Sebelah Hati

Sebelah Hati
CH 25


__ADS_3

MAAF


Happy reading gengks😊😊


Typo masih betah πŸ™πŸ™


Hari ini ada kegiatan disekolah Dinda, sebagai ketua osis, Imran yang bertugas mengatur jalannya kegiatan tersebut dan didampingi oleh anggota osis lainnya salah satunya Dinda.


Tapi sampai pukul sembilan gadis manis itu tak jua memperlihatkan batang hidungnya.


"Dinda kemana,? sampe sekarang belom nongol juga." batin Imran.


Sedangkan gadis manis yang sedari tadi ditunggu masih berada dirumah, karena tau hari ini sampai seminggu kedepan akan ada pertandingan antar kelas, dalam rangka menyambut HUT DIRGAHAYU RI, jadi Dinda sengaja datang terlambat.


"Padahal sekretaris osis tapi ngaret" Cibirnya pada diri sendiri.


Aah biarin aja, bodo amat.


Bukan sengaja ngaret, hanya saja gadis itu masih malas jika bertemu dengan Imran. Seandainya dia bukan bagian dari organisasi sekolah tersebut, sudah bisa dipastikan gadis itu pasti tidak akan datang.


"Nah ini dia nih, tuan putri yang ditungguin sejak pagi, baru nongol, dari mana aja lo Ting??" sungut Wawan saat melihat orang yang ditunggu sejak pagi baru menampakkan diri.


Sedangkan Dinda hanya mengendikkan bahunya, malas untuk menjawab.


"Eeh buset, ditanyain malah diem aja, nape lo sariwawan? eeh sariawan maksud gue" ucap Wawan lagi merasa kesal karena dicuekin.


Bukannya menjawab gadis itu malah menertawakan ucapan sang sahabat.


"Sejak kapan nama lo ganti sariwawan?" tanya Dinda tergelak.


"Salah ngomong gue Ting, elah lo pagi-pagi bikin gue kesel aja, lagian tumben lo ngaret?"


"Sorry gue bangunnya telat"


"Emang napa lo bisa telat bangun,?" tanya Vana yang tiba-tiba muncul dari belakang, bersama dengan Sekar dan Imran, orang yang paling ingin dia hindari.


Imran menatap sayu kearah Dinda, tapi gadis itu hanya acuh.


"Gue ngga bisa tidur semalem, jadi ya gitu, telat" jawabnya sambil memalingkan wajah.


Setelah perdebatan kecil itu akhirnya mereka kembali sibuk mempersiapkan segala kegiatan yang akan berlangsung.


Sebenarnya Imran sangat ingin menghampiri sahabatnya untuk meminta maaf atas apa yang kemarin pria itu lakukan, tapi dia mencoba bersabar sampai kegiatan usai, pria itu juga merasa tak nyaman jika berbicara berdua dengan Dinda saat Sekar terus bersamanya, dia tidak ingin membuat kekasihnya kecewa.


Imran akui jika itu semua salahnya yang terlalu terbawa emosi, dia juga tak ingin menyakiti perasaan sang kekasih.


Bukankah Imran sendiri yang meminta juniornya menjadi kekasihnya, agar dapat melupakan sang sahabat? walaupun pastinya sangat sulit.


Dinda sendiri tak begitu memperdulikannya, biasanya gadis itu sangat bersemangat, tapi hari ini gadis itu benar-benar mengacuhkan dirinya, setiap kali Imran mencoba mendekatinya pasti gadis itu beralasan ketoilet.


"Apa segitu marahnya lo sama gue Ting, gue tau gue salah. Maafin gue Ting" batinnya.


Imran menatap sendu kepergian Dinda saat pria itu kembali mencoba mendekat.

__ADS_1


Diakhir kegiatan, para siswa dan siswi yang masih berada disekolah berkumpul dilapangan, sang ketua osis sengaja mengumpulkan mereka dengan dalih sebagai akhir kegiatan hari ini akan ada sesi hiburan, jadi bagi yang berminat bisa menyumbangkan suaranya atau apa saja bisa menghilangkan rasa lelah.


Salah satunya Imran sendiri, sebagai pembuka pria itu akan menyanyikan sebuah lagu. Tentunya lagu itu akan dia tujukan pada gadis keritingnya.


*Coba kudengarkan


Alunan cinta yang kau nyanyikan


Teringat kembali


Saat melepaskan kisahmu


Dari cerita yang kutuliskan


Baru kusadari


Tak akan lagi ingkari


Yang mampu membuat hatiku


Mengerti akan arti sepi


Maafkan aku


Harus membuatmu terluka dan menangis


Ukir kecewa dalam hatimu


Baru kusadari


Tak akan lagi ingkari


Yang mampu membuat hatiku (Yang mampu membuat hatiku)


Mengerti akan arti sepi (sepi)


Maafkan aku


Harus*…


Crosbottom - Maafkan aku.


Sebuah lagu mengalun indah diiringi petikan gitar dari sang ketua osis, semua siswi yang masih setia mendengarkan sang pelantun, memberi tepukan yang riuh untuk pria tersebut.


Mereka tak tau maksud dari lagu yang Imran nyanyikan, dan kepada siapa lagu itu tertuju lain halnya dengan Dinda. Gadis itu tau persis kepada siapa lagu itu tertuju, karena sejak tadi matanya tak lepas menatap kearah sang sahabat, sedangkan pria yang dijuluki si bunglon itu pun tak lepas curi - curi pandang dengannya.


πŸŒŠβžΏπŸ’žβžΏπŸŒŠ


Pukul satu lewat tiga puluh menit, semua kegiatan disekolah telah selesai. Para siswa yang masih berada disekolah kini sudah beranjak pulang satu persatu, kini hanya beberapa dari anggota organisasi yang tinggal untuk membersihkan sisa kegiatan yang barusan dilaksanakan.


Imran menghampiri Dinda, saat melihat gadis itu duduk sendiri melepas penat.


"Din, lo marah sama gue?" tanyanya saat berada tepat disamping gadis manis itu.

__ADS_1


Dinda yang sedang duduk sambil merapikan barang - barangnya hanya melirik sekilas lalu kembali fokus pada apa yang sedang gadis itu kerjakan, tanpa ada niat untuk menjawab pertanyaan sang sahabat.


Imran mencekal tangan Dinda, mencoba mengalihkan atensi gadis manis tersebut dan menatap wajahnya dengan tatapan sendu.


"Din tolong maafin gue, gue tau apa yang gue lakuin kemaren salah" ucapnya memelas.


Gadis manis yang bernama Dinda itu hanya terdiam membisu.


"Din plis," ucapnya kembali memohon sambil menangkupkan kedua tangannya seperti orang yang sesang memohon ampunan.


"Gue udah maafin lo," jawabnya datar.


Merasa tak puas, Imran mencoba meraih kedua tangan Dinda untuk dia genggam.


"Lo maafin gue, tapi sikap lo masih cuek sama gue,,!! apa yang harus gue lakuin biar lo bisa kembali seperti dulu?" tanya Imran.


Dinda berusaha menarik tangannya yang digenggam oleh Imran, gadis itu merasa risih diperlakukan seperti itu, dia hanya tidak ingin jika nanti Sekar yang merupakan kekasih dari pria diihadapannya saat ini, memergoki mereka dan salah faham dengannya.


Bukan hanya itu, Dinda juga takut jika perlakuan sang sahabat justru membuatnya semakin dalam terjebak dengan perasaannya sendiri yang membuatnya semakin sulit melepaskan rasa yang selama ini dia simpan.


"Bing, jangan kayak gini" ucapnya lirih.


"Gue akan lakuin apa aja, asalkan kita bisa kayak dulu lagi" tutur pria itu kembali memelas.


"Gue udah maafin lo, plis jangan kayak gini."


Saat ini gadis itu benar-benar sedang berjuang melawan gejolak dihatinya dengan perlakuan sang sahabat. Jantungnya berdegup sangat kencang saat posisinya sangat dekat dengan Imran.


Imran melepaskan tangan Dinda, dan melangkah mundur, jujur saja pria itu juga merasakan hal yang sama, tapi dia sadar tidak mungkin apa yang dihati bisa dia perjuangkan sementara gadis yang masih betah menduduki singgasana ratu dihatinya hanya menganggapnya sebatas sahabat, apalagi saat ini sudah ada Sekar yang sekarang sudah berstatus sebagai kekasih.


"Apa kita masih bisa kayak dulu lagi, Din?"


Gadis itu hanya menggeleng pelan.


"Lo udah ada Sekar, jadi kita harus bisa jaga jarak, tolong hargai perasaan Sekar, gue ngga mau dia salah faham sama gue, tapi lo tenang aja kita tetap masih bersahabat." Ucap Dinda sebelum pergi meninggalkan Imran.


Imran diam mematung mendengarkan penuturan gadis keritingnya, dia sadar bahwa ada perasaan yang harus dia jaga.


SEKAR


Satu nama yang kini hadir dalam hidupnya, yang akan membuat pria itu melupakan sang sahabat.


"Gue akan coba Din, buka hati buat Sekar, semua demi lo demi menjaga lo tetap disamping gue," gumamnya lirih, sambil menatap kepergian Dinda yang semakin jauh melangkah hingga hilang dari pandangan.


"Seandainya lo bukan sohib gue, pasti lo bakalan jadi milik gue selamanya."


Dinda memutuskan pulang kerumah setelah tadi dia menenangkan diri ditoilet, yah tadinya gadis itu tidak langsung pulang tapi pergi ketoilet menumpahkan rasa sesak yang dia rasakan, sungguh rasanya sangat menyakitkan memendam rasa kepada seseorang yang hanya menganggapnya sebagai sahabat.


**Tbc


plis vote like n komen gengks😊😊


jangan lupa tinggalkan jejakπŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰

__ADS_1


See u all😘😘😘**


__ADS_2