Sebelah Hati

Sebelah Hati
CH 40


__ADS_3

REUNI


Happy reading gengks 😊😊😊


Plis like n komen yaa, biar makin semangat up nya


Typo bertebaran


🌟🌟🌟


4 Tahun Kemudian


"Bundaaaa, lapellll"


"Bundaaaa, Susuuuu"


Treng tring tring


Suara alat dapur yang sedang berperang diatas kompor, seorang wanita muda sedang asik memainkan dengan lihai alat-alat dapur tersebut membuatkan sarapan untuk sepasang anak kembarnya.


"Bundaa lamaa"


"Iyah Bunda lelet"


Wanita yang sedari tadi sedang bergulat didapur menoleh kearah kedua bocah yang sedang duduk manis dimeja makan sambil menunggu sarapan yang sedang di siapkan oleh Bunda mereka.


Dia adalah Adinda putri, dan kedua anak kembarnya Alfareza dan Elfarasya.


"Ohh jadi Bunda lelet" ucapnya dibuat sesedih mungkin.


Tok...Tok...Tok...


Suara ketukan dipintu menghentikan perdebatan antara Ibu dan kedua anak kembar itu.


Sikembar berlomba lari untuk membuka pintu.


"Biar Al aja" ucap si sulung.


"El aja bang," si bontot tak mau kalah.


Saat pintu berhasil terbuka, menampilkan sosok pria tinggi, yang tampan tidak lain adalah pria yang selama ini dipanggil papa oleh D' Twins julukan sikembar.


"Papaaa" seru Kedua bocah itu.


"Hm sayangnya papa, pasti kalian berantem lagi kan, dan bikin Bunda pusing lagi." tanya pria itu yang tak lain adalah Rio.


"Aduh bang ngga usah dibilangin, udah jadi kebiasaan tiap pagi D' Twins berantem." gerutu Dinda.


Rio hanya tersenyum menanggapi keluhan sang Bunda dari D'Twins.


"Gimana Twins, siap kesekolah?" tanya Rio semangat.


Hari ini adalah hari pertama bagi Twins masuk ke sekolah PAUD dan Rio yang bertugas mengantarkan mereka karena Dinda harus segera ketoko kue dan roti peninggalan sang Bunda.


" D'Twins Cake n Bakery "


Nama toko yang saat ini dikelola oleh Dinda, kehidupannya saat ini sudah lebih baik dibandingkan saat masih remaja dulu.

__ADS_1


Sudah bisa membangun toko sendiri, dan mengembangkannya hingga sebesar ini.


Saat ini Dinda, Rio, dan D'Twins sudah berada didalam mobil milik Rio, tidak ketinggalan Kevin.


Masih inget ngga sama Kevin bocah tiga tahun yang pernah ketemu sama Dinda saat ditaman dlu, dan kebetulan adalah anaknya Mbak Manda?


Yup Kevin sekarang sudah berusia sekitar sepuluh tahun, saat ini Kevin sudah duduk dibangku kelas lima sekolah dasar.


Selesai mengantar Kevin dan D'Twins, Kini giliran Dinda yang diantar oleh Rio.


"Makasih ya bang, Uthy masuk dulu" Ucap wanita itu sebelum turun dari mobil Rio.


Saat ini Dinda memanggil Rio bukan kakak lagi, melainkan abang.


"Thy, hari ini ada reuni di hotel XXX, kamu mau hadir?" tanya bang Rio sebelum Dinda turun dari kendaraan itu.


"Abang kan tau, aku ngga bakalan dateng" jawabnya datar.


"Kenapa? kamu takut?" sergah bang Rio.


"Bukan gitu bang"


"Terus apa Thy? sampe kapan kamu menghindar? kamu harus menghadapi semua, jangan jadi pengecut, Adinda putri yang kukenal tidak seperti ini," ujarnya kesal.


"Tapi bang-"


"Ada aku, kamu ngga usah khawatir, siang ini abang jemput kamu, kita berangkat sama-sama." perintah bang Rio.


Setelah mengatakan hal itu, bang Rio langsung pergi meninggalkan Dinda didepan tokonya, wanita itu masih tak bergeming memikirkan perkataan bang Rio.


"Bang Rio memang benar, aku harus menghadapinya bukan bersembunyi."


Sesampainya dihotel XXX, Rio dan Dinda bergegas mencari keberadaan teman-teman seangkatan mereka.


"Itiiinnggg," suara khas milik sahabatnya yang satu ini paling sulit Dinda lupakan.


Nampak disudut ruangan Ivana, sedang melambaikan tangan menyambut kedatangan sahabatnya yang sudah sekian purnama tak berjumpa.


Ivana tak sendiri, wanita itu bersama sang suami yang tak lain adalah salah satu sahabat mereka juga, Wawan siapa sangka mereka berjodoh padahal dulu mereka lebih sering bertengkar.


Dinda ikut melambaikan tangan saat mendapati dimana saat ini Vana berada, sebuah senyum terukir manis di bibir mungil Dinda, tapi ternyata selain Vana disana ada juga orang yang selalu Dinda dan hindari, siapa lagi Kalau buka Imran dan Sekar.


Saat Ivana berseru memanggil Dinda, Imran langsung berbalik menatap kedatangan wanita yang selalu mengusik mimpinya, bahkan selama tiga tahun lebih pria itu tidak pernah berniat menyentuh sang istri karena perasaan bersalahnya dimalam panas itu.


Bagi Imran hanya Dinda yang diinginkan hati, jiwa, dan raganya. Tapi ketulusan sang Istri yang tidak pernah menyerah, membuat Imran mencoba membuka hati untuk menerimanya, walaupun tidak ada cinta dihatinya untuk sang istri.


Bukan hanya Imran yang menoleh, Sekar pun ikut menoleh, dan tersenyum senang melihat kehadiran sang mantan kakak kelasnya dulu.


Melihat tatapan tajam dari pria yang telah mengoyak mahkotanya, membuat Dinda urung menghampiri mereka, langkahnya terhenti saat melihat senyuman manis milik Sekar.


"Bang" cicit Dinda.


Rio tau betul apa yang sedang wanita itu rasakan, senyum manis milik pria yang dihadapannya saat ini membuat perasaannya kembali tenang, Dinda ikut tersenyum.


Rio menggenggam tangan Dinda berusaha menyalurkan energi positif pada wanita itu, agar bisa lebih tenang menghadapi situasi.


"Kak Dinda" sapa Sekar.

__ADS_1


Sekar merangkul mantan seniornya itu, memberi ciuman say hai dipipi kiri dan kanannya.


"Lama ngga ketemu, kak Dinda kemana aja?" tanyanya lembut. Masih seperti dulu, gadis ini selalu lembut.


"Aku sibuk mengurus toko peninggalan almarhum Ayah sama Bunda." jawab Dinda.


"Innalillahi wa inna ulaihi rojiun? jadi Ayah sama Bunda udah berpulang?" tanya Sekar terkejut.


Dinda mengangguk kecil, pandangannya tertuju pada perut Sekar yang terlihat sedikit membuncit. Kemudian Wanita itu tersenyum getir.


"Kamu hamil Sekar, Selamat ya, aku bahagia kalau kamu bahagia tapi kenapa hatiku sakit saat tau kamu hamil anak Imran? bukankah wajar karena kalian suami istri." Gumam Dinda dalam hati.


Imran terus menatap tajam kearah Dinda, entah apa yang ada difikiran pria itu, Dinda tau bahwa sejak dia datang Imran tak lepas memandangnya, dan itu membuatnya sedikit risih.


derrrtt....derrrtt....derrrtt


Ponsel bang Rio berbunyi sebuah panggilan dari Istri tercinta tertera dilayar ponsel pria itu.


MY SWEET WIFE CALLING


"Bun, mama telfon abang angkat dulu yah." ucapnya pada Dinda.


Kebiasaan emang kalo didepan D'Twins juga Kevin, bang Rio suka memanggil Dinda dengan sebutan Bunda, memberi contoh kepada anak-anak mereka agar lebih sopan.


Sedangkan mama yang dimaksud adalah istri tercinta bang Rio.


Bagi yang tak mengetahui kisah keluarga mereka pasti menyangka bahwa Dinda dan Rio adalah sepasang suami Istri.


"Jadi kak Dinda udah nikah sama kak Rio? kok ngga ngundang sih?" tanya Sekar merajuk.


"Emang bener Ting, lo sama Rio nikah?" Ivana ikut menimpali.


"Haahh" mendapat pertanyaan seperti itu membuat Dinda terkejut. Wanita itu hanya melongo, sambil tersenyum kikuk, enta harus menjelaskan darimana, tidak mungkin dia mengatakan jika bang Rio suaminya, tapi nanti gimana klo sahabatnya pada tau keberadaan D'Twins dan bertanya siapa ayahnya akan lebih bingung lagi dirinya menjelaskan.


Dinda meringis tak tau harus menjawab apa, apa lagi sejak tadi Imran terus menatapnya dengantatapan yang sulit diartikan.


"Hmm oh ya Sekar kamu hamil?" dari pada pusing memikirkan jawaban apa yang akan dia berikan, lebih baik wanita itu mengalihkan topik pembicaraan saja.


"Eeh, Iya kak" jawabnya canggung.


"Sudah berapa bulan?"


"Masuk empat bulan kak."


"Oh yaa selamat yaa, anak keberapa nih kedua atau udah ketiga?" goda Dinda.


"Ehm itu, ini anak pertama kak" jawab Sekar ragu-ragu.


"Hahh pertama? bukannya mereka menikah empat tahu yang lalu? saat aku masih mengandung Twins." Dinda bertanya-tanya dalam hati. "Apa Sekar kurang subur? karena setahuku malam itu aku melakukannya dengan Imran dan langsung jadi" gumamnya lagi.


Tak lama bang Rio kembali menghampiri kumpulan teman-temannya.


Tbc


plis vote like n komen πŸ‘πŸ‘πŸ‘


yang masih bingung akan Miss jelaskan di chapter berikutnya melalui flashback ok

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak biar othor tambah semangat.


See u all😘😘😘


__ADS_2