
MENCARI DINDA
Happy reading gengks
Maaf jika banyak typo
💞💞💞💞
"Maaf Pak, apa bapak mencari seseorang?" tanya pria paruh baya yang berdiri tepat dibelakangnya.
Imran berbalik dan menatap pria paruh baya itu, jika dilihat dari penampilannya, bapak itu seperti salah seorang pedagang kaki lima di pinggir jalan sekitar sekolah PAUD tempat Twins belajar. Jika diperhatikan, Pria itu berusia sekitar setengah abad, badannya sedikit gemuk dan pendek, memakai topi dan berkulit gelap.
Merasa pria dihadapannya tak bergeming, pria paruh baya itu berjalan lebih mendekati Imran, mencoba memperkenalkan dirinya, mungkin dirinya meragukanku, pikir bapak itu.
"Perkenalkan, nama saya pak Sholeh, saya penjual siomay, biasanya mangkal didepan pagar" tunjuk bapak itu kearah pagar, tepat berada dibelakangnya.
Imran mengangguk, "Saya Imran pak, ayah dari Al dan El, anak kembar yang bersekolah didalam." sahut Imran.
"Apa bapak mencari seseorang?" pak Sholeh kembali mengulangi pertanyaan yang tadi dia ajukan.
"Iya pak, tadi istri saya mengatakan akan menjemput kedua anak kami, tapi tak lama istri saya menghilang dan mobilnya masih terparkir di sini tanpa ada tanda-tanda keberadaannya" terang Imran.
"Maksud bapak, Nak Dinda?" tanya pak Sholeh memastikan.
"Bapak kenal dengan istri saya?"
"Saya kenal pak, disini siapa yang tidak kenal dengan ibunya si kembar, sudah baik sopan lagi terhadap orang yang lebih tua, Nak Dinda juga sangat dermawan dan rajin bersedekah, semua pedagang disini sangat mengenalnya karena kebaikan hatinya" ucap pak Sholeh panjang lebar.
Imran yang mendengarkan ucapan pria paruh baya dihadapannya itu, tersenyum tipis. Dirinya memang tahu bagaimana sifat istrinya sejak masih menjadi sahabatnya dulu.
"Jadi bapak melihat kemana istri saya?" tanya Imran kemudian.
Pak Sholeh nampak berfikir, mencoba mengingat kejadian beberapa jam yang lalu.
"Tadi saya sempat melihat Nak Dinda sebelum sekolah berakhir, namun karena saya kebelet jadi saya pergi ke toilet, pas saya kembali tak sengaja saya melihat Nak Dinda seperti sedang dimasukkan kedalam mobil, oleh dua orang pria" Ucap Pak Sholeh.
Kening Imran berkerut, "maksud bapak?" tanyanya bingung.
"Iya Pak, tadinya saya pikir itu bukan Nak Dinda karena saya hanya melihat sekilas, tapi saya merasa yakin dengan apa yang saya lihat, kebetulan saat itu memang sekitaran sini masih agak sepi jadi mungkin tidak ada yang menyadari kejadian itu, bapak juga sudah berusaha mengejar mobil yang membawa nak Dinda, namun karena bapak sudah tua jadi kekuatan bapak tidak menjangkau mobil tersebut" terang pria paruh baya itu lagi.
"Bapak yakin dengan apa yang bapak lihat?" tanya Imran memastikan.
"Iya Pak, saya yakin" jawab Pak Sholeh mantap.
"Bapak lihat tidak plat mobilnya, trus ciri-ciri mobilnya bagaimana?" Imran mulai panik.
"Mobilnya warna hitam, kalo merknya bapak tidak tahu, maklumlah bapak orang miskin ngga tau nama merek mobil, kalo nomor platnya bapak cuma liat angkanya aja ngga liat kode belakangnya"
__ADS_1
"Berapa nomor platnya pak?"
"Kalo ngga salah 501" Pak Sholeh nampak sedang mencoba mengingat kembali nomor mobil yang membawa Dinda.
Imran merogoh sakunya, mengambil dompet dan mengeluarkan beberapa lembar uang merah lalu memberikan kepada pak Sholeh.
"Ini pak, sedikit rejeki buat bapak, terimakasih informasinya" Imran menyodorkan uang yang diambilnya dari dompetnya, membuat Pak Sholeh terkejut.
"Ini apa pak?" tanya pak Sholeh bingung menerima lembaran uang yang Imran sodorkan.
"Ini rejeki bapak karena sudah membantu saya memberi informasi yang sangat penting"
"Ngga usah Pak, saya membantu dengan ikhlas" tolak pak Sholeh.
"Rejeki jangan ditolak pak, semua yang bapak sampaikan saya sangat bersyukur" Imran kembali menyodorkan lembaran uang itu.
"Tapi pak-"
"Terima aja pak, ini rejeki bapak, saya harus pergi sekarang untuk melacak keberadaan istri saya"
"Baiklah pak, Terima kasih banyak" ucap Pak Sholeh penuh syukur.
Imran mengangguk, kemudian pria itu segera memasuki kendaraannya dan kembali melaju membelah jalanan.
Didalam mobil Imran sibuk menghubungi salah satu temannya yang biasa melacak nomor plat mobil, sebagai seorang pengacara tentu tak sulit untuk melacak hal tersebut.
"Halo" terdengar suara dari seberang menyapa indera pendengaran Imran.
"Ada apa Ran? panik amat?'
" Bini gue diculik, bisa lacak plat mobilnya?"
"Bini lo diculik?" Rey, tampan terkejut mendengar kabar yang diterimanya.
"Iya, menurut info yang gue Terima gitu"
"Ya udah, lo kirim deh nomor platnya, biar gue yang lacak"
"Tapi cuma nomor doang Rey, kodenya ngga tau apa?"
"Lo dapet dari mana nomornya?"
"Dari pedagang kaki lima disekitar sekolahnya kembar, yang tadi sempat liat kejadiannya"
"Mungkin agak susah sih, tapi gue bakalan coba bantuin lo"
"Makasih bro, gue kirim sekarang nomornya"
__ADS_1
"Yop, gue tunggu"
Setelah panggilannya ditutup, Imran segera mengirim pesan nomor plat yang tadi pak Sholeh ucapkan.
"501, Itu nomornya bro"
Pesannya terkirim, tak lama centang duanya pun berubah warna biru tanda pesan telah terbaca.
Ting...
Sebuah balasan dari Rey masuk.
"*Gue bantu bro, sabar ya, begitu gue dapet info langsung gue hubungi, oh ya lo tau merk mobilnya apa?"
"Ngga tau, tapi menurut info yang gue Terima mobilnya warna hitam*" Imran kembali membalas pesan Rey.
"*Agak sulit sih, tapi gue coba deh 👌👌"
"Thank bro, gue tunggu info dari lo"
"Yoi sob, 👍👍*"
Imran kembali mencoba menghubungi nomor ponsel Dinda, siapa tau kali ini keberuntungan berpihak padanya, dan nomornya sudah kembali aktif, pikirnya.
Namun lagi-lagi hanya suara operator yang menjawab panggilannya, Imran mendesah lelah.
Imran menghentikan laju kendaraannya ditepi jalan, bersandar di sandaran jok mobilnya untuk sekedar melepas lelah, pria itu memijit pangkal hidungnya agar dapat mengurangi sedikit rasa pusing yang menderanya.
"Dimana kamu sayang" keluh Imran.
Ditengah kegelisahannya, tiba-tiba pria itu teringat sesuatu yang mungkin menjadi dalang dibalik menghilangnya sang istri.
Imran memperbaiki posisi duduknya, pria itu menyalakan mesin mobilnya dan melaju kembali membelah jalanan, dirinya tau kemana tujuannya sekarang.
🎍🎍🎍🎍🎍
Tbc
Mohon dukungannya yah
Like Vote Or Komen
Tinggalkan jejak dan masukkan kedalam favorit
Jangan lupa mampir di novel Miss yang satunya
"Sakit Tak Berdarah"
__ADS_1
See U All 😘😘😘