
Oh, Dimas.
Karena panik, Alex jadi melupakan hal penting dan paling utama dalam sebuah hubungan, yakni berkomunikasi, "Halo … sayang kamu dimana? Masih di rumah sakit, aku susul kesana yah, tolong dengarkan aku dulu, bukan aku yang membeli gaun itu, aku akan jelaskan semuanya, bahkan membawa tersangka utamanya sekaligus kehadapanmu." Tanya Alex tanpa jeda dan tanpa basa basi, pandangannya nampak penuh ancaman ketika menatap Dimas, dan Dimas hanya bisa menunduk sedih karena dia adalah penyebab semua masalah ini.
"Aku sibuk, nanti saja kita bicara," tolak Stella, bukan ia tak ingin mendengarkan penjelasan Alex, hanya saja saat ini ia tengah bersiap di ruang make up, untuk acara 'Doctor Talk'.jadi sungguh tak mungkin jika ia harus beradu pendapat di hadapan MUA.
"Tuh kan kamu marah, tolong dengarkan aku,"
"Iya akan ku dengarkan tapi nanti, aku sedang tidak bisa bicara sekarang."
Alex lemas tak bertenaga, penolakan Stella benar benar membuatnya lemah.
"Dimas, rumah tanggaku sedang dipertaruhkan, jika besok kamu tidak berhasil membawa gadis itu ke hadapanku, tamatlah sudah riwayat ku," desis Alex. "Pergilah kamu boleh libur sampai besok, dan besok malam bawa gadis itu ke hadapanku."
Alex menyambar jas yang berada di genggaman Dimas, ia kembali melangkahkan kaki nya, tujuannya tentu saja menghampiri istrinya, sudah cukup sekali ia gagal, kini ia tak akan berhenti sampai Stella benar benar mendengarkan kata katanya.
✨✨✨
Tepat jam dua belas siang Stella tiba di rumah stasiu TV xx, tadi setelah CV nya dikirimkan oleh Alan, sang produser langsung menghubunginya untuk konfirmasi kehadiran, dan kini ia tengah di rias unntuk persiapan penampilannya di layar kaca.
Sang MUA nampak terpesona dengan hasil karya nya kali ini, Stella yang hari hari biasa hanya menggunakan make up sederhana, kini tampak sangat memukau di hadapan sang MUA.
Kulit putih dan hidung mancung nya nampak sangat menggoda, ditambah lesung pipi, semakin menambah daya tariknya, namun yang tak kalah menawan adalah, rambut alaminya yang berwarna kecoklatan dengan mata biru pucat di tunjang tinggi badan proporsional, membuat Stella semakin mempesona seperti layaknya seorang model profesional.
“Wah dokter, anda pasti tampak mempesona di depan layar kaca,” sekali lagi san MUA memuji penampilannya.
Stella hanya tersenyum menanggapinya. “terima kasih,” jawab Stella.
tok tok tok
__ADS_1
Terdengar suara pintu diketuk, “Dokter, anda sudah siap?” tanya sang produser.
Stella dan san MUA mengangguk bersamaan.
“Mari dok, saya antar anda,”Produser membawa Stella ke lokasi yang akan mereka pergunakan untuk Shooting.
Seorang wanita berparas cantik yang nantinya bertindak sebagai pembawa acara, nampak tengah membaca naskah yang harus ia kuasai sebelum acara dimulai.
Wanita itu tersenyum ramah pada Stella, “dokter Risa?” sapanya dengan tangan terulur. “perkenalkan dok, saya Putri, tolong koreksi saya jika saya salah dalam beberapa istilah medis,” Putri merendahkan diri, ia sangat menyadari kapasitasnya yang masih sebagai mahasiswa kedokteran sekaligus menekuni dunia presenter, karena baginya ini hobi menyenangkan.
Stella menyambut jabat tangan tersebut dengan ramah, “senang berkenalan dengamu, aku mungkin sedikit Grogi, tolong nanti buat suasana lebih santai yah,” Stella tak berbohong karena ia memang banar benar berdebar, karena ini pertama kalinya ia muncul di layar kaca.
Sementara Stella dan putri berbincang ringan, produser nampak terkejut setelah mengetahui siapakah yang jadi pembicara ‘Doctor Talk’ kali ini. “kamu tidak salah informasi?” tanya sang produser pada asistennya.
“Tentu saja tidak pak, apa anda tidak membaca CV dokter Risa dengan teliti?” tanya sang asisten.
.
“Mana sempat, aku sungguh pusing ketika dokter Alan tiba tiba mengatakan ia tidak bisa menjadi pembicara di acara ‘Doctor Talk’.”
“Lihat, nama suaminya, anda akan lebih terbelalak tak percaya.”
Produser itu terbelalak kaget, “kamu yakin ini CV dokter Risa,” produser membekap mulutnya yang terbelalak tak percaya, bahwa Dokter Risa adalah istri dari Alexander Geraldy yang baru beberapa jam yang lalu jadi perbincangan di media, akibat ulah Meta Permana.
Sepanjang acara berlangsung, Putri sang presenter membuat perbincangan mereka berlangsung santai, bahkan pertanyaan yang masuk via medsos Doctor Talk mampu Stella jawab dan jabarkan dengan menarik, dan bahasa yang mudah dipahami, tentunya pesona seorang Stella memiliki ruang tersendiri di mata pemirsa TV, hingga mampu membuat penonton semakin tertarik.
Di belakang kamera, sang produser tampak tersenyum bahagia, karena rating acaranya kali ini melonjak drastis dari pada minggu lalu, wajah Stella menjadi penyegar di acara tersebut, selain itu Stella punya misi terselubung, yakni membuat pemberitaan Meta menghilang dari jagat hiburan, kemudian menggantikan nya dengan pemberitaan dirinya, beberapa saat setelah Alan mengakhiri panggilannya, Stella tersenyum bahagia, karena tiba tiba terrlintas ide gila ini, membuka identitasnya, supaya Meta tahu, siapa wanita yang kini menjadi lawannya.
Yah beberapa jam tang lalu, Meta Permana sengaja membuat berita menghebohkan agar popularitas nya kembali melonjak, apa lagi jika bukan masalah gaunnya yang tak sengaja di beli, dengan Status sudah di bayar menggunakan kartu kredit milik Alexander Geraldy, bagi Meta ia seakan mendapatkan durian runtuh, di kalangan selebritis, tak sedikit orang yang mengenal secara langsung sang pebisnis yang memiliki puluhan Hotel berstandar internasional, bahkan seringkali Twenty Five Hotel, menjadi sponsor dalam film atau Sinetron yang sedang tayang di layar kaca, hingga membuat nama Alexander begitu membius, bahkan terdengar sangat memikat di telinga seorang Meta Permana, jadi tak ada salahnya ia mulai melancarkan aksinya, siapa tahu ia bisa menjadi salah satu wanita favorit seorang Alexander Geraldy.
Lain Tujuan Meta, lain pula Tujuan Stella, Jika sang model berniat menjadi benalu dalam kehidupan rumah tangganya, maka Stella siap jadi obat pembasmi benalu tersebut, bagi Stella, Meta hanyalah anak kemarin sore, Meta belum tahu siapa musuh yang dia undang kali ini.
Stella berpikir, jika dahulu ia mudah menyerah hingga membiarkan rumah tangga berakhir, maka kini ia akan berjuang, apapun caranya agar berita yang tersebar di dunia maya tak membuatnya terlihat sebagai istri yang terpinggirkan, mengingat usia pernikahannya yang baru akan menginjak satu bulan, dan kini beredar gosip suaminya membelikan gaun berharga fantastis pada seorang model yang sedang naik daun.
__ADS_1
Benarlah kiranya apa yang Richard katakan, kini ia merasa mentalnya cukup kuat untuk menghadapi badai yang menerpa keutuhan rumah tangganya.
"Meta … menyingkirlah dari kehidupanku, atau aku akan membuat namamu semakin di rendahkan masyarakat." Stella berbisik dalam hatinya.
.
.
.
.
.
besok dan lusa, jangan cari othor di jam kunti yah, othor mau hiling sejenak, doakan othor tidak hilang sari peredaran ...
.
.
.
jumpa lagi senin di jam kunti 👻
.
.
.
.
sarangeeeeee 💟❤️💟❤️
__ADS_1