Sepasang Mantan

Sepasang Mantan
81.


__ADS_3

Kevin dan Gadisya masih sama sama diam, keduanya sama sama menunggu, Kevin menunggu Stella dan Gadisya menunggu Anindita, Namun karena tak punya topik pembicaraan, Kevin pun bangkit.


"Aku mau ke tempat papi, kamu sendiri di sini gak papa kan?" Tanya nya pada Gadisya.


"Iya, gak papa." 


Usai mendengar jawaban Gadisya Kevin pun berlalu.


✨✨✨


Sementara itu, di waktu yang sama dan tempat yang berbeda.


Alex masih setia berdiri di lobi menanti anak anak beserta mommy nya, ia baru saja mengakhiri panggilannya.


Sambil menunggu ia membuka beberapa Email penting yang masuk.


"Alex?" Sebuah suara mengalihkan perhatian nya.


Wajah yang dahulu amat ia cintai, kini berdiri di hadapannya.


Rasanya sang waktu begitu cepat berlalu, selepas Anindita mengabarkan berita pernikahannya, Alex tak pernah lagi berjumpa dengannya, karena hari harinya sibuk dengan pekerjaan dan mengurus anaknya yang nyaris tak mau lepas darinya.


Seiring berjalannya waktu, bukan hanya dunia yang terus mengalami perubahan, fisik dan perasaan seseorang pun terus berubah, begitupun rasa cinta diantara keduanya.


Wajah keduanya semakin dewasa, dan perasaan cinta yang dulu begitu meluap, kini sirna tak bersisa, benar lah sebuah kata bijak, bahwa waktu akan menyembuhkan luka dan serta pelan pelan memusnahkan segala rasa.


Alex nampak terkejut, melihat kedatangan Anindita. 


"Oh hai," jawab Alex kaku.


"Apa kabar?" 


"Yah beginilah, seperti yang kamu lihat." Alex menatap kosong ke halaman rumah sakit.


Keduanya kini, berdiri dengan jarak aman, sama sama menatap kedepan.


Sudah lama sekali mereka tak berbincang, hingga suasana di sekitar mereka terasa aneh.


"Tadi Aku bertemu si kembar, ternyata mereka sangat tampan," puji Anindita, tapi memang fakta nya demikian, tak bisa di pungkiri, "di masa depan mungkin mereka akan membuat banyak gadis patah hati." Tambahnya.


(Iya, anakmu salah satunya 🤪)


"Apa ku bilang, sejak dulu aku ingin menunjukkan foto mereka padamu, tapi kamu tak pernah mau melihat mereka." Seloroh Alex.


Anin tertawa, "aku juga bertemu dan berbincang dengannya." 

__ADS_1


"Siapa?" 


"Mantan istrimu." 


"Ooohh … "


"Kenapa tidak pernah cerita, jika kalian bercerai?" 


"Kenapa? Apa kamu menyesal tidak bisa bersamaku?" Canda Alex.


"Tidak, ge er sekali," balas Anindita. "Aku bahkan memiliki putri yang sangat cantik, jadi aku tak pernah menyesal meninggalkanmu." 


Keduanya tertawa renyah.


"Aku pikir setelah kepergianku, kalian berbahagia," ujar Anin sendu.


"Saat kamu pergi semuanya sudah terlambat, dia pun pergi meninggalkanku," 


"Maaf,"


"Bukan salahmu, semuanya tetap salahku, aku terus berdiri di persimpangan, seharusnya jika sejak awal aku menyetujui pernikahan kami, sejak itu pula seharusnya hubungan diantara kita berakhir, tapi aku masih juga tak tahu jalan mana yang harus ku pilih, memilihmu, atau keluargaku, hingga suatu ketika satu satunya kebahagiaan yang ku punya pergi meninggalkanku, barulah aku tersadar."


Alex menghentikan kalimatnya. "Saat Aku tersadar, rupanya ia juga membawa serta seluruh hati dan jiwaku, hingga yang tersisa hanya perasaan hampa dan ruang kosong tak berpenghuni," Alex mengusap setitik air mata penyesalannya. 


"Tahun tahun sepi berlalu tanpanya, bermacam cara ku gunakan untuk mencari tahu keberadaan nya, tapi semua berujung sia sia, tuhan seolah menyembunyikannya dariku, agar tak lagi tersakiti olehku." 


"Terima kasih,"


Anindita melirik jam di pergelangan tangannya, "baiklah, aku pamit, aku harus mengantar anakku ke dokter gigi." 


"Silahkan, senang bertemu denganmu lagi."


"Aku tidak tuh, aku lebih senang bertemu mantan istrimu," ujar Anindita, sebelum ia benar benar pergi. beberapa saat yang ia habiskan untuk berbincang dengan Stella, ternyata begitu berkesan baginya.


Keduanya berpisah dengan senyum di wajah, tanpa mereka sadari, sejak tadi ada seseorang yang menelinga pembicaraan mereka, berbeda dengan Alex dan Anindita, bahkan Stella, yang mengakhiri semuanya dengan senyuman.


Kevin justru memendam amarah yang begitu besar, dua orang dewasa itu, menganggap masa lalu mereka sudah berlalu, ya sudah semua selesai, tapi bagaimana dengan dirinya yang harus melewati tahun tahun penuh rasa sepi tanpa seseorang Mommy, apa mereka tak ingin bertanya betapa hancur perasaan nya, seorang anak yang begitu merindukan kasih dari ibunya.


(Bab ini adalah awal mula MKW, Kevin dan Gadisya 🤓)


Bahkan ketika ia kembali dan lewat di hadapan Gadisya, pandangannya pada Gadis itu sudah berubah, sebelumnya ia menatap Gadisya dengan lembut, bahkan malu ketika pandangan mereka tak sengaja bertemu, namun sesudah mendengar pembicaraan Alex dan Anindita, ia menatap Gadisya dengan dingin dan penuh kebencian, sama besarnya dengan rasa benci yang kini ia rasakan pada Anindita, bunga bunga cinta, yang baru saja hendak ia tanam mati begitu saja.


"Aku tidak akan pernah memaafkan perbuatan ibumu, yang membuatku kehilangan mommy ku," Kevin bersumpah dalam hati.


Sesudah nya ia berlalu pergi menuju ruangan Stella, meninggalkan Gadisya yang menatap nya keheranan, tak tahu kenapa Kevin tiba tiba berubah.

__ADS_1


✨✨✨


"Tuan … mereka ada di rumah sakit"


"Bagus, terus awasi … dan cari celah kapan mereka lengah."


"Baik tuan."


"Sebentar lagi Gerry, dendam mu akan terbalaskan," Gerry menyeringai bahagia, ia kembali berkeliling rumah tua di pinggir hutan, rumah yang kini resmi menjadi markas nya, sementara urusannya dengan Abimana, baru saja ia selesaikan beberapa saat yang lalu, akhirnya ia berhasil menyelesaikan seluruh transaksi bernilai ratusan milyar tanpa terendus pihak kepolisisn sama sekali.


"Kini saat nya memulai pekerjaan ku sendiri, aku memiliki anak buah, dan wewenang penuh, hahahahaha …" Gerry tertawa terbahak-bahak.


Beberapa hari lalu ia baru mengetahui, bahwa dokter Risa adalah mantan istri Alexander, hah ternyata dunia sempit sekali, sudah bertahun tahun Abimana di usik Alexander, dan bertahun tahun mereka bermusuhan, sungguh ironi sedih, Abimana tak pernah beruntung dalam perjalanan cinta nya, karena kini wanita yang mungkin mulai di cintai Abimana adalah mantan istri Alexander, tapi Gerry tak peduli siapapun pria di sekitar dokter Risa, tujuannya hanya satu, membalaskan dendam dan rasa malu yang pernah di torehkan dokter Risa padanya.


Karena itulah dia ingin memanfaatkan anak dokter Risa dan Alexander untuk memancing dokter Risa datang sendiri kepadanya.


Tapi ternyata hal itu tidak semudah yang ia bayangkan, rupanya Alex selalu menempatkan sekelompok pasukan khusus hanya untuk mengawal seorang anak, menurut nya ini berlebihan, bahkan seminggu terakhir ini, pasukannya bertambah banyak, entah apa yang Alexander pikirkan.


Para pengawal itu menyamar, mereka tak nampak seperti pengawal, mereka hanya terlihat seperti orang orang kebanyakan, pedang, penyapu jalan, pengemis, bahkan ada yang mengamen, bagi kebanyakan orang, mereka terlihat seperti warga pada umumnya, namun bagi orang orang khusus, polisi atau intel, mereka akan segera tahu jika orang orang itu bukan warga biasa.


.


.


.


.


othor semedi lagi cari ide 🤓 buat menyenangkan kalian semua, jangan lupa kirim sajen buat menemani othor yah🧘 ... lope lope sekebon nangka buat kalian 😘


.


.


.


.


sampai jumpa esok di jam kunti 👻👻👻


.


.


.

__ADS_1


.


please like👍 komen 📝vote 🥇kembang 💐kopi ☕juga gak papa🤗 sarangeeee 💟❤️💟❤️


__ADS_2