
MERAHASIAKAN
Happy reading gengks
Banyak typo
πππ
Setelah berkonsultasi dengan Dokter Farida, Sekar bersiap pulang, kondisi bayinya cukup baik.
Saat berbalik, wanita itu terkejut saat melihat sosok yang membuat jantungnya berdegup kencang. Matanya membulat melihat tatapan tajam orang itu.
"Kak Dinda".
Yah, orang itu adalah Dinda, mantan seniornya. Sekar terkejut melihat Dinda berada di tempat itu.
πππ
Sekar dan Dinda sedang duduk berdua ditaman Rumah sakit, keduanya diam dengan fikiran masing-masing. Tak ada yang memulai pembicaraan, entah dari mana Sekar harus menjelaskan semua yang terjadi padanya namun ingin menghindar pun wanita itu sudah tak sanggup, dirinya lelah sangat lelah dengan kondisinya, hanya Dinda yang akan mengerti keadaannya.
" Maafin aku kak" Sekar memulai pembicaraan.
Dinda tak menjawab, single parent itu masih bungkam enggan menyahuti ucapan Sekar.
"Maafin aku, kak Dinda" sekali lagi wanita yang tengah mengandung empat bulan itu mengulangi permintaan maafnya.
"Untuk?"
"Semuanya"
Dinda menoleh kearah Sekar, dirinya bingung, kemana arah pembicaraan wanita di sampingnya ini.
"Aku tau kalau kak Dinda punya anak dari mas Imran" perkataan Sekar tepat mengenai jantung Dinda, dan berhasil membuatnya berdegup kencang.
Wanita itu terperanjat mendengar penuturan mantan juniornya namun berusaha bersikap tenang.
"Maksud kamu?" tanya Dinda datar.
"Anak kembar itu adalah buah cinta kalian bukan?" sekali lagi perkataan Sekar kembali menohok hatinya.
Rasa bersalah terhadap mantan juniornya itu menyelimuti perasaan Dinda, wanita itu benar-benar tak menyangka bahwa Sekar akan mengetahui status kedua balitanya.
"Bukan, mereka bukan anak Imran" elak Dinda.
Sekar tersenyum mendengar ucapan Dinda, bahkan sampai detik ini pun mantan seniornya itu tak ingin Imran tau tentang anak-anak mereka.
__ADS_1
"Kak Dinda jangan bohong, aku sudah tau semuanya"
"Lantas, mau kamu apa jika kedua anakku adalah anak Imran?" tantang Dinda.
"Aku mau kak Dinda mengakui semuanya dan biarkan mas Imran bertanggung jawab atas kewajibannya" pinta Sekar.
Dinda tersenyum getir mendengar permintaan Sekar.
"Dan menjadi madumu? kau ingin aku hadir dalam rumah tangga kalian dan membiarkan orang mencemoohku dan kedua anakku sebagai pelakor?" sarkas Dinda.
"Kak Dinda dengarkan yang dokter Farida katakan?"
Dinda menoleh kearah Sekar, kedua alisnya menyatu karena bingung mendengar ucapan wanita itu, apa benar Sekar ingin aku jadi perusak hubungannya dengan Imran? pikir Dinda.
"Kak Dinda tentunya sudah tau mengenai penyakitku bukan? Aku sangat beresiko untuk hamil, tapi aku ingin memberikan kenangan manis saat aku pergi nanti, aku ingin mas Imran tak pernah melupakan ku walaupun aku sudah tiada, cukup mengingatku melalui anak ini" Sekar mengelus perutnya yang sudah sedikit membuncit.
Dinda diam seribu bahasa, ibu muda itu tak tau harus mengatakan apa, dia memang tau kondisi Sekar saat tak sengaja melewati ruangan dokter kandungan dimana Sekar sedang memeriksakan janinnya.
Sekar mengalami komplikasi di rahimnya, ada kista dan tumor yang tumbuh bersamaan dengan janin wanita itu, yang mengancam keselamatan dirinya dan juga bayinya, tapi Sekar bersikukuh mempertahankan si jabang bayi, demi kebahagiaan suaminya.
"Aku punya satu permintaan buat kak Dinda"
"Apa?"
"Maukah kak Dinda menyimpan rahasia ini dari mas Imran?" mohon Sekar.
Sekar menggeleng pelan, senyum tipis terukir dibibirnya yang mungil.
"Sudah terlalu lama aku merebut mas Imran dari kak Dinda, sudah terlalu lama aku memisahkan kalian"
"Tapi-"
"Aku mohon sama kak Dinda, tolong jaga anakku saat aku telah tiada, kembalilah pada mas Imran dan berikan status yang jelas untuk Twins, aku hanya percayakan anak aku untuk kak Dinda, cuma wanita mulia seperti kak Dinda yang bisa memberikan kasih sayang untuk anakku kelak, aku mohon" pinta Sekar memelas.
*Flashback off
πππ*
Dinda kembali teringat ucapan Sekar delapan bulan yang lalu, wanita itu berjanji merahasiakan penyakit yang menimpa Sekar, dan berjanji akan merawat bayi yang Sekar lahirkan.
Seorang bayi perempuan cantik, yang sangat mirip dengan ibunya, Dinda berjanji merawat bayi cantik itu dengan penuh kasih sayang.
Dinda sengaja tak membuang Foto-foto milik Sekar, wanita itu tak ingin jika Sekar dilupakan, semua kenangan Sekar akan Dinda jaga dirumah itu. Suatu saat nanti Dinda akan menceritakan pada anaknya, siapa ibu kandungnya yang sebenarnya, sesuai permintaan Sekar, bahwa dirinya tak ingin dilupakan.
Sekar Arumi Hanan.
__ADS_1
Nama cantik yang Dinda sematkan pada bayi cantik itu, hasil pernikahan suaminya dengan Sekar, wanita hebat yang rela mengorbankan dirinya demi menyelamatkan nyawa bayinya.
"Kau wanita hebat Sekar, kami tidak akan melupakanmu" gumam Dinda sambil menatap foto Sekar yang terpajang diruang keluarga.
Sebuah tangan kokoh memeluk tubuh mungil Dinda dari belakang, seketika perhatian Dinda teralihkan pada tangan yang memeluk pinggangnya posesif. Senyum terbit dibibirnya yang tipis,
Pelakunya tidak lain adalah sang suami, pria itu menghirup aroma mawar dileher sang istri yang membuatnya candu.
"Kamu lagi ngapain sayang" bisik Imran.
"Ish geli mas" ucap Dinda menepuk tangan suaminya yang menjalar ke salah satu bukit kembar miliknya.
Imran tertawa dengan reaksi sang istri, wanitanya ini benar-benar membuatnya gemas. Malu malu liar.
"Kamu tuh, kalo digodain malu, tapi pas diranjang liar"
Ucapan Imran yang ceplas ceplos membuahkan cubitan dipinggang pria itu, dan sontak membuat dirinya mengadu kesakitan.
"Adu-du-du, sakit sayang" sahut Imran sambil mengelus perutnya yang tadi mendapatkan gula-gula pedis dari sang istri.
"Abisnya kamu mas, kalo ngomong suka bener, aku kan malu" jawab Dinda manja. Bibirnya mengerucut.
"Itu bibir ngga usah dimonyong-monyongin, ntar aku buat monyong beneran lho" ancam Imran.
"Ish maaasss" rengek Dinda.
Imran terbahak-bahak mendengar keluhan sang istri, menggoda Dinda adalah kesenangan tersendiri untuk pria itu.
Kesal, Dinda meninggalkan suaminya yang masih terbahak diruang keluarga sendirian, wanita itu langsung masuk kedapur dan menyiapkan makan malam.
Setelah satu jam berkutat didapur, akhirnya masakan Dinda pun selesai segera wanita itu hidangkan dimeja makan dan memanggil suaminya untuk makan malam bersama.
πππ
Tbc
tolong dukung author yaa...
caranya like vote komen dan tinggalkan jejak ππππ£π£π£
Jangan lupa Novel Miss difavoritkan
klik tanda love β€β€β€
Sekalian mampir di karya Miss yang baru judulnya " Sakit Tak Berdarah "
__ADS_1
See U Allππ