Sepasang Mantan

Sepasang Mantan
72.


__ADS_3

Ruang gym hotel masih lengang, kali ini Stella sengaja menggunakan waktu pagi nya untuk lari di treadmill, semalaman ia tidur dalam keadaan gelisah, hanya gara gara bertemu Anindita, padahal belum tentu juga Alex mengetahui kalau Anindita bekerja di William Medical Center.


Berbagai macam pikiran konyol bermunculan, apa Alex akan tetap memilih kembali pada mantan istrinya jika ia ternyata bertemu lagi dengan mantan pacarnya? Atau apakah ia akan terlihat buruk bila di sandingkan dengan Anindita, pikiran pikiran buruk itu, membuat Stella semakin insecure terhadap diri nya sendiri, padahal selama bertahun tahun, ia membuat dirinya menjadi wanita percaya diri dengan kemampuan yang ia miliki di bidang medis, bukan hanya wanita yang cantik secara fisik.


Ketika ia merasa ingin menangis, ia menaikkan level kecepatan treadmill nya, semakin kencang juga ia berlari, berusaha semakin keras melupakan kegundahan dan kecemburuan yang semakin menggerogoti rasa percaya diri nya, keringat mulai membanjiri raga nya, menyembunyikan tangis yang kini mulai tak bisa tertahan, ternyata sungguh sulit untuk memaafkan dan mengikhlaskan masa lalu, padahal ia sudah berjanji pada Alex, ia akan melupakan masa lalu pahit mereka.


Setelah merasa mulai lelah, ia menurunkan kecepatan treadmill nya, hingga akhirnya ia berhenti sempurna, dengan handuk kecil yang ia bawa, Stella mengusap keringatnya, ponsel yang sejak tadi ia bawa pun tak luput dari pengamatannya, ia memeriksa beberapa pesan masuk, serta beberapa pesan di sosmed.


Sebuah panggilan masuk membangkitkan senyum di wajah nya, rupanya ia melupakan bahwa hari ini hari pertama Andre masuk sekolah baru.


"Moms … "


"Hai boy … are you happy?"


"Yah … aku bahagia sekali, tapi tak ada mommy disini, biasanya mommy menemaniku sebelum berangkat sekolah." Keluh Andre.


"Bukankah ada Kevin dan papi di sana?"


Andre mengarahkan kamera ponselnya ke arah Kevin Dan Alex yang sedang menikmati sarapan mereka. "Yah mom benar, tapi rasanya berbeda jika mommy tak di sekitarku."


Setitik perasaan haru menyeruak, disinilah Stella merasa bahagia, perannya sebagai ibu ternyata begitu berarti bagi anak anak anaknya.


"Yah mommy minta maaf, mommy masih sangat sibuk, baik baik sama Kevin yah, jangan bertengkar lagi di sekolah." 


"Yeah mom, akan aku ingat." 


"Kemarin mommy tertawa sampai sakit perut ketika Mrs. Fira bercerita, kalian bertengkar di dalam kolam."

__ADS_1


Andre tertawa renyah.


"Mom, hari itu dia membuat Tablet ku masuk ke kolam." Kevin tiba tiba bergabung dalam pembicaraan.


"Dan aku sudah minta maaf mom, tapi dia tak terima malah menarikku masuk ke kolam." 


Begitulah pagi nya Stella, awan gelap yang sejak kemarin menggelantung dalam pikirannya, kini sedikit sirna berkat celotehan kedua putra nya.


Anak anak, laksana hiburan baginya, ketika ia merasa lelah, anak anak dan suara riuh mereka adalah melodi terindah yang menari nari di kepalanya.


✨✨✨


Flashback on


Abimana menatap lekat wanita di hadapannya, yah Rebecca kini tengah duduk di sana, Abimana bahkan sengaja membeli bunga dan beberapa bibit tanaman agar ia bisa berkenalan dan menjadi teman Rebecca.


Sejak kecil, sang ayah selalu menyekolahkannya di sekolah khusus pria, jadi ketika kuliah, Abimana seperti kuda yang terlepas, karena menemukan permukaan luas untuk berlari kencang.


Rebecca dan dirinya teman satu kampus dengan bidang studi berbeda, jadi setelah berhasil berkenalan dengan Rebecca di kampus, kini ia pun mencari cari alasan agar bisa lebih dekat dengan gadis itu.


"Ada yang membuatmu bahagia nak? Ayah lihat kamu selalu tersenyum belakangan ini." Tanya Sergio Fernandez (panggil Gio aja yah).


Abimana hanya tersenyum, sejujurnya ia belum berani mengatakan apa apa, khawatir Ayahnya tersinggung.


"Iya ayah, tapi sementara ini bolehkah aku rahasiakan?" 


"Baiklah, asal bukan berkaitan dengan wanita, ayah ikut senang jika kamu bahagia."

__ADS_1


Deg


Benar apa yang di khawatir kan Abimana, ayahnya tidak akan pernah bahagia, jika ada sesuatu yang berkaitan dengan wanita.


20 tahun yang lalu, ia melihat sendiri bagaimana kelakuan nyonya Roberta, ibu angkatnya.


Karena kesibukan Gio, Roberta selalu membawa pria pulang kerumah mereka, bahkan bukan cuma satu, melainkan berganti ganti, Abimana yang kala itu masih berusia y tahun, tak berani melaporkan kelakuan Ibu angkatnya, ia hanya bisa diam menatap dengan perasaan sedih, ketika kedua orang tuanya bertengkar selepas Gio mengetahui kelakuan Roberta selepas ia pergi bekerja.


Selepas pertengkaran itu, bukannya membuat Roberta menyesal, tapi justru ia semakin menjadi, bukan hanya membawa pulang pria, tapi ia kini berkenalan dengan judi dan narkoba, hingga sebagian besar aset berharga milik Gio ikut menjadi bahan taruhan Roberta.


Sampai pada puncak nya, Roberta di temukan tewas di sebuah hotel bersama salah seorang pria peliharaan nya, keduanya tewas karena overdosis narkoba.


Dan hingga kini, Abimana masih harus menjaga perasaan Gio, bagaimanapun Gio Adalah satu satunya orang tua nya, pria itu begitu tulus menyayanginya, padahal Abimana bahkan bukan anak kandungnya, pada suatu hari Gio Menemukan Abimana di kolong jembatan, anak kecil itu sedang menangis sendirian, ia hampir mengalami hipotermia, andai saja Gio tak menemukannya.


Hingga bertahun tahun lamanya, Gio mencoba melacak keberadaan orang tua kandung Abimana, namun semuanya berujung sia sia.


Hari itu, Abimana untuk pertama kalinya mengungkapkan perasaannya, alangkah bahagianya ia ketika Rebecca bersedia menjadi kekasihnya, namun awan mendung tiba tiba membayangkan manakala ia mengingat bagaimana Gio membenci semua wanita, karena kelakuan mantan istrinya yang sudah meninggal.


Tanpa diketahui Abimana, selama beberapa hari terakhir, Gio Mengirimkan mata mata untuk mengawasi Abimana, betapa murka nya Gio manakala mengetahui, bahwa sang putra menjalin kasih dengan seorang wanita, rasa takut dan trauma yang pernah ia alami, membuatnya memproteksi Abimana sedemikian rupa, agar ia tak disakiti wanita manapun, karena kini keluarganya hanyalah Abimana, anak angkat yang dengan tulus menyayanginya, tidak seperti istri yang justru berkhianat padanya.


Siang itu, Gio yang sudah memiliki niat jahat, berencana mengundang Rebecca ke mansion nya  untuk makan siang, namun siapa sangka, sepulang makan siang mobil yang dikendarai Abimana mengalami kecelakaan, hingga menewaskan kekasih nya.


patah hati? Jelas.


Rebecca adalah satu satunya wanita, yang sudah mendapat restu dari Gio, namun karena kelalaiannya, Rebecca meninggal akibat kecelakaan yang mereka alami.


Terkubur dalam sedih nestapa, membuat Abimana dingin dan enggan mendekati wanita, sampai hatinya terketuk manakala menatap mata teduh seorang dokter yang menyelamatkannya malam itu, bahkan wanita itu juga seorang dokter, jika Rebecca masih hidup, pastilah ia juga sudah menjadi dokter seperti wanita ini ( dokter Risa ), pikir Abimana kala ia bertemu Stella untuk pertama kalinya.

__ADS_1


__ADS_2