Sebelah Hati

Sebelah Hati
CH 18


__ADS_3

KEJUTAN


Happy reading gengks😊😊


Maaf masih ada typo.


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


Sudah 2 bulan Imran melakukan pendekatan dengan Sekar, awalnya Dinda merasa sangat cemburu, rasanya menyakitkan melihat orang yang dia cintai dekat dengan gadis lain, bukan karena ego, justru gadis itu tidak mau bersikap egois dengan terus mengekang kebebasan sahabatnya memilih gadis yang dia sukai.


Dinda justru mendukung sang sahabat melakukan pendekatan dengan Sekar, walaupun sakit tapi demi melihat sang sahabat bahagia dia juga akan merasa bahagia.


Hari ini adalah hari ulang tahun Sekar, rencananya 4 sekawan itu akan memberi pesta kejutan untuk gadis manis yang sebentar lagi berusia 16 tahun tersebut, tentunya tanpa sepengetahuan gadis itu.


"Dinda bertugas membawa Sekar berbelanja, dia akan membuat gadis itu sibuk seharian ini sekaligus membeli gaun baru untuk pesta kejutan malam ini.


"Kar, kayaknya ini bagus deh," Ucap Dinda menunjukkan pilihannya.


Sebuah dress selutut berwarna peach tanpa lengan yang terlihat sederhana tapi elegan dengan kancing depan yang dipadukan pita besar dibagian pinggul sebelah kiri.


Sekar tampak berfikir, sebenarnya untuk apa dia membeli baju, padahalkan bajunya masih banyak, tapi sedari tadi sang senior terus memaksanya memilih baju.


"Kayaknya itu agak terbuka deh kak, "tolaknya halus.


Dinda melihat kembali pilihannya.


"Cantik kok, ngga terlalu terbuka juga," jawabnya sambil mengamati dress yang tadi dia pilih.


"Tapi kak..." ucap Sekar ragu-ragu.


"Udah sekarang kamu cobain," memotong ucapan sang junior sebelum dia kembali menolak, dan dia harus sedikit memaksa.


Dinda kemudian menyerahkan dress yang tadi dia pilih ketangan sang junior, lalu mendorongnya segera memasuki ruang ganti.


Lima menit menunggu, akhirnya Sekar keluar dengan memakai dress yang tadi dipilihkan oleh seniornya itu, dia merasa canggung saat Dinda terus menatapnya.


Dinda mendekat, dan memutari tubuh mungil Sekar, gadis itu menelisik penampilan Sekar dari atas kebawah.


"Kenapa kak,? jelek ya?" tanya Sekar ragu-ragu.


Dinda menggeleng, setelah itu dia tersenyum senang sambil membulatkan ibu jari dan jari telunjuknya membentuk huruf O.


"Perfect" ucapnya bangga.


Sekar tersenyum malu mendengar pujian Dinda, dia bergegas kembali keruang ganti untuk mengganti kembali bajunya.


Setelah acara memilih baju selesai, Dinda mengajak Sekar makan disalah satu foodcourt yang terdapat disamping tempat mereka berbelanja.


"Mau pesen apa, Kar?" tanya Dinda.


"Samain aja dengan pesenan kak Dinda,,!"


"Hmm Kalo soto ayam gimana?"


"Boleh kak," jawabnya sambil tersenyum manis.


Dinda pun memanggil pelayan dan memesan soto ayam, setelah beberapa menit menunggu, akhirnya pesanan pun datang, dan kedua gadis belia itu langsung menyantap makanan yang sudah disajikan diatas meja.

__ADS_1


Waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore, 4 jam lagi pesta kejutan akan dimulai.


Dinda mengajak Sekar pulang kerumahnya untuk bersiap, Dia beralasan bahwa akan menghadiri pesta ulang tahun salah satu teman kelasnya, gadis itu tidak mau jika pesta kejutan yang sudah mereka siapkan akan terbongkar, jadi Dinda mengajak Sekar bersiap dirumahnya saja sambil mendandani Sekar.


Sesampainya dirumah, Dinda sudah disambut oleh sang Bunda.


"Assalamualaikum,!" Seru Dinda.


"Waalaikumsalam,!" jawab Bunda dari arah dapur.


Bunda terlihat muncul dari arah belakang, wanita paruh baya itu tersenyum melihat sang anak yang baru saja tiba, kemudian Bunda menghampiri gadisnya, membiarkan putrinya mencium tangannya.


Bunda melirik gadis yang datang bersama putrinya.


"Dia siapa nak,"tanya Bunda lembut.


"Kenalin bun, dia Sekar, junior Dinda disekolah." Ucap Dinda memperkenalkan Sekar pada Bunda.


Sekar meraih tangan Bunda kemudian menciumnya.


"Assalamualaikum, Bunda" Ucap Sekar.


"Waalaikumsalam nak," jawab Bunda lembut.


"Kami mau siap-siap buat acara ntar malam, bun"


"Oh,,ya sudah sekarang kalian mandi dulu baru siap -siap,"


Dinda hanya mengangguk mengiyakan ucapan Bunda.


"Nak Sekar boleh istirahat dulu, sambil nungguin Dinda mandi, abis itu gantian, maklum kamar mandi cuman satu." kata Bunda.


"Yah udah Kar, kamu tungguin aku dikamar aja, aku mandi dulu abis itu kamu, aku ngga lama kok" Ucap Dinda sambil menunjukkan letak kamarnya.


Dinda berlalu meninggalkan Sekar, dan Sekar berjalan memasuki kamar sang senior, sedangkan Bunda udah balik lagi kedapur melanjutkan pekerjaannya.


Saat memasuki kamar Dinda, Sekar melihat beberapa deretan foto yang terpampang didinding.


Sekar mendekat kearah figura foto yang letaknya paling ujung, foto itu adalah foto saat Dinda baru manjadi Muba, dalam foto itu terlihat Imran sedang merangkulnya dari samping, senyum bahagia jelas terpancar dari wajah keduanya.


Melihat foto Dinda yang sedang dirangkul oleh Imran sedikit membuat hatinya berdenyut sakit, padahal dia tau bahwa mereka hanya sebatas sahabat, hanya saja ada desiran aneh yang terasa saat memandang foto itu, tawa itu terlihat bukan tawa bahagia biasa sebagai sahabat, melainkan lebih seperti sepasang kekasih.


"Apa kak Dinda sebenarnya menyukai kak Imran? ataukah mungkin sebaliknya? tapi kenapa selama 2 bulan ini kak Imran terus mendekatiku?" gumam Sekar didalam hati.


Tak lama suara pintu terbuka terdengar ditelinga Sekar, buru-buru gadis itu meletakkan kembali foto yang dia pegang.


"Aku udah selesai Kar, sekarang giliran kamu mandi," Ucap Dinda saat memasuki kamarnya.


Sekar hanya tersenyum kemudian gadis itu beranjak menuju kekamar mandi untuk membersihkan diri.


"Apa aku tanya aja yah ama kak Dinda? tapi klo dia marah gimana? pasti kak Dinda akan menganggap aku cwe lancang, aah udahlah nanti juga aku bakalan tau." batin Sekar.


Sekitar 2 jam lebih Dinda dan Sekar bersiap, setelah selesai berdandan keduanya bersiap untuk berangkat ketempat tujuan.


Dalam perjalanan Sekar nampak gelisah, dia memikirkan tentang foto yang tadi dia lihat dikamar Dinda, sesungguhnya dia merasa tak enak pada Dinda, tapi rasa penasarannya benar-benar sudah tak dapat dia pendam lagi.


"Mmm, kak? boleh ngga aku tanya sesuatu?" tanya Sekar.

__ADS_1


"Mau nanya apa?"


"Udah berapa lama kak Dinda bersahabat dengan kak Imran,?" ucapnya ragu-ragu.


"Kenapa?" bukannya menjawab Dinda justru balik bertanya.


"Ng- ngga sih cuma nanya aja?" ujarnya terbata.


Dinda hanya tersenyum.


"Aku kenal Imran sejak masuk Smp, waktu itu aku udah berteman sama Ivana,"ucapnya memulai cerita.


Selama perjalanan Dinda menceritakan tentang kisah mereka berempat, saking asiknya bercerita terasa akhirnya kedua gadis itu tiba ditempat yang mereka tuju.


Disana semua orang sudah menunggu mereka, Imran terlihat gugup, sebenarnya hari ini dia punya kejutan spesial untuk Sekar tanpa sepengetahuan sahabatnya yang lain.


Sesampainya ditempat tujuan, Sekar dikejutkan dengan ucapan Selamat ulang tahun dari teman-temannya dan para seniornya, dan yang paling membuatnya bahagia ada Imran disana, Sekar merasa sangat bahagia mendapatkan kejutan itu dia tidak menyangka ternyata rencana Dinda membawanya berbelanja dan mendandaninya adalah untuk acara ulang tahunnya sendiri.


Imran yang sedari tadi menunggu kedua gadis itu sangat senang ketika mereka sudah tiba, sesaat matanya menangkap sosok yang sedang berulang tahun, matanya tak luput memandangi gadis itu, "Cantik" gumamnya dalam hati.


Seketika atensinya tertarik saat melihat sang sahabat yang muncul dibalik tubuh mungil gadis yang sedari tadi dia tatap, senyum dibibirnya menghilang, wajahnya tampak tak bersahabat. Tiba-tiba dadanya bergemuruh, memandang sang sahabat yang sangat ia damba membuatnya sulit menelan saliva.


"Din, lo cantik banget, seandainya lo bukan sahabat gue, gue pastiin lo akan jadi milik gue selamanya." batin Imran.


"Selamat ya Sekar,"


"Selamat Sekar,"


"Sekar selamat ulang tahun,"


Satu persatu teman-temannya mengucapkan selamat, dan terakhir tiba giliran Imran, dengan senyum yang menawan Imran memberikan setangkai, bunga mawar kepada Sekar.


"Lo cantik banget hari ini, Sekar Maharani."


Perkataan dari pria yang saat ini ada dihadapannya berhasil membuat rona merah dipipi sang gadis yang sedang berulang tahun itu.


"Makasih kak," ucapnya tersipu.


"Aku punya kejutan yang lain buat kamu"


Tiba-tiba Imran mengeluarkan sebuah kotak kecil panjang dan mempersembahkan nya didepan sang gadis.


"Sekar didepan semua orang aku ingin mengatakan sesuatu,"


Sesaat pria itu terdiam, menghirup udara sebanyak mungkin dan berusaha mengumpulkan keberaniannya.


"Sekar maharani, aku suka sama kamu, mau ngga kamu jadi pacar aku,?"


**Tbc


Wah bang Imran menyatakan perasaan gengks trus Dinda gimana???


Next chapter ok,


plis vote like n komen gengksπŸ‘πŸ‘πŸ‘


jangan lupa tinggalkan jejak😊😊

__ADS_1


see u all😘😘😘**


__ADS_2