Sepasang Mantan

Sepasang Mantan
PROMO CERITA BARU, ANAK KE 3 ALEX DAN STELLA


__ADS_3


Plak


Kali ini tamparan keras mampir di pipi Voni, Emira sudah tak tahan lagi dengan sikap Voni, yang terus menerus menindasnya, jika dibandingkan dengan tamparan Emira, tamparan dari Voni tak berarti apa apa, karena bagi Emira yang sudah terbiasa disiplin berlatih, tentu pukulannya akan terasa luar biasa menyakitkan.


Ranti tak terima, ketika melihat Emira membalas tamparan Voni, maka ia pun kini ikut ikutan menarik kasar kerah kemeja Emira, β€œberani membalas kamu yah, sudah bosan hidup rupanya,"


Emira tahu, ini bukan saat nya ia berpura pura lemah, justru ini adalah saat yang tepat bahwa ia bukanlah gadis yang bisa diremehkan.


Emira menggenggam kuat lengan Ranti, awalnya ia meremehkan, namun lama kelamaan, genggaman Emira semakin terasa menyakiti lengannya, semakin lama semakin meningkat rasa sakitnya, hingga akhirnya cengkeraman Ranti terlepas dengan sendirinya, Emira tersenyum puas melihat perubahan di wajah Ranti, "jika kamu laki laki, aku sudah membanting tubuhmu tanpa ampun, tapi aku masih berbelas kasih padamu, karena kamu seorang gadis."Β 

__ADS_1


Ranti nampak agak ketakutan mendengar ancaman Emira.


Kemudian Emira melepaskan genggaman tangannya, seketika kelegaan nampak di wajah Ranti.


Emira berbalik hendak pergi meninggalkan Voni dan anak buah nya, tapi sebuah cekalan di bahu, menghentikan nya.


Seketika Emira kembali berbalik, menepis kasar si pemilik lengan, kemudian dengan gerakan cepat Emira membalik lengan Voni ke belakang punggungnya, "kamu ingin merasakan kekuatan tanganku juga rupanya, mulai sekarang jangan berani mencari masalah denganku, atau aku akan mematahkan lengan dan kaki mu." Ancam Emira.


Lagi lagi dengan kasar Emira melepaskan Voni, kemudian berbalik pergi, rupanya ke enam gadis tersebut merasa tak terima dengan penghinaan dan ancaman Emira, mereka pun menyerang Emira bersamaan, hingga akhirnya terjadilah pertarungan tidak seimbang, saling tendang, saling jambak, cakar, hantam, entah apa lagi yang mereka lakukan untuk melindungi diri mereka masing masing.


Tak lama sayup-sayup terdengar riuh suara jeritan, dari belakang rumah tua.

__ADS_1


Para petugas satpol pp tersebut, ramai ramai mendatangi pusat keributan, ternyata beberapa gadis sedang terlibat tawuran tidak seimbang.


Para petugas tersebut segera bergerak cepat memisahkan para gadis yang sedang berseteru tersebut, dilihat dari sisi jumlah, jelas Emira kalah jumlah, tapi ia cukup puas karena berhasil membuat lebam mata Kiri Voni, tadi ia juga sempat melayangkan tendangan ke dada Ranti, yang pastinya kini juga sudah membiru, dan para anak buah mereka pun masing masing mendapat cakaran dan jambakan di rambut.


Emira pun kondisinya tak kalah mengenaskan, kacamata nya sudah menghilang entah kemana, tapi tak satupun dari mereka berhasil menyentuh wajahnya, Emira sungguh puas melihat kondisi lawannya yang terlihat mengenaskan, Emira yang sudah terbiasa mengalami lebam dan kemerahan di tubuhnya,karena berlatih taekwondo, tapi para gadis yang menjadi lawannya pasti kini tengah luar biasa kesakitan.


Akhirnya ke tujuh gadis gadis itu digiring ke kantor polisi oleh para petugas satpol PP, karena tugas satpol PP bukanlah menangani tawuran pelajar.


.


.

__ADS_1


.


selengkapnya langsung datang ke lapaknya yuks... terima kasih πŸ˜˜πŸ’•πŸ˜˜πŸ’•


__ADS_2