Sebelah Hati

Sebelah Hati
SEASON DUA


__ADS_3

FLASHBACK


Happy reading gengks


Maaf jika banyak typo


🌼🌼🌼🌼


"Din, Dindaaa"


Imran berseru memanggil nama Dinda berulang kali sambil terus mencari keberadaan sang istri, pintu demi pintu dia buka untuk memastikan apakah kekasih halalnya ada disana atau tidak.


Saat ini Imran sudah berada di sebuah bangunan tua tak berpenghuni yang berada di pinggiran kota, mencari wanita tercintanya menurut informasi yang dia dapatkan dari Rey sahabatnya sekitar satu jam yang lalu.


Yah, sekitar dua jam yang lalu Imran mendapatkan sebuah pesan singkat berupa sebuah video yang membuat dirinya sangat shock.


πŸ‘‰ Flashback πŸ‘ˆ


Imran melajukan kendaraannya dengan kecepatan diatas rata-rata, tujuannya saat ini adalah rumah seseorang yang beberapa hari lalu berusaha menjebaknya.


DIMAS


Satu nama yang entah mengapa tiba-tiba terlintas di benaknya, Imran mencurigai sepak terjang pria itu, mantan seniornya sewaktu masih mengenakan seragam putih Abu-Abu. Bukan tanpa alasan dirinya menaruh curiga terhadap Dimas, Imran tahu betul bagaimana Dimas yang sangat terobsesi ingin memiliki Dinda sejak mereka masih menuntut ilmu di sekolah menengah atas.


Bahkan Dimas sempat bekerja sama dengan Soraya menjebaknya agar Dinda salah paham terhadapnya dan meninggalkan dirinya, beruntung wanita pujaannya itu tak begitu mempercayai semua perkataan Dimas.


Sebelumnya, Imran menghubungi Mbak Manda, menanyakan kabar Twins dan Baby Sekar yang tadi dia titipkan kepada kakak sepupu istrinya itu, sesaat sebelum berangkat mencari Dinda kembali.


Setelah memastikan keadaan ketiga putra putrinya, Imran segera melajukan kendaraannya dengan kecepatan yang sangat tinggi ke apartemen milik Dimas. Tujuannya hanya satu, memberi pelajaran pada pria itu yang sudah berani mengganggu ketentraman keluarga kecilnya.


Sesampainya di tempat dimana Dimas tinggal, Imran segera menggedor pintu apartemen itu , namun cukup lama dirinya menunggu tak ada respon dari dalam apartemen tersebut, sampai tetangga yang tinggal tepat disamping kamar apartemen Dimas keluar karena merasa terganggu dengan suara yang berasal dari luar.


"Anda cari siapa?" tanya seorang pemuda yang baru saja keluar dari kamar apartemen disamping kamar Dimas.


Seorang pemuda sedang berdiri didepan pintu kamarnya, jika diperhatikan pemuda itu berusia sekitar 25 tahun, badannya tidak terlalu tinggi rambutnya sedikit berantakan, sepertinya dia baru saja terbangun dari tidurnya. Mungkin pemuda itu terbangun karena mendengar keributan dari depan kamar Dimas.


Imran menoleh ke sumber suara, "Saya mencari Dimas, apakah anda melihatnya?"

__ADS_1


Pemuda itu melihat penampilan Imran, mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki, kedua netranya menelisik tiap pergerakan yang dilakukan Imran.


"Anda ada hubungan apa dengan Dimas?" tanya pemuda itu lagi.


"Hanya tentang pekerjaannya yang tertunda, kebetulan saya ingin mengambil beberapa dokumen yang sempat Dimas bawa untuk ditandatangani" dusta Imran.


Imran terpaksa membuat alasan agar pemuda tersebut tidak merasa curiga dan dirinya bisa mendapatkan informasi lain dari pria muda di hadapannya itu.


Tidak mungkinkan Imran mengatakan bahwa Dimas menculik istrinya, itu hanya baru dugaan, tapi dia merasa sangat yakin dengan apa yang dia rasakan, feelingnya tak mungkin salah.


"Sudah beberapa hari ini Dimas tidak terlihat, sepertinya dia keluar kota" ucap pemuda itu kemudian.


"Apakah anda tahu, kemana perginya?" tanya dan hati-hati.


"Saya kurang tahu, tapi sejak Dimas pindah ketempat ini, orang itu tidak terlalu suka berinteraksi dengan tetangga sekitar, jadi kami juga tidak terlalu memperhatikan tingkah lakunya" jelas pemuda itu lagi.


Imran mengangguk, "Terimakasih, nanti lain kali saya akan kembali".


" Kenapa tidak mencoba menghubungi ponsel Dimas" pemuda itu bertanya sesaat sebelum Imran beranjak meninggalkan tempat tersebut.


Imran menghentikan langkahnya, pria tiga anak itu kembali menoleh kearah pemuda tersebut.


Sebenarnya Imran tak memiliki nomor ponsel Dimas, dirinya mengatakan hal itu hanya untuk mengorek informasi lebih dalam lagi mengenai mantan seniornya itu.


" Apakah anda mengetahui nomor ponsel Dimas yang baru?" pancing Imran.


"Saya tidak tahu, apakah nomornya baru atau tidak, karena saya hanya memiliki satu nomor kontak milik Dimas" ujar pemuda itu.


"Bolehkah anda memberitahu kepada saya nomor kontak Dimas?"


Pemuda itu terdiam, nampaknya dia sedang berfikir, tak lama pemuda itu pun menjawab setelah melihat ekspresi wajah Imran yang serius, mungkin memang ada urusan yang sangat penting pikirnya.


"Baiklah, anda tunggu sebentar, saya akan mengambil ponsel saya dulu".


Pemuda itupun kembali memasuki apartemennya, tak berselang lama dia kembali dengan sebuah benda pipih ditangannya.


Imran tersenyum, mungkin dengan melacak nomor ponsel Dimas dia akan mendapatkan informasi terbaru mengenai istrinya.

__ADS_1


Setelah memperoleh nomor kontak Dimas, Imran pun bergegas meninggalkan gedung itu, sebelum pergi dirinya mengucapkan banyak Terima kasih pada pemuda itu.


Imran segera turun dari lantai dimana kamar apartemen milik Dimas berada, dirinya segera menghubungi sahabatnya yang bernama Rey untuk secepatnya melacak keberadaan Dimas saat ini.


Namun belum sempat dirinya menekan nomor ponsel Rey, sebuah pesan masuk kedalam ponselnya.


"Kamu mencari istrimu?"


Imran mengernyit bingung, sebuah nomor tak dikenal mengirimkannya sebuah pesan singkat, "Siapa yang mengirim pesan ini? kenapa dia tahu aku sedang mencari Dinda?" gumam Imran.


"Nonton aku"


Tak lama sebuah pesan kembali masuk kedalam kotak pesan whatsappnya, namun kali ini diikuti dengan sebuah video berdurasi lima menit.


Karena merasa penasaran, Imran pun langsung membuka video yang dikirimkan orang tak dikenal tersebut.


Video itu sontak membuat mata Imran terbelalak, rahangnya tiba-tiba mengeras menyaksikan setiap kejadian dalam video tersebut.


Genggamannya semakin kuat mencengkram benda pipih yang sedang menampilkan tiap kejadian dalam video tersebut.


"BRENGSEK"


❄❄❄❄❄


Tbc


Mohon dukung Author terus yaa


Like vote or komen dan tinggalkan jejak gengks


Masukin novel Miss kedalam favorit


Jangan lupa mampir ke novel Miss yang lain


"Sakit Tak Berdarah"


See U All😘😘😘

__ADS_1



__ADS_2