Sebelah Hati

Sebelah Hati
SEASON DUA


__ADS_3

LIAR....


Warning - 21++


Masih adegan Hmm hmm


Dibaca pas buka puasa, sebelum masuk waktu Imsak....


Mengandung adegan dewasa, dibawah umur harap skip....


Jomloh harap berhati-hati, bisa menaikkan aliran darah....


Yang baca disaat sedang puasa, bukan tanggungan othor jika terjadi hal-hal yang diinginkan....


🌹🌹🌹🌹


"Bukankah itu Soraya? sedang apa dia disini?" gumam pria itu heran. Keningnya sampai berkerut.


Yah, pria yang sejak tadi menatap kearah Soraya adalah salah satu klien yang pernah memakai jasa Soraya.


Pria itu mendekati Soraya.


"Nona Soraya?" panggil pria itu.


Soraya menoleh kearah pria yang memanggilnya, alangkah bahagianya saat mengetahui Imran datang menghampirinya.


"Imrannn" desis Soraya, terlihat dari jauh Imran berdiri sambil tersenyum lembut kearahnya.


"Apa yang kau lakukan disini, nona Soraya" tanya Pria itu.


Bukannya menjawab, Soraya hanya tersenyum.


"Imran, kenapa kau lakukan ini?" Soraya mulai terisak saat pria itu mulai mendekatinya, membuatnya kebingungan.


Pria itu kemudian memapah Soraya yang sudah mabuk berat, menggiringnya kedalam mobil, tujuannya saat ini ingin mengantarkan gadis itu segera pulang.


Sepanjang perjalanan, Soraya terus saja meracau tak karuan, terkadang tertawa terkadang tiba-tiba terisak, membuat pria yang disampingnya kebingungan.


"Huft, Soraya sudah seperti orang tidak waras, tapi siapa Imran? sejak tadi dia memanggilku dengan nama itu? nama itu seperti tidak asing" pria itu bermonolog.


Sekitar dua puluh menit, akhirnya kendaraan yang mengantarkan Soraya tiba di gedung apartemennya, pria itu kembali memapah Soraya dan membawanya ke lantai delapan, dimana apartemen Soraya berada.


Pria itu tau dimana letak bahkan nomor kode apartemen Soraya, karena beberapa kali dirinya datang saat ingin membahas kasusnya dengan Soraya.


Setelah tiba didalam kamar apartemen, pria itu segera membaringkannya ditempat tidur, namun siapa Sangka Soraya justru menahan pria yang sudah berbaik hati mengantarkannya pulang.


"Imran, kau mau kemana?" Soraya kembali memanggilnya dengan nama yang lain.


"Maaf nona Soraya, aku harus pulang, dan satu lagi, aku bukan Imran, tetapi Dimas, Dimas Wijaya, orang yang kau bantu beberapa hari terakhir" tutur Dimas.

__ADS_1


Yah, pria yang mengantarkan Soraya pulang adalah Dimas, tak sengaja tadi dirinya melihat Soraya yang sudah mabuk berat di club malam.


"Ahahahah" ucapan Dimas membuat Soraya tertawa sumbang, bahkan imajinasinya saja membohonginya.


Soraya berdiri menghampiri Dimas.


"Kau pikir bisa menipuku? dasar pria tidak peka"


"Maaf nona, anda sudah mabuk berat, sebaiknya saya pulang"


"Jangan pulang Imran, aku akan melakukan apapun agar kau mau menemaniku" pinta Soraya memelas.


"Maaf nona, sebaiknya kau istirahat, nampaknya kau sangat lelah"


"Yah, aku lelah, aku lelah menunggumu, aku bisa memuaskanmu diatas ranjang melebihi istrimu" pekik Soraya tiba-tiba.


Dimas dibuat terkejut oleh suara Soraya yang tiba-tiba berteriak. Soraya kemudian mencium bibir Dimas dengan liar, awalnya pria itu tak merespon, namun Dimas hanyalah pria normal yang sudah lama tak mendapatkan tempat untuk menyalurkan hasratnya semenjak mengetahui perselingkuhan istrinya.


Dimas merasa jijik dengan istrinya sendiri, baginya lebih baik sekalian bermain bersama wanita jalang, dibandingkan dengan Meira yang sudah mengkhianatinya.


Soraya semakin liar, berusaha memancing bir*ahi Dimas, akhirnya pria itu membalas ciu*man Soraya tak kalah rakus.


Dimas yang sudah mulai terbakar gai*rah, Mel*umat bibir Soraya dengan buas, kedua tangannya mere*mas kedua bukit kembar milik Soraya membuat tubuh Soraya merasakan aliran listrik yang hebat.


Dimas mendorong tubuh Soraya hingga rapat ke dinding, tanpa melepaskan pag*utannya.


Dimas turun menci*umi leher jenjang milik Soraya, meninggalkan jejak-jejak perci*ntaan, perlahan tangannya mulai melucuti pakaian Soraya satu persatu.


"Mmpphh"


Dimas semakin liar, bibirnya terus menjelajahi tiap jengkal tubuh mulus Soraya, hingga ke area yang membuatnya semakin bersemangat.


Perlahan Dimas mengecup lembah milik Soraya yang sudah sangat basah, membuat Soraya semakin menggelinjang hebat, Dimas terus saja bermain-main di lembah milik Soraya hingga gadis itu tak kuat dan hampir terjatuh karena kedua lututnya menjadi lemas.


Dimas mengangkat tubuh Soraya yang masih bersandar di dinding kamar, Sontak membuat gadis itu melingkarkan kedua kakinya dipinggang milik Dimas.


Tubuh keduanya pun sudah polos tanpa benang sehelai pun menutupi, perlahan Dimas mengarahkan senjatanya kedalam. lembah milik Soraya yang berada dalam gendongannya, mendorongnya pelan hingga...


Jlebb


Akhirnya senjata milik Dimas berhasil masuk kelembah milik Soraya, gadis itu pun menge*rang kenik*matan.


Dimas menggoyangkan pinggulnya naik turun, memacu dengan ritme yang pelan, memberi kenyamanan bagi Soraya agar bisa menyeimbangkan permainannya.


Semakin lama gerakan Dimas semakin cepat, has*ratnya sudah menguasai pikirannya, Dimas kembali melahap bukit kembar milik Soraya yang ikut bergerak saat dirinya memacu.


Soraya meni*kmati permainan Dimas, disela Keni*matan yang dia rasakan, terus saja dia memanggil nama Imran.


Dimas menggiring tubuh Soraya yang berada dalam gendongannya kearah ranjang milik gadis itu, kembali Dimas memacu senjatanya di lembah Soraya, sudah lama Dimas tidak mendapatkan Keni*matan seperti ini.

__ADS_1


Des*ahan demi des*ahan mengalun indah dikamar itu, Dimas terus saja memacu senjatanya dengan has*rat yang menggebu.


Sesekali Dimas memutar tubuhnya, membuat Soraya berada diatas dan memegang kendali permainan.


"Yah, Faster baby" ucap Dimas saat Soraya bergerak tak karuan diatas tubuhnya. Dimas kembali melahap dengan rakus bukit kembar Soraya yang menggoda.


Keduanya saling berpacu menikmati panasnya malam, hawa dingin dikamar itu tak lagi terasa, digantikan dengan peluh yang membasahi tubuh mereka.


Entah berapa kali Dimas dan Soraya melakukannya, hingga keduanya terlelap dibawah selimut yang sama, tak ada kecupan sayang, tak ada ucapan terimakasih kasih, semuanya mereka lakukan hanya karena kebutuhan.


Soraya bukan lagi gadis perawan, kehidupan bebas di Jerman sudah biasa dia lakukan, Dimas tak merasa bersalah karena melakukannya dengan Soraya, bukankah Soraya yang terus memancingnya, kucing mana yang dikasih ikan emas model seorang lawyer divorse, bisa ditolak?


Semua hanya berdasarkan nafsu, kesenangan, dan perasaan suka sama suka, tak ada cinta dalamnya.


🌹🌹🌹🌹


Pagi harinya Soraya bangun lebih dulu, kepalanya masih pusing karena efek mabuk semalam.


Soraya memegangi kepalanya sambil meringis, ingin bangun namun sesuatu yang berat meni*ndih perutnya.


Soraya menoleh kesamping, dan betapa terkejutnya dia saat melihat tangan mantan kliennya sedang memeluk erat tubuhnya didalam balutan selimut yang sama.


"Dimas"


🌼🌼🌼🌼


Tbc


sekali lagi yah Miss ingatkan...


Baca sehabis buka, sebelum memasuki waktu Imsak, jika dibaca pas lagi puasa bukan tanggungan othor loh jika terjadi sesuatu yang diinginkan....


selamat menunaikan ibadah puasa ya bagi yang menjalankan, πŸ™πŸ™πŸ™


Miss cuma minta dukungan dari para readers,,,


tolong dukung Miss yaa...


caranya like vote komen dan tinggalkan jejak πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘£πŸ‘£πŸ‘£


Jangan lupa Novel Miss difavoritkan


klik tanda love ❀❀❀


Sekalian mampir di karya Miss yang baru judulnya " Sakit Tak Berdarah "


Dengan cover yang baru.


See U All😘😘

__ADS_1



__ADS_2