Sepasang Mantan

Sepasang Mantan
93. Wedding Bos.


__ADS_3

...Special wedding Bos, othor up 1800 kata buat kalian, plis ramaikan kolom komentar....


...happy reading...


Malam resepsi pernikahan.


Suasana megah menghiasi ballroom utama Twenty Five Hotel, yah petang ini adalah petang berlangsungnya resepsi pernikahan pemilik sekaligus presiden direktur Twenty Five Hotel, Pesta bertema serba putih itu nampak mewah dengan lampu lampu hias di setiap sudut ballroom, kenapa putih, itu keinginan kedua mempelai, yang sebelumnya pernah gagal, dan kini seperti kertas putih, mereka menghapus semua noda dan rasa sakit di masa lalu, dan mulai melukis kenangan baru untuk masa depan keduanya.


Ini adalah saat membahagiakan bagi Alex dan Stella, keduanya berjalan ke altar pernikahan dengan didampingi kedua putra tampan mereka, pesta perayaan ini seolah menegaskan pada khalayak bahwa kini keduanya sudah resmi kembali memiliki pasangan, walaupun pasangannya tetap sama seperti pernikahan mereka enam belas tahun yang lalu.


Lebih dari 3000 tamu undangan dari berbagai kalangan ikut hadir dalam kemeriahan pesta, baik dari kalangan bisnis, politisi serta para dokter yang juga rekan kerja Stella di Singapura spesial hadir untuk memberikan ucapan selamat.


Stella nampak cantik dalam balutan gaun pengantin spesial yang di pesan khusus oleh ibu mertuanya, gaun mewah berwarna putih dengan hiasan berlian dan kristal Swarovski itu nampak berkilauan di bawah cahaya lampu, gaun itu sebagai wujud bahagia mama Lani, karena kini ia merasa memiliki keluarga sempurna, karena Stella sudah bersedia kembali pada Alex.


Tak kalah dari sang istri Alex pun tampak gagah dan tampan dalam balutan tuxedo senada dengan gaun yang dikenakan Stella, keduanya tertawa bahagia merayakan kebahagiaan mereka, serta dengan penuh suka cita menyambut para tamu yang terus berdatangan memberikan ucapan selamat.


Alex dan Stella, mengawali kisah cinta mereka dari sebuah perkenalan yang unik, kemudian berlanjut dengan pertemanan yang saling membutuhkan, mereka terpisah ketika Alex menyelesaikan pendidikannya di Senior High school, dan dua tahun kemudian mereka  kembali dipertemukan manakala kedua orang tua mereka mengatur perjodohan.


Entah kenapa saat itu keduanya menyetujui perjodohan tersebut, padahal keduanya sama sama memiliki kekasih, setelah belasan tahun berjalan, barulah mereka menyadari bahwa kedekatan mereka memang bukan kedekatan biasa, tanpa mereka sadari, cinta lah yang telah lama mengikat keduanya.


Perpisahan panjang serta rasa sakit akibat rindu, membuat keduanya cepat cepat memutuskan untuk kembali bersama serta melupakan hal hal buruk yang terjadi di awal pernikahan mereka dahulu, terutama lagi mereka menginginkan anak anak tumbuh dengan kasih sayang utuh dari kedua orang tuanya.


Si kembar memiliki peran penting dalam kehidupan orang tua mereka, dua anak yang dahulu terpisah, tak sengaja bertemu di sekolah, bahkan mereka rela bertukar tempat, demi membuat kedua orang tuanya bertemu, hingga akhirnya kembali menikah.


✨✨✨


Sementara itu masih di keramaian pesta, ada seorang gadis yang tampak berjalan seorang diri, ia terjebak di pesta tersebut lantaran mewakili atasan sekaligus kakak ipar sepupunya, dialah Hana, sekertaris sekaligus adik ipar Elena Sebastian.


Syukurlah ia tadi menuruti permintaan mama nya yang menyuruhnya naik taxi, dari pada menggunakan matic yang biasa ia pakai kemana mana, karena sejak beberapa meter sebelum tiba di hotel, taxi yang ia tumpangi berjalan lambat karena antrian tamu yang memadati Twenty Five Hotel, ia sampai memilih berjalan menuju hotel, daripada menunggu lebih lama di dalam Taxi.


Di tengah banyaknya undangan Hana melihat pria yang tempo hari menabraknya, pria itu nampak berbincang dengan beberapa orang, "siapa sebenarnya pria itu?" Gumam Hana seorang diri, pasalnya waktu itu pun ia bertemu dengan pria itu di acara pernikahan Kakak sepupu nya, dan kali ini pun ia melihatnya di pesta pernikahan rekan bisnis kakak nya.


Hana menyelinap di antara para tamu undangan, menghindari kemungkinan bertemu dengan pria itu.


Akhirnya Hana pun memutuskan makan terlebih dahulu, sebelum menjumpai mempelai untuk memberi ucapan selamat.


✨✨✨


Bukan hal mudah bagi sepasang pengantin, menyalami ribuan orang yang terus berdatangan, seperti keran air tersumbat, dan baru saja sumbatannya dibuka.


Stella duduk sejenak, mengistirahatkan kakinya yang mulai lelah, "lelah sekali?" Tanya Alex yang kini ikut duduk di sisi nya.


Stella hanya mengangguk, "seingatku, dulu tamu kita tidak sebanyak ini."


Alex tersenyum geli, tentu saja suatu hal wajar, mengingat Twenty Five Hotel semakin besar, dan rekan bisnisnya pun semakin banyak, baik dari dalam maupun dari luar negeri. "Iya kamu benar, waktu itu kita hanya sedikit, karena bisnisku belum sebesar sekarang," Alex menyingkirkan anak rambut dari pelipis Stella.


Stella mengangguk paham, "lagi pula saat itu kamu juga belum jadi dokter hebat seperti sekarang," puji Alex pada istrinya.


"Ah iya benar juga," gumam Stella paham. 


Si kembar datang menghampiri mereka, menghadiahkan pelukan hangat untuk kedua orang tuanya, "selamat mom, dad, kami senang sekali akhirnya kalian kembali menikah, kita akan tinggal bersama sama setelah ini kan?"


"Tentu sayang," bisik Stella di telinga Andre, tumben sekali dia memeluknya dahulu, padahal biasanya Andre akan berlari ke pelukan Alex.


Alex dan Stella menghujani ciuman untuk anak anak mereka, betapa bahagianya mereka memiliki anak anak penyayang yang rela berkorban demi membuat orang tuanya kembali bersama, tak terhitung rasa syukur di hati keduanya karena kini keluarga mereka kembali utuh.


"Mom, papi, bolehkah kami pulang lebih dulu?" Tanya kevin.


"Kalian tidak menginap di sini?" Tanya Alex.


Si kembar tersenyum pada kedua orang tuanya, "tidak dad, kami tidak akan mengganggu kalian malam ini, kami sudah janji akan main PS di apartemen om Dimas, jika Uncle Steven tidak ada panggilan dari rumah sakit, dia juga akan bergabung." Jawab Andre.


"Tapi tentu saja semuanya tidak gratis," Kevin menambahkan dengan seringai di wajahnya. "Kalian harus segera memberi kami seorang adik, kembar lagi juga tak masalah." 


Bluuusss … wajah Stella memerah mendengar ucapan Kevin, ini kali kedua Kevin meminta seorang adik padanya. Namun sedetik kemudian ia hanya menanggapi ucapan Kevin dengan senyuman, begitu pun Alex.

__ADS_1


"Baiklah kami pergi dulu." Si kembar pun berlalu pergi.


"Bersenang-senang lah," Stella berpesan pada kedua putranya, diikuti dengan lambaian.


Stella menggenggam tangan Alex, "sejak kapan anak anak kita menjadi begitu dewasa?" 


"Entahlah, aku pun terkejut, karena mereka pun mengatakan hal yang sama ketika kamu masih pingsan di rumah sakit." Jawab Alex, ia mencium puncak kepala Stella. "Ayo aku antar ke kamar kamu istirahat lah dulu."


"Lalu tamu tamu bagaimana?" 


"Serahkan padaku, kamu masih harus banyak istirahat setelah operasi, jangan terlalu memaksakan diri." 


Stella hanya mengangguk pasrah, justru ia senang sekali karena sudah sangat ingin berendam.


✨✨✨


Presidential suite


Alex membimbing Stella memasuki kamar mereka, kamar yang sama, kamar yang dahulu mereka tempati setelah resmi menjadi suami istri, dan kini mereka kembali berada di sini, dengan status yang juga baru saja resmi menjadi suami dan istri.


Alex membantu membuka kancing gaun Stella yang semuanya terpasang di punggung, tak bisa di pungkiri tubuhnya mulai bereaksi, ia tahu sekarang pun pasti Stella tidak akan menolaknya, tapi Alex tak ingin terburu buru, karena Stella pasti sangat lelah, terlebih ia baru beberapa hari keluar dari rumah sakit, Alex hanya mendaratkan kecupan singkat di kedua pundak Stella.


"Mandilah dulu, Aku akan menemui para tamu," bisik Alex, yang diangguki oleh Stella.


Sepeninggal Alex, Stella menuju walk in closet, dan melepas gaunnya di sana, kemudian ia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, sungguh menyenangkan ada di bawah guyuran air hangat, sementara menunggu bathtub penuh untuk berendam.


Hampir jam dua belas malam, Alex kembali ke kamarnya, itu pun setelah susah payah ia mengusir para rekan bisnisnya yang sengaja jahil ingin mengerjainya.


Alex mengedarkan pandangannya ke seisi ruangan mewah tersebut, namun Stella tak ada di mana-mana, "pergi ke mana dia?" Alex bermonolog. Sambil melepaskan jas dasi dan sepatu nya, Ia terus mencari cari, ketika melihat pintu walk in closet yang masih terbuka, ia pun masuk, gaun Stella teronggok di sana, Alex mulai bernafas lega, "masih di sini ternyata," Alex tersenyum geli, ia pun menggulung lengan kemejanya.


Tok tok tok 


Alex mengetuk pintu beberapa kali, ia jadi teringat kenangan buruk nya di pernikahan pertama mereka, "sayang kamu gak papa?" 


Tak ada sahutan.


Tok tok tok 


Kemudian Alex memutar kenop pintu kamar mandi, yang rupanya tak terkunci, Pandangannya langsung tertuju ke bathup, Stella diam tak bergerak, ia meringkuk di dalam bathtub, dengan air hangat yang sudah mulai dingin, rupanya Stella tertidur.


Alex menyambar salah satu handuk yang ada di ruangan tersebut, kemudian menepuk pelan pipi Stella, hanya satu kali tepukan Stella terbangun, tentunya insting Alami seorang dokter langsung bekerja, ia mudah tertidur jika lelah, dan mudah terbangun jika ada panggilan darurat yang membuatnya harus langsung bersiaga penuh.


"Eh … aku ketiduran yah?" Tanya Stella.


"Iya, ayo aku bantu berdiri." Alex mengulurkan tangannya.


Stella pun berdiri, polos tanpa mengenakan apa apa, tapi ia merasa biasa saja, justru ia malu ketika Alex menatap bekas luka sayatan operasinya, buru buru Stella menutupi luka tersebut, "jangan melihat ini, tubuhku ku pasti jelek sekali karena memiliki 3 bekas luka operasi." 


Alex melilitkan handuk menutupi tubuh polos istrinya, "tapi di mataku tetap terlihat indah, karena tubuh ini yang menyelamatkan dan melahirkan anak anakku, dan itu membuatku semakin mencintaimu."


Alex menggendong Stella menuju tempat tidur, kemudian membaringkan nya. "Istirahat lah, aku tak akan mengganggu malam ini." Kata Alex ketika menutup tubuh Stella dalam balutan selimut.


"Kenapa? Apa setelah menikah kakak tak berselera lagi padaku?" 


"Perkataan macam apa itu?" Sergah Alex tak terima. "Aku tahu kamu baru sembuh dari sakit, pasti kamu tidak nyaman jika melakukannya." Jawab Alex pelan.


Stella tersenyum sebuah kecupan ia hadiahkan pada suaminya, "kalau begitu lakukan dengan hati hati, kakak lupa siapa aku? Aku yang paling tahu kondisi tubuhku, bahkan hasil USG kemarin aku bisa membacanya tanpa perlu Alan jelaskan dengan gamblang." 


"Bolehkah jika seperti itu."


"Tentu sa…" 


Stella tak lagi melanjutkan kalimatnya, karena Alex sudah membungkam bibirnya, kecupan lembut yang berubah menjadi panas dalam beberapa saat, mereka menikmati sensasi baru sebagai suami dan istri, saling mengecap rasa yang sekian lama tak tersalurkan.


Dalam sekejap saja Alex sudah bergabung dengan Stella, di bawah selimut tangan mereka saling menjelajah, bergerak pelan, saling menyentuh tanpa ingin ada yang membatasi, bahkan saling mengucap kata cinta.

__ADS_1


Temaram cahaya di kamar tersebut tak sebanding dengan riuhnya suara kenikmatan kedua insan yang ada di dalamnya, rasa rindu itu kini mereka lepaskan, berbaur dengan bahagia yang tak terkira, sebuah penyatuan yang indah, setelah melalui perpisahan panjang dan penantian melelahkan.


Keduanya bergerak menemukan ritme nya masing masing, saling memberi saling menerima, tak ingin juga terburu buru mengingat kondisi Stella yang baru sembuh dari sakitnya.


Peluh membanjiri tubuh keduanya, nafas mereka pun turun naik tak beraturan ketika mengakhiri aktivitas panas tersebut, semuanya terasa indah karena mereka benar benar bersabar menanti datangnya hari bahagia ini.


Keduanya masih saling berpelukan erat hingga sesaat sesudahnya, kemudian terlelap dengan wajah bahagia.


.


.


.


.


.


wes yah ... udahan ngintipnya, hus hus hus ... 🤣🤣🤣


dilarang ganggu, bos lagi buka puasa🙈


.


.


.


.


kalo ada yang tanya, thor kok cuma begitu doang?


.


iyes, ini batas maksimal yang bisa othor tulis, othor masih memepertimbangkan, barang kali ada pembaca yang masih berusia di bawah 18 tahun, dan di novel othor yang mana pun kalian tidak akan menemukan adegan vurlgar yang berlebihan, mohon maaf bagi yang kurang berkenan 🙏🤗🤓


.


.


.


.


plis like 👍komen 📝dan vote 🥇nya, pada sepi vote ih, tapi ramai vote buat bang kevin ... tak masalah ... pokok e tetep sarangeeee buat kalian semua 🥰🥰


.


.


.


.


lanjut atau end aja nih?📝 plis ramaikan kolom komentar,💃 kalau udahan, othor mau mulai nulis novelnya Andre dan Belinda😘


.


.


.


.


.

__ADS_1


ucapannya apa nih, jam kunti lagi?? 👻


jawab dulu pokoknya yes ... 😁


__ADS_2