
MURID BARU
Happy reading gengks ππ
Typo masih bertebaran ππ
Dari tempatnya berdiri Imran bisa melihat dengan jelas bahwa ada yang sedang berusaha mendekati gadis keritingnya, dan hal itu membuatnya geram. Rasanya tak terima jika gadisnya ada yang mendekati, padahal dia sendiri kan udah punya kekasih.
Tangannya mengepal, dia benjanji pada dirinya sendiri bahwa tidak akan yang ada berusaha mendekati Dinda. Apalagi siswa berasal dari sekolah lawan.
Seperti biasa, sepulang sekolah Imran mengantarkan Dinda pulang sedangkan Sekar sudah balik duluan sejak tadi. Hubungan Imran dan Dinda juga sudah kembali seperti dulu. Sebatas sahabat.
πππ
"Besok gue jemput" ucap Imran saat menerima helm dari tangan dinda.
Gadis itu hanya mengangguk kecil sambil tersenyum simpul.
"Oh ya Din, ada yang pengen gue tanyain" Imran mencekal tangan Dinda sebelum gadis itu beranjak dari hadapannya.
Dinda berbalik menghadap kearah pria yang tadi mengantarkannya pulang, gadis itu mengernyit karena penasaran.
"Apaan?" tanyanya.
"Lo kenal sama cwo yang tadi dilapangan?"
Dinda terdiam sejenak, matanya menyipit, dan keningnya berkerut nampaknya gadis itu sedang berfikir sambil mengingat siapa pria yang dimaksud oleh sang sahabat saat dilapangan tadi?
"Maksud lo, yang dari SMA Nusantara?" Ucap Dinda memastikan.
"Iya, lo kenal ma tu anak?" tanyanua lagi.
"Ngga sih, tapi mukanya tuh familiar" jelas Dinda.
Tampak Imran manggut-manggut tanda pria itu mengerti.
"Lo harus hati-hati, dia dari sekolah lawan jangan sampe dia manfaatin lo?" tutur Imran memberi peringatan.
"Ngga bakalan, lo tenang aja"
"Ya udah gue balik, salam buat Ayah sama Bunda"
"Hmm mm hati-hati bing" seru Dinda.
Imran menyalakan mesin motornya kemudian melajukan kuda besi itu kembali kerumah, Dinda menatap kepergian sahabatnya sampai menghilang diujung gang baru gadis itu memasuki rumahnya.
β¨β¨β¨
"Gue kangen sama kalian"
Seorang pria sedang asik menatap foto tiga orang anak kecil yang sedang dia pegang. Diusapnya gambar kedua gadis manis yang sedang tersenyum disebelahnya. Difigura foto itu nampak foto tiga orang bocah yang berusia sekitar sepuluh tahun sedang berpelukan layaknya seorang kakak yang memeluk adik-adiknya.
Kedua bocah itu berpelukan sambil tertawa, tampak rona bahagia dari ketiga bocah tersebut.
Flashback
__ADS_1
"Ihh kak Rio jahat" rajuk Uthy.
Uthy gadis kecil berusia sepuluh tahun, memiliki seorang sahabat sejak memasuki bangku TK, Uthy hanya seorang anak penjual roti keliling jadi dia sering dibully dan diejek dengan julukan anak tukang roti.
Sebenarnya tidak ada yang salah dengan julukan itu, karena memang gadis kecil yang bernama Uthy adalah anak dari seorang penjual roti hanya saja karena dia miskin jadi semua teman-teman sekolahnya selalu mengejek gadis kecil tersebut.
Tidak dengan Rio, justru dia sangat iba melihat gadis itu sering dibully, akhirnya dengan kekuasaan sang Ayah, Rio kecil bisa melindungi Uthy.
Rio adalah anak seorang perwira polisi, usianya lebih tua dua tahun dari Uthy dan Rio tidak punya seorang adik, jadi bocah itu menganggap Uthy sebagai adiknya dan kedua orang tuanya pun sangat menyayangi gadis kecil itu.
Menurut kedua orang tua Rio, Uthy adalah gadis kecil yang hebat karena bisa berteman dengan Rio. Menjadi anak seorang perwira dikepolisian membuat Rio malas berteman dengan siapa pun.
Ayah Rio, pak Anggara Prasetyo yang merupakan salah satu personel dikepolisian, membuatnya harus berpindah-pindah tempat tinggal karena mengikuti tugas, dan itu membuat Rio kecil harus berpindah sekolah juga dan akhirnya mengulang lagi, alhasil bocah itu akhirnya tidak mau sekolah.
Setiap Rio punya teman, pasti akan berpisah karena harus pindah rumah lagi, tapi apa boleh buat tugas seorang polisi memang seperti itu.
Hingga suatu hari Rio melihat Uthy kecil sedang dibully oleh teman-temannya, Rio yang memang lebih dewasa, datang sebagai malaikat penyelamat bagi Uthy kecil, apalagi bocah itu anak seorang perwira dikepolisian, menggunakan nama besar sang Ayah, akhirnya Rio bisa menjadi pelindung bagi Uthy.
Dan saat itulah Rio dan Uthy mulai bersahabat, Rio kecil pun ingin kembali masuk sekolah yang sama dengan Uthy. Kata pak Angga, Rio sudah seharusnya masuk sekolah dasar, tapi Rio tidak mau, bocah itu lebih memilih masuk TK yang sama dengan Uthy, alasannya ya buat melindungi Uthy.
"Aku kenapa?" tanya Rio sok polos.
"Kak Rio tadi ngejek aku" jawab Uthy ketus.
"Ngejek gimana?"
"Kak Rio bilang gambar Uthy jelek" Sungut Uthy cemberut.
"Maaf deh, Aku cuma becanda" bujuk Rio.
"Hai semua, maaf ya telat"
Gadis itu tak lain adalah saudara sepupu Uthy, jarak usia keduanya tidak terlalu jauh, hanya terpaut empat Tahun. Dan ketiganya sudah bersahabat sejak mereka masih kecil.
"Mbaaakk" rengek Uthy.
"Kenapa sih, kalian bertengkar lagi?" tanyanya.
Saudara Uthy memang yang paling tua diantara mereka, dan lebih dewasa tentunya, menjadi penengah diantara Rio dan Uthy adalah salah satu keahlian dari gadis itu.
"Kak Rio ngejek gambaran aku" adu Uthy lagi.
Rio mendengus mendengar aduan Uthy, bocah itu membuang pandangannya kearah lain saat Manda yang merupakan saudara Uthy menatapnya.
"Dasar tukang ngadu"gerutu Rio.
"Kalian kenapa sih suka banget berantem?" tanya Manda memulai sidang. Sepertinya mereka harus dijewer biar kapok pikirnya.
"Kita ngga berantem kok Man, aku cuma becanda lagian aku udah minta maaf." kilah Rio.
"Kita itu sahabat, jangan suka pada berantem deh" nasehat Manda.
Seketika senyum manis terbit dibibir mungil Uthy. Gadis itu sebenarnya hanya mengerjai Rio.
"Nah gitu, seenyum jangan pada berantem"
__ADS_1
Rio pun ikut tersenyum, bocah itu memang tidak dapat melawan perkataan Manda, suara Manda bagai sihir ditelinga Rio.
Flashback off
"Lo boleh lupa sama gue, tapi gue ngga akan lupain gadis kecil gue," gumamnya, "Gue bakalan buat lo inget sama gue Thy," lanjutnya lagi.
Yah pria itu adalah Aryo prasetyo, anak dari seorang perwira polisi yang sekarang sudah menduduki jabatan pak Kapolda.
πππ
Dua minggu kemudian.
Dinda berjalan sendiri disepanjang koridor sekolah, hari ini Imran tak datang menjemputnya, jadi tadi pagi gadis itu berangkat sendiri. Imran menjemput sang kekasih untuk berangkat bersama, sebenarnya pria itu tidak berniat menjemput Sekar, hanya saja tadi pagi Sekar tiba-tiba menelfon minta dijemput, tidak ingin mengecewakan akhirnya Imran pun menjemput kekasihnya. Dan Dinda memaklumi hal itu.
Gadis itu berjalan menuju kelasnya sambil berdendang kecil dan tak lama kemudian....
BUUKKK!!!! JEDUG!!!
"Awwww "ringis Dinda saat panta*tnya mencium lantai.
Ya, tadi sambil berjalan tak sengaja Dinda menabrak seseorang lebih tepatnya gadis itu yang ditabrak, dan membuat Dinda terpental kelantai.
Sepertinya tabrakannya cukup kuat, ataw mungkin tubuh pria yang menabraknya yang terlalu kuat.
"Eehh sorri gue ngga sengaja" ucap siswa yang tadi menabrak Dinda sambil mengulurkan tangannya untuk membantu gadis itu berdiri.
Dinda meraih tangan yang terulur itu, lalu menariknya untuk segera bangkit.
"Kalo jalan pake mata dong" omel Dinda pada siswa itu.
Sedangkan yang diomeli hanya terkekeh.
"Kok lo malah ketawa? lo kira gue ngelawak" Kesal Dinda.
Seketika siswa tadi terdiam tapi masih sambil mengulum senyum.
"Dimana-mana tuh jalan pake kaki, bukan pake mata" balasnya.
Dinda bersungut mendengar ucapan siswa itu.
"Lo siapa sih" tanyanya kesal.
"Gue? gue ya anak emak bapak gue"
"What, gue juga tau lo anak bapak lo, ya kali lo anak bapak gue" gadis itu semakin kesal dengan jawaban siswa tadi.
"Aah bodo amat gue ah ama lo, sinting gue lama-lama" Dinda meninggalkan siswa tadi sambil mulutnya terus mengomel.
Jam pelajaran pun dimulai, tak lama tampak Pak Andre wali kelas XII memasuki ruangan diikuti seorang siswa dibelakangnya.
"Perkenalkan anak-anak, Dia Aryo prasetyo, Murid baru disekolah kita" tunjuknya pada siswa yang tadi mengikutinya dari belakang.
Tbc
plis vote like n komen gengks
__ADS_1
jangan lupa jejaknya ok
see u allπππ