
b. Landing.
Helikopter yang di pesan kru pesawat, tiba beberapa saat sebelum pesawat landing.
Dokter Carmen, salah satu dokter kandungan di William medical Center dan beberapa petugas medis terkait segera memasuki kabin pesawat, mereka terkejut manakala melihat suster Amanda tengah melakukan pertolongan pertama bayi yang baru saja dilahirkan Stella.
Kini tinggal dokter kandungan yang melakukan sisanya, dan setelah semua usai mereka membawa Stella ke William Medical Center dengan bantuan helikopter.
*
*
*
Alex yang masih memeluk bayi kecilnya, sesekali ia masih berurai air mata haru, bayi kecil itu begitu mungil bahkan berat nya tak sampai tiga ribu lima ratus gram, pantas saja ia lahir dengan mudah, bayi kecil yang cantik, benar benar mirip dengan sang istri, hanya saja bayi mungilnya berambut Hitam seperti dirinya.
__ADS_1
“Bayi kecil daddy, apa kamu tahu, daddy bahagia sekali, kehadiranmu adalah pelengkap dalam hidup mommy dan daddy, jadilah gadis cantik yang pemberani seperti mommy, jangan khawatir, karena asa daddy dan kedua kakak mu yang akan siap siaga di sisimu,”
Seolah mengerti apa yang diucapkan sang daddy, bayi kecil itu menggeliat lucu, ia bahkan mengeluarkan kedua tangan dan kakinya dari balik selimut hangat yang mendekapnya.
“Dad, kami juga ingin menggendongnya.” gerutu Andre.
Berdiri di sampingnya, Kevin pun sama cemberutnya dengan Andre, pasalnya sejak lima belas menit yang lalu mereka mengantri saat saat menggendong adik kecil mereka, tapi Alex seakan memonopoli kesempatan tersebut.
“Tunggulah sebentar, papi belum puas menggendongnya, kalian nanti saja.” jawab Alex tak mau kalah.
“Tapi daddy sudah mengatakannya sejak satu jam yang lalu,” rengek Andre.
“Iya pi, bahkan sudah dua jam yang lalu, sejak terakhir kali aku menggendongnya.” Kali ini Kevin pun tak kalah sengit memprotesnya.
Begitulah keributan yang terjadi di ruang rawat inap yang kini ditempati Stella usai persalinannya, sejak sore kemarin, ketiga pria yang juga merupakan papi dan anak anaknya, berebut ingin menggendong bayi kecil yang baru saja hadir diantara mereka, sang putri kesayangan keluarga Geraldy, si cantik yang kini semakin melengkapi kehidupan Alex dan Stella, bayi yang hadir setelah pernikahan mereka kembali.
Kini, Stella benat benar seperti ratu yang dimanjakan oleh ketiga pria pria nya, bahkan untuk minum pun Alex dengan senang hati membantu memegang gelas untuknya, padahal usai melahirkan Stella sudah bisa berjalan normal, dan beraktivitas ringan, tap Alex dan kedua putranya benar benar memanjakannya.
Ucapan bahagia terus mengalir berdatangan, baik dari dari para staf rumah sakit, tentu mereka mengenal siapa dokter Risa, mengingat Stella pernah menghabiskan hari harinya di William Medical Center Singapura, jadi tak heran jika para dokter, perawat, serta staf rumah sakit, datang silih berganti ke ruang rawat yang kini ditempati Stella.
__ADS_1
Begitupun para karyawan Twenty Five Hotel, mereka pun turut merasakan bahagia yang kini dirasakan presiden direktur, bahkan sebagai bentuk kebahagiaannya, Alex menghadiahkan satu kali bonus gaji untuk seluruh karyawan Twenty Five Hotel, tanpa terkecuali, tentu saja hal itu disambut gembira oleh mereka.
Jika sebelumnya kedatangan Alex dan keluarganya ke Singapura untuk menemui keluarga Bella, kini justru keluarga tuan Brandon Roger Smith yang mendatangi rumah sakit, karena mendengar berita bahagia yang Andre sampaikan melalui telepon.
Karena Sudah sejak lama Stella menjalin hubungan baik dengan Keluarga tuan Brandon, terhitung sejak anak anak mereka bertemu dan menjadi kawan baik, sejak saat itulah, Andre sudah dianggap sebagai keluarga oleh tuan Brandon, begitu pun Bella bagi keluarga Geraldy.
*
*
*
Namun dibalik berita bahagia terselip pula perasaan sedih, ia yang patah hati untuk pertama kalinya, dialah gadis berwajah campuran bule melayu, memiliki rambut Hitam dan manik mata hijau safir, usianya memang masih enam belas tahun, tapi ia tak meragukan kepolosan dan ketulusan perasaannya.
Beberapa saat yang lalu, Andre mengatakan bahwa ia mencintai gadis lain, salah satu teman sekolahnya juga, bahagia yang sejak pagi ia bawa dari rumah, hancur seketika, padahal sebelumnya, ia bahagia karena Andre mengajaknya makan es krim vanila favoritnya, tapi seketika es krim itu terasa hambar di lidahnya, manakala Andre mengatakan ia sudah menyatakan perasaannya pada Mely, gadis yang sudah dua tahun ini ia sukai, kuncup bunga cintanya layu seketika.
Gadis remaja ini barulah menampakkan kuncup cintanya, namun perlahan hangus dilalap percikan api cemburu dan hati yang telah dipatahkan begitu saja.
Bella menangis sedih seorang diri di sudut taman.
__ADS_1
kelanjutannnya?
silahkan baca di novel terbaru othor, “Andre Untuk Bella”