
AMBISI SORAYA
Happy reading gengks
Maaf jika banyak typo
ππππ
Dinda menyiapkan segala keperluan kantor suaminya, hari ini ada persidangan kasus yang sedang ditangani oleh Imran.
Imran tak menceritakan tentang yang telah terjadi dikantornya beberapa hari yang lalu, mengenai Soraya yang datang mengacau.
Menurut Imran itu bukanlah hal penting, toh Dinda dan Soraya tak saling mengenal.
"Sayang, sarapan udah siap" Dinda masuk kekamar memanggil Imran, terlihat pria itu sedang kesulitan memakai dasi karena terburu-buru.
Dinda melangkah kearah suaminya, berniat membantu Imran mengenakan dasi.
"Kalo butuh bantuan, bilang" ucap Dinda sambil membenarkan posisi dasi Imran.
"Nah Udah" Dinda menepuk pelan dada suaminya sambil tersenyum, Imran juga ikut tersenyum, kemudian mengecup kening sang istri.
"Makasih sayang, kamu yang terbaik" Dinda hanya mengangguk.
Keduanya berjalan menuju meja makan, disana sudah ada Twins yang sudah siap berangkat kesekolah.
"Wah anak ayah udah ganteng dan cantik, udah siap nih kesekolah" sahut Imran menghampiri kedua putra putrinya dan memberi kecupan dipucuk kepala kedua buah hatinya.
"Sudah Ayah"
"Sudah Ayah"
Jawaban Twins kompak.
Selesai bersantap, Imran dan Twins pun pamit, Dinda mengantar hingga kedepan pintu, menunggu sampai mobil sang suami menghilang dari pandangannya barulah Dinda masuk dan mengurus bayinya yang baru saja terbangun.
Dinda memang sengaja tak mengambil pembantu, dia lebih memilih mengurus suami dan anak-anak nya sendiri dibandingkan harus dibantu dengan ART.
ππππ
Di tempat lain.
Soraya tidak menyerah, setelah kemarin Imran menolaknya, gadis itu tetap bertekad merebut pria yang dia cintai.
Gadis itu menyewa seseorang untuk menyelidiki siapa istri Imran, tak membutuhkan waktu yang lama, data tentang Adinda putri pun sudah berada di tangannya.
__ADS_1
"Oh jadi ini istri kamu yang kamu banggakan" gumam Soraya pelan sambil membaca data-data Dinda.
Soraya tersenyum licik, "Aku punya seribu cara menghancurkan hubungan kalian."
Siang harinya Soraya ada janji temu dengan Dimas, Yah saat ini Soraya sudah menjadi pengacaranya dan akan segera mengurus segala keperluan perceraian Dimas dan Meira.
Dimas memang sudah menikah dengan Meira saat keduanya masih kuliah, saat itu Meira tengah hamil anaknya, tapi sayangnya Dimas hanya menjadikan Meira pelampiasan kemarahan karena Dinda dulu menolaknya.
Hingga Meira hamil dan mereka akhirnya menikah, tapi Dimas tak juga bisa menerima kehadiran Meira sebagai istrinya juga anak mereka, akhirnya Meira berselingkuh diam -diam dan baru terbongkar sekitar enam bulan yang lalu.
Perselingkuhan Meira terbongkar memang sejak enam bulan yang lalu, dan saat itu juga Dimas hendak melayangkan gugatan cerainya, namun Meira menolak, alasannya karena dia hanya membalas perbuatan Dimas yang selalu mengabaikan dirinya, akhirnya keduanya pun bertengkar hebat dan mengakibatkan Meira terjatuh dari tangga, hingga keadaannya koma.
Orang tua Meira meminta Dimas tidak menceraikan Meira setidaknya sampai Meira sadar, dan setelah enam bulan akhirnya Meira sadar dari komanya, Dimas pun memutuskan segera mengurus perceraian mereka, ditambah lagi kemarin dia sempat bertemu dengan wanita pujaannya.
ππππ
Seperti biasanya, setelah jam makan siang Imran pasti menghubungi sang istri untuk sekedar memberinya semangat, tapi siapa sangka ditengah percakapannya dengan ratu hatinya, tiba-tiba Soraya memasuki ruangannya, membuat Imran harus mengakhiri percakapannya dengan sang istri.
Gadis itu berjalan mendekat kearah kursi tamu diruangan Imran, membawa beberapa kotak makan, nampaknya Soraya sengaja membawakan Imran makanan.
"Kamu ngapain lagi kesini?" tanya Imran.
Soraya menoleh, gadis itu tersenyum manis kearah Imran.
"Aku bawain makan siang, kamu belum makan kan? sahut Soraya santai.
Imran semakin geram dengan tingkah Soraya, " Bukankah sudah kukatakan, berhenti menggangguku, Soraya" sergah Imran tegas. Kali ini dia tidak akan membiarkan gadis itu seenaknya.
"Kamu kenapa sih, aku kan cuma bawain makanan" kekeh Soraya.
"Tidak perlu repot, aku sudah makan, silahkan bawa kembali makananmu itu" ucap Imran dingin.
"Tapi Imran... " ucapan Soraya terputus karena Imran langsung membentak nya.
"Keluar" hardik Imran sambil menunjuk pintu ruangannya.
Soraya menghentakkan kakinya, merasa kesal karena lagi-lagi Imran bersikap kasar padanya.
Tiba-tiba melintas sebuah ide jahat dibenak wanita itu. Dia pun tersenyum licik.
"Kalau aku tak bisa membuatmu bertekuk lutut, namaku bukan Soraya" monolog Soraya.
πΊπΊπΊπΊ
Dua minggu berlalu, Soraya tak lagi menampakkan batang hidungnya dihadapan Imran sejak kejadian siang itu, nampaknya gadis itu sedang sibuk mengurus sidang perceraian Dimas.
__ADS_1
Dinda sedang menyiapkan sebuah pesta untuk memberi surprise kepada Imran, malam ini adalah perayaan ulang tahun Imran, tapi nampaknya pria itu lupa dengan hari lahirnya sendiri.
Dengan dibantu beberapa teman, Dinda membuat pesta yang sederhana untuk suami tercintanya, tidak banyak yang diundang hanya beberapa kerabat seperti Bang Ryo dan Mbak Manda juga beberapa rekan kerja Imran dan pastinya Abah, juga akan hadir.
Imran terkejut sampai rumah, mendapat surprise yang tak pernah di duga sebelumnya, Dinda memang sudah menjadi semangat hidupnya bersama ketiga anak mereka.
"Terima kasih sayang" Imran mengecup kening Dinda.
"Dipotong kuenya mas"
Potongan pertama untuk istri tercinta lalu twins. Kebahagiaan yang sempurna bukan.
Hidup bersama wanita yang kau cintai, dikaruniai anak-anak yang menggemaskan, kebahagiaan selalu menyertai keluarga kecilmu, nikmat mana lagi yang engkau dustakan.
Tapi bagaimana jika ditengah kebahagiaan ternyata ada sebuah duri yang tersembunyi yang siap menusuk hingga kebahagiaan itu hancur.
Ternyata kebahagiaan keluarga kecil Imran sedang diincar oleh orang-orang yang iri, yang ingin juga merasakan kebahagiaan yang sama namun dengan menghancurkan yang lama terlebih dahulu.
Kita hanya bisa merencanakan kebahagiaan itu, namun kita tidak pernah tau pasti kapan badai akan menyerang.
πΉπΉπΉπΉ
Soraya melangkah dengan angkuh memasuki sebuah rumah yang sedang mengadakan pesta ulang tahun pria pujaannya, sebelumnya gadis itu diberi informasi oleh orang suruhannya untuk mengawasi kegiatan Dinda selama dirinya sibuk mengurus kasus yang dia tangani, dan disinilah dia sekarang didepan pintu utama kediaman Imran.
Soraya mendapat kabar malam ini, Dinda akan mengadakan sebuah pesta kejutan untuk Imran, gadis itu melangkah mencari sosok yang selalu membuatnya gelisah, tak jauh dari tempatnya berdiri, Soraya bisa melihat pria yang sejak tadi dia cari sedang asik bersama istrinya, memberi kecupan - kecupan kecil diwajah sang istri.
Kemesraan Imran dan Dinda membuat Soraya seakan terbakar, gadis itu menghirup nafas dalam mencoba bersikap setenang mungkin, dia sudah menyiapkan sebuah rencana dan malam ini rencana itu harus berhasil.
βββββ
Tbc
selamat menunaikan ibadah puasa ya bagi yang menjalankan, πππ
Miss cuma minta dukungan dari para readers,,,
tolong dukung Miss yaa...
caranya like vote komen dan tinggalkan jejak ππππ£π£π£
Jangan lupa Novel Miss difavoritkan
klik tanda love β€β€β€
Sekalian mampir di karya Miss yang baru judulnya " Sakit Tak Berdarah "
__ADS_1
See U Allππ