
Flashback
Happy reading gengks
Maaf banyak typo
Delapan bulan yang lalu....
Setelah pulang dari babymoon, Sekar merasa sangat penasaran dengan kedua anak kecil yang diakui Dinda sebagai anaknya bersama Rio, Wanita yang tengah mengandung empat bulan itu tidak percaya begitu saja dengan yang dikatakan oleh mantan seniornya itu, bukan tanpa sebab, Sekar merasa wajah anak perempuan Dinda sangat mirip dengan suaminya.
Diam - diam Sekar menghubungi teman kerja suaminya, Mbak Rahayu. Sekar menceritakan semua kisahnya bersama sang suami, tak lupa juga tentang perasaan Imran terhadap Dinda selama ini, tidak ada yang Sekar tutupi.
Sekar berjanji pada dirinya sendiri bahwa jika dugaannya benar, maka dia akan membuat mereka kembali bersatu.
Mbak Rahayu adalah teman seangkatan Imran, profesinya sebagai Divorse lawyer, sama seperti Soraya.
Sedangkan suami mbak Rahayu seorang Tentara. Bagi mbak Rahayu mencari informasi seseorang tidaklah sulit, mengingat profesinya yang seorang pengacara, tentu saja memiliki koneksi yang luas. Maka dari itu Sekar sangat mempercayai mbak Rahayu.
Sekar juga tidak sungkan menceritakan semua beban yang ada dihatinya, baginya mbak Rahayu sudah seperti saudara perempuannya.
Hanya butuh waktu seminggu, akhirnya Mbak Rahayu memperoleh semua informasi tentang Dinda dan kedua anak kembarnya.
Dokumen tentang informasi Dinda yang Sekar dapatkan dari mbak Rahayu akan dia gunakan untuk menyatukan Dinda dengan Imran jika waktunya sudah tiba.
π π π
Di tempat lain, seorang wanita muda sedang uring - uringan karena semalam pria yang dia tunggu tak datang memenuhi undangannya.
"Breng*seekk*umpat wanita itu.
Dia terus saja mengumpat dan membanting segala benda yang berada di sekitarnya, wanita itu merasa sangat kesal karena semua rencananya untuk menjebak pria itu gagal total.
Ya, wanita itu adalah Soraya, semalam adalah pesta ulang tahunnya, tapi pria yang dia tunggu yang tak lain adalah Imran, tidak datang dengan alasan ada rapat dengan klien yang sedang dia tangani.
Padahal Soraya, sudah berdandan dan berpenampilan sangat sexy bermaksud ingin menggoda Imran, namun hingga tengah malam pria itu tak jua menunjukkan barang hidungnya.
Soraya sudah menyiapkan obat yang akan membuat Imran tak sadarkan diri dan bermaksud menjebaknya tapi sayangnya rencana gadis itu gagal π.
Soraya tampak seperti orang yang tidak waras, gadis itu terus saja mengumpat, penampilannya awut-awutan, sudah persis seperti orang gila.
" Imran sialan, baru kali ini ada pria yang menolakku, akan kupastikan kau menjadi milikku." Soraya kembali melempar benda di sampingnya hingga terkena cermin dimeja riasnya dan membuat cermin itu hancur berkeping-keping.
Disaat yang bersamaan, sebuah panggilan masuk ke ponsel gadis itu.
"Halo, " - Soraya.
__ADS_1
"Halo Soraya, ini mama sayang" jawab suara dari sebrang, yang ternyata adalah Ibu tirinya.
"Iyah mah, ada apa?"
"Papa sakit, kamu dan James disuruh pulang oleh papa,"
"Papa sakit? sakit apa mah? " tanya Soraya panik.
Walaupun Soraya berada jauh dari sang papa, tapi gadis itu sangat peduli pada papa nya, sejak kecil Soraya sudah dimanja oleh pria paruh baya yang dia panggil papa itu, semua keinginan Soraya selalu dipenuhi olehnya.
"Penyakit jantung papa kambuh, dan harus segera dioperasi, menurut dokter, jantung papa akan dipasangi ring. Papa ingin melihat kalian sebelum dioperasi, jadi papa menyuruh mamaenghubungi kalian untuk segera pulang ke Jerman." Terang mama Natasya.
"Soraya akan pulang, mah." ucap Soraya diakhir percakapannya dengan Natasya.
Setelah menutup panggilan dari sang mama, Soraya pun bersiap untuk kembali ke Jerman, tempat tinggal sang papa tapi gadis itu berjanji akan kembali dan merebut Imran dari istrinya.
ππππ
Imran pulang larut malam ini, setelah pertemuannya dengan kliennya tadi siang, pria itu harus ke suatu tempat, untuk mengecek beberapa bukti penting. Akibatnya pria itu pulang terlambat.
Sekar terbangun saat mendengar suara pintu didorong, wanita buncit itu tersenyum saat melihat sang suami sudah pulang, kemudian Sekar bangun dari tempat tidur dan mengambil alih tas kerja suaminya.
"Pulangnya malam banget mas?" tanya Sekar.
"Iya sayang, soalnya tadi harus ke TKP dulu ngecek CCTV" jawab Imran.
Setelah menyiapkan air panas untuk suaminya membersihkan diri, dan setelan pakaian rumah Imran, Sekar turun dan menyiapkan makan malam untuk suaminya, Sekar tau betul, jika suaminya pulang larut pasti dia belum makan.
Keesokan harinya, Sekar pergi cek kandungan dirumah sakit. Rencananya hari ini Sekar akan ditemani suaminya tau tiba-tiba Imran mendapatkan panggilan dari kliennya terpaksa Sekar pergi sendiri.
Selama diperjalanan, Sekar terus berfikir mengenai anak kembar Dinda, usia mereka tiga tahun lebih, itu artinya Dinda hamil sebelum Imran dan dirinya menikah, tapi kenapa Dinda tak memberi tau Imran tentang kehamilannya? kenapa Dinda tak menuntut pertanggungjawaban Imran? Dan kenapa Dinda malah menghilang? Dimana dia selama ini, sampai kedua anak kembarnya tidak diketahui keberadaannya? Dan kenapa baru sekarang mereka bertemu?
Banyak pertanyaan yang muncul dibenak Sekar, namun tak ada jawabannya.
Sesampainya Sekar dirumah sakit, calon ibu muda itu segera menemui dokter kandungan yang menanganinya.
Diruangan Dokter....
"Sekar, apakah suamimu sudah mengetahui keadaanmu?" tanya dokter yang menangani kehamilan Sekar.
Sekar menggeleng sambil tersenyum tipis.
"Belum dok" jawab Sekar.
Dokter mengernyit heran, kenapa pasiennya satu ini sangat keras kepala, Kemudian dokter kandungan yang bernama Dr, Farida itu menggeleng.
__ADS_1
"Kamu tau kan resikonya mempertahankan bayi ini?" tanya dokter Farida lagi.
"Aku tau dok, tapi hanya ini yang bisa aku tinggalkan untuk mas Imran." ucapnya memelas.
"Tapi Sekar, setidaknya suami kamu tau tentang kondisi kamu" saran Dokter Farida.
Sekar menggeleng, tak setuju dengan saran dokter kandungannya.
"Ngga dok, klo mas Imran tau, pasti dia lebih memilih menyelamatkan aku dari pada anak ini, aku ingin anak ini lahir dan menjadi kenangan terakhir aku untuk mas Imran." terang Sekar.
Dokter Farida bingung menghadapi sikap keras kepala Sekar, bukankah jika Suaminya menyelamatkannya mereka masih bisa berobat dan kembali memulai program hamil, dan masih berkesempatan untuk memiliki anak lagi, tapi berbeda dengan Pasiennya yang satu ini, justru lebih ingin mengorbankan dirinya demi memberi kehidupan kepada sang anak.
"Tapi Sekar-" ucapan Dokter Farida terputus.
"Aku mohon dok, anak ini adalah bukti kasih sayang mas Imran ke aku, walaupun nanti aku ngga bisa melihatnya tumbuh, setidaknya akan ada yang bisa merawatnya. Jadi aku mohon dok, tolong sembunyikan semua penyakit ku dari Mas Imran setidaknya hingga waktunya tiba" mohon Sekar.
"Maksud kamu apa Sekar? " tanya dokter Farida, bingung dengan ucapan Sekar.
"Aku mencintainya dan akan aku lakukan yang terbaik untuk anak kami, aku berjanji dok, aku tidak akan kenapa-kenapa, percaya sama aku." ucap Sekar meyakinkan.
Dokter Farida tampak menghela nafas kasar, Sekar benar-benar membuatnya merasa bersalah, disatu sisi tentang kemanusiaan disisi lain tentang profesinya.
"Baiklah Sekar, tapi jika nanti terjadi sesuatu padamu, terpaksa aku akan memberi tahu Imran tentang kondisimu" tegas Dokter Farida.
"Aku janji Dok, tidak akan terjadi apapun terhadap kami"
Setelah berkonsultasi dengan Dokter Farida, Sekar bersiap pulang, kondisi bayinya cukup baik.
Saat berbalik, wanita itu terkejut saat melihat sosok yang membuat jantungnya berdegup kencang. Matanya membulat melihat tatapan tajam orang itu.
"Kak Dinda".
Tbc
tolong dukung author yaa...
caranya like vote komen dan tinggalkan jejak ππππ£π£π£
Jangan lupa Novel Miss difavoritkan
klik tanda love β€β€β€
Sekalian mampir di karya Miss yang baru judulnya " Sakit Tak Berdarah "
See U Allππ
__ADS_1