Sebelah Hati

Sebelah Hati
CH 55


__ADS_3

BAHAGIALAH


Happy reading gengks


Maaf banyak typo


"Maaf" satu kata yang lolos dari mulut Imran setelah ciu*man panas mereka barusan, Imran sadar telah menyakiti dua hati sekaligus diwaktu yang bersamaan.


Imran keluar dari toilet setelah meminta maaf atas tindakannya tadi, sungguh pria itu tidak bermaksud mempermainkan kedua wanita dihatinya.


Sekar yang sangat dia sayangi, dan Dinda yang sangat dia cintai, bukan,, bukan maksud Imran mempermainkan mereka tapi Imran akui, saat berada di dekat Dinda, pria itu tidak dapat mengendalikan dirinya. Hatinya terisi oleh Sekar, tapi jiwanya terasa hampa tanpa Dinda.


Egois memang, tapi Imran sudah sangat berusaha bahkan mencoba berhubungan dengan Sekar layaknya suami istri, namun pria itu tetap merasakan perbedaan antara Sekar dan Dinda.


Jika Sekar memberinya sensasi yang meledak-ledak, berbeda dengan Dinda yang menghanyutkan dan membuatnya candu.


Imran pergi meninggalkan toilet, meninggalkan Dinda sendiri didalam, pria itu tidak ingin jika Sekar melihatnya bersama Dinda, dan kembali kecewa padanya walaupun kenyataannya bahwa dirinya kembali menorehkan luka dihati sang istri.


Dinda terpaku, Imran meninggalkannya lagi setelah keinginan pria itu tercapai.


Lagi dan lagi, rasa sakit kembali menjalari seluruh hatinya, beginikah rasanya ditinggalkan??? sesakit inikah rasanya dicampakkan secara langsung???


Airmatanya mengalir membasahi pipinya yang putih, Dinda menangkupkan kedua tangannya menutupi wajahnya, wanita itu terduduk lesu diatas closet, rasa sesal mengapa harus kembali bertemu dengan pria yang membuatnya menjadi single parent, dan kembali menyayat hatinya.


Setelah berusaha sekuat tenaga mengubur dan mengobati luka dihatinya dengan kehadiran Twins, kini luka itu kembali menganga, wanita itu menangis tersedu, merutuki takdir yang selalu membawa lukanya kembali terbuka.


Setelah merasa lebih baik, akhirnya Dinda keluar dari toilet, sebelumnya Dinda sudah membasuh wajahnya, tak ingin jika Twins melihat jejak airmatanya, Dinda menatap cermin, terlihat sangat jelas matanya yang bengkak habis menangis dan juga bibirnya yang sedikit bengkak akibat ciu*man panasnya dengan Imran tadi.


Dinda berjalan pelan menuju kursinya, dimana saat ini Twins menunggunya, saat melintasi kursi penumpang lain, tak sengaja ekor matanya menangkap sosok yang sudah memporak-porandakan hatinya sedang duduk bersama istrinya.


Nampak wanita itu, sedang merebahkan kepalanya dibahu sang suami, dan Imran pun sedang memejamkan matanya, entah pria itu sedang tertidur atau apa, Dinda tak bisa menebak.


Dinda kembali berjalan menuju kursinya, melihat pemandangan itu, kembali membuat hatinya sakit, namun siapa dirinya??? apa haknya???


Dilihatnya Twins sedang terlelap, senyum kecil terbit disudut bibirnya, seketika rasa sakitnya sedikit berkurang melihat kedua balita yang dia lahirkan tiga setengah tahun yang lalu.


πŸ’πŸ’πŸ’


Imran terhanyut dengan fikirannya, pria itu tidak sedang benar-benar tertidur, fikirannya melayang kembali saat dirinya berciu*man panas dengan Dinda ditoilet tadi.


Setengah jam kemudian pesawat akhirnya tiba di kota S, Sekar dan Imran bersiap untuk turun, begitu pula dengan Dinda dan Twins.


Berhubung Dinda duduk di kursi bagian depan, otomatis Sekar yang duduk dibagian belakang bisa melihat Dinda lebih dulu saat wanita itu berbalik, Sekar terkejut melihat Dinda yang juga satu pesawat dengannya dan lebih terkejut lagi saat kedua bocah yang tadi dilihatnya sedang menggenggam erat tangan mantan seniornya itu.


"Jadi bener, wanita muda tadi mbak Dinda, lalu apa hubungannya dengan kedua anak kembar itu?? apakah dia ibunya? jika dilihat dari lekuk wajahnya mereka memang sangat mirip, tapi kak Dinda menikah dengan siapa??"


Begitu banyak pertanyaan yang timbul dibenak Sekar, dia tidak ingin menduga-duga, tapi jika benar kedua anak kembar itu adalah anak Dinda bukankah bagus?


Imran menggandeng tangan istrinya saat turun dari pesawat, dia tidak melihat Dinda yang berada dibelakangnya, tapi Dinda bisa melihat Imran yang begitu perhatian dengan Sekar.

__ADS_1


Nyuuttt,,,,


Kembali rasa sakit itu mencubit hatinya, Dinda meremas baju depannya yang menutupi dadanya, berharap dengan cara itu rasa sakitnya akan menghilang.


Bang Rio ternyata sudah menunggunya didepan, saudara iparnya itu datang sendiri, istrinya tidak bisa ikut, karena anaknya yang masih bayi.


Rio melihat Dinda dan Twins berjalan keluar dari dalam bandara, kemudian pria itu berteriak memanggil Dinda dan kedua balitanya.


"Dinda,, Al,, El" panggil Bang Rio.


Mendengar namanya dipanggil, Dinda bersama kedua balitanya menoleh ke asal suara, Dinda tersenyum melihat saudara iparnya sudah menunggu didepan bandara.


Twins berlari kearah bang Rio, dan bersamaan memanggil pria itu.


"Papaaaa" sorak Twins bersamaan.


Rio merengkuh kedua tubuh bocah itu kedalam pelukannya, empat hari tak melihat kedua anak kembarnya membuat pria itu sangat,,, sangat merindukannya.


Dinda menghampiri ketiganya dan ikutan memberikan pelukan hangat kepada sang kakak ipar.


"Kangen bang" ucap Dinda setelah pelukannya terlepas.


Rio menjawil manja hidung sang adik, sambil tersenyum.


"Abang juga kangen"


"Kalian kangen ngga sama papa?" tanyanya.


"Kangen dong papa" jawab Twins.


Sungguh pemandangan itu bagaikan sebuah keluarga yang sangat bahagia, semua yang Dinda dan Rio lakukan tak luput dari penglihatan Imran dan Sekar.


Saat Rio memanggil Dinda tadi, tak sengaja Imran mendengarnya, dan langsung berbalik melihat siapa yang memanggil Dinda.


Imran terkejut melihat Rio, terlebih lagi saat melihat kedua bocah yang sempat dia tabrak di pantai saat masih di Bali berlari menyongsong pria itu, apalagi saat kedua bocah itu memanggilnya papa.


"Jadi benar, Dinda dan Rio sudah menikah?? bahkan memiliki sepasang anak kembar??" batin Imran.


"Jadi benar kedua anak itu anak kak Dinda? apakah kak Dinda menikah dengan kak Rio?? tapi kenapa kedua anak itu tidak mirip sama sekali dengan ayahnya tetapi lebih mirip dengan mas Imran?mungkinkah ini akan menjadi jalur yang akan terhubung? kuharap itu terjadi," batin Sekar.


Imran merasa sakit saat melihat kemesraan Rio dan Dinda, tapi siapa dirinya?? punya hak apa dia?? bukankah dia sudah memiliki Sekar?


Imran dan Sekar menghampiri Dinda dan Rio, bermaksud menyapa keluarga kecil itu.


Mungkin inilah saatnya melepaskan Dinda, dan memulai semuanya dengan Sekar, kali ini Imran akan benar-benar melepaskannya.


"Dinda, Rio" sapa Imran.


Dinda dan Rio berbalik bersamaan, mereka terkejut melihat Imran dan Sekar sudah ada dibelakangnya, tampak Imran sedang menggengam erat tangan Sekar, seolah takut kehilangan istrinya tercinta. Padahal tidak seperti itu, Imran hanya berusaha mengendalikan dirinya.

__ADS_1


Dinda tersenyum getir, namun tetap berusaha tegar, Rio menyadari apa yang Dinda rasakan kemudian pria itu menggenggam tangan adik iparnya seolah megalirkan kekuatan agar bisa menghadapi semuanya.


"Hai Imran, apa kabar? kalian juga dari Bali" tanya Rio basa basi.


"Iyah kami baru saja merayakan babymoon" bukan Imran yang menjawab melainkan Sekar.


Nyuttt....


Kembali rasa sakit itu mencubit hati Dinda, namun wanita itu berusaha tetap tenang.


"Kalian babymoon?? tapi kenapa kau menciumku Imran?? dasar bren*gsek" batin Dinda.


"Oh ya?? selamat yaa,, " Rio mengulurkan tangannya berniat mengucapkan selamat kepada Imran, kemudian Imran membalas uluran tangan Rio.


"Selamat juga atas pernikahan kalian, semoga kalian selalu bahagia." ucap Imran.


Dinda tak mengatakan apapun, saat ini dia hanya ingin melupakan semua, Dinda menghela nafas pelan kemudian tersenyum.


"Imran, Sekar berbahagialah kalian bersama keluarga kecil kalian, doaku semoga kalian selalu dilimpahkan kasih sayang, bolehkah kita seperti dulu?? seperti saat kita masih SMA bersahabat tanpa ada beban?" tutur Dinda.


Imran tersenyum, membenarkan ucapan Dinda. Sudah saatnya pria itu benar-benar melepaskan masa lalunya.


"Tentu saja Dinda, berbahagialah juga"


"Tentu akupun akan bahagia"


Kemudian Dinda memperkenalkan Twins kepada Imran dan Sekar, sebelum kedua pasangan itu akhirnya berpisah dan melanjutkan hidup masing-masing.


Dinda tak berharap jika suatu saat nanti Imran mengetahui identitas Twins.


**END


Akhirnyaaaa sampe part ending,,,


maaf jika tak sesuai ekspektasi...


jangan marah yaa ini cuma bentuk kehaluan othor...


tunggu season duanya ntar malam ok,,,


yang pasti ngga kalah seru dan tentunya konflik yang lebih hebat,,,


oh yaa othor juga bakalan buat cerita berbeda yang ngga kalah nyesek, dan lagi-lagi tokoh utama bukan dari kalangan atas jadi jangan lupa mampir ok....


tetap stay ok,,,,


jangan lupa vote, like orang coment so tinggalkan jejak πŸ‘£πŸ‘£πŸ‘£πŸ‘£πŸ‘£πŸ‘£πŸ‘£πŸ‘£πŸ‘£πŸ‘£πŸ‘£πŸ‘£πŸ‘£πŸ‘£πŸ‘£πŸ‘£**


See U All😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2