
MEMINTA MAAF
Happy reading gengks
Maaf masih banyak Typo
Imran keluar dari toilet, saat ini fikirannya dipenuhi rasa bersalah.
Bersalah terhadap Dinda, dan juga Sekar yang sekarang telah menjadi istrinya. Tujuannya saat ini pergi ketempat sang istri dan meminta maaf.
Imran akui, selama empat tahun menikah dirinya tidak pernah membuat Sekar menjadi istri yang sebenarnya hingga malam indah itu terjadi walaupun akhirnya kembali menorehkan perih dihati sang istri.
"Sekar" panggilnya.
Merasa namanya disebut, Sekar menoleh kearah sang suami.
Senyum indah terukir dibibirnya yang manis. Itulah yang membuat Imran semakin merasa bersalah. Selama empat tahun menikahi Sekar, tak pernah sekalipun ada rasa cinta dihatinya, seolah cintanya sudah habis dibawa oleh Dinda.
Tapi, walaupun Imran tidak pernah mencintai Sekar, pria itu mengakui bahwa dirinya sangat menyayanginya. Bagaimana pun Sekar tidak bersalah dalam hal ini, tapi dirinyalah yang melibatkan wanita itu sejak awal.
Melihat senyum sang istri, membuat perasaannya membaik.
"Dinda benar, aku harus memikirkan perasaan Sekar, bagaimanapun Sekar adalah istriku, dan saat ini sedang mengandung anakku." batin Imran.
Imran berjalan mendekati istrinya, dirangkul nya pinggang sang istri kemudian mengecup keningnya dalam.
Sekar yang mendapatkan perlakuan seperti itu dari sang suami, sontak merasa terkejut sekaligus merasa bahagia, padahal tadi wanita itu jelas-jelas melihat suaminya menyusul Dinda, tapi sekarang?
"Apa yang terjadi?" pikirnya.
"Mas Imran kenapa?" tanyanya penasaran.
Imran menggeleng, pria itu menyunggingkan senyum manis dibibirnya.
"Ngga kok, mas ngga pa pa mungkin cuma efek kecapean," jawab Imran "kita pulang yuk,?" ajaknya.
"Ya udah kita pulang, tapi kita pamitan dulu sama kak Vana dan kak Wawan." Ucap Sekar lembut.
"Ya udah kita samperin abis itu kita balik, kasian kalo kamu kelamaan berdiri" Tutur Imran sambil menarik tangan sang istri.
Imran terus menggenggam tangan istri seolah ingin memperlihatkan kepada semua orang bahwa mereka adalah pasangan yang sangat bahagia.
Sekar hanya diam mengikuti langkah sang suami, dalam hatinya, Sekar merasa sangat bahagia karena baru kali ini suaminya memperlakukan dirinya seperti itu dihadapan semua orang.
Sekar akui bahwa selama menjadi istri Imran, suaminya bahkan tidak pernah menunjukkan kemesraan mereka pada semua orang, emang apa yang mau ditunjukin? Imran memperlakukannya seperti istri pada umumnya tapi tidak pernah bersikap mesra padanya, bahkan saat Sekar menyerahkan mahkotanya lima bulan yang lalu, Imran masih sempat menyebut nama wanita lain diakhir percintaan mereka.
__ADS_1
Setelah pamit, Imran langsung mengajak istrinya pulang, saat ini dirinya merasa sangat lelah, entah tubuhnya, hatinya, dan juga fikirannya butuh istirahat.
Imran lelah menghadapi takdir yang terus mempermainkan nya, saat ini dia hanya butuh menenangkan diri.
"Sekar, kamu mau ngga liburan?" tanyanya pada sang istri.
"Mau mas, kita liburan kemana?" Balik bertanya.
"Gimana kalo ke Bali?"
"Aku mau," jawab Sekar antusias.
"Ya udah, kalo gitu sampe rumah, kamu siapin keperluan kita selama disana, karena nanti malam kita berangkat"
"Ini serius mas?" tanya Sekar tak percaya.
"Iya sayang," jawab Imran sambil tersenyum.
Sekar terkejut saat mendengar sang suami yang memanggilnya sayang, karena baru kali ini suaminya memanggilnya seperti itu.
"Kenapa kamu liatin aku kek gitu, hm?" tanya Imran lembut, sambil meraih tangan Istri nya untuk dia genggam.
"Mas Sehat?" tanpa menjawab pertanyaan suaminya, Sekar balik bertanya, keningnya mengkerut keheranan.
"Maksud kamu?" tanya Imran.
"Yah, ngga biasanya kan mas manggil aku sayang" ucap Sekar lirih.
Imran tersenyum getir, dirinya mengakui bahwa selama ini sudah mengacuhkan Sekar terlalu lama. Diraihnya kedua tangan Sekar, kemudian mengecupnya bergantian.
"Sekar, mas minta maaf atas semua perlakuan mas selama ini, mas akui sudah cukup lama mas mengacuhkan kamu, dan sekarang mas ingin kita seperti pasangan suami istri yang lain, mas ngga janji ngga akan buat kamu nangis tapi sebisanya mas ingin membuat kamu dan anak kita bahagia," terang Imran.
"Mas akan selalu berusaha yang terbaik buat keluarga kecil kita, mas juga minta maaf kalo selama ini yang mas fikirkan hanya perasaan mas sendiri, terlalu mencintai Dinda yang pada kenyataannya sejak awal mas udah kehilangan dia dan melupakan kamu istri mas, sejujurnya mas sangat menyayangi kamu Sekar" Lanjutnya lagi.
Sekar tak dapat berkata apa-apa, mendengar ucapan suaminya yang begitu tulus dari bibirnya seolah ribuan bunga memenuhi hatinya, tanpa dirinya sadari bulir kristal mengalir di kedua sudut maniknya.
"Mas tau kalo mas bukan suami yang baik, tapi mas sangat menyayangi kamu dan anak kita, mas ingin kita mulai dari awal, mas akan mencoba melupakan Dinda dan belajar mencintai kamu, kamu mau kan memulai semuanya dari awal sama mas? "
Sekar mengangguk dengan cepat, wajahnya sudah basah karena air mata, perasaannya kini seperti melayang tinggi.
"Aku mau mas, mau banget, tapi aku punya satu permintaan boleh?" tanya Sekar ragu-ragu.
"Boleh sayang apapun itu akan coba mas lakukan"
"Aku hanya ingin kasih sayang mas, tolong jangan hapus nama Kak Dinda dihati mas" pinta Sekar.
__ADS_1
Imran terkejut mendengar permintaan sang istri, baru kali ini dia mendengar ada istri yang meminta agar suaminya tak melupakan mantannya? dan orang itu adalah istrinya sendiri.
"Maksud kamu apa?" tanyanya Tak mengerti.
"Aku bahagia kalo mas sayang sama aku dan anak kita, tapi aku ngga mau kamu lupain Kak Dinda, aku ngga mau menggantikan posisinya dihati mas, cukup kasih aku tempat spesial lain dihati mas tanpa menggeser kedudukan Kak Dinda disini." jelas Sekar sambil menunjuk dada suaminya.
"Tapi-"
Belum sempat Imran menyelesaikan ucapannya, sang istri langsung berkata.
"Aku mohon mas," pintanya memelas.
Tak ada pilihan lain, Imran mengiyakan permintaan sang istri walaupun merasa bingung, bukankah seharusnya istrinya meminta agar suaminya melupakan masa lalu tapi kali ini kasusnya terbalik, justru istrinya tidak ingin jika dirinya melupakan masa lalunya. Imran mengangguk tanda setuju.
"Terima kasih mas," Sekar langsung memeluk suaminya saking bahagianya.
Setelah beberapa saat, pelukan itu terurai, Sekar menatap maniknya milik suaminya, begitupun sebaliknya, sesaat pandangan suami istri itu bertemu, senyuman yang selalu menenangkan Imran terpampang jelas diwajah sang istri.
Diraihnya wajah Sekar, perlahan menariknya lebih dekat dan semakin dekat.
Cup!!
Sebuah kecupan singkat Imran daratkan dibibir sang istri, rasanya manis walaupun tak semanis bibir Dinda yang dapat membuatnya candu.
Cup!!
Kembali Imran, mengecup bibir istrinya, tapi bukan sekedar kecupan singkat, perlahan Imran mulai melu*mat bibir sang istri dengan lembut, rasanya berbeda saat dirinya melakukannya dengan Dinda, seolah ada daya tarik yang kuat yang terus menariknya lebih dalam.
Jika saat berci*uman dengan Dinda dapat membuat Imran hanyut dan merasa candu, berbeda dengan Sekar, ada rasa manis dan semakin terasa manis saat mengecupnya lebih dalam.
Semakin lama ciu*man itu semakin panas, yang awalnya hanya berupa kecupan singkat kini menjadi lum*atan - lum*atan yang semakin menuntut.
Sekar yang juga ikut terbawa suasana, membalas ciu*man sang suami tak kalah hebatnya, perlahan tapi pasti, Sekar memberi akses untuk suaminya mengabsen tiap inci didalam mulutnya, keduanya saling bertukar saliva, saling menikmati rasa manis satu sama lain.
Tbc
plis vote like n komen gengksπππ
jangan lupa jejak π£π£π£
chapter mendekati ending, Kira-kira siapa yang akan bersama dengan Imran? Dinda? Sekar?
Tetap stay ok
See u allπππ
__ADS_1