Sebelah Hati

Sebelah Hati
CH 29


__ADS_3

NGAJAK KENALAN


Happy reading gengks😊😊


Masih banyak typonyaπŸ™πŸ™


"Makanya kalo ngomong tuh ngga usah pake loudspeker, suara lo kenceng banget Oon" timpal Vana kesal dengan suara cempreng Wawan yang suka over limit klo ngomong.


"Maksud lo apaan sih Van? maen tabok aja?" sungut Wawan.


"Itu cangkem lo kayak ember tetangga gue yang panta*nya bocor, tau ngga? ngomong ngga difilter dlu asal jeblak aja lo, mana ngomongnya kenceng amat kayak lagi balapan ama si gemoy" ucap Vana tak kalah sengit.


"Gue masih ngga ngerti lo ngomong apaan pea" Wawan menoyor kening Vana karena perkataan gadis itu membuatnya semakn bingung.


"Ya lo bisa kan ngga usah bilang klo Dinda naksir ama Imran, ntar ada yang denger, SETAN" ucapnya dengan penuh penekanan dikalimat SETAN.


"Itu cangkem ngga usah dimonyong-monyongin gitu ngomong Setannya, pea" kata Wawan merasa gemas dengan tingkah Vana, sambil menjawil bibir seksi gadis tomboy itu.


Dinda hanya bisa menggeleng melihat tingkah kedua sahabatnya. Benar-benar kedua sahabatnya ini jenis spesie langka.


"Udah sih ngga usah pada berantem, napa" Dinda mencoba menjadi penengah.


"Semua gegara lo nih ember," maki Vana.


"Enak aja lo nuduh gue" tunjuk Wawan tak terima disalahkan.


"STOP" pekik Dinda kesal, karena kedua sahabatnya masih asik berdebat.


"Eeh kau mencuri hatiku, hatiku, Stop engkau mencuri hatiku." tiba-tiba sebuah suara mengalun dari belakang Ketiga anak dibawah umur itu, ternyata teman mereka yang bernama Sari alias Sarifuddin yang berupa makhluk setengah cwe setengah lagi cwo atau pria kemayu itu yang sedang berdendang lagu dangdut yang sempat booming pada masanya.


Sari alias saripati eeh Sarifuddin maksudnya, adalah teman sekelas Dinda, sifatnya sedikit kemayu - mayuan, pria gemulai itu juga pecinta lagu dangdut jadi saat memdengar Dinda berteriak "Stoop" langsung on tuh mode dangdutnya.


JIAAAHAHAHAHA


Seketika ketiga sahabat itu ngakak karena ulah sari. Emang sih Sari suka latah dan saat ditegur atau terkejut bukannya istighfar malahan langsung nyanyi dangdut apalagi kalo ditegur ama guru bisa dipastikan bukan Sari yang konser malah gurunya yang berdendang ditelinganya.


Karena ulah Sari, Wawan jadi lupa dengan pertanyaannya tadi ke Dinda, Dinda juga tidak ambil pusing dengan hal itu, sekarang gadis itu lebih fokus menyelesaikan tugas-tugasnya yang tertinggal.


βžΏπŸ’žπŸŒŠ


Jam pulang sekolah, para anggota osis diminta berkumpul diruang BK oleh Bu Risma, sebentar lagi akan diadakan pertandingan ekskul antar sekolah, mulai dari kegiatan Kepramukaan, Organisasi PMR, pertandingan Basket dan masih banyak lagi.


Semua anggota osis sedang sibuk menyiapkan persiapannya, karena tahun ini sekolah mereka yang menjadi tuan rumah.

__ADS_1


Imran selalu mencuri pandang kearah Dinda, pria itu sangat menyukai wajah serius gadis keritingnya saat sedang serius mengerjakan sesuatu, tapi saat Dinda berbalik dan tak sengaja memandang kearahnya, Imran justru pura-pura mengalihkan pandangannya.


Ahh tidak bisa dibiarkan, klo begini terus ngga konsen nih ketua osis.


Setelah rapat sesama anggota osis dan menentukan keperluan apa saja yang dibutuhkan sebagai tuan rumah yang kan melaksanakan pertandingan ekskul antar sekolah, akhirnya Bu Risma menyuruh murid-muridnya pulang, dan besok melanjutkan persiapan yang lain.


Didepan sekolah Imran tak sengaja melihat Dinda sedang menunggu angkutan umum, pria itu kemudian mengemudikan kendaraannya kearah gadis keritingnya, dan berhenti tepat disamping sang gadis.


"Lo mau balik? bareng gue yuk?" ajaknya pada sang gadis yang masih betah bersemayam dilubuk hatinya yang terdalam.


Dinda menengok asal suara, gadis itu cukup terkejut saat melihat Imran yang sudah berada tepat disampingnya, pasalnya beberapa hari ini Imran tak pernah lagi mengajaknya bicara tapi hari ini tiba-tiba pria itu muncul mengajaknya pulang seolah mereka tak pernah bertengkar.


Sebenarnya Dinda senang saat Imran menghampiri dan mengajaknya pulang bersama, jujur saja gadis itu merindukan sang sahabat yang selalu mengacuhkannya tiap kali bertemu.


"Hmm ngga ngerepotin?" tanya Dinda merasa tak enak.


"Lo ngomong apa sih? ngerepotin gimana? biasanya juga gue yang anter jemput lo, sekarang lo bilang ngerepotin? udah buruan naik ngga usah banyak mikir" jelasnya panjang kali lebar.


"Gue ngga mau--"


Belum sempat Dinda menyelesaikan ucapannya, Imran langsung menyahut.


"Lo bisa ngga sih ngga bawa-bawa nama Sekar? kita itu udah sahabatan sejak dulu Din, Sekar nyantai aja tuh gue deket ama lo jadi ngga usah takut Sekar cemburu, gue mau Dinda yang dulu" ucap Imran Serius.


Imran menggenggam kedua tangan Dinda, ditatapnya mata gadis itu dalam.


"Din, gue sayang sama lo, plis jangan jauhin gue" pintanya memohon.


Akhirnya buliran bening yang sedari gadis itu tahan tumpah dari maniknya membuat gadis itu mengerjap beberapa kali.


"Loh, kok nangis?" Imran kemudian menghapus airmata yang mengalir dari kedua netra milik Dinda, direngkuhnya tubuh mungil sang sahabat kedalam pelukannya, ingin sekali rasanya waktu berhenti agar pria itu dapat menikmati pelukan hangat sang sahabat, tapi Imran sadar bahwa ada hati yang harus dia jaga. "SEKAR" satu nama yang sekarang terukir dihatinya.


Dalam hangatnya dekapan sang sahabat, Imran mengeluarkan kata-kata keramat andalannya yang membuat Dinda langsung tersadar akan statusnya.


"APAPUN YANG TERJADI KITA TETAP SAHABAT DIN,"


Ahh sebuah kata keramat meluncur dari bibir pria itu, sungguh menyakitkan kenyataan ini.


"Ya udah buruan naik, gue anter lo balik"


🌟🌟🌟


3 Minggu kemudian

__ADS_1


Setelah kejadian diparkiran sore itu, hubungan Dinda, Imran juga Sekar akhirnya kembali seperti dulu. Dan sekarang saat pertandingan ekskul antar sekolah dimulai.


Diawali pertandingan Basket, Sekolah Dinda melawan sekolah dari kota S. Para siswa yang akan bertanding sudah bersiap dilapangan.


Para panitia termasuk anggota personel organisasi sekolah sedang sibuk dengan kegiatan-kegiatan yang akan dipertandingkan.


Begitupun Dinda selaku pendamping ketua osis, berhubung Sekar bukan bagian dari organisasi jadi gadis itu jarang tinggal lama disekolah. Kesempatan buat Imran dekat kembali dengan Dinda, tanpa takut membuat kekasihnya cemburu.


Tanpa sadar sedari tadi ada sepasang mata yang terus memperhatikan Dinda dari jauh. Dia adalah salah satu murid dari sekolah dimana yang menjadi lawan pertandingan basket disekolah Dinda.


"Ternyata lo disini Din? gue udah nemuin lo" gumamnya dalam hati sambil menampilkan senyum smirk nya.


Sehabis pertandingan, siswa yang tadi terus memperhatikan Dinda datang menghampiri gadis manis itu.


Pria itu mengulurkan tangannya, dan menyunggingkan senyum yang membuat semua mata menatap memuja kearahnya.


"Haii" sapa nya.


Dinda menoleh keasal suara, saat melihat siswa yang menjadi lawan sekolahnya, gadis itu mengernyit heran.


"Iyaa, ada apa ya" tanya Dinda to the point. Tanpa berniat menyambut uluran tangan pria itu.


"Boleh kenalan ngga" ucap pria itu lagi.


Dinda merasa bingung dengan pria dihadapannya, tiba-tiba datang minta kenalan bukannya dia lawan tanding tim basket?? pikir Dinda


ucapannya yang tadi tidak direspon oleh Dinda.


"Ngga usah bingung, aku ngga ada niat apa - apa kok, murni hanya ingin kenalan" tuturnya lagi karena


Mungkin Dinda takut klo gue punya maksud lain, atau mungkin dia fikir gue mau manfaatin dia biar menang" pikir Pria itu.


Belum merespon justru Dinda meninggalkan tempat dimana pria tadi dan kedua temannya berdiri.


Pria itu terkekeh dalam hati, merasa lucu melihat wajah gadis yang selama ini dia cari.


"Gue bakalan buat lo inget sapa Gue Din?" Ujarnya dllam hati sambil menatap tubuh Dinda yang semakin menjauh.


Tanpa gadis itu sadari ternyata interaksinya dengan siswa aneh itu terus diawasi oleh Imran, pria itu merasa cemburu melihat ada seorang siswa yang berusaha mendekati gadis keritingnya. Tak terasa kedua tangannya sudah mengepal


**Tbc


plis vote like n komen gengks

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak yaaa walaupun hanya loke n komen karena dukungan kalian adalah moodboster bagi Miss**


__ADS_2