Sepasang Mantan

Sepasang Mantan
44


__ADS_3

"Dimana dia?" Tanya Alex, "jawab pertanyaan ku Fira, dimana Andre!!!??" Hardiknya tajam.


Suasana cafe mendadak sunyi, akibat teriakan Alex yang menggema di dalam ruangan cafe tersebut, bahkan suami Fira yang tengah menemani anak mereka bermain pun ikut melihat ke arah mereka, Fira tersenyum canggung, "maaf teman saya hanya sedang emosi sesaat," ujarnya meminta maaf kepada orang orang yang tengah menatap ke arah mereka.


"Tenanglah dulu, jangan emosi," Fira mencoba menenangkan Alex.


"Bagaimana aku bisa tenang Fira, bertahun tahun aku mencari nya, hingga aku nyaris gila karena begitu merindukan mereka, tapi dia seperti menghilang di telan bumi bersama mommy nya." 


"Apakah, dia Stella?"


Alex terkejut, "darimana kamu mengetahui nya?" 


"Tidak sengaja, anggap saja aku sedang beruntung." Fira menjawab santai. "Hari itu tak sengaja aku melihat Andre mengambil gambar Stella di ruang arsip sekolah, dan jika kuperhatikan dengan benar, anak anakmu memiliki warna mata dan rambut Stella, benar kan?" 


Alex mengangguk.


Kemudian Menundukkan kepalanya, kedua tangannya kini tengah menarik rambutnya dengan kuat, wajahnya memerah,otot otot wajahnya pun menegang, menahan sekuat tenaga air mata yang hendak mengalir dari kelopak matanya, Fira mengusap pundak Alex yang bergetar menahan tangis.


"Andre, pasti berada di rumahmu, karena dia sedang bertukar tempat dengan Kevin,"


Alex kembali mengangkat wajahnya, matanya basah oleh air mata, " maaf, aku terlalu emosional," Alex  tersenyum hampa, "tapi 14 tahun lalu aku kehilangan mereka, setelah kami bercerai, dan sekarang bisa kamu bayangkan bagaimana perasaanku,"


"Kalau begitu pulanglah, dan temui putramu, setiap saat ia pasti was was karena merasa menyimpan rahasia seorang diri." Fira menambahkan, "aku akan kirim beberapa video mereka ke ponsel mu, betapa lucu dan menggemaskan tingkah anak anakmu ketika mereka sedang bertengkar."


"Terima kasih Fira, ingatkan aku untuk memberimu hadiah suatu saat nanti," Janji Alex, dan disambut senyum lebar Fira. 


"Aku tidak mau hadiah murah." Canda Fira, yang disertai dengan tawa lebar Alex.


Alex pun beranjak dari kursinya, dia berjalan cepat menuju parkiran, 'akhirnya aku menemukan kalian, tunggu aku sedikit lagi, kupastikan kalian tak akan lagi lepas dariku'.


Alex mengeluarkan ponselnya, "Dimas, dimana kamu?" 


"Di airport, baru saja sampai bos, besok s … "


"Segera siapkan penerbangan untukku," potong Alex.


"Sekarang bos?"


"Iya, penerbangan tercepat,"


"Kalau begitu dengan pesawat pribadi anda saja." Dimas menawarkan.


"Itu juga bukan ide buruk."


"Tapi anda akan kemana bos, kenapa mendadak sekali?" 

__ADS_1


"Singapura."


"What?" Dimas memekik tak percaya. "Mau apa anda ke Singapura?"


"Memancing !!! cepatlah !!!, jangan banyak bertanya." Bentak Alex.


"Baik bos, saya siapkan sekarang."


Alex menyalakan mesin mobil, kemudian melajukan nya di keramaian jalan ibu kota.


Satu hal yang  ingin ia lakukan adalah, memeluk Andre.


Teringatlah Alex akan perilaku anaknya beberapa hari terakhir ini, pelukan yang hangat dan lama, anaknya yang tiba tiba suka berkeliling rumah, dan jika di ingat ingat, Kevin selalu bermain bersama Anjing, tapi belakangan Alex tak melihat hal itu, "ah aku benar benar bodoh, sampai tidak mengenali anakku sendiri" Berkali kali Alex memukul kepalanya penuh sesal.


Syukurlah jalanan ibu kota sedikit bersahabat, kendaraan tak terlalu ramai, jadi hanya perlu waktu 20 menit bagi Alex untuk kembali tiba di rumah.


Ketika mobil berhenti di halaman rumah, Alex hanya melempar kunci mobil nya ke arah security, dan security itu sudah sangat paham apa yang harus ia lakukan selanjutnya, karena Alex langsung berlari ke dalam rumah.


"Kevin … " Teriak Alex dari pintu depan, bahkan Lani dan Sony yang tengah menuruni tangga pun terkejut mendengar teriakan Alex.


"Ada apa ini, kok kamu seperti sedang di kejar hantu?" Tanya Sony. 


Tak lama Seseorang yang di cari keluar dari arah dapur bersama Ima.


"Aku di sini, ada apa pi?" Jawab Andre.


"Kok papi nangis? ada apa?" Tanya Andre penasaran.


Alex meletakkan telapak tangannya di pipi Andre, kemudian membuat Andre mendongak menatapnya, wajah tampan Andre tampak masih keheranan melihat ulah Alex.


"Kenapa tidak jujur pada papi?"


"Maksudnya pi?" 


Jemari Alex mengusap bekas luka di belakang telinga Kevin, "kamu merasakannya? ini salah satu bukti yang membedakan kamu dan Kevin."


Perkataan Alex mengejutkan semua orang yang ada di ruangan tersebut.


Air mata langsung lolos keluar dari kelopak mata Andre, sekarang ia sungguh berdebar, apakah papi yang selama ini begitu dirindukannya akan memperlakukan ia seperti sebelumnya? Andre sungguh takut jika Alex tak akan lagi bersikap sama seperti ketika ia mengira dirinya adalah Kevin.


"Maaf," ucap Andre, dengan bibir bergetar.


Alex kembali memeluk Andre dengan erat, "kenapa meminta maaf, kamu sama sekali tidak bersalah," 


"Aku pikir jika aku berterus terang, papi akan memarahiku, karena aku bukan Kevin, maafkan aku karena telah berbohong, tapi aku sangat ingin bertemu papi." Alex menangkap kejujuran dan binar kerinduan di mata Andre, oh Tuhan ia pun merasakan hal yang sama.

__ADS_1


"Mana mungkin papi marah, kalian berdua anak anak papi, papi menyayangi kalian dengan kasih sayang yang sama, tak ada beda." 


Papi dan anak itu kembali berpelukan erat, sementara 3 pasang mata yang sejak tadi mengawasi, ikut basah karena tangis bahagia.


"Kalian hampir saja menggegerkan kedua negara jika ketahuan."


Andre tersenyum dalam pelukan Alex. 


Lani dan Sony mendekati Alex yang tengah memeluk Andre, "bolehkah kami juga memeluknya," tanya Sony pada Alex.


Alex tersenyum lalu melepaskan pelukannya. 


Andre menatap opa dan oma nya, kemudian memeluk kedua orang tua papinya tersebut, suasana haru menyelimuti kebahagiaan mereka.


"Maafkan opa dan oma juga yah? Sepertinya kami sudah benar benar tua, karena tak bisa mengenali cucu kami sendiri," ucap Sony. "Kenzo … apa kamu lihat, cucu cucu kita sudah besar, mereka sungguh para pria tampan yang akan membuat banyak gadis patah hati."


"Opa … jangan mengajarkan cucu kita hal hal yang tidak baik." Sentak Melani tak terima dengan ucapan suaminya.


"Hehehe … opa hanya bercanda, jadilah lelaki baik dan bertanggung jawab,"


Andre hanya menatap wajah Sony kemudian mengangguk.


"Ima … pergilah ke supermarket, malam ini kita makan malam istimewa," perintah Melani.


"Jangan mah, kami akan pergi, lain kali saja kita makan malam di luar," 


Melani cukup terkejut dengan jawaban Alex "Lho memang kalian mau ke mana?" 


"Kami harus menyusul saudara kembarnya." 


"Benarkah?" Teriak Andre tak percaya.


"Hmmm bersiaplah … " ujar Alex..


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


tau gak sih, beberapa hari memikirkan dan menulis ini othor nangis sendiri, jangan pada ikut nangis yah, cukup othor ajah ... 😭😭🤓🤓


__ADS_2