
Jalan Jakarta sungguh tak bersahabat, sore itu Alex sudah tak sabar ingin kembali ke rumah sakit demi bisa bertemu wanita pujaannya, bahkan ia sengaja menunda makan siang agar bisa lekas sampai, tapi melihat kondisi lalu lintas saat ini, Alex ingin mengamuk rasanya, macet dimana mana, belum lagi ada kecelakaan di tol hingga perjalanan menjadi jauh lebih lama dari yang seharusnya.
Bahkan Dimas yang juga sedang menahan lapar ikut uring uringan di belakang kemudi, dia jadi terdampak oleh si bos yang sedang kasmaran, sudahlah lapar dan sekarang harus bertarung melawan kemacetan, sungguh alam semesta benar benar sedang tak berpihak padanya.
Setelah 4 jam bertarung melawan kemacetan, Dimas pun tiba di salah satu restoran favorit Stella, ia menghentikan mobilnya di sana, dan keluar begitu saja tanpa menunggu Alex.
Alex yang merasa diabaikan pun ikut keluar, "dasar asisten tidak sopan, Dimas β¦ kenapa malah berhenti di sini?"
"Bos β¦ cinta saja gak bisa bikin kenyang, saya mau makan, terserah kalau bos memilih pingsan di dalam mobil." Jawab Dimas seenaknya.
Dimas sudah merasa sangat geram dengan Bosnya tersebut, sejak siang dia sudah mengeluh lapar, tapi Alex seolah tak menghiraukan nya, ia justru mengajak Dimas segera kembali ke Jakarta, sesaat usai pertemuan, bahkan saat di rest area mereka hanya berhenti untuk mengisi BBM, padahal Restoran padang sudah memanggil manggil.
(Hahaha Dimas, maafkan othor yah ππ, bos mu sedang kasmaran, takut mantannya ilang lagiπ€ͺ)
Jadi inilah puncaknya, Dimas yang sudah sejak tadi menahan perih di perutnya, segera menghentikan mobil, dan berjalan memasuki restoran, tak peduli Alex memanggil manggil dirinya.
Akhirnya dengan berat hati Alex pun mengikutinya, Dimas sedang menunggu pesanan ketika Alex ikut bergabung bersamanya.
"Anda tidak ingin makan bos?" Tanya Dimas.
"Tidak."Β
"Ya sudah kalau begitu saya makan sendiri," lagi lagi Dimas menjawab seenaknya.
Tak lama pramusaji restoran datang membawakan pesanannya, Dimas sengaja memesan sup agar ia bisa segera makan tanpa perlu menunggu lama.
Ini adalah sup daging favorit Stella, terlalu sering memesan menu sup untuk Stella, lama kelamaan Dimas pun memiliki selera yang sama seperti halnya Stella dan si kembar.
Dimas makan dengan cepat, karena tak ingin bos bucinnya menunggu lama, dan ketika membayar tak lupa ia memesan lagi untuk empat orang anggota keluarga halu versi othor.
"Bos, anda Yakin anda tak ingin makan?"Β
"Tidak, ayolah kapan kita tiba di rumah sakit, jika kamu terus terusan bertanya."Β
"Yaelaaah bos, nyonya tidak akan kabur, ada si kembar di sana, jam berapapun anda tiba, nyonya masih setia menunggu kedatangan anda." Ucap Dimas mencoba menenangkan Alex.
__ADS_1
Ucapan Dimas membuat ekspresi wajah Alex berubah, kini ia nampak tersipu sipu menahan senyumnya, "benarkah?"
"Iya bos, anda tenang saja,"Β
Seorang Pramusaji kembali ke meja dan mengantarkan pesanan yang akan dia bawa untuk Stella dan si kembar, tapi jika Alex mau juga sepertinya mereka bisa makan bersama.
"Terima kasih nona." Ucap Dimas ketika menerima pesanannya.
Sesudahnya Dimas kembali mengemudikan mobil menuju rumah sakit.
Tak perlu waktu lama mereka pun tiba, Dimas masih setia menemani bosnya hingga tiba di kamar Kevin.
Ketika Alex tiba, Stella sedang membaca jurnal medis sementara si kembar sedang duduk berdampingan bermain dengan ponsel mereka.
Wajah Stella sumringah menyambut kedatangan Alex, Stella tak menyadari bahwa ketika ia tersenyum, Alex merasa ada penabuh genderang di dalam dadanya.
"Selamat malam nyonya," sapa Dimas yang berjalan di belakang Alex.
"Selamat malam Dimas," jawab Stella.
Wajah Stella berseri seri, "waaahhh terima kasih Dimas, kamu yang terbaik."Β
Alex terbelalak mendengar pujian yang dilontarkan Stella untuk Dimas, 'haiiiss lagi lagi si br3n95ek ini yang dapat pujian, padahal Dimas membelinya dengan uangku' jerit Alex dalam Hati.
Semakin sebal, ketika Dimas menatapnya de'ngan wajah penuh kebanggan, karena baru saja mendapat pujian.
"Seneng β¦ puas β¦ udah dapat pujian." Ujar Alex dengan nada kesal, susah payah ia menahan lapar agar bisa segera sampai, namun justru Dimas yang mendapat pujian, sementara Alex, lagi lagi bahkan tak dapat sapaan dari sang mantan.
(Iiiihh bos, gemesin banget sih π)
"Oh iya bos, saya hampir lupa, ini ada titipan dari pengacara." Dimas menyerahkan, amplop coklat pada Alex, "selamat bos, anda mendapatkan putra anda kembali, saya permisi dulu bos, selamat malam dan selamat Istirahat." Dimas pun pamit setelah menyelesaikan tugasnya.
Dimas segera pergi tanpa berpamitan lagi dengan Stella, karena khawatir sang bos akan cemburu lagi.
Stella tengah meletakkan sup di meja pasien agar si kembar bisa menikmati makan malam mereka.Β
__ADS_1
Alex melepas jas dan melonggarkan dasinya, "Apa kalian juga belum makan?" Tanya Alex pada si kembar.
"Belum dad, kami menunggu daddy." Jawab Andre.
"Bagaimana jika daddy pulang malam?"Β
"Mommy bilang mommy akan memesan makanan jika sampai jam 8 malam daddy belum tiba." Kevin ikut menjawab, sementara pandangannya tak beralih dari ponsel.
"Iya β¦ udah papi makan di sana aja temani mommy, kami belum menyelesaikan misi." Kevin menambahkan.
Alex menghembuskan nafas, resiko punya anak yang sudah ABG, mereka lebih sibuk bermain dengan ponsel mereka, tanpa peduli padanya yang baru pulang kerja.
Dilihatnya Stella pun masih sibuk dengan ponselnya, padahal ia sedang makan.Β
Alex mengambil tempat kosong di sisi Stella, "kakak sudah makan?"Β
'Oh Tuhan akhirnya dia bertanya' lagi lagi Alex bersorak gembira dalam hati.
Alex menggeleng.
Stella meletakkan ponselnya, kemudian membuka satu porsi sup yang tersisa, untuk diberikan pada Alex, "makanlah, mau pakai nasi?" Stella kembali bertanya.
Alex mengangguk dan menerima sebungkus nasi yang kemudian dicampurkan nya ke dalam sup, sederhana tapi ia bahagia, lagi lagi ia teringat dahulu, perlakuan Stella yang dengan sabar menyiapkan makanan untuknya, sementara ia sendiri bahkan belum menyentuh makanannya, kini ia kembali merasakannya, bahkan Stella buru buru meletakkan ponselnya ketika ia duduk, padahal ia sendiri baru makan beberapa suapan.
"Kenapa belum makan?" Tanya Stella khawatir.
"Kamu sendiri kenapa belum makan?" Alex balik bertanya. "Apa kamu menungguku?"Β
Stella terdiam tak menjawab. "Kamu menungguku? Agar kita bisa makan malam bersama?" Kali ini Alex memberanikan diri bertanya.
Stella mengangguk pelan, ketika Alex menatapnya wajah Stella sudah bersemu kemerahan,Β Alex hanya mengulum senyumnya, "tak sia sia aku menahan lapar, untung tadi aku tak menuruti permintaan Dimas untuk makan malam terlebih dahulu sebelum kemari." Alex berkata lirih, namun masih bisa terdengar dengan Jelas di telinga Stella, membuat Stella semakin berdebar tak karuan.
β¨β¨β¨
yeeaayy senengnya yang ditungguin sama mantan πππππ
__ADS_1