
LIBURAN BERASA BULAN MADU
Happy reading gengks
maaf masih banyak typo
π±πΏπ±πΏπ±
"Gimana! kamu suka sayang" bisik Imran.
Pria itu memeluk sang istri dari samping, sebelah tangannya melingkar erat dipinggang Dinda, sebelahnya lagi menggendong Sekar yang sudah terlelap sejak masih diperjalanan. Imran mengecup sekilas pipi Dinda dengan penuh sayang, lalu kembali mengedarkan pandangannya keseluruh kamar water villa tersebut.
"Aku suka, suka banget malah mas, makasih yah" Dinda menjawab dengan antusias, nampak jelas binar kebahagiaan terpancar dari kedua netranya, tak lupa ibu tiga anak itu juga membalas kecupan sang suami di pipinya.
Dinda berjalan memasuki kamar villa tersebut, menaruh barang-barang yang tadi mereka bawa, kemudian mengambil alih Sekar yang masih senantiasa terlelap di gendongan sang ayah.
"Sini mas, biar aku tidurkan Sekar diranjang" pinta Dinda.
Imran memberikan Sekar kepada ibunya, "Kalo gitu mas bersih-bersih dulu, abis itu kita jalan-jalan" sahut Imran sebelum berlalu dan dibalas anggukan oleh Dinda.
"Abang, adek maennya jangan jauh-jauh yah" seru Dinda kala melihat kedua balitanya sedang asik berkejaran keluar masuk kamar.
"Iyah Bunda" jawab Twins kompak.
Setelah membersihkan diri, Imran mengajak Twins berkeliling sekitar villa, menikmati pemandangan sunset di pulau Ayer.
Mereka berjalan-jalan hanya bertiga, Dinda tidak ikut, ibu tiga anak itu memilih menghabiskan waktu dikamar saja sore itu, karena Sekar masih asik didunia mimpinya, apalagi Dinda merasa sangat lelah akibat perjalanan tadi, jadi dirinya lebih memilih istirahat dikamar.
πππ
Malam harinya, Imran mengajak keluarga kecilnya makan di restoran yang tak jauh dari villa. Makanan yang tersedia di pulau Ayer beraneka ragam, ada beberapa restauran yang menyediakan makanan dimana pengunjung bisa memilihnya sendiri.
__ADS_1
Imran memilih beberapa menu sehat untuk Twins juga istrinya, setelah mengambilkan makanan, mereka berempat akhirnya bersantap dengan diselingi celotehan Twins.
Dinda mendudukan Sekar di bangku khusus bayi, kebetulan usia Sekar sudah memasuki enam bulan, jadi sudah bisa duduk sendiri.
Setelah bersantap bersama keluarga kecilnya, Imran mengantar Twins yang sudah kekenyangan dan juga kelelahan karena perjalanan siang tadi, membuat bocah kembar itu terlelap dalam gendongan sang ayah menuju kekamar, sedangkan Dinda menggendong Sekar yang juga nampak sudah sangat mengantuk.
"Mas, ngga keberatan menggendong Twins?" tanya Dinda merasa iba melihat suaminya menggendong kedia anak kembarnya sekaligus.
"Ngga pa pa sayang, ini ngga berat kok" sahut Ayah tiga anak itu.
Dinda mengangguk paham, setelah tiba di villa, Imran langsung membaringkan bocah kembarnya ketempat tidur mereka, tak berbeda jauh dengan yang dilakukan Dinda yang juga sedang menina bobo kan Sekar.
Tak butuh waktu lama, ketiga putra-putri mereka pun tertidur sangat lelap. Melihat ketiga anaknya sudah terlelap dengan nyenyak, Imran mengajak kekasih halalnya berjalan disekitar villa menikmati suasana malam yang begitu indah.
Imran membawa Dinda duduk di pinggir dermaga, menikmati sinar rembulan yang begitu indah, pria itu menggenggam erat tangan sang istri, kedua netranya tak beralih memandang salah satu keindahan Tuhan yang tercipta, membuat Dinda salah tingkah karena tatapan Imran yang begitu dalam.
"Kok liatnya gitu amat sih? ada yang aneh yah?" tanya Dinda yang berusaha menutupi rona merah di pipinya.
Imran menyibak anak rambut wanitanya yang sedikit terurai, dan menyampirkannya dibelakang telinga Dinda.
"Gombal" Dinda semakin merona, ibu tiga anak itu memukul pelan dada suaminya sambil menyembunyikan wajahnya, membuat Imran merasa gemas.
"Aku ngga gombal loh, kamu memang indah"
Wajah Dinda semakin terasa panas, "Apaan sih mas, jangan ngomong gitu" manja Dinda.
"Kenapa? emang aku salah?" tanya Imran sok polos.
"Aku malu mas" rengek Dinda.
Seketika tawa Imran pecah, pria itu kemudian menarik sang istri kedalam pelukannya.
"Aku bahagia Din, ngga nyangka yah, yang awalnya kita hanya sahabatan sekarang kita saling melengkapi" tutur Imran.
Dinda mengangguk, "Hmm, aku ngga nyangka, si kambing sekarang sudah jadi suami aku" ledeknya, sambil menjawil hidung Imran.
__ADS_1
Imran menangkap tangan Dinda yang mencubit hidungnya, "Sakit Sayang" keluhnya.
Pandangan keduanya pun bertemu, Imran dan Dinda sama-sama memandang kagum kedalam pasangannya.
Imran mengikis jarak antara dirinya dan Dinda, tak lama kedua bibir itu pun bertemu dan saling melu*mat. Sambil menikmati keindahan malam di Pulau Ayer, keduanya melepaskan gelora cinta yang terbendung sejak pagi tadi.
Imran melepaskan pagu*tannya setelah Dinda merasakan kehabisan oksigen, tak lama pria itu kembali melu*mat bibir manis milik Dinda yang sudah menjadi candunya, sedang kan satu tangannya menahan tengkuk wanitanya agar pagu*tan itu bisa semakin dalam.
Imran sudah merasakan miliknya mulai mengeras, akhirnya dia pun menyudahi permainan luma*t -melu*matnya karena tak mungkin meneruskannya ditempat ini. Imran masih cukup sadar untuk mengendalikan dirinya yang sudah mulai terbakar gairah, dirinya mengajak Dinda untuk melanjutkan permainan mereka di villa.
"Kita lanjut didalam saja sayang" suara Imran terdengar sangat parau, Dinda menjawab dengan menganggukkan kepalanya.
Imran berdiri terlebih dahulu, kemudian menarik tangan Dinda untuk ikut berdiri. Imran langsung menggendong tubuh Dinda dengan gaya bridal, rasanya tak ingin membuang waktu lebih lama lagi.
πΈππΈππΈ
Imran menggendong Dinda ke dalam villa, untung saja tempat tidur Twins dan tempat tidur mereka telah diberi sekat terlebih dulu, jadi saat terjadi perang antara negara Api dan negara Air, tidak akan mengusik tidur kedua bocah kembar itu.
"Aku mencintaimu Adinda Putri, jangan pernah pergi dariku" Imran.
βπβπβ
Tbc
Nah loh, masih di part uwu-uwu nih gengks,
Bersiap yah, negara Api akan segera menyerang negara Air, bisa dipastikan akan ada peristiwa ngeri-ngeri sedapp getoohhh, seperti kata mbak othor sebelah.
Tinggal satu atau dua part lagi nih, menuju konflik dahsyat, jadi persiapkan tisu, karena akan banyak mengandung bawang, mumpung bawang lagi murah.
Jangan lupa, itu jempolnya ditekan sampe masuk semua, kasih dukungan author, like komen atau vote.
Kirim bunga atau kopi juga boleh, n tinggalkan jejak.
Satu lagi nih.
Mampir ke karya Miss yang satunya.
"Sakit Tak Berdarah"
__ADS_1
See U All πππ