Sebelah Hati

Sebelah Hati
CH 21


__ADS_3

KE PANTAI


Happy reading gengks๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


Maaf banyak typo๐Ÿ™๐Ÿ™


Hari ini Dinda bangun agak terlambat, untung saja hari ini hari libur jadi gadis itu bisa menikmati waktunya bermalas malasan.


Semalam dia tidak bisa tidur, Dinda terus berfikir tentang permintaan Vana untuk berbagi masalah dengannya, dan gadis itu memutuskan akan menemui Vana pagi ini. Tapi dia belum yakin bisa bercerita semuanya, biarlah seperti ini dulu.


Pukul Delapan lewat empat puluh lima menit, Dinda baru terjaga dari alam mimpinya. Gadis itu beranjak dari tempat tidur, dan bergegas menuju kekamar mandi.


Hari ini dia sudah berjanji membantu sang Bunda berbelanja dipasar untuk membeli bahan-bahan membuat roti.


Sepulang dari berbelanja dipasar, Dinda berencana akan pergi menemui sahabatnya, Ivana.


Dinda ingin melupakan semua rasa yang selama ini dia simpan, semuanya ingin dia lupakan.


Rencananya gadis itu akan mengajak sahabatnya, Wawan dan Ivana untuk menemaninya kepantai.


Pukul sepuluh pagi, tugas Dinda baru selesai. Sekarang gadis itu sedang bersiap kerumah Vana.


Mereka berdua sudah janjian akan kepantai sebelumnya, tapi baru hari ini mereka bisa mewujudkan rencana itu.


Dinda menelfon Wawan untuk menjemput mereka, tapi mereka tidak akan mengajak Imran, lebih tepatnya Dinda, gadis itu tidak ingin Imran kembali mengacaukan hatinya, Dinda justru ingin melupakan semuanya.


Dinda berdalih kepada kedua sahabatnya bahwa tidak ingin mengganggu Imran, sepertinya pria itu butuh menghabiskan waktu bersama Sekar. Gadis itu tidak ingin menimbulkan kecurigaan kepada sahabatnya.


"Udah siap?" tanya Wawan saat tiba dikediaman Vana.


Dinda menoleh ke asal suara, dia tersenyum saat melihat Wawan sudah ada dibelakangnya.


"Yup, lo lama banget deh,"gerutu Vana.


Wawan hanya nyengir kuda. (ya kali senyum lo kayak kuda ๐Ÿ™Š๐Ÿ™Š )


"Ya udah kita berangkat," sahut Dinda.


Mereka bertiga berjalan menuju halte yang berada diujung jalan, Yah memang rencananya mereka akan naik bis menuju kepantai. Maklum rakyat jelata, jadi g pake mobil pribadi.


Dua puluh menit menunggu, akhirnya bis datang. Dinda mengambil tempat disamping jendela, gadis itu ingin menikmati pemandangan sepanjang perjalanan menuju kepantai.


Sebuah lagu mengalun indah ditelinganya, Dinda menikmati perjalanannya sambil mendengarkan lagu dari earphone ponselnya.


Sebuah lagu lawas dari Westlife berjudul My love mengiringi perjalanan gadis manis itu.


An empty street, an empty house


A hole inside my heart


I'm all alone, the rooms are getting smaller


I wonder how, I wonder why


I wonder where they are


The days we had, the songs we sang together


Oh, yeah


And oh, my love


I'm holding on forever


Reaching for the love that seems so far

__ADS_1


So, I say a little prayer


And hope my dreams will take me there


Where the skies are blue


To see you once again, my love


Overseas from coast to coast


To find a place I love the most


Where the fields are green


To see you once again


My love


I try to read, I go to work


I'm laughing with my friends


But I can't stop to keep myself from thinking, oh, no


I wonder how, I wonder why


I wonder where they are


The days we had, the songs we sang together, oh, yeah


And oh, my love


I'm holding on foreverโ€ฆ


Sekitar setengah jam perjalanan, akhirnya mereka sampai dipantai.


๐ŸŒŠโžฟ๐Ÿ’ž


Ditempat lain.


Sejak tadi Imran berusaha menelfon sahabat - sahabatnya, tapi tak satupun yang menerima panggilannya.


"Sial, kemana mereka?" makinya dalam hati.


Sekali lagi pria itu menghubungi semua sahabatnya tapi tetap saja tidak ada satupun dari mereka yang menjawab.


Rencananya hari ini, Imran akan mengajak para sahabatnya dan kekasih barunya berkunjung kepantai, sebenarnya Imran ingin menghibur Dinda yang tampak tidak baik-baik saja semalam. Tapi tidak mungkin kalau mereka hanya pergi berdua, jadi pria itu berencana mengajak sahabatnya yang lain juga kekasihnya.


Dia tau Dinda pasti menyimpan masalahnya dan satu-satunya cara membuat gadis itu kembali ceria dengan membawanya kepantai, pria itu sangat hafal kebiasaan gadis keritingnya. Bila Dinda ada masalah, cukup membawanya kepantai, pasti gadis itu akan merasa lebih baik walaupun tidak menceritakan masalahnya.


"Astagaaa kemana mereka, sejak tadi dihubungi tidak ada yang menjawab" rutuknya merasa kesal.


Karena terlanjur berjanji dengan Sekar, terpaksa Imran hanya pergi berdua, tapi sebelumnya pria itu terlebih dulu mampir kerumah Dinda, mungkin saja dia akan mendapatkan jawaban, kenapa gadis itu tidak mengangkat telfonnya.


Dan benar saja, pria itu akhirnya tau apa alasannya Dinda tidak menjawab panggilannya.


โ™จโ™จ โ™จ


Setengah jam yang lalu.


Imran sampai dirumah Dinda, pria itu langsung mengetuk pintu rumah gadis keritingnya. Tak lama pintu itu terbuka dan menampilkan sosok wanita paruh baya yang merupakan Ibunda dari gadis yang sejak tadi dia hubungi.


"Assalamualaikum, Bun" Sapa Imran, sambil menarik tangan Bunda untuk dia cium.


"Waalaikumsalam, eh Imran?" jawab Bunda terkejut.

__ADS_1


"Dinda ada Bun?" To the point.


"Dinda pergi kerumah Vana, udah janjian katanya ama Wawan juga,"


Imran terdiam, mendengar penjelasan Bunda.


"Kok mereka janjian, ngga ngajak aku" gumam Imran dalam hati.


"Ya udah Bun, klo gitu Imran pamit dulu nanti biar aku samperin kerumah Vana aja," Imran kembali meraih tangan Bunda lalu menciumnya.


"Tunggu Ran, Tadi kalo ngga salah Bunda denger suara hpnya Dinda, kayaknya hp nya ketinggalan." sergah Bunda.


Bunda kembali masuk kedalam rumah, kemudian menyambar ponsel Dinda yang tergeletak dimeja ruang tengah, ternyata Dinda meninggalkan ponselnya saat pulang dari pasar. Itu sebabnya sejak tadi gadis itu tidak menjawab panggilan Imran.


Tak lama wanita paruh baya itupun keluar membawa ponsel milik gadis keritingnya.


"Tolong kasihin ke Dinda kalo kamu ketemu dirumah Vana, soalnya sejak tadi bunyi terus, tapi pas Bunda mau angkat malah mati." Pinta Bunda sambil menyodorkan benda pipih berbentuk persegi panjang itu.


Imran hanya tersenyum tipis, merasa lucu dengan sikap Bunda, andai Ibu dari gadis keritingnya tau bahwa yang menelfonnya adalah dirinya yang sekarang berdiri dihadapannya sekarang, apa yang akan Bunda katakan.


"Baik Bun, kalo gitu Imran pergi dulu," pamitnya sekali lagi.


Bunda mengangguk sambil tersenyum.


"Assalamualaikum" serunya.


"Waalaikumsalam" jawab Bunda.


Pria itu kembali dimana sang kekasih sedang menunggu.


"Gimana,? kak Dindanya ada ngga kak?" tanya Sekar.


Imran menggeleng.


"Katanya kerumah Vana, kita kesana aja yuk kebetulan, Kata Bunda Wawan juga ada disana." ajaknya.


Imran kembali melajukan kendaraanya kerumah Vana, tapi sesampainya disana pria itu, malah heran melihat pintu pagar yang terkunci.


"Kemana mereka? bukannya tadi Bunda bilang kalau Dinda ada dirumah Vana? lantas kenapa pintu pagar ini terkunci?" pertanyaan demi pertanyaan muncul dalam benaknya.


"Sepertinya mereka ngga disini kak,!" seru Sekar.


Imran hanya mengangguk menanggapi ucapan Sekar. Saat ini dia lebih memikirkan kemana para sahabatnya itu pergi.


Pria itu kemudian menghela nafas dan menghembuskannya dengan kasar. Dia merasa kesal dengan kelakuan ketiga sahabatnya yang pergi tanpa memberitahunya, padahal biasanya mereka selalu bersama.


Karena sudah terlanjur mengajak Sekar ke pantai, akhirnya Imran memutuskan mereka pergi hanya berdua, biar besok saja baru pria itu menanyakan kemana ketiga sahabatnya pergi tanpa ingin mengajaknya.


"Ya udah kita kepantai aja, berdua. Kayaknya mereka sedang pergi kesuatu tempat" ujarnya pada sang kekasih.


Sekar mengangguk mengiyakan ajakan kekasihnya.


Sesampainya ditempat tujuan, Imran terkejut melihat ketiga sahabatnya sedang berjalan-jalan dibibir pantai.


Wajahnya tampak menegang karena menahan amarah yang siap meledak. Terlebih ketika melihat Dinda tertawa bahagia disana.


Entah kenapa dia merasa sangat - sangat kesal, pria itu merasa tidak dihiraukan lagi setelah menjalin kasih dengan adik kelasnya, padahal dia melakukan hal itu demi gadis keritingnya tapi sekarang Dinda malah mengacuhkannya? bahkan terkesan melupakan dirinya.


**Tbc


plis vote like n komen yaa gengks๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


jangan lupa tetap tinggalin jejak.


See u all๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜**

__ADS_1


__ADS_2