
JADIAN
Happy reading gengksππ
Maaf typo masih betah
πππ
Not sure if you know this
But when we first met
I got so nervous I couldn't speak
In that very moment
I found the one and
My life had found its missing piece
So as long as I live I love you
Will have and hold you
You look so beautiful in white
And from now 'til my very last breath
This day I'll cherish
You look so beautiful in white
Tonight
What we have is timeless
My love is endless
And with this ring I
Say to the world
You're my every reason
You're all that I believe in
With all my heart I mean every word
So as long as I live I love you
Will haven and hold you
You look so beautiful in white
And from now 'til my very last breath
This day I'll cherish
You look so beautiful in white
Tonight
You look so beautiful in white, yeah yeah
*Westlife - beautiful in white
βΏβΏβΏβΏ*
Sepasang kekasih baru itu sedang berdansa diiringi lagu dari Westlife, pas banget tuh.
Setengah jam yang lalu
"Sekar maharani, aku suka sama kamu, mau ngga kamu jadi pacar aku,?"
Sekar terkejut dengan apa yang baru saja Imran utarakan, rasanya tak percaya sang ketua osis yang begitu dia kagumi menyatakan perasaannya.
Memang Sekar akui kalo dia juga suka sama seniornya yang satu ini, selama dua bulan Imran mencoba melakukan pendekatan dengannya, mulai dari perhatian perhatian kecil hingga membuat gadis itu merasa nyaman dengan kehadiran sang senior.
"Kok diem, aku ditolak kayaknya nih?" goda Imran.
Sontak perkataan Imran membuatnya gelagapan.
__ADS_1
"Eeh bu- bukan begitu kak" jawabnya terbata.
Reaksi gadis itu membuat Imran tersenyum karena merasa lucu.
Sekar? jangan ditanya lagi, gadis itu malu bukan main.
Wajahnya terasa panas saking malunya, dia tidak mau menunjukkan wajahnya pada pria dihadapannya itu.
Dapat dipastikan wajahnya sekarang pasti sangat merah.
"Jadi gimana nih, aku diterima apa ngga?" tanya Imran, lagi lagi dia menggoda gadis itu rasanya sangat lucu melihat Sekar tersipu.
Sekar tidak dapat berkata apa-apa, gadis itu hanya mengangguk tanda ia menerima ungkapan perasaan sang senior.
Imran mengambil kalung dari dalam kotak yang ia persembahan untuk Sekar, dan memakaikannya dilehar sang kekasih.
Sekar merasa sangat bahagia, rasanya tidak ada kata-kata yang dapat mengungkapkan perasaannya saat ini.
Dari jauh Dinda melihat apa yang dilakukan Imran, dia tidak menyangka hari ini sahabatnya akhirnya mengungkapkan perasaannya pada gadis yang sudah dua bulan ini dia dekati.
Rasanya cukup sakit menyaksikan pemandangan romantis dihadapan matanya, apalagi seseorang yang selama ini ada untuknya sekarang sudah menjadi milik orang lain.
Tapi apa boleh buat bagi Imran, Dinda hanya sebatas sahabat baginya.
Dinda hanya bisa mendoakan kebahagiaan buat sahabatnya, gadis itu berharap sang sahabat tidak akan kecewa seperti saat bersama sofie, Dinda yakin Sekar gadis yang baik.
Sedang asik memandang sahabat, tak sengaja sang sahabat justru menoleh kearahnya. Sejenak pandangan mereka bertemu, kemudian Dinda tersenyum tipis kearah Imran hanya ingin meyakinkan bahwa dia baik-baik saja.
"Gue cinta sama lo ting, tapi gue sadar klo kita hanya sebatas sahabat. Semoga Sekar bisa gantiin lo dihati gue, walaupun kenyataannya mungkin sulit buat hapus nama lo dihati gue." Batin Imran.
"Apa lo bahagia ting, ini semua gue lakukan biar lo ngga menjauh dari gue, semua demi lo"
Pria itu kemudian menghirup udara dalam-dalam, seakan udara disekelilingnya tidak cukup memenuhi rongga dadanya, rasanya sesak, sesak sekali menyimpan rasa yang tak mungkin jadi nyata.
"Kak Imran kenapa?" tanya Sekar lembut.
Ternyata sedari tadi Sekar memperhatikan gerak gerik sang kekasih, dia merasa asing dengan sikapnya yang tiba-tiba berubah.
Merasa terkejut dengan pertanyaan sang kekasih, Imran langsung menoleh dan berusaha bersikap normal.
Pria itu menggeleng.
"Aku ngga pa pa kok" jawabnya.
"Mau dansa ngga?"Tanya Imran mengalihkan perhatian.
Sekar mengangguk, tentu saja dia mau berdansa dengan Imran.
Imran menggenggam tangan Sekar, menariknya ketengah taman, mulai merangkul pinggangnya dan mulai menyamakan langkahnya dengan sang kekasih.
Lagu dari Westlife berjudul Beautiful in white mengiringi mereka. Sepasang kekasih baru itu memandang saling mengagumi satu sama lain.
βΏβΏβΏβΏ
Ditempat lain, Dinda sedang duduk bersandar disalah satu kursi taman.
Dia meninggalkan acara itu karena merasa sesak melihat kemesraan kedua insan yang baru saja menjalin kasih itu.
Dan disinilah dia sedang menikmati kesendiriannya.
Duduk sendiri sambil menatap bintang-bintang berkelap kelip, diraihnya ponselnya dan memasang earphone ditelinganya, mungkin dengan mendengarkan lagu dari ponselnya dapat sedikit menenangkan hatinya.
Sebuah lagu dari Mira putri mengalun merdu ditelinganya.
πππ
Seakan jantung ini berhenti berdetak
Saat kau ucap kata itu
Kau ingin akhiri
Ternyata hatimu telah kau beri 'tuk dia
Dan kini kau jemu padaku
Sudah tak berarti
Indah ucapan manis bibirmu
Tak sebanding dengan hati dan lakumu
__ADS_1
Dan kini kau pergi tinggalkan aku
Di saat kumulai tulus mencintamu
Hancurkan impian
Dan semua harapanku
Kau hempaskan cintaku demi dia
Tak kau pedulikan sakit yang kurasa
Mudahnya dirimu
Hapuskan semua cerita kita
Ternyata hatimu telah kau beri 'tuk dia
Dan kini kau jemu padaku
Sudah tak berarti
Indah ucapan manis bibirmu
Tak sebanding dengan hati dan lakumu
Dan kini kau pergi tinggalkan aku
Di saat kumulai tulus mencintamu
Hancurkan impian
Dan semua harapanku
Kau hempaskan cintaku demi dia
Tak kau pedulikan sakit yang kurasa
Mudahnya dirimu
Hapuskan semua cerita kita
Mira putri - Akhir cerita.
Tanpa terasa air matanya mengalir, sekarang dia harus mulai menjaga jarak dengan Imran, Dinda sadar dia sudah tidak bisa bersikap seenaknya seperti dulu.
Karena sekarang sudah ada Sekar, dia hanya tidak ingin gadis itu salah faham dengan kedekatannya bersama sang sahabat akan menciptakan keretakan diantara keduanya.
Dinda cukup tau dimana posisinya dihati Imran, hanya sebatas sahabat.
Sedang asik menikmati kesendirian, tiba-tiba ada yang menepuk bahunya dari belakang, membuat gadis itu terlonjak kaget, karena setahunya tidak ada yang melihatnya pergi.
"Lo kok disini, ting? tanya orang yang tadi menepuk bahunya.
"Eeh, lo Van? gue kira siapa, ngagetin aja,"
Yah memang yang tadi menepuk bahunya adalah salah satu sahabat terbaiknya, Ivana.
"Lo ngapain disini?" tanyanya lagi penasaran.
"Cari udara segar," jawab Dinda santai.
"Lo abis nangis Din,?" mode kepo on.
Ternyata Vana cukup peka dengan keadaan sang sahabat, dia tau kalo Dinda sedang tidak baik-baik saja.
Dinda yang terkejut dengan pertanyaan sahabatnya sontak menghapus jejak air mata yang tadi mengalir dipipinya.
"Ng ngga kok, aku ngga pa pa" jawabnya terbata.
Dia takut kalo Vana tau yang terjadi padanya.
Ivana memicingkan mata menatap kearah Dinda, dia tidak tau ada apa dengan sahabatnya itu. Tapi dia juga tidak mungkin memaksa Dinda bicara karena dia tau bahwa sahabatnya satu ini tidak suka dipaksa.
Vana tau ada sesuatu yang terjadi dengan Dinda mendengar jawaban Dinda yang terbata, Vana bisa menebak kalo sahabatnya menyembunyikan sesuatu.
Gadis itu hanya bisa menghela nafas dan menghembuskannya kasar. Tidak ada gunanya dia memaksa kalo bukan Dinda sendiri yang ingin bercerita.
**Tbc
plis vote like n komen.
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak gengksππ
See u allπππ**