Sebelah Hati

Sebelah Hati
SEASON DUA


__ADS_3

TERJEBAK


Happy reading gengks


Maaf jika typo bertebaran


🌹🌹🌹🌹


"Nomor yang Anda tujuan sedang berada diluar jangkauan, silahkan coba beberapa saat lagi"


Tutt... Tutt... Tutt...


Imran membanting ponselnya keatas ranjang, perasaannya saat ini sudah sangat kacau, sejak empat jam yang lalu dirinya berusaha menghubungi sang istri namun hanya suara operator yang terus menyapa dari nomor yang dia hubungi.


"Kemana kamu Dinda" Imran menghempaskan tubuhnya yang terasa sangat lelah, dirinya tak tahu kemana perginya sang istri.


Sejak dihubungi oleh guru dari Twins sekitar empat jam yang lalu, dirinya menjadi uring-uringan.


Flashback


Ibu Vivian, guru PAUD dimana Twins belajar, menghubungi Imran sekitar empat jam yang lalu dan memberitahukan bahwa sebentar lagi sekolah akan tutup, karena proses belajar telah selesai sekitar dua jam sebelumnya, sedangkan Al dan El belum ada yang menjemput sejak dua jam lalu.


Imran dibuat terkejut dengan ucapan ibu Vivian, pria itu sempat bertanya tentang ibunya yang akan datang menjemput, namun ibu Vivian mengatakan bahwa ibu dari Twins sempat terlihat sekitar tiga jam yang lalu, namun kini wanita itu menghilang entah kemana, bahkan mobilnya masih terparkir di area parkir sekolah tersebut.


Imran yang mendengar ucapan ibu Vivian sontak bergegas ke tempat dimana Twins menunggunya, dan benar saja mobil Dinda masih terparkir rapi di area parkir.


"Twins" seru Imran.


Twins yang mendengar namanya dipanggil oleh sang ayah, langsung berlari ke arah ayahnya. Imran menarik twins kedalam pelukannya, kedua balita itu menangis sesenggukan dalam dekapan sang ayah, Imran menepuk punggung kedua putra putrinya, untuk memberi sedikit ketenangan.


❄❄❄❄


Imran melajukan kendaraannya membelah jalanan, sesekali melirik kecermin untuk memastikan kondisi Al dan El, ternyata kedua anak kembar itu tengah terlelap dikursi belakang, mungkin karena kelelahan setelah menunggu sambil menangis tadi.

__ADS_1


Sebelumnya Imran sudah menghubungi salah satu OB ditempatnya bekerja untuk membantunya mengantarkan mobil Dinda kembali kerumah, saat ini dirinya sedang sibuk menghubungi nomor istrinya namun hanya suara operator yang terdengar dari seberang.


Flashback off


Imran kembali bangkit, dia tidak boleh menyerah, dirinya harus segera menemukan dimana keberadaan sang istri.


πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„


Ditempat lain


"Eeeuunngghh"


Dinda baru saja tersadar dari pingsannya, wanita itu memegangi kepalanya yang masih terasa sedikit pusing, perlahan matanya mengerjap menyesuaikan cahaya yang terasa silau di retinanya.


Dinda mencoba bangun dari tidurnya, badannya terasa sakit semua seperti sudah dipukul oleh balok kayu, Dinda mencoba duduk untuk bisa sedikit merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku, kedua netranya mengedar menyapu setiap sudut yang ada di ruangan itu, tak lama keningnya pun berkerut.


"Aku dimana?" gumamnya lirih.


Kembali Dinda memegangi kepalanya yang masih sedikit pusing, Lagi-lagi wanita itu mengedarkan pandangannya kesegala penjuru ruangan tapi tetap saja Dinda tak mengenal setiap sudut ruangan dimana tempatnya berada saat ini.


"Yah, pasti kedua orang itu ada hubungannya, tapi aku dimana sekarang?" ujar Dinda bingung.


Dinda akhirnya mengingat kejadian sebelum dirinya berada di kamar ini, tapi dia tidak tau apa tujuan kedua orang itu melakukan ini terhadapnya.


Dinda memeriksa pakaiannya, dan ternyata masih lengkap dan rapi berarti kedua pria itu tidak berbuat macam- macam.


Dinda kemudian beranjak dan segera mencari letak ponselnya, wanita itu tidak tau apa tujuan sebenarnya kedua pria itu melakukan ini, tapi dirinya harus segera pergi dari tempat asing dimana dirinya sekarang berada. Entah berapa lama dirinya tak sadarkan diri, Dinda tak mau ambil pusing, yang terpenting saat ini adalah segera meninggalkan tempat ini saat ini juga.


Sedang sibuk mencari ponselnya, tak sengaja Dinda menyentuh sesuatu dibelakangnya, karena terlalu fokus dengan benda yang dia cari sampai-sampai Dinda tak begitu memperhatikan apa yang ada disekelilingnya.


Dinda berbalik untuk melihat apa yang tadi tak sengaja disenggolnya, dan betapa terkejutnya wanita itu ketika mengetahui apa yang ada dibelakangnya.


Dinda langsung merosot ke lantai, kedua lututnya terasa lemas, tak mampu menopang bobot tubuhnya, kedua matanya membelalak seolah ingin keluar dari kelopaknya, mulutnya yang menganga dia tutup dengan salah satu telapak tangannya, saat ini Dinda benar-benar takut dan tak tahu harus berbuat apa.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁


Imran masih terus mencoba menghubungi Dinda, namun jawaban yang dia Terima masih sama dari beberapa jam yang lalu.


Pria itu terus saja mengumpat, merutuki kebodohannya, karena terlalu sibuk mencari keberadaan pria yang menjebaknya dirinya sampai lalai menjaga keluarga kecilnya.


Satu jam yang lalu dirinya kembali lagi kesekolah Twins untuk mencari petunjuk kemana hilangnya sang istri, namun karena waktu itu masih jam sekolah jadi jalanan disekitar masih sepi.


Karena tak mendapatkan satupun petunjuk akhirnya Imran memutuskan untuk berkeliling mencari keberadaan Dinda, siapa tahu tak sengaja dirinya melihatnya.


Saat akan menaiki kembali mobilnya, sebuah suara mengejutkannya dari belakang.


"Maaf Pak, apa bapak mencari seseorang?"


🌻🌻🌻🌻🌻


TBC


**Minal Aidin Wal Faidzin


Mohon maaf lahir dan bathin


Maafkan diriku yang masih suka menghilang, dan Terima kasih buat para reader yang selalu menunggu Dinda dan Imran, kalian adalah moodboster terbaik.


Jangan lupa dukung Miss terus yaa...


Like vote or komen biar Miss tambah semangat...


Jangan lupa tinggalkan jejak


Dan mampir juga kekarya Miss yang satunya


"Sakit tak Berdarah"

__ADS_1


See u All😘😘😘**



__ADS_2