tangan Soraya dan menyeretnya keluar, membuat gadis itu meringis dan histeris.
"Imran kamu ngga boleh memperlakukan aku kayak gini, aku cinta sama kamu, apa kurangnya aku dibandingkan istri kamu itu" teriak Soraya.
"Kamu ngga sebanding dengan ratuku, jadi jangan berharap lebih, karena sampai kapanpun aku tidak tertarik dengan mu" sarkas Imran saat berhasil menyeret Soraya.
Imranenutup pintu didepan wajah Soraya dengan kasar, membuat gadis itu terjingkat kaget.
Dugh... dugh.... derrr
Dugh... dugh.... derrr
Soraya menggedor pintu ruangan Imran dengan keras, gadis itu terus saja berteriak hingga orang - orang yang berada di sekitarnya menatap heran kearahnya.
"Apa liat - liat" bentak Soraya.
Merasa sangat malu, akhirnya Soraya meninggalkan kantor Imran dengan perasaan yang sangat dongkol.
πΉπΉπΉπΉ
Tbc
selamat menunaikan ibadah puasa ya bagi yang menjalankan, πππ
Miss cuma minta dukungan dari para readers,,,
tolong dukung Miss yaa...
caranya like vote komen dan tinggalkan jejak ππππ£π£π£
Jangan lupa Novel Miss difavoritkan
klik tanda love β€β€β€
Sekalian mampir di karya Miss yang baru judulnya " Sakit Tak Berdarah "
__ADS_1
See U Allππ