Sebelah Hati

Sebelah Hati
CH 35


__ADS_3

ACARA KELULUSAN


Happy reading gengks


Masih banyak TypoπŸ™


🌟Author POV


Setelah acara barbeque dirumah Rio hari itu, Imran seolah menjaga jarak dari Dinda, pria itu tidak pernah lagi datang menjemputnya, hubungan keduanya pun menjadi renggang.


Dinda merasa mungkin inilah saatnya benar-benar melepaskan Imran, apalagi gadis itu sekarang mengetahui perasaan Sekar yang sebenarnya.


Tidak ada yang salah dalam cinta, hanya saja cinta itu akan menemukan jalannya sendiri. Kita hanya bisa menunggu sampai cinta itu saling bertemu.


Semakin hari Dinda dan Rio juga semakin dekat, hal itu juga yang membuat Imran menjauhi Dinda, tidak kuat menahan gejolak cemburu dalam hatinya, diwaktu yang sama pria itu juga tidak ingin menyakiti hati sang kekasih.


SMA adalah masa dimana kita berubah menjadi lebih dewasa, mandiri, dimasa ini juga merupakan awal kisah hidup Dinda dan Imran dimulai.


Dimana sang takdir justru menjebak mereka terikat satu sama lain, dengan sebuah kejadian yang tak pernah mereka duga sebelumnya.


Beberapa bulan terakhir para sahabat itu sibuk mempersiapkan diri menjelang ujian akhir, dan saat itu tiba kenangan mereka disekolah ini hanya akan menjadi kenangan yang tersimpan dengan rapi dimemori masing-masing.


Tepat Seminggu yang lalu, merupakan hari terakhir dari ujian nasional yang mereka lakukan. Hanya tinggal seminggu lagi menunggu hasil ujian itu keluar dan mereka benar-benar telah menjadi alumni.


Berjuta kenangan yang tercipta disekolah itu, khususnya buat gadis yang selalu dipanggil Iting.


"Apa aku bisa lupain kamu" gumam Dinda didalam hati.


Gadis itu saat ini sedang berdiri memandang kearah kelas yang telah menjadi saksi bahwa gadis itu pernah mengukir kenangan manis disekolah ini.


Kemudian Dinda, berjalan kearah taman belakang dimana gadis itu biasa menghabiskan waktu bersama para sahabatnya, bercanda tertawa bersama, sekelebat bayangan saat mereka masih duduk dibangku kelas sepuluh, dimana waktu itu masih menjadi junior termuda, melintas didepan matanya.


Gadis itu menyunggingkan senyum tipis saat kembali terkenang masa-masa kebersamaan mereka.


Perlahan Dinda berjalan mendekati bangku tua, yang menjadi saksi saat Imran menciumnya untuk pertama kali, kembali bayangan itu melintas didepan matanya, tak lupa saat gadis itu juga menampar wajah sahabatnya yang telah mengambil first kissnya.


Tanpa sadar gadis itu menyentuh kedua bibirnya, matanya berkaca-kaca, mengingat satu persatu kenangan yang tampak jelas didepan matanya.


Buliran bening yang sedari tadi menggenang dipelupuk mata gadis itu akhirnya menetes dari kedua manik indahnya, sungguh kenangan yang sangat berkesan dihati.


"Selamat tinggal" ucapnya lirih.


Gadis itu beranjak dari tempatnya berdiri sambil menyeka kedua pipinya yang basah, tanpa gadia itu sadari ternyata Imran juga ada disana sedang mengucapkan selamat tinggal juga untuk semua kenangan yang pernah mereka ukir ditempat itu.


Imran melihat Dinda yang perlahan menjauh tapi pria itu tidak berniat mengejarnya.


Berat memang melupakan seseorang yang selalu bersemayam dihati, tapi sungguh pria itu tidak dapat berbuat apa-apa.


🌊🌊🌊🌊


Tiga minggu kemudian


Malam ini adalah malam kelulusan atau biasa disebut sebagai malam perpisahan, dimana malam ini sekolah mengadakan acara untuk melepas para alumni yang telah lulus untuk melanjutkan pendidikannya dijenjang yang lebih tinggi.


Malam ini juga malam terakhir Dinda dikota ini, seminggu yang lalu Mbak Manda datang mengunjungi keluarga pakdenya yang tidak lain adalah Ayah Dinda.


Mbak Manda mengajak keluarga Ayah Imam untuk pindah kekota dimana pakde Ikhsan tinggal dan menawarkan modal untuk Ayah Imam membuka toko roti, masalah pengembaliannya tidak masalah dibelakangan kalo Ayah Imam udah balik modal dan udah punya keuntungan lebih.

__ADS_1


Mengingat Dinda yang sebentar lagi masuk keperguruan tinggi pasti memerlukan biaya yang tidak sedikit, dan Ayah Imam pun menyetujui jadi rencananya sepulang dari acara sekolah Dinda dan Rio langsung berangkat ke kota.


Rio juga berencana melanjutkan kuliahnya dikota tempat tinggal Mbak Manda, Selain itu pria yang selalu akrab dengan Dinda itu juga akan mengejar cintanya yang selama ini terpendam. Saatnya berjuang mendapatkan wanita pujaannya.


Acara demi acara berlangsung dengan hikmat, mulai dari sambutan - sambutan, sampai acara penghargaan bagi siswa - siswi terbaik, dan yang memperolehnya sudah pasti Dinda dan juga teman-temannya yang lain.


Memasuki sesi terakhir, Dinda mempersembahkan sebuah lagu yang mewakili perasaannya, diiringi oleh Rio tentunya.


Sebuah lagu yang sangat indah mengalun dari bibirnya yang mungil.


Jika aku harus menjadi korban


Aku rela tak mengapa


Asal engkau bahagia


Dan bila aku


Harus membunuh rasa cintaku


Aku ikhlas menerima


Walau pahit terasa


Walau hati menangis


Melihat kau dengannya bersama


Bahagiamu, bahagiaku


Deritamu, deritaku


Andai saja kau tak bahagia


Aku pasti akan kecewa


Doaku slalu menyertaimu


Dan biarkan kisah kita


Terkubur menjadi sebuah kenangan


Kelam, oh kelam


Walau hati menangis


Melihat kau dengannya bersama


Bahagiamu, bahagiaku


Deritamu, deritaku


Andai saja kau tak bahagia


Aku pasti akan kecewa


Cintai dia sayangi ....

__ADS_1


by Yang mulia "Bahagiamu bahagiaku".


Saat membawakan lagu itu Dinda sempat menitikkan airmatanya, Rio menyadarinya, pria itu terus memberi semangat dengan menggenggam tangan gadis kecilnya.


Rio tau betul lagu itu kepada siapa tertuju.


Ditempat lain, tepat disudut ruangan Imran sedang duduk dan seperti biasa Sekar selalu menemaninya.


Pria itu juga tampak tidak baik-baik saja, apalagi mendengar lagu yang dilantunkan oleh gadis keritingnya, hatinya terasa tercubit.


Dapatkah dia bahagia??


Dapatkah dia melupakan Dinda??


Dapatkah dia melupakan semua kenangan mereka??


Airmata pria itu jatuh begitu saja, saat ini dia bagitu rapuh, Sekar menyadari satu hal dari sikap Imran, pria itu jatuh cinta kepada sahabatnya dan berusaha membohongi hatinya sendiri.


Sekar menggenggam tangan kekasihnya, berusaha menyalurkan kekuatan untuk sang kekasih yang terlihat begitu terpuruk. Namun Imran tak menanggapinya, perhatian pria itu hanya tertuju pada gadis keritingnya yang sedang berada diatas panggung.


"Dinda gue sayang sama lo" gumamnya dalam hati.


Mungkin berbicara sekali lagi untuk yang terakhir akan membuat perasaanya lebih baik, pikirnya.


Setelah memberi hiburan, Dinda buru-buru meninggalkan panggung, gadis itu berlari keruangan belakang untuk menumpahkan segala rasa sakitnya, jujur saja saat gadis itu melantunkan lagu tadi hatinya ikut merasa sakit, secara tidak langsung dia pun berharap bisa melihat Imran bahagia dan melupakannya.


Rio mengejar Dinda yang pergi terburu-buru, pria itu tau bahwa gadisnya sedang tidak baik-baik saja.


Setelah menemukan Dinda yang sedang meringkuk dengan tangisnya disudut ruangan, pria itu pun menghampirinya kemudian mendekap erat tubuh Dinda, Rio baru melihat sisi rapuh gadis itu.


"Aku harus gimana kak, aku ngga sanggup begini terus" ucap gadis itu terisak.


Rio menepuk pelan punggung gadis yang sedang berada didalam dekapannya, sambil sesekali membelai rambutnya.


"Kalo emang kamu sayang sama Imran, kamu harus perjuangin, sampaikan perasaan kamu jangan diam atau kamu akan selamanya merasa tersakiti Thy" nasehat Rio.


"Aku ngga mau nyakitin perasaan Sekar, tapi aku juga ngga bisa jauh dari Imran aku sayang banget sama dia kak" sela Dinda masih sambil terisak.


"Aku bingung harus gimana kak" lanjutnya lagi.


Tanpa mereka sadari, sejak tadi Imran sudah berdiri diujung pintu, pria itu merasa khawatir saat melihat Dinda tiba-tiba berlari meninggalkan panggung.


Dan Imran mendengar semua yang Dinda dan Rio ucapkan.


"Jadi selama ini lo juga punya rasa sama gue Din? Terus lo deket sama Rio cuma buat gue jauhin lo? bodohnya gue."


batin Imran.


Rio tak sengaja melihat Imran yang sedang berdiri diujung pintu ruangan, pria yang sudah dianggap kakak oleh Dinda itu menyunggingkan senyum tipis, kemudian dia mengangguk seolah menjawab pertanyaan yang ada dibenak Imran.


"Dinda" Seru Imran.


**Tbc


plis vote like n komen πŸ‘πŸ‘πŸ‘


jangan lupa jejak ya gengks

__ADS_1


Konflik udah didepan mata.


See U All😘😘**


__ADS_2