Sebelah Hati

Sebelah Hati
SEASON DUA


__ADS_3

TAMU TAK DISANGKA


Happy reading gengks


maaf jika masih banyak typo


πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


"Itu mukanya kok, kayak gitu sayang? masih pengen yah?" goda Imran merasa tak berdosa, pria itu tau betul bahwa saat ini kekasih halalnya merasa sangat kesal terhadapnya.


Pasalnya, yang Imran maksudkan mempersingkat waktu, justru membuat keduanya semakin lama berada didalam kamar mandi. Ritual membersihkan diri pagi itu yang harusnya hanya berlangsung sekitar setengah jam, justru menjadi satu jam lebih, untung saja Twins masih tertidur pulas saat mereka menyelesaikan urusannya di kamar mandi pagi itu.


Dinda mendeliki kearah suaminya yang menyebalkan, "Ini semua tuh gara-gara kamu mas" gerutu Dinda, "mempersingkat waktu apanya? yang ada badanku pegel semua" Dinda terus saja ngedumel sembari berjalan menuju lemari.


Imran tertawa terbahak melihat tingkah laku istrinya.


"Ish, malah ketawa lagi, untung aja anak-anak belum pada bangun" omel Dinda lagi, dirinya betul-betul merasa kesal karena tingkah suaminya yang menyebalkan.


Imran menghentikan tawanya, "Maaf sayang, kamu benar-benar membuat ku kecanduan, jadi tak menyentuhmu, sama saja menyia-nyiakan waktu yang berharga" bujuk Imran.


Imran mengecup pipi istrinya agar kemarahannya mereda, Dinda tak menggubris perkataan suaminya, wanita itu masih dengan telaten menyiapkan pakaiannya dan Imran.


Tak berselang lama, terdengar tangisan Sekar yang merasa terusik dari tidurnya. Dinda berjalan mendekati Sekar, sedangkan Imran pergi membangunkan kedua bocah kembarnya.


🌴🌳🌴🌳


Imran mengajak keluarga kecilnya berkeliling pulau Ayer, menikmati keindahan alam yang terpampang dihadapan mereka, dan sungguh memanjakan setiap mata yang memandangnya.


Pulau Ayer adalah satu-satunya pulau yang sejak zaman penjajahan Belanda telah dijadikan sebagai destinasi wisata. Bahkan pulau ini mendapatkan julukan tersendiri yaitu β€œMutiara Kepulauan Seribu”. Letaknya paling dekat dari Jakarta. Bahkan menurut catatan sejarah, pulau ini sudah dijadikan sebagai tempat pelesir raja-raja sejak zaman kerajaan.


Keluarga kecil itu bermain - main dipinggir pantai pulau seribu, menikmati keindahan alam yang eksotik disana, setelahnya Imran mengajak twins ketaman bermain yang terdapat di pulau Ayer.




Tak hanya taman bermain, di pulau Ayer juga terdapat tempat untuk menyewa sepeda dan untuk digunakan berkeliling sepuasnya. Kegiatan ini selain berfungsi menghilangkan stres juga bisa menjadi alternatif olahraga ringan.


Di pulau Ayer, juga tersedia Watersports, seperti jet ski, banana boat, surf bike, canoe, dermaga pancing, tennis meja,volley pantai, dan kolam renang.


Imran membawa putra putrinya menaiki salah satu permainan Water Sport, banana boat, tentu saja tanpa Dinda, karena wanita itu harus menjaga Sekar, namun dirinya tak mengeluh, bisa melihat orang-orang yang dicintainya tertawa bahagia bersama merupakan suatu kebahagiaan tersendiri dalam dirinya.


Dinda hanya bisa menyaksikan kebersamaan suaminya dan kedua bocah kembarnya disisi pantai sambil menggendong Sekar, sungguh dalam hatinya, Dinda tak pernah menyangka jika dirinya saat ini bisa benar-benar bersatu dengan pujaan hatinya yang tak lain adalah sahabatnya sendiri.


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul setengah satu siang, setelah puas bermain, Imran mengajak istri dan anak-anaknya untuk makan siang, mengisi perut mereka yang lapar, karena setelah ini, mereka harus segera bersiap untuk kembali ke ibukota sore nanti.

__ADS_1


β„πŸŒΈβ„πŸŒΈβ„


Waktu terus berlalu, sekarang saatnya keluarga kecil Imran berpisah dengan keindahan pulau Ayer, liburan kali ini sungguh memberi kesan tersendiri dihati Dinda, pria yang selama ini menjadi tujuan hidupnya, adalah orang yang sangat mencintai dirinya, sungguh Dinda tak menyangka bahwa dalam hidupnya, dia bisa bersama dengan Imran.


Imran mengendarai kendaraannya memecah jalanan, setelah turun dari kapal boat yang mengantarkan mereka dari Kepulauan Seribu.


Perasaan bahagia, senang, bercampur menjadi satu, didalam mobil, Twins dan Sekar tertidur, mungkin karena kelelahan.


"Kamu ngantuk sayang" Imran meraih tangan Dinda yang duduk disampingnya kemudian mengecup lembut jemari Dinda.


"Ngga kok"


Imran menoleh kearah Dinda, senyum hangat menghiasi bibir tebalnya, "Kalo ngantuk, kamu tiduran aja, nanti kalo udah sampe, mas bangunin" Imran kembali memfokuskan pandangannya kedepan.


"Aku mau nemenin kamu sambil nyetir aja" sahut Dinda.


"Ya udah"


Keduanya saling bercanda didalam mobil, menikmati detik-detik kebahagiaan yang terus mengiringi langkah keduanya, tanpa mereka sadari sebuah kejutan besar menanti kehadiran mereka di ibukota.


Sesampainya dikediaman mereka seperti biasa, setelah memarkirkan kendaraannya, Imran langsung menggendong twins yang sudah terlelap lebih dulu menuju kamar mereka, sedangkan Dinda menggendong Sekar dan juga ikut menidurkannya diranjang, setelah itu barulah Imran dan Dinda membersihkan diri.


🍁⭐🍁⭐🍁


"Kamu udah bangun mas? kok ngga bangunin aku?" tanya Dinda dengan suara seraknya khas bangun tidur.


Dinda mengucek matanya, mengerjap beberapa kali untuk menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam netranya.


"Aku suka mandangin kamu tidur, bikin gemes" tutur Imran.


Dinda tersenyum mendengar ucapan suaminya.


Waktu masih menunjukkan pukul setengah enam pagi, Imran masih malas untuk beranjak dari pembaringannya, pria itu terus saja mengoda Dinda, hingga wanita itu merasa kesal.






(Yang ngga kuat Iman, Skip).


πŸ’–πŸ’žπŸ’–πŸ’žπŸ’–

__ADS_1


Imran pun akhirnya bersiap, setelah puas menjahaili sang istri, dirinya berlari memasuki kamar mandi untuk mandi, sedangkan Dinda mendengus karena suaminya terus saja menganggunya, bahkan saat dirinya selesai mandi pun, Imran kembali menjahili nya, alhasil dirinya terlambat menyiapkan sarapan.


Setelah mengurus segala keperluan Twins dan Imran, Dinda pun pergi menuju dapur untuk menyajikan sarapan, namun ditengah langkahnya, suara belum yang berbunyi menghentikan langkahnya menuju dapur, wanita itu berbalik dan berjalan menuju pintu depan.


"Iya, sebentar" seru Dinda, karena bel pintunya tak kunjung berhenti berbunyi.


Dinda membuka pintu, dan menengok siapa yang datang bertamu di jam begini.


Kedua alis Dinda saling bertaut, saat kedua netranya melihat dua orang yang berdiri dihadapannya, yang membuatnya bingung, dua orang itu berseragam aparat negara, namun dirinya tiba-tiba teringat profesi suaminya yang seorang pengacara, jadi Dinda berfikir, kedua pria asing itu datang mencari suaminya.


"Maaf, ada yang bisa saya bantu?" tanya Dinda sopan.


"Benar ini rumah saudari Adinda Saputri?"


"Iya Pak, kebetulan saya sendiri" jawab Dinda.


Awalnya mengira bahwa kedua pria itu mencari suaminya, ternyata justru menyebut namanya, Dinda kembali bingung.


"Bisa ikut kami ke kantor Nyonya?".


🌺🎍🌺🎍🌺


Tbc


Eng... Ing... Eng...


Ada apa gerangan??


Tetap dukung Miss ya...


Like, vote, or komen


Udah masuk konflik nih, sebentar lagi End....


jangan lupa jejaknya ditinggalkan, lovenya di tekan, likenya di juga di tekan.. sampe dalam kalo perlu.


Part berikutnya, nanti aku kasih visual lagi, ok πŸ‘ŒπŸ‘Œ


Mampir juga ke karya Miss yang satunya.


" Sakit tak berdarah"


See U All😘😘😘


__ADS_1


__ADS_2