Sebelah Hati

Sebelah Hati
CH 46


__ADS_3

KEJUTAN YANG PALING HEBAT


Happy reading gengks


typo banyak!!!


Niatnya ingin memberi kejutan justru Dinda yang terkejut.


Setelah selesai membereskan pakaiannya, Dinda pamit pada Bunda dan Mbak Manda dengan alasan ingin mengadakan reuni dengan sahabat-sahabatnya.


Sore itu Dinda berangkat sendiri menggunakan bisa menuju kediaman Imran, setelah menempuh jarak yang lumayan jauh akhirnya Dinda tiba ditempat tujuan.


Dinda heran melihat banyak orang berada dirumah kekasihnya, perlahan langkah Dinda mendekat, sesampainya didepan rumah kekasihnya wanita itu terkejut bukan main.


Bagaikan dihempaskan dari ketinggian jatuh ke permukaan bumi, mungkin seperti itulah perasaannya saat ini.


Dinda melihat rangkaian bunga ucapan Selamat menempuh hidup baru.


IMRAN HANAN


πŸ’πŸ’


SEKAR MAHARANI


Tidak begitu saja percaya, akhirnya Dinda memutuskan masuk kerumah Imran untuk menyaksikan sendiri yang terjadi didalam rumah itu.


Sekali lagi, bagaikan dihantam godam besar, hatinya benar-benar hancur berkeping-keping, melihat orang yang sangat dicintainya sedang mengucapkan ijab kabul didepan matanya bersamaan dengan teriakan para saksi yang hadir menyaksikan pernikahan itu.


SAH


SAH


Bulir bening jatuh dari kedua maniknya yang memerah, ternyata benar saat ini Imran sudah menikah dengan Sekar, ingin menjadi mencegah? siapakah dirinya hanya tamu tak diundang.


"Dinda"


Sebuah suara yang tak asing menyapa pendengaran Dinda, ternyata itu suara Wawan dan Ivana.


"Lo dateng? kok ngga ngabarin?" tanya Vana.


"Maafin gue, ngga sempat ngabarin kalian" jawab Dinda.


"Kamu tau darimana kalo hari ini Imran dan Sekar nikah?"


"Dari- " Dinda bingung mau jawab apa, ngga mungkin kan kalo dia jujur bahwa sebenarnya dirinya datang ingin menyampaikan kehamilannya kepada Imran.


"Udah lupain Imran, dia udah milik Sekar, hidup lo masih panjang." kali ini Wawan yang menyahut. Pria itu tau persis bagaimana perasaan sahabatnya ini terhadap Imran.


Dinda tak menjawab, kembali air matanya mengalir deras membasahi kedua pipinya, sungguh rasanya sakit, sakit tak berdarah.


❣ Aku suka banget nih istilah SAKIT TAK BERDARAH, kayaknya novel othor selanjutnya bakalan pake judul ini.

__ADS_1


"Kita kesana yuk, kasih selamat buat Imran" ajak Vana.


Dinda menolak, rasanya dia tidak sanggup jika harus langsung berhadapan dengan pria yang telah menanamkan benihnya di rahimnya.


Wawan mengerti perasaan Dinda saat ini, keduanya meninggalkan Dinda dimeja samping pintu keluar dan melangkah menuju tempat Imran dan Sekar.


Dinda bangkit meninggalkan rumah Imran, berada disana membuatnya semakin merasakan sakit.


♨ Imran POV


Hari ini aku dan Sekar akan menikah, tidak kusangka akhirnya seperti ini, semua ini permintaan Ibu, katanya sebagai permintaan terakhir Ibu ingin segera melihatku menikah.


Sedangkan selama ini aku mencari Dinda namun hasilnya nihil, Entah dimana Dinda ku berada, kabar terakhir dia pergi ke kota yang lebih besar mengantar Ayah berobat.


Aku bahkan lupa meminta nomor ponselnya sebelum kami berpisah.


"Din, apa kamu masih ingat sama aku?"


Ku pandangi wajah Dinda yang sempat ku foto saat dia tertidur dimalam panas kami waktu itu.


Aku sudah mencoba meyakinkan Ibu untuk menunggu sedikit lagi sampai aku menemukan Dinda, Ibu setuju tapi makin hari keadaannya semakin memburuk, Ibu hanya ingin melihatku menikah sebelum beliau menghembuskan nafas terakhir. Dengan berat hati aku menyanggupi keinginan Ibu.


Sekar tau bahwa dihatiku hanya ada Dinda, gadis itu bahkan tidak menuntut lebih, cukup memperlakukannya dengan baik seperti seorang istri walaupun tanpa nafkah batin.


Sekar memang gadis yang baik, namun entah mengapa hatiku sangat sulit menerima cintanya, pernikahan ini kami lakukan hanya demi Ibu.


Sekar bahkan mengatakan akan rela melepaskanku jika suatu saat nanti aku kembali pada Dinda.


Kulihat sahabatku Wawan dan Ivana datang memberi kami selamat, kemudian Wawan membisikkan sesuatu yang membuatku terhenyak.


"Dimana?" tanyaku penasaran.


"Disana, meja dekat pintu" tunjuk Wawan kesebuah meja tempat tadi Dinda duduk, tapi aku tidak melihatnya.


"Apakah dia sudah pergi? " pikirku.


Aku pamit pada Sekar, kemudian mencari sosok yang tadi Wawan sebutkan tapi nihil, benar Dinda tadi berada disini karena aku menemukan cincin yang kuberikan saat ulang tahunnya yang kelima belas tertinggal diatas meja.


Saat ingin keluar mencari Dinda lagi, Tiba-tiba kudengar Abah berteriak memanggilku, Ibu kembali Drop.


Terpaksa aku mengurungkan niatku mengejar Dinda, keselamatan Ibu lebih utama.


Sesampainya dirumah sakit, dokter langsung melakukan penanganan pertama namun Tuhan berkehendak lain, Ibu akhirnya menghembuskan nafas yang terakhir.


πŸ˜‡ Dinda POV


Rencana ingin memberi kejutan pada Imran siapa sangka justru aku yang terkejut. Tak kusangka Imran benar meninggalkan ku dan lebih memilih menikahi Sekar.


Lalu bagaiman dengan kehamilan ku? apa yang harus kukatakan pada Bunda dan Mbak Manda?.


Aku pergi meninggalkan acara pernikahan Imran, tidak kuat rasanya melihat pria yang kucintai bersanding dengan gadis lain.

__ADS_1


Saat itu juga aku memutuska kembali kerumah Mbak Manda.


Setibanya dirumah ternyata sudah pukul Tiga pagi, semalam aku berangkat dari kota S pukul dua belas malam dengan naik bis terakhir jurusan kota Z, untung saja bis itu belum berangkat.


Keesokan paginya kejutan yang tak kalah hebat terjadi, tanpa sengaja Bunda menemukan test pack yang kusembunyikan.


Akhirnya Bunda tahu bahwa aku hamil parahnya ayah dari bayiku sudah menikah dengan gadis lain.


Bunda terpukul mendengar penjelasanku, rasanya aku ingin mati saja bersama bayi dalam kandungan ku.


Tapi Mbak Manda dan Kak Rio mencegahku, katanya aku memang sudah melakukan kesalahan tapi jangan sampai melakukan kesalahan yang lain dengan menggugurkan bayiku.


Setelah menikahi Mbak Manda, otomatis kak Rio menjadi saudara iparku, sejak saat itu aku memanggil Abang padanya.


Sembilan bulan kulalui sebagai wanita hamil diluar nikah, ternyata aku mengandung sepasang bayi kembar, dan setelah mereka lahir, Bang Rio menjadi papa mereka dan Mbak Manda menjadi mamanya, sedangkan aku adalah Bunda nya.


Menurut bang Rio, suatu hari nanti Twins pasti bertanya kemana Ayahnya, maka dari itu Bang Rio menyuruhku mengajari Twins memanggil papa pada Bang Rio agar mereka tidak dihina orang lain karena tidak memiliki Ayah.


Bunda pergi meninggalkan ku saat aku masih mengandung Twins, karena sangat terpukul dan tidak kuat menghadapi semuanya, akhirnya Bunda pun menyusul Ayah kembali kepangkuan Ilahi.


Karena kandungan ku juga akhirnya aku memutuskan tidak melanjutkan kuliah, dan lebih fokus meneruskan usaha toko roti peninggalan Ayah, untuk kebutuhanku dan kedua anakku kelak.


🌊Author POV


Bunda pergi, Ibu juga pergi. Imran menjalani pernikahan nya dengan Sekar seperti pernikahan pada umunya, tapi tidak dengan hatinya.


Selama menikahi Sekar, Pria itu tidak pernah menyentuhnya, setiap mencoba menyentuh istrinya bayangan malam panas saat bersama Dinda melintas difikirannya, dan berakhir meninggalkan Sekar sendiri dikamar.


Sekar tau posisinya dihati sang suami, gadis itu tidak menuntut lebih, Imran memperlakukannya selayaknya istri sudah cukup untuk gadis itu.


Hingga suatu malam dimana Imran merayakan acara ulang tahun seangkatan nya dulu semasa kuliah, pria itu pulang dalam keadaan mabuk.


Sampainya dirumah, Imran yang dalam keadaan mabuk berat, dan sangat merindukan Dinda melihat Sekar sebagai Dinda dan akhirnya melakukan hubungan layaknya sepasang suami istri, diujung pelepasannya Imran bahkan menyebut nama Dinda.


"Dinda, aku cinta sama kamu" ucapnya sebelum akhirnya pertahanannya tumbang.


Sekar hanya tersenyum getir mendengar kalimat yang Imran lontarkan, dalam hati nya ada rasa bahagia bercampur kecewa.


Bahagia karena setelah menikah selama kurang lebih empat tahun akhirnya dia bisa menjadi seorang istri yang sesungguhnya dan rasa kecewa karena ternyata Imran melakukannya karena mengira dirinya adalah Dinda.


**Tbc


Plis vote like n komen yaa gengksπŸ‘πŸ‘πŸ‘


jangan lupa jejak donk,


gimana gimana masih kurang pedes ngga??


apakah masih ada yang mengganjal??


tenang, bawang masih banyak jadi siapkan tisu juga ok πŸ‘Œ

__ADS_1


masih ada part yang ngga kalah nyesek tapi jangan kuatir dipastikan bakalan happy ending.


See u all😘😘😘**


__ADS_2