
DICULIK??.
Happy reading gengks
maaf jika banyak typo
πΌπΌπΌπΌ
"Bantuan apa yang kau butuhkan dari Daddy, dear?"
"Aku ingin Daddy membantuku mengurus seseorang" pinta Soraya.
"Siapa lagi yang ingin kau hancurkan?" tanya Daddy Soraya.
"Aku mencintai seseorang tapi dia sudah menikah, Dad. Aku ingin Daddy melakukan apa yang kuinginkan, hanya Daddy yang bisa membantuku" mohon Soraya, suaranya dia buat seolah sedang memelas.
Tuan Hendrawan tidak bisa menolak keinginan putri tersayangnya, walaupun dia tau resikonya akan seperti apa.
Pria paruh baya itu pernah merasakan bagaimana sakitnya saat ditinggalkan oleh orang yang kita cintai. Karena ambisinya menjadi seorang Jaksa, dia harus menelan pil pahit dalam hidupnya.
Berselingkuh hingga menghasilkan anak di luar pernikahan yang akhirnya berujung dengan kepergian wanita yang sangat dia cintai dalam hidupnya.
Setelah mencoba berumah tangga lagi dengan wanita selingkuhannya, tuan Hendrawan mencoba membuka lembaran baru, namun tetap saja tidak seperti saat membina rumah tangga bersama mantan istrinya, yang tak lain adalah ibu kandung Soraya.
Hal itu juga yang membuat tuan Hendrawan selalu memanjakan Soraya, bahkan pria paruh baya itu selalu mendukung segala tindak tanduk sang putri, bagi tuan Hendrawan, membahagiakan satu-satunya yang tersisa dari wanita tercintanya adalah dengan memberi segalanya bagi Soraya, walaupun itu semua salah.
"Baiklah, apa yang harus Daddy lakukan?"
Soraya pun menceritakan semua rencananya kepada Daddynya, tuan Hendrawan hanya berdehem menanggapi ucapan sang putri.
Setelah menceritakan semua yang ada dipikirannya, Soraya tersenyum sumringah, mata birunya tampak berbinar, dirinya yakin bahwa kali ini rencananya akan berhasil seratus persen.
Soraya menutup panggilannya setelah mendengar instruksi Daddynya, gadis itu bergegas keluar kamar mencari sosok yang sejak tadi membentak-bentaknya, hanya pria itu yang bisa membantunya untuk kembali melancarkan aksinya.
πΈπΈπΈπΈ
Dinda terbangun tepat pukul tujuh malam, matanya mengerjap mencoba menyesuaikan cahaya yang masuk ke indera penglihatannya.
__ADS_1
Dinda meraih ponselnya yang tergeletak diatas nakas, wanita itu melihat sekilas jam yang ada di gawainya setelah itu dia meletakkan kembali, Dinda bangkit dari tidurnya, menyeret kakinya kearah kamar mandi, untuk membersihkan diri.
Sepuluh menit kemudian akhirnya Dinda selesai, saat keluar dari kamar mandi kedua netra hitamnya menyapu seluruh sudut kamar, namun tak mendapati sosok yang dia cari sejak mulai terbangun tadi.
"Mas Imran kemana yah" gumam Dinda pelan.
Dinda melangkah keluar kamar, mungkin suaminya sedang berada diruangan lain, pikirnya. Saat sedang berjalan menyusuri ruang tamu, tak sengaja indera penciuman nya menangkap bau yang sangat harum dari arah dapur. Karena penasaran, Dinda pun melangkah memasuki area yang sejak tadi menguarkan aroma yang sangat lezat.
Didapur, seorang pria yang sejak tadi dia cari terlihat sedang berkutat dengan beberapa alat dapur, ternyata suaminya sedang membuat makan malam untuk mereka, sebuah senyum indah terukir dibibir mungil ibu tiga anak itu.
Dinda melangkah diam-diam kearah sang suami, nampaknya Imran belum sadar bahwa sejak tadi ibu negara sedang memperhatikan dirinya yang berkutat dengan penggorengan.
Dinda menelusupkan kedua tangannya dipinggang Imran, sontak membuat pria itu sedikit terkejut, namun dia tau pasti bahwa pelakunya tidak lain adalah wanita tercintanya.
"Sudah bangun sayang" sapa Imran, tanpa mengalihkan posisinya, masih tetap berkutat dengan penggorengannya.
"Hmm" Dinda hanya berdehem, wanita itu menyandarkan kepalanya dibalik punggung sang suami, mencari tempat ternyaman.
"Kok ngga bangunin aku mas?" tanya Dinda setelah merasa nyaman dengan posisinya.
"Mas ngga tega sayang, kamu lelah banget kayaknya"
"Mas buatkan cumi asam manis, dan sayur asem"
Ceklek...
Suara kompor dimatikan, Imran berbalik menghadap kearah Dinda, setelah memastikan semua masakannya matang.
"Sebentar lagi Rio dan Manda dateng, bersama Twins dan Baby Sekar, jadi aku sengaja masak yang banyak" ucap Imran.
"Kenapa ngga bangunin sih mas, kan aku bisa bantuin"
"Ngga papa sayang, mas bisa kok, kamu juga tidurnya lelap banget tadi, jadi ngga tega banguninnya"
Dinda mengangguk pelan, "Ya udah, kalo gitu, biar aku aja yang siapin dimeja, mas bersih-bersih dulu gih"
"Iya sayang" Imran mengecup sekilas bibir Dinda yang merah, dan kemudian tersenyum tipis, setelah itu pergi meninggalkan Dinda untuk bersih-bersih.
__ADS_1
Dinda mengatur semua makanan yang sudah dibuat oleh suaminya diatas meja, setelah semua selesai, tak lama bel pintu rumahnya pun berbunyi.
Dinda menoleh kearah asal suara "Sepertinya Bang Rio, dan Mbak Manda sudah datang" gumam Dinda.
Kemudian Dinda bergegas membuka pintu, dan benar saja, orang yang sedang dia tunggu sudah berdiri didepan pintu, sambil tersenyum kearahnya.
Dinda mempersilahkan mereka masuk, tak lama Imran pun datang setelah membersihkan dirinya, semuanya akhirnya makan malam bersama.
ππππ
Waktu terus berlalu, tak terasa sudah seminggu sejak peristiwa dimana Imran dijebak oleh Soraya, Imran masih sibuk mencari kemana hilangnya pria yang bekerja sama dengan Soraya malam itu untuk menjebaknya, Imran berjanji pada dirinya sendiri, tidak akan melepaskan orang itu sampai dia menemukannya dan membuatnya menyesal telah berani bermain dengannya.
Seminggu ini, Imran sibuk mencari pria itu, selama itu pula Soraya dan Dimas mempersiapkan segalanya untuk kembali menjebak Imran dan Dinda, kali ini keduanya sangat yakin bahwa rencana mereka benar-benar akan sukses.
Waktu menunjukkan tepat pukul sembilan pagi, Dinda pun bersiap menjemput Twins disekolahnya.
Setibanya Dinda di sekolah, ternyata Twins belum selesai belajar, jadi Dinda memutuskan untuk menunggu kedua buah hatinya saja didekat sekolah.
Tanpa sepengetahuan Dinda, dua orang pria bertubuh kekar menghampirinya.
Salah satunya berdiri tepat dihadapannya, beralasan menanyakan alamat, sedangkan satunya lagi, berdiri tepat dibelakang wanita yang sedang menunggu anaknya itu, tanpa curiga Dinda pun menunjukkan arah alamat yang dimaksud pria itu.
Merasa kesempatan sedang berpihak, akhirnya pria yang sejak tadi berdiri dibelakang Dinda langsung membekap mulut Dinda dengan menggunakan saputangan yang sudah diberi obat bius sebelumnya, hingga akhirnya Dinda pun tak sadarkan diri dan segera dibopong kedalam mobil yang pria asing itu bawa.
Tbc
Terima kasih buat yang masih setia nungguin Miss...
tolong dukung author yaa...
caranya like vote komen dan tinggalkan jejak ππππ£π£π£
Jangan lupa Novel Miss difavoritkan
klik tanda love β€β€β€
Sekalian mampir di karya Miss yang baru judulnya " SAKIT TAK BERDARAH" dengan Cover yang baru
__ADS_1
See U Allπππ