Sebelah Hati

Sebelah Hati
SEASON DUA


__ADS_3

AKU AKAN BERSAMAMU


Happy reading gengks


Masih banyak typo


🌻🌻🌻🌻


πŸ‘‰ Imran POV


Setelah menyuapi Dinda dan membereskan sisa makanan kami, aku bergegas kembali kekamar, aku tidak mau meninggalkan Dinda sendirian untuk saat ini, Dirinya masih terlihat trauma dengan apa yang baru saja dia alami.


Saat masuk kedalam kamar, kulihat Dinda sedang duduk bersandar dikepala ranjang, tatapannya mengarah ke televisi yang sedang menayangkan salah satu sinetron ikan terbang, namun tampaknya Dinda tak begitu fokus dengan acara televisi tersebut.


Aku duduk disamping Dinda yang sedang melamun, mungkin karena merasakan pergerakan disampingnya, Dinda pun menoleh kearah ku, tapi masih dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Kamu capek? istirahat aja dulu, aku akan selalu bersamamu, hingga kamu terlelap" ucapku membujuk.


Dinda tak bergeming, kedua netranya masih setia menatap sendu kearahku.


Aku mencoba duduk semakin dekat dengan dirinya, namun Dinda tetap tak bergeming, ku belai surainya yang sudah kembali indah dengan penuh kasih sayang, dan kemudian kukecup keningnya dengan perasaan yang sangat dalam.


"Kamu kenapa sayang?" tanyaku sendu.


"Bukan aku mas" lagi kata-kata itu yang Dinda ucapkan.


"Mas tau bukan kamu yang melakukannya, mas percaya sama kamu, dan kamu juga harus percaya sama mas, hmm" Kutarik Dinda dalam pelukanku, dapat kurasakan jika kaos yang ku kenakan sedikit basah, sepertinya Dinda kembali menangis dalam dekapan ku.


"Menangislah sayang, keluarkan semua perihmu, tumpahkan semua sedihmu, aku tak akan melarangmu jika itu bisa membuat dirimu lebih baik" ku tarik nafasku dalam-dalam, mencoba menguatkan hatiku agar tidak ikut rapuh karena kesakitan wanitaku.


Dapat kurasakan Dinda yang semakin mengeratkan pelukannya, akupun mempererat dekapan ku, kami saling memberi kekuatan dalam situasi ini, terdengar Dinda yang masih sesenggukan, membuat hatiku kembali terhiris, sungguh luar biasa sakit yang diberikan orang itu pada wanitaku.


"Menangislah Sayang, keluarkan semuanya, tapi berjanjilah setelah ini kamu harus kembali menjadi wanita yang kuat, dan kita akan menghadapi semuanya bersama, aku tak akan pernah meninggalkanmu sayang"

__ADS_1


🌸🌸🌸🌸🌸


Dua hari berlalu, Dinda sudah mulai sedikit lebih tenang, kejadian hari itu nampaknya meninggalkan beban trauma yang begitu dalam, namun aku percaya Dinda adalah wanitaku yang paling kuat dan sabar, semuanya akan kami lewati bersama.


Twins selalu menjadi penghibur untuk Dinda, perlahan senyum manis yang sempat hilang selama dua hari itu sudah mulai terlihat menghiasi bibir mungil Dinda ku, bersyukur kami memiliki malaikat-malaikat kecil yang luar biasa.


Siang ini aku berencana mengajak keluarga kecilku berlibur, kebetulan hari ini adalah weekend, sudah lama rasanya kami tidak mengunjungi pantai, mungkin dengan membawa Dinda berkunjung ke pantai, akan sedikit mengurangi kesedihan kekasih halalku itu.


Aku terbangun pagi sekali, saat menyadari Dinda tak ada disamping ku, padahal semalam kami masih tidur bersama sambil berpelukan, lebih tepatnya Dinda yang tertidur dalam dekapan ku.


"Sayang" seruku memanggil Dinda, namun tak ada jawaban.


Aku bangkit dan berjalan menuju kekamar mandi dengan tergesa-gesa, mungkin saja Dinda ada didalam sana, namun saat aku membuka pintu kamar mandi, wanitaku tak ada didalam, kemana Dinda? tanyaku dalam hati.


Aku bergegas turun menuju dapur karena indera penciuman ku sempat mencium bau yang sangat harum dari sana, dan benar saja Dinda yang sedang membelakangi ku, terlihat sangat asik berkutat dengan penggorengan tanpa menyadari kehadiran ku, ternyata kekasih halalku itu sedang menyiapkan sarapan pagi.


"Sayang" seruku pada Dinda. Kupeluk tubuhnya dari belakang dan ku sandarkan kepalaku di pundaknya.


"Udah bangun mas?" tanya Dinda tanpa mengalihkan pandangannya dari penggorengan. Kedua tangannya masih lincah mengaduk nasi goreng yang sedang dia buat.


"Mas tertidur sangat lelap, aku jadi ngga tega banguninnya"


"Lain kali bangunin aja yah sayang, biar mas bisa bantuin kamu" ku tenggelamkan wajahku keceruk leher wanitaku, dan menghirup Aroma tubuhnya dalam-dalam yang menjadi canduku, membuat Dinda merasa kegelian dan sontak mengendikkan bahunya.


"Geli mas" rengeknya manja.


Aku semakin gemas dengan tingkahnya, segera ku matikan kompor yang masih menyala itu, membuat Dinda kesal karena masakannya belum matang sempurna.


"Mas" ucapnya kesal, sambil berbalik menatapku dengan bibir yang cemberut, "Ini tuh belum matang sempurna mas" sahut Dinda.


Tanpa banyak kata, aku langsung menyesap bibir mungil Dinda yang berwarna pink merona itu, pelan dan lembut, awalnya Dinda tak membalas karena masih kesal, namun tak lama Dinda pun terbuai dengan permainanku, dan membalas tiap luma*tan yang ku berikan.


Ku gigit bibir bawahnya, agar aku bisa lebih leluasa mengeksplor tiap inci dalam mulutnya, luma*tan yang awalnya sangat lembut itu berubah menjadi liar, Deca*pan demi Deca*pan menjadi saksi kegiatan kami didapur pagi itu.

__ADS_1


Aku mengangkat tubuh mungil Dinda dan mendudukannya diatas meja, Dinda dengan otomatis mengalungkan kedua tangannya ke leher ku, kegiatan kami masih berlanjut hingga kami merasakan kekurangan oksigen barulah aku melepaskan pagu*tanku.


"Aku merindukanmu sayang" bisikku lirih ditelinga Dinda, diriku mencoba menahan gejolak yang sudah siap meledak, namun Dinda hanya terdiam, nampaknya Dinda juga sedang berusaha meredam hasratnya.


Kembali aku mema*gut bibir Dinda yang sudah mulai membengkak karena kegiatan panas kami barusan, semakin lama aku merasa semakin tidak mampu lagi membendung jiwa kelelakian ku yang sudah terasa ingin memberontak, hingga sebuah suara mengagetkan ku dan juga Dinda, yang sontak membuat kami gelagapan.


"Ayah, Bunda lagi ngapain?"


β„πŸβ„πŸβ„


Nah loh, makanya kalo mau mesra-mesraan tuh jangan di dapur, ckckck


Miss kasih part uwu - uwu dulu yah gengks, sebelum kita memasuki konflik yang hebat.


Konflik kali ini benar-benar akan menjadi ujian cinta terberat buat Imran dan Dinda, mohon para readers tersayang bisa mendoakan Imran dan Dinda tetap bersatu.


Maafkan Miss, jika part ini seperti ada yang kurang, itu semua karena Miss kurang fokus, tapi nanti Miss akan coba merevisi lagi, kalo ada yang kurang berkenan, bisa donk kasih tau Miss bagian mana yang harus direvisi.


🌻🌹🌻🌹🌻


Tbc


Mohon dukung Author terus yaa


Like vote or komen dan tinggalkan jejak gengks


Masukin novel Miss kedalam favorit


Jangan lupa mampir ke novel Miss yang lain


"Sakit Tak Berdarah"


See U All😘😘😘

__ADS_1



__ADS_2