Sebelah Hati

Sebelah Hati
SEASON DUA


__ADS_3

SELAMAT MENEMPUH HIDUP BARU


Happy reading gengks


banyak typo


Disebuah kamar hotel, sepasang pengantin yang baru saja melangsungkan pernikahannya, sedang menikmati indahnya malam pertama mereka.


Keduanya saling memadu kasih, saling berburu mendaki puncak kenik*matan yang tiada tara, des*ahan demi des*ahan lolos dari bibir kedua insan yang bermandikan peluh itu.


Pria itu sangat bernafsu memacu alat tempurnya dilubang kenik*matan sang istri, yang selalu membuatnya candu. Entah sudah berapa kali dirinya membuat sang istri mendesah kenik*matan dibawah kungkungannya, rasanya tidak cukup jika hanya sekali dua kali dirinya membuat wanitanya meregang.


Semakin lama tempo pergerakan senjatanya semakin cepat, menandakan dirinya akan mencapai pelepasannya lagi.


"Ayolah sayang, panggil namaku, keluarkan suaramu, aku suka jika kau mende*sah," bisiknya dengan suara yang sangat parau menahan gejolak yang akan meledak.


Istrinya tidak mengatakan apapun, dirinya seolah tidak sedang berada di bumi, melainkan sedang melayang jauh tinggi di awan.


Tak dapat menahan rasa nik*mat itu, sang pengantin wanita hanya bisa menggigit bibir bawahnya, sambil memejamkan mata, sungguh prianya sangat perkasa, bahkan setelah beberapa kali mencapai puncak, suaminya itu tidak terlihat kelelahan sedikit pun, justru semakin kuat saja.


"Ayolah sayang, plis call my Name, babe" kembali suaminya meminta sang istri menyebut namanya, sungguh saat ini pria itu sudah sangat mabuk kepayang oleh istrinya, peluh mereka saling bercampur, makin lama gerakannya makin cepat, membuat wanita itu tak kuat lagi menahan gairahnya yang ingin segera dilepaskan.


Wanita itu meraih tengkuk suaminya, mencengkram rambutnya dengan sangat kuat, pertanda saat ini dia sudah mencapai pelepasannya.


"Aaahhhhh,,, Imraaaannnn ak -aku ng-nggak ku-kuat" lirih sang istri saat mencapai puncak akhir pendakiannya malam itu.


Imran membungkam bibir istrinya, mengalirkan sisa kekuatan yang dia miliki, sungguh ini sangat memabukkan, denyutan di rahim sang istri membuatnya tak berdaya, akhirnya dia juga mendapatkan pelepasannya.


"Aaahhhh,,,, sayang kau hebat" ucap Imran, diakhir pertempurannya malam itu. Imran akhirnya tumbang disamping istrinya, kemudian dia menarik wanita itu kedalam dekapannya, dan menyelimuti kedua tubuh polos yang dipenuhi peluh sebagai saksi atas pertarungan sengit yang terjadi di kamar itu.


Imran memberi kecupan di kening istrinya, kecupan singkat namun sangat menenangkan, tak lama istrinya pun terlelap dalam dekapannya mungkin kelelahan akibat pertarungan tadi. Entah berapa kali Imran menggempur pertahanan sang istri, wanita itu sungguh membuat dirinya hanyut dan kecanduan.


Dibelainya rambut sang istri dengan kasih sayang, dirinya tak pernah menyangka bahwa akhirnya dia akan dipersatukan kembali dengan wanitanya, Adinda putri.

__ADS_1


Pagi menyapa kedua insan yang masih terlelap di bawah selimut itu, rasanya seperti mimpi, apa yang terjadi semalam benar-benar sulit dibayangkan.


Suara kicau burung mengusik indera pendengaran sang istri, Dinda terjaga dari tidurnya, saat membuka mata wanita itu melihat suaminya yang masih terlelap, bagaimana tidak, semalam dirinya digempur habis-habisan oleh sang suami, prianya itu seperti tak pernah merasakan lelah.


Imran memeluk Dinda sangat erat, seolah takut jika wanita itu terbangun, dia akan pergi meninggalkannya, padahal itu tidak mungkin, bukankah mereka sudah menikah.?


Dinda merona saat kembali mengingat kejadian malam pertamanya, aah bukan malam pertama tapi malam keduanya bersama Imran, suaminya sangat perkasa diatas ranjang, apakah dulu Imran juga seperti itu saat bersama Sekar?


Ah biarlah, yang lalu sudah berlalu, saat ini Imran adalah miliknya, dan tidak akan pernah lagi melepaskannya.


Dinda memandangi wajah Imran yang sedang terlelap, kemudian jarinya menyusuri tiap lekukan diwajah pria itu, saat jarinya menyentuh bibir Imran, tiba-tiba saja tangannya ditarik oleh pria itu, membuat Dinda terkejut.


"Kau tahu apa hukumannya jika membangunkan singa yang tertidur" tanya Imran dengan suaranya yang serak khas bangun tidur.


Digigitnya pelan jemari itu, walaupun matanya masih tertutup tapi dia bisa tau bahwa saat ini istrinya sedang merona.


"Oh yaa,? aku baru tau ada singa disini?" jawab Dinda.


"Tentu saja disini ada singa yang bisa memakanmu sampai habis" bisik Imran.


Mendengar jawaban istrinya, Imran langsung membuka kedua matanya, dilihatnya sang istri yang sedang tersenyum manis kearahnya. Kemudian pria itu kembali berbisik ditelinga istrinya.


"Aku adalah singa yang sedang tertidur, dan kau rubah kecil sudah mengusik tidurku, jadi aku harus menghukummu"


"Ah, begitukah" tanya Dinda sok polos.


"Hmm."


"Aku tidak takut" tantang Dinda.


"Kau serius sayang?" tanya Imran lagi memastikan, kali ini dia tidak akan memberi ampun istrinya.


"Yah, kenapa aku harus takut jika hukuman itu membuatmu senang" jawab Dinda dengan tatapan menggoda.

__ADS_1


Imran terpancing, dia menatap istrinya dengan tatapan yang sulit diartikan, senyum miring tersungging dibibirnya yang menawan.


"Dasar kau rubah kecil"


Imran membungkam bibir sang istri dengan rakus, hasratnya kembali timbul, Dinda benar-benar membuatnya selalu on, akhirnya pagi itu Imran kembali menggempur pertahanan Dinda hingga dirinya benar-benar kelelahan.


Tak hanya sekali, bahkan saat membersihkan diri di kamar mandi pun, Imran lagi-lagi membobol pertahanan Dinda, pria itu seperti tak puas jika tak melepaskan hasratnya hanya satu kali, dia akan melakukannya lagi dan lagi sampai rubah kecilnya menyerah.


Kenik*matan yang dimiliki Dinda tak pernah berubah, selalu membuatnya candu, ada sensasi yang tak bisa dia gambarkan jika sedang berpacu dengan istrinya itu.


Setelah acara membersihkan diri yang berlangsung hampir dua jam, akhirnya pasangan pengantin baru itu keluar kamar, keduanya lantas pergi ke restoran dihotel tempat mereka menginap untuk mengisi perutnya yang sudah meronta sejak lagi tadi. Sebenarnya Imran sangat malas keluar kamar, dia lebih suka memesan pelayanan kamar saja tapi Dinda bersikeras ingin makan di restoran hotel saja dari pada di kamar, bisa habis lagi dirinya jika tenaga Imran kembali terisi.


Setelah makan, keduanya akan langsung pulang kerumah Imran, dihotel itu hanya tinggal mereka berdua, para keluarga sudah pulang sejak pagi bersama Anak-anak mereka.


"Kamu udah selesai?" tanya Imran.


"Hmm udah,"


"Ya udah, sekarang kita pulang, Anak-anak pasti udah nungguin" ajak Imran.


Pria itu meraih tangan Dinda dan menggenggamnya erat, senyum manis terus terukir dibibir pasangan pengantin baru itu.


Imran melajukan kendaraannya memecah jalanan ibu kota, didalam mobil, Imran dan Dinda saling bercanda satu sama lain, senyum bahagia membingkai kedua wajah mereka, Imran memeluk istrinya, dia sangat bersyukur bisa kembali bersatu dengan wanita yang sangat dia cintai, Terima kasih Sekar, untuk semuanya.


πŸŽ‰Selamat menempuh hidup baruπŸŽ‰


Tbc


Tolong dukung Othor yaa


Like vote atau komen πŸ‘πŸ‘πŸ‘


jangan lupa jejaknya gengks πŸ‘£πŸ‘£πŸ‘£πŸ‘£

__ADS_1


See U All😘😘😘


__ADS_2